Selasa, 22 November 2011

sepi

sepi adalah ketika saya duduk sendiri di ruang belajar bersama hanya bertemankan laptop dan secangkir kopi tepat pukul 1 dini hari.
sepi adalah ketika saya ntah sadar atau tidak bahwa malam sudah berganti menjadi pagi sedang saya masih tetap berada di posisi paling pewe dan itu sendirian, bermodalkan suara "cetek-cetek" dari tuts keyboard laptop.
sepi adalah ketika malam ini saya sudah terlalu banyak menggunakan energi untuk berdiplomasi dengan beberapa tamu tak diundang tadi yang terpaksa sedikit banyak menguras hati dan kini saya merasakan lelah tak bertepi -sedikit ngga ada sinkronisasi-
yang jelas saya sekarang lagi ngerasain yang namanya "sepi"


--hening--

Minggu, 20 November 2011

quotes

When you say we'll be together forever I say "I hope so". But what I'm really saying is..
"I hope forever never ends."

--pristysukma.hope--

i love you

"I love you. I love you. I love you. I love you...."

1. I LOVE YOU, Bapak-Bunda
sejuta cinta-sayang tak terkira untuk sesosok mereka, yang rela berkorban nyawa tanpa tendensi apa-apa hanya semata untuk melihat kami tumbuh kembang dan hidup bahagia, untuknya yang selalu menjadi matahari yang sinarnya tak pernah lekang oleh waktu dan teruntuknya yang mengenalkan kami arti sebuah mimpi-perjuangan dan harapan, I love you..



2. I LOVE YOU, mas-mbak
untuk kedua kombinasi terapik dalam hidup saya, yang bisa mamberikan pandangan-pandangan berbeda terhadap suatu permasalahan agar saya tidak picik menilai sesuatunya, untuk mereka yang tidak pernah mengeluh berbagi dengan saya yang seringkali membuat mereka kesal, untuk mereka yang kasih-sayangnya selalu bisa saya rasakan meskipun tidak pernah mengatakannya secara langsung, "aku sayang kamu".. mas-mbak.. I LOVE YOU..



3.I LOVE YOU, friend
sangat berterimakasih dengan hadirnya mereka dalam hidup saya, yang secara implisit maupun eksplisit mensumbangsihkan auranya untuk memberi warna dalam hidup saya, dengan bumbu canda tawa atau bahkan terkadang rengekan suka-duka. untuk mereka teman-teman, sahabat dan keluarga dari mulai resmi menggunakan seragam putih-merah, putih-biru, putih-abuabu hingga kini bersampul jas almamater, terimakasih, I love you


4. I LOVE YOU,...
seperti kertas putih yang diatasnya tertoreh tinta hitam tanpa aksen lain, I love you.. -untuknya yang kini tersamarkan oleh waktu-


5.I LOVE YOU, :)

Selasa, 15 November 2011

bincang-bincang

pelajaran kewirausahaan kali ini bener-bener bikin mata saya "melek", jauh lebih melek dari biasanya. bisa bikin saya peka, jauh lebih "sensi" dari sebelumnya. oke, memang hari ini topik yang lagi dibahas memang cukup menarik buat jadi ulasan. diskusi kelas kali ini lagi ngebahas gimana kesuksesan seseorang itu. berkaca dari seorang wirausahawan sukses yang ternyata juga alumni dari IPB yang semula orang liat "biasa-biasa aja" menjadi sosok yang luar biasa. udah gitu refleksi dari beberapa film yang ditampilkan bahwa sebenernya kunci sukses itu asal muasalnya ya dari dalam diri kita sendiri. bercermin dari opini beberapa teman yang mengatakan bahwa kesuksesan itu pilihan dan kita bisa merancangnya. dan mendadak berhenti di satu pertanyaan "nujleb" dari seorang kawan yang mendadak bertanya soal bagaimana pengaruh keluarga dengan kesuksesan seseorang. adakah pengaruhnya "kasih sayang" dengan hasil kesuksesan atau pengaruh pada kesuksesan seseorang? bagaimana juga dengan mereka yang notabene diberi kesabaran yang luar biasa yang musti dihadapkan dengan situasi "rumah patah-brokenhome".

"bu, saya ingin bertanya kalau misalkan anak yg lahir dari keluarga yg bisa dibilang brokenhome, apakah kelak juga bisa menjadi seorang wirausahawan sukses? bagaimana cara menyemangatinya?"

dan di situ ibu dosen memberikan kesempatan kepada kami untuk mencoba berpendapat tentang, bagaimana prospek kedepan seorang wirausahawan apabila background dari keluarga yg brokenhome. banyak sekali pendapat dari teman-teman dan jika bisa disimpulkan dari kesemua jawabannya simpel saja, mau seseorang itu berasal dari keluarga bermobil 3, selalu makan daging tiap harinya, atau hanya sebungkus nasi kucing disela dahaganya, terlebih 1 piring bertiga sebenarnya bukan prioritaws permasalahan sebenarnya, yang terpenting adalah dari individualnya ingin menyikapinya dari sudut pandang yang bagaimana. sebab salah menempatkan sudut pandang kedepannya juga berbeda. jika seseorang itu menempatkan diposisi demikian namun dia tetap bersemangat -maju tak gentar- maka kedepannya dia pun akan mendapatkan hasil seperti yang dia harapkan -re:wirausahawan sukses- dan begitu pula sebaliknya..


Sabtu, 12 November 2011

nahan nangis

"nahan nangis itu emang engga enak"
--pristy.lagi pengen nangis tapi ngga bisa.ketahan--

nahan nangis itu engga enak kalau kata saya, dan emang engga enak kok, ngga usah cobacoba, saya udah pernah cobain dan emang engga enak dan saya engga suka kalau musti nahan nangis lagi.

ditanyain gimana emang rasanya?

rasanya nyesek, udah sampe ke ubun-ubun 1001 alasan yang bikin mewek tapi ketahan, akhirnya nyesek didada, kayak yang mau dikeluarin tapi kepentok pengen belajar jadi cewek yang ngga cengeng jadinya nangisnya ditahan, padahal udah ngga kuat, akhirnya emang bener-bener nyesek.sakit.engga enak deh pokoknya.

kalau aja ada pilihan mau nahan laper, nahan haus, apa nahan nangis, jelas dong saya lebih milih buat nahan laper-nahan haus, walaupun dalam lubuk hati paling dalam engga pengen semuanya dilakuin. pengennya ya engga harus nahan nangis, engga harus juga nahan haus sama dahaga.. hehehe :p

tapinya sekarang lagi nyesek iih
pengen nangis tapi ngga bisa
hayoloh gimana cara ngeluarinnya? ada cara?

happy ending

kaulah yang pertama ingin ku lihat
saat mentari mulai bersinar
kaulah yang terakhir ingin ku lihat
saat ku pejamkan mata
indah matamu, indah wajahmu
mampu menyinari duniaku
indah hatimu, indah cintamu
mampu menyadarkan diriku
walau tak ada cinta di dunia
ku kan selalu di sampingmu
karna kamu happy ending-ku


cc : masnyaa, sekali lagi terimakasih yaa :)

Rabu, 09 November 2011

mari bertahan

kemarin sesorenya pulang kuliah,, mendadak ada perbincangan

mb: "eeeh uda tanggal berapa ini ya?"
ms: "tanggal 9 kok"
mb: "ooh berarti uda seminggu lewat 2 hari yaa.. hahahha" *ketawa ambigu*
ms : "iyaa.. kenapa ketawa?" *ekspresinya sok yang gimana gitu-purapura nggapaham*
mb : "engga.. engga kenapa-kenapa.. sebulan kurang berapa hari ya?" *basa-basi nggapenting*
ms : "kalo sekarang 9 berarti kurang 21 hari lagi, hemmmm.."
mb : "21 hari lagi yaa.. emmm... masih lama.."
ms : "iyaa masih lama"
mb : "mari bertahan masnyaa.."
ms : "emmm...." *sok sok mikir gimana gitu-ini masnya niat banget bikin hati cenat-cenut ngga karuan*
mb : "mari bertahan" *sakali*
ms : "iyaaa... mari bertahan.. esok dan seterusnya... bertahan.." *senyum*
mb : *blushing*


baiklah,
ini baru permulaan,
biarkan seorang saya secara perlahan mengenali sosokmu dari yang semula kosong menjadi penuh,
dari yang semula tidak terisi menjadi banyak terisi,
biarkan seorang saya mengertimu dari kondisi nol -tidak pernah kenal samasekali sebelumnya- menjadi seseorang yang bahkan bisa mengertimu seutuhnya
biarkan seorang saya memahamimu dengan cara yang mungkin jauh berbeda dengan yang kebanyakan mereka lakukan terhadapmu,

mari bertahan
hari ini-esok-dan seterusnya


hamba yakin, Engkau pasti punya rencana dibalik ini semua..
biarkan hamba berusaha, YaaRabb..
hamba bertahan :)

quotes

"engkau hadir, mengubah segalanya menjadi lebih indah kau bawa cintaku setinggi angkasa membuatku merasa sempurna, kau membuatku utuh tuk menjalani hidup...."
--adera.lebih indah--

unbelievable

"kok bisa sih prist, gimana ceritanya?"
-Q15.unbelievable-


saya juga bingung kalo harus menceritakan bagaimana awal mulanya dan mengapa ujung buntutnya malah menjadi sebuah cerita tersendiri buat saya. menjadi sebuah kisah, sebuah rajutan perjalanan baru dan benar-benar baru untuk seorang saya, dengan "dia" yang pastinya dipilih secara matang oleh Tuhan untuk saya, dengan "dia" yang sungguh karakteristiknya bertolak belakang dengan saya tapi setelah diselidiki ada banyak juga kesamaannya dengan pribadi saya, dengan "dia" yang tampak luarnya sangar sesuai posturnya yang tapi didalamnya lembut-baik-dan penuh perhatian, dengan "dia" yang sering saya gundah gulanakan..

cuma bisa senyum, tiap ada yang tanya kenapa bisa
cuma bisa senyum, tiap ada yang tanya sejak kapan
cuma bisa senyum, tiap ada yang tanya penasaran

"kun fayakun"
jadilah maka terjadilah, bukan?

Rabu, 02 November 2011

aku suka caramu

Aku suka caramu membuatku tersenyum

Saat hari ku kelabu

Aku suka caramu tertawa riang

Saat kau datang menyambutku

Aku suka semua perhatianmu

Aku suka caramu menjaga diriku

Aku suka semuanya tentangmu

Engkau dan aku

Tercipta untuk jadi satu

Engkau dan aku

Ku kan selalu jadi milikmu

Walau waktu berputar

Cinta kita ‘kan bersinar selamanya

Aku suka semuanya tentang kamu

Aku suka caramu menahan diriku

Saat ku ‘kan pergi jauh

Aku suka caramu membuatku cemburu

Tuk dapat perhatianku

Aku suka caramu memanjakanku

Aku suka caramu meyakinkan aku

Saat aku merasa ragu

Aku suka semuanya tentang kamu



spesial tengs yaa, buat masnyaa :)

quotes

"semoga ini tulang rusuk saya.."
--pristysukma.tidaksinglelagi.hahhaa---

Minggu, 16 Oktober 2011

bernyanyi dengan kata

"kalo kata gue,
ini salah satu proses pencarian jati diri"
--pencerahan habis kelar audisi.pristy.18tahun--


well, happy sunday, hari ini, pagi ini, sebenernya ada agenda buat ketemu sama kakak kelas. ceritanya lagi tobat, pagi-pagi mau diisi sama hal yang super bermanfaat, mau kencan sama pm -pengantar matematika- tapi tau deh, kakak kelasnya ngga dateng-dateng -garagara ketiduran- yaudah, alhasil batal dong kencan pagi sama si pm *njiir... gue sedih banget ngga bisa ketemu pm pagi ini-jleeeeeb* yaudah dong saya balik ke asrama lagi, daripada disana saya "nggogok" sendiri kayak anak ilang.

lanjut ke agenda kedua, balik ke asrama, masuk kamar langsung deh ngecharge hape *naas hape belum sempet distrum jadinya mati-makanya balik asrama-niat ngecharge* udah gitu sampe asrama, charger dicolokin, ditunggu deh sampe 15menitan. udah lumayan lah nyawa hape sekarang ada walaupun engga full satu baris garis baterai, tapi lumayanlaah udah ada nyawanya. langsung capcus nyamperin temen trus kita bareng-bareng berangkat ke tempat audisi.

hello? saya ngga salah sebut kan yaa? tempat audisi? *gue tau banget deh orang yang baca ini rada gimana gitu, percaya ngga percaya gue audisi, dan kalau toh memang bener audisi, gue audisi apa.an coba? ckckckkc --lemparin baskom gambar hati kepanah buat yang ngga percaya--*

yaa..yaaa..yaaa...
perlu diketahui secara eksplisit, kalau pagi ini saya memang ikutan audisi, dan itu audisi "nyanyi".. ckckckck.. hello (lagi)? *ekspresi muka syok*. nyanyi?? ngga salah? apa saya bisa nyanyi? dan apa saya termasuk orang yang 'boleh' bernyanyi? aaaaaaaaaaa pertanyaan demi pertanyaan menghujam peluh saya pagi ini.. ah tapi buat saya definisi orang yang bisa nyanyi sama yang boleh nyanyi bukan mesti mereka yang suaranya emas dewa kan yaa?. besi karat kalo ngga fales pun menurut saya sudah termasuk golongan orang yang bisa nyanyi dan boleh nyanyi. hahahhaa *jujur banget-ini pembelaan-fakta: gue besi karat-pingsan*

dan mari memulai audisi yang pertama. gara-gara sindrom "kerajinan", saya masuk dong ke kloter pertama.. *dan demi apapun juga, sesekali mau deh cobain ngga jadi manusia 'pagi' (lagi)*
di kloter ini saya dan ketujuh rekan saya -yang baru saja kenal- masuk ke pos "ambitus-hearing". aigoooo... makanan dewa apalagi ya itu ambitus sama hearing? *sureeeem*, tadinya saya ngga tau kok makanan apa, tenang saya juga orang awam, tapi setelah dikasih beberapa clue saya jadi paham deh, ternyata ambitus sama hearing bukan roti selai stroberi kesukaan saya, bukan juga kombinasi jus apel vs mangga yang sempet bikin mules temen sekamar. *LOL*

ambitus itu kayak semacem uji range vocal kita dimana yang akhirnya kita bisa tau jenis kelamin suara kita apa. *hahahha jenis kelamin (?)*, yaa ternyata ngga cuma manusia aja yang berjenis kelamin pria dan wanita, tapi suara juga punya pengklasifikasiannya. untuk wanita suara dibagi 2 ada alto (suara wanita rendah) dan ada sopran (suara wanita tinggi) dan tiap keduanya dibagi lagi jadi 2, jadi ada alto 1-2 ada sopran 1-2. kalau untuk yang pria namanya tenor sama bass, untuk yang tenor(suara tinggi pria) itu juga dibagi 2 lagi ada tenor1-2 dan begitu pula untuk yang bass(suara rendah pria). kalau ditanya bedanya 1-2 apa.an, emmmm gimana yaa, sepaham saya buat yang alto 2 itu lebih rendah, kalo yang sopran 1 itu yang paling tinggi yang melejit-melengking-suara tipis gimana gitu, hahaha dan berlaku juga buat yang bass, sama tenor *gue berasa sesuatu deh bisa ngejelasin ini semua--padahal gue yakin udah pada tau, hahahahaa, kalo penjelasan gue salah, maafin yee..*
nah, kalau hearing itu uji kepekaan telinga kita buat nembak trus nebak sebuah nada, cara pengujiannya untuk yang hearing nanti bakal dipencetin satu nada dari keyboard trus kita melafalkannya, gituu..

oke cukup yaa pelajaran soal hearing sama ambitusnyaa *stel guru mengakhiri pidatonya*, dan akhirnya tiba saat yang ditunggu-tunggu, setelah beberapa teman saya selesai menguji pencarian jenis kelamin suaranya, eee giliran saya.. *eeeee kaget woy, kageeet... deg-degan woy.. deg-degan..* dan baiklah, dengan modal nekat dan pas-pas.an saya coba buat sellow *padahal dalam hati gedebuk cring-cring-gedebuk gimana gitu jantung malah perkusian*

juri : "mmmm pristy... baik, sekarang kita mulai dari yang ambitus dulu yaa" *ekspresi bersahabat*

saya : "emmm iyaaa.... eheeeeemmm.." *berdehem-kombinasi batuk campur grogi-permutasi deg-deg.an..ckckck*

juri : *mulai tu mencet tuts dari do dan ternyata sekarang suara gue mau ditest masuk jenis kelamin tinggi apa engga (?)* "yaak, mulai.."

saya : "lalallalalaaa... lalallallalaaa... lalalallalaaa.... lalalallalaaa... lalallalallaaa.." *nadanya dari do rendah sampe si tinggi dan kayak gitu tiap oktafnya nambah-nambah, dan tau apa? gue ngga tau berenti di nada mana yang gue denger ada is.is.is nya deh yaa itu apalah ngga ngerti, yang jelas suara gue udah ilang, ngeden dong, gue ngga kuat-feelin'-jenis kelamin suara gue bukan ini deh*

juri : "emmmmm..." *mikir sesuatu, kayak gimana gitu barusan ngedenger suara gue, kehipnotis kali yaa sama kemerduan dan kecantikan suara gue- heeeek...*. "baik, sekarang mulai yang nada rendah yaa..."

saya : "iyaa..." *udah ancang-ancang ambil suara rendah-feelin' semoga ini ajadeh yaa jenis kelamin suara gue, jadi gue ngga perlu ngeden-ngeden kayak tadi*. "lalallallalala....lalallalalallaalaaa...lallalalalaaaa........"

*pas di nada terakir atau beberapa nada sebelumnya yaadong ada yang miss, dan itu musti diulangin, aigooooo sebegini rieuhnya yaa buat ngedeteksi ini suara jenis kelaminnya apa-udah gimana gitu rasanya-hauussss-tenggorokan kering*

juri : "okeee, sekali lagi yaa..." *dalam hati : hausss mbak, hauuss,,, ini suara udah limited- tapi mau ngga mau diulangin dong sekali lagi*

saya : "emmm iyaa...." *trus mulai lagi deh itu lalalallalaal.. lalalallaa..*

akhirnya setelah seper-sekian kali pengulangan itu 2 juri manggut-manggut *kayaknya udah bisa ngedeteksi jenis kelamin suara gue apa.an-dan wooow-gue pengeeen tauu-freak-gaya bocah tengil pengen tau*

juri : "sekarang hearing yaa.., emmm mulai dari satu nada." *sambil mencet 1 nada*

saya : *loloss lah buat tahap satu nada- gaya banget sumpah*

juri : "dua nada."

saya : *yaa masih bisa dibilang berhasil lah buat 2 nada, belum berasa tantangannya.. wekekke-minta ditimpuk sendal*

juri : "tiga nada ya sekarang."

saya : *mmm..sekalinya masuk ini tiga tuts dan gue suruh nebak, emmm baru berasa deh tantangannya (re:diulang beberapa kali untuk 1 nada)*

juri : "emmm diulangin yaa.. baru setelah itu masuk 4 nada" *mukanya gimana gitu tau gue ngga fasih-fasih ngelantuin 1 nada tadi*

saya : *mulai beraksi-akhirnya tembus juga itu nada-nafas lega*

juri : "sekarang mulai 4 nada ya"

saya : *wooow meen \m/, disini gue baru berasa ini mulai dewa tingkatannya, gue banyak miss nada disini, ckckck padahal ini kuping uda gue orek semaleman hahahha tapi tetep aja banyak yang miss-aaaaaisss dan disini gue musti diulang beberapa kali-mungkin si juri ngebatin kali yaa ini gue gimana banget siih nembak nada aja pada miss-bunuh diri*

juri : "yasudah, sekarang coba yang 5 nada yaa"

saya :*dalam hati yang 4 nada aja acakadul gimana ini yang 5 nada??-banting kursi*

juri : "emmm diulangin yaa yang bagian ini". *okee ternyata menurut gue buat yang 5 nada malah justru gue ngga begitu sulit-hello?minta ditimpuk ini bocah- yaa tapi gimana yaa masih tetep aja ada yang miss-alamat salah deh kayaknya gue join beginian*

saya : *dengan semangat menggebu mau coba lagi-dan akhirnya kelar*

juri : "emmm terimakasih pristy, tolong panggilkan teman anda yang lain"

oke test ambitus sama hearing udah kelar, dan yaa saya 'meng.kelar.kan" itu prosesi sakral tentang pencarian jenis kelamin saya dengan grade yang emmm bisa dibilang emmm.. emmm.. emmmm... *hahahha speechless-mampus goyang dombret (?)*
sudah selesai ternyata pas di kasih tau hasilnya, jenis kelamin suara saya alto 1 (suara rendah tapi yang ngga begitu rendah untuk wanita) dan conclusionnya bahwa kalo bernyanyi saya ngga perlu kuatir pita suara saya putus gara-gara kebanyakan ngeden pas nyanyi di suara tinggi. *random*

setelah kelar test jenis kelamin, langsung dong capcus diboyong ke tempat singing sama reading.. bahasa indonesianya nyanyi sama baca, di test nyanyi apapun terserah yang emang kita pengen nyanyi apa, sama disuruh baca not angka *what the.. gue kosong woy soal not-not, ckckck lupaa lupaa lupaaa-gaya kuburan*. Yasudahlah akhirnya prosesi itu kelar juga, saya nyanyi 2 lagu dan saya baca itu not angka yang entahlah itu bener apa salah cara bacanya, toh saya kan juga baru belajar mengingat kembali sesuatu yang saya lupa. *alibi*

selesai,
yaa audisi selesai,
kelar dan emmm masih ada banyak rangkaiannya lagi.

jujur, hampa.

entah kenapa siklus peredaran terhenti, peredaran inspirasi-kata hati-sama siluet bumi ngga nyatu lagi. aaaah saya baru sadar akan sesuatu --"PASSION"--, kayaknya tempat kaki saya berpijak bukan disini bukan dengan cara begini, meski kebanyakan orang yang pernah denger suara saya bilang kalo suara saya enak didenger, ngga fales laah, dan suara saya mirip sama embak --kakak saya yang sudah melanglang buana berkat suaranya yang tipikal emas dewa--. nah kan saya bingung sendiri, aaah tapi saya sudah menentukan hati.

"dan kalo boleh saya berekspresi,
saya memang suka bernyanyi,
tapi bisa kali yaa bernyanyi lewat kata
dan menggubah melodinya dengan diksi? "

Sabtu, 15 Oktober 2011

kangen senja

gue tau ini udah itungan larut malem
apalagi posting ditengah-tengah baterai leptop yang kondisinya naas *gara-garanya gue males nyolokin cargher, wekekke*, dan kayak biasanya, kalo udah connect sama internet hal pertama yang gue liat mesti ini isi blog, udah gitu terus fudul.in blog orang, dan parahnya malem ini gue fudul.in blog salah satu orang yang gue sebut "senja" disini..

aaaaaaaaaaa
pengen teriak, pengen manggil dia biar dia bisa kesini *lu nyusup deh kesini -mendadak nongol di a1*

aaaaaaaaaaaa
gue kangen sama elu dil, gue kangen tiap kita sebutin sesuatu dan sesuatunya itu bisa sama. entah juga kesamaan muncul darimana *udah bawa tisyu-hampir mewek sekalinya kangen-niat hati bikin si fadil yang baca seneeng, hahahha*

aaaaaaaaaaaa
yaaaa gue kangen, kangen dengan sama semua share ilmu, ngebahas enaknya gimana atau sekedar membincangkan --elu musti pulang-inget rumah-inget ibu-- aaaa gue kangen dil.. *bagian ini gue mewek, sambil nunggu senja dateng (yakalii malem ngga ada senja) tetooot*

kapan ketemu ya dil?
gue banyak cerita nih?
lu gimana?
banyak cerita jugakah?

eeh udah mau uts
tebakan gue, lu mesti tetep balik ke rumah kan yaa?
kan libur panjang dil,
aaa gue jadi kangen rumah :(
aaaaaaa dil, gue kangen ibu coba
aaaa gue pengen ketemu..

dil, kapan bisa ketemu yaa?

quotes

"menunggu kesadaran itu lama"
--gue lupa pas apa-tapi quotes ini ngena banget--

Jumat, 14 Oktober 2011

tangan-tangan kosong


sore ini kelambu bukan biru,
entah kenapa matahari tak tampak roman silaunya,
yaaa justru awan kelam yang datang. aaah aku pikir ini akan hujan.
sudah lama aku terpaku merindukan percikan air yang Tuhan turunkan dengan anggunnya dari peradaban langit sana,, yaa jujur saja, aku merindukan hujan.

baru sedetik ku batin tentang air langit, sedetik kemudian Tuhan mengirimkannya untukku,,
aaah, aku terlalu sombong untuk berkata, "air itu jawaban dari batinku barusan.."
tapi biarlah, mungkin memang Tuhan sedang ingin mengirimkan hujan,
tapi untuk siapa? mungkin salah satunya memang untuk menjawab lontaran batinku.. dan untuk mereka yang rindu air langit.

dari dalam sudut gubuk kuning yang menawarkan kriuk paha ayam ini aku duduk
menunggu aliran air langit berhenti.
ku rasa, hujan juga merindukanku sebab dilihat dari intensitasnya --deras-dan tak bisa diprediksi kapan berhenti--, aku terdiam, aku termangu, aaaa Tuhan memang menjawab lontaran hati.

ku cukupkan memandang keindahanNya sore ini, lantas diseberang ku sapu pandangan.
dari balik kaca transparan-putih-nampak elegan ini kudapati lagi si mungil dengan tangan-tangan kosongnya, masih bisa tertawa sembari memainkan air hujan yang entah mungkin karena tak ada biaya untuk membeli mainan
yang masih sesekali mencuri pandang denganku yang tengah asyik duduk dengan santapan sedang mereka mungkin dengan perkusi musik-perut-nyaring.

aaaah, miris.
kenapa ada 2 fragmen beda dalam satu simfoni
kenapa selalu ada senyum yang terikat oleh borgol besi kenyataan hidup
kenapa selalu ada pengkotak-kotakan antara 2 fase kelas yang beda
kenapa selalu ada tangan-tangan kosong dan yang sudah terisi

tanganku terisi, tapi isi.an masih belum seberapa
mari, bisa sedikit ku bagi apa yang aku punya,
jangan lihat berapa,
jangan tanya kenapa,
sebab aku biasa, sebab kita sama

semoga tanganmu tak lagi kosong yaa
semoga bisa sedikit terisi, meski dengan sejumput 'paha' :')


note:
miris banget pas hujan deres, lagi makan di H*t Cr*spy
ngeliat 2 bocah kecil, berdiri di balik kaca, sambil maenin air hujan..





Kamis, 13 Oktober 2011

lesung pipi

"cowok itu manis deh, ada lesung pipinya,
seneng tiap liat dia senyum sama ketawa..."
--responsi.pkn--




hahhahaaa
ternyata ada cowok yang kalo senyum manis
punya lesung pipi tiap ketawa

hahahhaaa
engga gimana-gimana siih

dibilang naksir engga
dibilang cinta juga belum saatnya
dibilang apapun terserahlah

toh saya suka gimana senyum sama ketawanya, boleh kan yaa?

quotes

"dalam hidup ini sebenarnya kamu ada diantara 2 pilihan,
kamu yang diharuskan untuk memilih,
atau kamu yang dipilih,
dan akan ada cerita berbeda dibalik keduanya"
--pristy.sebelumkelassosum.confused--