Kamis, 29 September 2011

it will rain

oke, pagi ini benerbener jadi pagi pencerahan deh ya pokoknya, hari ini temen sekamar donlot lagu yang semula saya ngga tau ee sekalinya tau malah langsung kepincut banget sama itu lagu, yapskii lagunya menohok sekali..
dan lagu ini berhasil.. berhasi membuat saya -jleeeebbbb-
aaa coba deh di dengerin, dijamin juga langsung kepincut..

"If you ever leave me baby, leave some morphine at my door,
Cuz it would take a whole lot of medication,
To realise what we used to have, we don’t have it anymore.

There’s no religion that could save me, no matter how long my leaves are on the floor.
(ooooh) so keep in mind all the sacrifices I’m making, to keep you by my side, and keep you from walking out the door

[Chorus]
Cuz there’ll be no sunlight, if I lose you baby.
There’ll be no clear skies, if I lose you baby.
Just like the clouds pass, I would do the same,
If you walk away, everything will rain, rain, rain.

(ooooh, ooooh, ooooh, ooooh)

I’ll never be your mother's favourite; your daddy can’t even look me in the eye.
(ooooh) if I was in their shoes id be doing the same thing, saying there goes my little girl, walking with that troublesome guy.

But they're just afraid of something they can’t understand,
(ooooh) but little darling watch me change their minds.
Yeah for you, I’ll try, I’ll try, I’ll try, I’ll try,
I’ll pick up these broken pieces till I’m bleeding, if that’ll make it right."

Selasa, 27 September 2011

quotes

"bahkan jika mau ku hitung rindu, jemariku takkan cukup
sedang jika rindu kutumpuk ini sudah bagian terpucuk"
--pristysukma.18tahun.kangen--


sekalinya..

sekalinya dunia ngebikin lu nangis,
lu musti tetep bisa ketawa

sekalinya dunia ngebikin lu nyerah,
lu musti tetep bisa bertahan

sekalinya dunia ngebikin lu gundah,
lu musti tetep bisa meyakinkan

sekalinya dunia ngebikin lu bete,
lu musti tetep bisa having fun

sekalinya dunia ngebikin lu jatuh,
lu musti tetep bisa berdiri lagi

dan sekalinya dunia ngebikin lu kehilangan
lu musti tetep punya cara gimana menemukan


--pristy-semangat detected--

quotes

"bahkan ketulusan adalah bahasa yang bisa dibaca sekalinya oleh orang buta, dan bahasa yang bisa dibaca sekalipun dia tuli"
--setengah-isi-setengah-kosong--

Senin, 26 September 2011

trus gue musti gimana?

"pris, hati gue remuk, hancur, musnah semua
gue bingung musti gimana
gue mau semangat tapi ngga bisa
gue mau bangkit tapi ngga ada daya
trus gue musti gimana?"
--noname--

malam tadi, pintu kamar digedor tetangga sebelah, dia nangis, dia cerita, kata dia hatinya hancur, kata dia hatinya sudah remuk kayak habis "ketlindes" trek tronton yang bawaannya banyak banget udah gitu rodanya ngga keitung berapanya saking efek yang dibikin luarbiasa naas.nya, kata dia lagi hatinya sudah tak mungkin lagi disatukan, sebab kepingan-kepingannya saja sudah berceceran entah kemana. bagi dia sekarang dia tak lagi punya hati, yaaa.. hatinya sudah dibawa pergi, oleh siapa? entahlah.. saya tak berani bertanya lebih jauh tentang si pembawa hati yang naasnya juga pelaku pembuat hatinya remuk-redam-berantakan seperti itu. dan dia menangis sendu.

dia cerita tentang kisahnya, dari awal pembuatan skenarionya, dari awal proses dia memilih partner yang akan bermain bersamanya, tentang bagaimana menjalani haru biru bahtera rumahtangga *dah salah bukan bahtera rumah tangga, hahahhaaa*. bagi saya yang mendengarnyaa, aaah itu kisah romantis, luarbiasa, bahkan cerita cinderella pun kalah telak oleh lakon drama seperti mereka berdua, tapi apadaya, ujung kisahnya saya simpulkan melenceng jauh dari skenario yang awal mulanya mereka susun bersama. dan jika kembali saya bandingkan, saya lebih memilih kisah cinderella yang semulanya tersingkirkan karena adanya kisah mereka. jujur saya kurang suka.

saya kurang suka karena lakon pria.nya tega sedemikian rupa sehingga lakon putri merasa tersia-sia *ini pemikiran dari sudut pandang saya sebagai temannya*, tetapi saya setuju saja dengan sikap sang pria yang demikian, ini namanya pembelajaran, agar si lakon putri tidak lagi semena-mena *ini pemikiran dari sudut pandang saya sang pria*.

nah, bingung kan..
ada 2 presepsi yang berbeda, alasan yang berbeda, motif yang tak sama diantara keduanya, dan jika malam tadi saya diberi pertanyaan pamungkas, "Trus gue musti gimana?" saya sendiripun tak yakin dengan alibi-pendapat-opini yang akan saya utarakan, sebab jika dikembalikan semuanya bisa dinilai sama baiknya dari dua kacamata yang berbeda.

dari cerita melankolis sedemikian rupa, saya "blaaaaammmm", ngga bisa bilang apa-apa, makanya saya beranikan diri nulis disini, yaa kali aja si teman saya yang semalam menangis tadi baca..

"baik, kita ambil jalan tengah saja.
semuanya sudah terjadi, airmatamu sudah mengalir, ngga mungkin lagi kan yaa ditarik ulang, dikembalikan sediakala, toh airmatamu juga sudah sirna.
tapi saya yakin dalam hati kamu akan beralibi, "sakit masih tetap menyesakkan dada".
bolehlah kamu beralibi demikian, wajar kalo kata saya,
tapi jika sampai sekarang kamu masih saja mempertahankan rasa sakit itu dan membiarkannya membelenggumu,
kapan kamu akan bangkit?
kapan kamu akan bergerak?
kapan kamu akan berpindah tempat?
kamu cukup tahu tempat itu tak lagi baik untukmu,
maka dari itu bergeraklah, berpindahlah,
terlampau banyak tempat yang bisa kamu tuju dan bisa kamu tetapkan menjadi singgahanmu.
heii, ingin saya berteriak sekencangnya-menyadarkanmu,
airmatamu terlalu berharga hanya untuk sekedar menangisi kepergiannya,
dan hatimu terlampau putih untuk sekedar kau hancurkan cuma-cuma hanya karenanya... bergeraklah..."

jujur ya, semoga dia --buat teman saya-- masih inget gimana saya diam semaleman kayak patung ngga jelas gitu.. hehehee saya teh semaleman speechles-nggabisa ngomong apa-apa didepan temen saya itu, laah gimana mau ngomong dia.nya aja lagi kacau balau berantakan gitu, yang ada tambah runyam kalo saya bilang ini-itu, makanya sore nanti kalo saya ketemu saya mau bilang kurang lebihnya kayak itu tuu.. *sambil tunjuk kalimat diatasnya*

saya ngga berani cerita banyak tentang apa yang sebenernya terjadi dengan tetangga sebelah kamar saya, dengan semua kisah-kisah roman.nya dengan apa yang dia rasakan. tapi saya pikir untuk siapapun yang membaca postingan saya ini cukup pahamlah dengan dilema luar biasa yang sedang membahana.. *bahasanya lebay*

hanya ingin sedikit menambahkan saja, untuk teman saya, dan untuk siapa saja yang mungkin ketika membaca postingan saya yang ini juga tengah merasakan hal yang sama, atau kisahnya mungkin serupa..

"jangan mubadzirkan perasaanmu.."
--pristysukma.inspirasi:curhatpribadi--



Minggu, 25 September 2011

semangat embak.. :)

siang ini lagi maen leptop, biasalah onlen, ngisi waktu luang, soalnya masih jam 1 masih juga nanti jam 3 baru mulai masuk kuliah sore lagi, lagi asik twitteran-ngecek mention, ada mention dari si embak ternyata yang lagi galau ngurusin karya ilmiahnya buat persyaratan jadi mapres, udah gitu deadline akhir tanggal 30.. issshh.. saya yang jadi adeknya mendadak ikut deg-degan, ngerasain gimana yang dirasain si embak.. *ikatan batin adek-kakak gini kali yaa, yang maju siapa yang deg-degan siapa*



dear embak tembem-ciprut-in.on-menal-menolku sayang

jangan pernah berhenti mbak,
sebab ini bukan waktumu berhenti, bahkan ibarat ini lampu bangjo pojokan kota sana
ini saatnya kamu berjalan, lihat.. ijo kan?

jangan dulu menyerah mbak,
sebab ini bukan kapasitasmu untuk menyerah
menyerah adalah untuk mereka yang tak lagi mau berusaha lebih
seyogyanya embak adalah sosok yang kuat-tegar-pantang menyerah
jadi, berusahalah mbak..
adek yakin embak bisa, sangat bisa..

jangan dulu merasa tak mampu mbak,
sebab sungguh, Allah sudah menyiapkan sejuta paket lengkap energi untukmu
segerombol perlengkapan perang yang ada pada dirimu
gunakan sebaik mungkin
jangan ada yang terlewat
sungguh, pertolongan Allah begitu dekat
percayalah..

heiii,
semangat mbak...
adekmu dari sini selalu mendoakan yang terbaik untukmu..
senyum ya,
jangan menyerah,
seperti katamu kemarin padaku..

berjuanglah,
libatkan Allah dalam setiap keputusan jawabanmu
DIA ada, dekat sedekat urat nadimu
DIA ada, dan pasti akan membantumu

embaak, semangat yaa..
kamu bisa, mbak
bissmillah..

--untuk embak yang tengah berjuang besok,
YaaRabb, jadikanlah dia seorang yang beruntung,
mudahkanlah setiap urusannya,
bukalah hati dan pikirannya agar dia bisa memutuskan mana yang benar dan salah,
ridhoi setiap langkah pilihannya,
dan berikan yang terbaik untuknya,
aminn--


quotes

"saya senang, jika ternyata sekarang saya bukan putri dari kamu, pengeran.. yaaa.. agaknya saya lebih cocok menjadi pemain latar ketimbang menjadi seorang putri lemah gemulai cantik rupawan, biarlah saya itik buruk rupa, kelak saya temukan pangeran terapik untuk saya dan hidup saya.. terimakasih.. mari melanjutkan kisah kita yang berbeda"

--jelmaan putri itik buruk rupa--

transformasi !

"saya harus lebih banyak bersyukur lagi"
--pristysukmasetya.18tahun--

statement yang mendadak menjadi penghias akson-akson perangkai jalan pikiran menuju pusat otak saya pagi ini. yaaa saya memang harus lebih banyak bersyukur lagi, alhamdulillah. sampe sekarang masih saja diberi kesempatan untuk merasakannya, merasakan pelajaran tentang syukur yang kadar dari hari ke harinya makin bertambah. ibarat asam sudah taraf asam pekat. *aaah apasih ngga nyambung (?)--lupakan*

terkadang kita terlebih saya seolah lupa, terbelenggu dengan nikmat yang ada didunia, lupa dengan siapa yang sudah memberi nafas secara cuma-cuma ditiap paginya, yang menghadirkan malam ketika siang terasa begitu menyeka kulit dan menguras keringat, mendatangkan panas ketika sang dewi angin muncul terlalu kencang, yaaa lupa dengan DIA yang memberi tiket hidup dan merasakan hidup disini dengan cuma-cuma. sungguh beberapa hari ini saya banyak mendapat pembelajaran tentang ilmu syukur dan sekawannya, tentang bagaimana kita harus melihat segala sesuatunya dari berbagai segi, tentang bagaimana memposisikan diri, tentang bagaimana harus menjadi pribadi netral, atau sesekali memihak tapi di pihak yang benar dan tidak merugikan. yaaa tentang bagaimana bersikap-mengolah kata-dan sebagainya.

dan untuk akumulasi hari lalu-hari ini-hari depan, sungguh saya akan bersungguh-sungguh memperdalam lagi ilmu syukur ini,,

Alhamdulillah YaaRabb,
pagi ini saya belajar menghargai waktu, sebab semalaman saya begadang dan baru saja beranjak tidur pukul 24.00 sedang lalu alarm pagi dari handphone berbunyi dan itu menunjukkan pukul 04.30, mata masih terasa berat tapi waktu subuh didepan mata, alhamdulillah banyak kekuatan dari dalam diri untuk melaksanakannya, saya bersyukur, Engkau masih menuntun saya untuk melakukan apa yang dari awal menjadi kebutuhan dan kewajiban saya sebagai seorang muslim YaaRabb..

Alhamdulillah YaaRabb,
sebab hari ini saya benar-benar belajar menghargai diri saya sendiri. dengan tidak harus berpura-pura menjadi diri saya yang lain, dengan tidak perlu memakai bedak berlapis untuk tampak putih, atau memoleskan pemanis warna disekitar pipi agar tampak lebih "wah", atau mengenakan pakaian yang bisa membuat saya terlihat lebih "feminim", saya bersyukur bisa mengenakan kaos oblong paduan hem orange-kerudung hitam-sepatu tali hitam-tas punggung dan berjalan melenggang diantara mereka-mereka yang sekiranya lebih "fashionable" daripada saya. tak mengapa, saya bahagia YaaAllah dengan sebagaimana Engkau menciptakan saya, tak kurang suatu apapun, terimakasih, saya bisa terlihat cantik dengan perspektif cermin dikamar saya tadi pagi, dengan semua apa yang saya kenakan.

Alhamdulillah YaaRabb,
sebab tempo hari dan sampai detik ini, selalu saja ada orang-orang "baru" yang memberikan "pembaharuan" dalam hidup saya, terimakasih dengan menghadirkan mereka dan yang bisa mengubah pola pikir saya akan banyak hal, yang membuka kacamata hati saya tentang apa itu prioritas, dan yang pasti terimakasih untuk mereka yang selalu mengingatkan saya dengan orang tua saya.

Alhamdulillah YaaRabb,
Engkau menggerakkan hati saya untuk membeli beberapa buku referensi yang bagi saya bisa menumbuhkan semangat saya kembali yang sekiranya dulu sempat menghilang, menggerakkan hati saya dan memberi sinyal agar hati memutuskan mengambil sebuah tindakan untuk selalu mencari-cari kesempatan memperbaiki diri. saya bersyukur untuk hal itu.

AlhamdulillahYaaRabb,
dengan Engkau menyembunyikan rasa "cinta" dari saya dan belum melabuhkannya kepada seorang pemuda untuk saat ini. saya yakin Engkau tau ada diantara mereka pemuda yang saya suka, tapi tak masalah YaaAllah untuk saya, apabila memang "hati" saya dan "hati"nya belum berlabuh dipelabuhan yang sama, saya tau Engkau lebih tau mana yang terbaik untuk saya, dan saya memang tidak ingin memubadzirkan perasaan saya (lagi).

Alhamdulillah YaaRabb,
untuk nikmat sampai hari ini, meskipun uang didompet kembang kempis, yaa ini berarti saya harus lebih mawas diri, lebih bijak menggunakannya.. hehehhee

Alhamdulillah YaaRabb,
terimakasih untuk moment transformasi ini

oh iya ini hari nanti sore saya ada kelas,
beri saya kemudahan menjalaninya YaaRabb
saya tunggu kejutan-kejutannya lagi
terimakasih
alhamdulillah
saya semangat lagi :) *senyum termanis*



Sabtu, 24 September 2011

matahari-senja

baik, akhirnya bisa posting lagi, dan kali ini edisi spesial, satu halaman penuh ini bakalan saya tag deh buat dia, sosok matahari senja yang akhirnya saya temukan disini, setelah sekian lama saya beradu pandang dengan matahari senja yang hadir, dan ternyata disini matahari senja yang saya cari itu bersembunyi. aaaah bisa dibayangin kan gimana senengnya, ngedapetin apa yang udah susah payah dicari dari sekian banyak waktu yang dihabiskan untuk mencari dan sekarang berhasil nemuinnya, hahhahahha *ketawa lebeh*

well, matahari-senja pendefinisian saya disini bukan selayaknya matahari-senja yang selalu nongol sore hari, ibarat dua elemen tadi, matahari-senja versi saya kali ini adalah dia, dia yang dengan sangat "kebetulan"nya dipertemukan dengan saya dalam sebuah wadah yang kami sebut "laskar", untuk kemudian yang dengan "ajaibnya" disatukan dengan kelompok "club asrama", yang lalu dilanjutkan pertemuan "tak disangka" dengan duduknya kita berderetan pas tadi diseminar. yaaa memang benar dan sangat benar, yang diatas memang selalu punya rencana indah, dan indahnya melebihi penjabaran indah versi manusa. *bisa dipahami kan ya?*, sebab tidak hanya itu saja, masih banyak jalan "aneh" yang mendadak menjadi rute yang harus kami lalui dan yang akhirnya membuat kami berdua berada disatu tempat yang sama, entah itu kami berkolaborasi atau apapun, aah yang pasti ada dia dan saya juga.

oke, saya tidak akan bertele-tele lagi membahasakannya, yang jelas kelak ketika dia baca postingan saya kali ini, dia bisa merasakan, betapa saya bersyukur dipertemukan dengan sosok sepertinya, yaa.. sosok "menggila" dan sosok meng-meng-meng lainnya yang luarbiasa ajaibnya selalu bisa tertawa didekatnya, hahahhahahaaa *ini ketawa sambil bawa tisyu-adegannya terharu*

jujur, sampe sekarang masih antara percaya-nggapercaya bisa alur ceritanya kayak gini, harus ada dia yang berperan apik dan harus ada saya yang terlibat pula. aaah ini bukan drama korea memang, tapi tetap menimbulkan asumsi berlebih pada kelenjar otak saya, tentang "ketidaksengajaan kesamaan" yang timbul diantara kami berdua, tentang berbagai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi bila kami bersama, tentang kegilaan yang niscaya akan timbul bila kami menjadi sebuah perpaduan...

dia istimewa, seistimewa pertama saya menemukan "kesamaan" diantara kami berdua. dia menyenangkan, se-menyenangkan ketika saya menghabiskan waktu bercerita dengannya, sekedar membagi gelak tawa, saling mencela, aaah yang intinya kami menggila. dan ini karena dia. *yakin banget deh kalo dia baca statment ini dia bakalan bilang saya yang gila bukan dia--saya cukup tau deh yaa, hehehee*

dan kali ini bila saya ditantang untuk menjabarkan bagaimana asal mula kami dipertemukan, saya hanya bisa bergumam-tersenyum-tertawa-masang tampang innocent trus bilang "saya juga ngga tau darimananya, mendadak ada aja dia dalam hidup saya" hahahhaha dan saya yakini sekali lagi ini pasti dia "meng-iyakan" penjabaran saya barusan.

hari ini kami bercerita tentang bagaimana kami "dahulu"sewaktu "siswa" dan kami kini sekarang yang menjadi "mahasiswa" , yaa kami dua orang manusia yang sungguh sangat jauh keberadaannya dan tidak ada sambung-simpul-koneksinya yang mendadak kini bisa menjadi satu simpul utuh di sebuah alamamater yang sama, meskipun kami tidak se-departemen tak pula se-fakultas. saya yang "wong jowo" asli, sedang dia yang neng geulis "sunda pisan", bisa dibayangkan kan ya? gimana ajaibnya kami dipertemukan dibalik background perbedaan latar tempat-waktu dan arah yang ada. tapi sekali lagi, yang saya yakini dan sangat terpatri dalam hati bahwa,

"Allah tidak mungkin mempertemukan dua insan tanpa suatu alasan"

dan yaa pasti ada alasan dibalik pertemuan kami ini. saya cukup dan sangat percaya untuk suatu alasan itu.

hari ini pula, kami berceloteh tentang banyaknya "kesamaan" yang kami punya, darinya saya menemukan istilah-istilah baru, ilmu-ilmu baru, candaan-candaan baru, prespektif-sudut pandang-pola pikir baru, yaa dia memang sosok "pembaharuan" untuk saya, dan sekali lagi saya sangat bersyukur untuk hal itu. *sambil senyum*

oh ya, ngomong-ngomong sejak tadi saya belum sebut nama ya dia siapa, hahaha, kesannya misterius gimana gitu kan ya, terlebih saya menyebutnya matahari-senja. kalo boleh saya asumsikan dia demikian.pastilah orang yang baca setengah isi postingan atau sekedar mampir di judul menyangka dia yang saya maksud disini seorang PRIA-LELAKI-PENCURI HATI. hahahhaaa.. buat yang sudah berfikir demikian, mohon maaf yaa, anda SALAH BESAR.. :D *sambil ketawa ngakak, ngebayangin orang udah frontal beropini soal lelaki matahari-senja saya*


sayang lagi ngga make kacamata, ngga sama.an deh yaa..

sebut dia FADILA, tapi saya lebih senang menyebutnya Fadil, entah kenapa sebutan itu untuknya paling pas ditelinga saya, hahahhahaaaa *gw mah tau banget dil, ekspresi lu gimana sekalinya gw panggil lu make itu nama* hahahhaha

aaaaah dia luar biasa, dia susah dijabarkan menggunakan "angka", toh "kata" saja sulit mewakili bagaimana sosok dia. tapi jika dipaksa harus menjabarkannya dengan sesuatu, saya akan sebut dia MATAHARI-SENJA, bingung kan kenapa? jangan tanya saya ya, ini rahasia. *sambil tutup mulut-plester mulut make lakban*

ini saya dengan matahari-senja saya


-lalu, mari kita sama-sama temukan alasan mengapa Allah mempertemukan kita, fadil.. siapkah? :)-

Rabu, 21 September 2011

pagi dan kata saya

bersisa setengah jam lagi sebelum ada kelas hari ini..

Terimakasih untuk pagi luarbiasa, Tuhan..
ada banyak aktivitas, tadi diawali jungkarjungkirbalik jempalitan dilapangan basket astri gara-garanya maen ular-ularan selorong, trus udah gitu piket lorong, nge.send email, nyetrika dan semuanya kelar.. hahahah *bangga*

Terimakasih untuk pagi penuh makna ini, Tuhan..
saya tunggu kejutan-kejutan darimu sampai malam nanti

selamat beraktivitas
ridhoi hari ini, Tuhan :))


sincerely,
pristy

Jumat, 09 September 2011

dia baik tapi bukan dia yang tepat

haloholaholo blogspotic hari ini saya bangun pagi, lebih pagi dari biasanya, aaah tapi tidak juga, maaf ritual belum sepenuhnya berjalan lancar sesuai rencana. pagi ini tadi juga seperti biasa, bangun-sholat subuh-mandi, eeeh ada yang luar biasa, soalnya pagi ini saya nyuci, hahahhaha udah gitu tadi habis nyuci iya loh saya musti jalan berdua sama temen saya ke astra buat ngambil sarung pesenan, buat dipake nanti malem. eh tadi kalo inget saya jalan berdua ke astra gitu sambil tenteng-tenteng sarung sepuluh biji saya berasa jadi bicu.. ckckckckck *bicu=bibi cuci* weeeew..
dan tolong jangan ditanya saya minjem sarung buat apa, sebab saya belum mau cerita, ceritanya ini masih rahasia.. hahahaha

habis itu langsung balik astri capcus berangkat lagi sekarang tujuannya beda dong yaa,, sekarang nganter temen yang tadi udah nganter saya --simbiosis mutualisme-- buat beli makan, udah gitu ke atm, trus maketin barang.. ohohohoh. alhamdulillah yaah *make logat syahrini* akhirnya semuanya kelar juga. yaadong habis itu otomatisnya langsung balik ke kamar tepar dikasur.. *betapa indahnya hidup ini*.

oke sedikit rview tentang perjalanan singkat yang buat saya sarat akan makna tadi, mari bicarakan tentang apa yang tadi saya dan teman saya bicarakan atau obrolkan dijalan, yaaa diperjalanan kita ngobrol panjang lebar, ngobrolin banyak hal, mulai dari kapan rencana kita pulang --bimbang libur sebelum uas mau balik ngga yaa--, ngobrolin tentang lelaki misterius yang sempat kita "temui" tadi, lalu tertawa karena kami lagi-lagi punya kesamaan atau sekedar senyum-senyum kecil yang tercipta pas kita sama-sama inget tentang suatu hal. aaah ada bagian dimana saya musti jadi manusia mellow, atau dia yang berperan sebagai manusia galau, yaa walopun kami berdua tau, titel besar "NO MORE MELLOW, SAY NO TO GALAU" selalu berseliweran di kepala.



tapi yang paling nancep dihati pas kita berdua sama-sama alih tema dari yang ngga gimana-gimana jadi yang rada gimana. kita cerita soal dia yang "baik" tapi ternyata bukan dia yang "tepat", dan malem ini saya kembali inget-inget tentang sosok dia yang "baik" dan yang ternyata bukan dia yang "tepat. ---niat mau posting semalem tadi tapi ngga jadi, ditunda lagi, akhirnya nyempetin pagi-pagi buat posting--

emmmm... bingung mau ngerangkaiin kata darimana, ini sudah ganti hari lagi masalahnya, jauh-jauh hari dari target saya mau posting ini tulisan pas masih anget-angetnya sama itu kejadian. well, ini pagi sebenernya saya ada kuliah jam 8 tapi jam setengah 7 saya masih betah melek di depan leptop --saya tau ini nggapenting tapi saya mau ngasih informasi-- hahah

oke, mari kita mulai membahas siapa dia yang baik dan siapa dia yang ternyata bukan yang tepat. ya sebab menurut definisi saya dia yang baik belum tentu tepat tapi dia yang tepat insyaallah pasti baik. *alibi*

yaaa dalam hidup seringkali orang bisa dengan seenaknya "sliwar-sliwer" tanpa dosa, masuk-keluar-keluar-masuk lewat celah-celah yang ada ke kehidupan seseorang lainnya, entah dengan tendensi apa, yang jelas tiap orang pastilah punya motif yang berbeda-beda. nah ini yang seringkali saya alami --mulai curhat--, bukan saya mau gimana-gimana yaa, bukan mau yang sok ini itulah, tapi dari sini. dari cerita kanan kiri dari berbagai pengalaman yang ada saya belajar mengerti dan memahami bagaimana semestinya menyikapi "sosok" dia yang baik dan dia --yang mungkin bukan yang tepat-- yang mungkin singgah dalam hidup ini.

sekarang saya juga jadi lebih paham, tentang teorema pepatah yang mengatakan,

"Tuhan adil kok, terkadang memang Dia mempertemukanmu dengan orang yang salah terlebih dahulu sebelum kamu bertemu dengan yang tepat, agar kamu bisa belajar bersyukur".

dan buat saya itu menjadi sebuah teorema pembenaran dari segala teorema atau hukum yang ada dan saya sudah membuktikannya.entah berapa kali dalam hidup saya ditegur dengan cara yang berbeda dari biasanya, dengan Dia menghadirkan sosok-sosok luar biasa yang seringkali memutar balikkan-menjungkir putarkan mood saya seketika, yang punya kekuatan super yang bisa menyatukan hati saya atau bahkan menghancurkannya seketika menjadi kepingan-kepingan yg tak bisa tersusun kembali, *naah mulai lebeeh*

sekalinya saya merasa "klik" dengan seorang A, dan merasa bahwa memang A yang Tuhan kirim buat saya, saat itu juga Tuhan menunjukkan bahwa "dia" yang saya pikir tepat ternyata bukan yang tepat, dia memang baik, luar biasa baik malahan tapi ternyata bukan dia yang tepat. contoh saja, kami berdua sama-sama punya hobi yang sama, kami sama-sama suka dengan hal ini, dia dengan kekhasannya dalam bicara, dan saya juga. dia yang selalu bisa membuat tertawa lepas, dan saya menikmatinya, seolah dia ranting lalu saya akarnya, ataupun dia amplop lalu saya perngkonya, atau bahkan dia laut sedang saya pantai dan ombaknya. kami mendefinisikan kami sebagai sebuah kesatuan yang terbungkus kesamaan dengan background perbedaan tetapi tetap bisa menjadi perpaduan yang apik, saya yakin dia orangnya yang tepat yang Tuhan kirim buat saya, tapi ternyata bukan dia.

dan jika memang bukan dia, lalu saya bisa apa? menatap dia pergi lalu meratapinya dengan tangis sendu? atau menghabiskan berliter-liter galon airmata??
aah agaknya itu "cara lawas", sekarang kan globalisasi-emansipasi, lagi-lagi penerapan ilmu syukur+ikhlas dan legowo obat paling ampuhnya.. percaya, saya membuktikannya.

sebut saja mereka sepasang kekasih yang sudah merajut kisah lebih lama dari kisah pangeran menyelamatkan putri salju di tengah hutan, atau kisah indah si cinderella dengan sepatu kacanya, tak jarang pun bisa kandas ditengah jalan karna suatu "alasan", alasan yang sebenernya bisa dipandang dari berbagai segi, tergantung kita melihatnya dari mananya, bisa bernilai negatif atau positif..

aaahh obrolan saya makin ngelantur, ngga jelas, saya yakin sebenernya yang baca pun ngga begitu paham kan ya sama apa yang mau saya omongin disini..
emmmm..
eeeh...
intinya simpel,,

DIA BAIK, TAPI BUKAN DIA YANG TEPAT
sedang dia yang tepat sudah Tuhan simpan satu untuk saya dan akan dipertemukan disaat yang benarbenar tepat..
--pristysukma.18tahun--


lalu bagaimana dengan anda?
apakah yakin dengan seseorang yang BAIK dengan anda saat ini adalah orang yang TEPAT untuk anda??

Selasa, 06 September 2011

dan dia tetap saja "lelaki senja"

"selamat, senja pergi dan tak tau kapan kembali"
--pristysukma.penanti senja--

aaaaaaaaaa.....
ini hari kedua ada diasrama sejak kepulangan kemarin, nyenenginnya adalah jadi penduduk yang terakhir kali pulang ke kampung halaman dan jadi orang ketiga sekembalinya ke asrama.. weeewww so amazing -___-"

mau share apa.an yaa... emmmm...
ini pagi kedua perkuliahan dimulai setelah sekian lamanya engga mulai-mulai, yadoong musti semangat ngejalaninnya meskipun bumbubumbu liburan masih berasa sampe sekarang (re:sindrom males) --masih merajalela--. aaaaaah inget liburan inget rumah, inget gimana serunya pas jalan-jalan keliling kota (bogor-temanggung-semarang-wonogiri-baturetno-solo-semarang-temanggung-bogor) so nice banget kan ya itu rute perjalanan, wuiiiih mancaaaap... *sambil kibas rambut*, aaaaagrrrrrhhhhh tapi jadi inget juga kan ya itu sama mas-mas itu, sama lelaki itu, sama pria itu, sama anak itu, sama orang itu, yang sebelum "kepulangan" saya ke kota tercinta yang sempat memikat hati-mencuri hati-mengunci hati-dan tidak bisa membiarkan hati lain masuk di hati ini *aelaaah pagipagi saya lebe pisan euyy* yaa pokoknya itulah bisa ditafsirkan sendiri kan ya gimana saya "ada" sedikit, *emmm yaa ngga dikit-dikit banget..* banyaak, *emmm.. yaa ngga buanyak banget juga sii..* yaaa pokoknya "ada".. "rasa".. *sengaja dikasi jeda, itu ceritanya ekspresinya lagi bimbang gimana gitu* sama itu mas-mas. ckckckc

aaaaa dia baek banget coba, aaaa tapi kalau ditanya dia siapa? dia seperti apa? dia anak mana? jurusan apa? trus dia kayak gimana? aaaaaa itu rahasia saya saja yaa, biar saja dia-saya-dan yang diatas yang tau. *hahhahaha* aaaaah saya lebih suka memanggilnya bukan dengan sebutan "dia", bukan apa-apa sii tapi saya lebih suka menyebutnya "lelaki senja". kenapa?? sebab dia datang seolah senja sore yang melukisan ukiran serabut jingga di tepian langit, dan itu keindahan. sebab dia kadang datang-kadang tidak, dan kedatangannya bahkan sangat diharapkan. sebab dia juga salah satu alasan saya menanti sore hingga sore menjemput malam dan saya bisa dengan leluasa mendengarkan gelak merdu suaranya, yaaa sebab dia lelaki senja. *nah loh kalo sampe dia baca bagian kalimat ini, niscaya ekspresinya kayak gitu deh yaa.. --saya sudah hapal bagaimana gurat wajahnya kalo saya mulai ber-pujangga* hehehehhe


senja sore

aaaa tapi emang beneran kangen..
aaaa tapi gimana coba, orang terakir kontak aja waktu kemaren itu "perpisahan" sebelum pada mudik, dan itu sedih banget dan sekarang tambah sedih juga dan gimanapun aaaa sedihnya kalo tau kemaren dia bener bener pergi dan sekarang ngga kembali. padahal waktu kemaren sebelum pergi dia sempet nyanyi lagunya maia-aku pasti kembali.. hemmmmft tapi dia tidak kembali.. *uda bawa tisyu, takut kalo airmata jatuh lagi--mewek--*

aaaa yaudahlah, positif thinking aja, mungkin dia sibuk, saya sibuk, kita sibuk menata hidup kita masing-masing, berusaha mencari kebahagiaan di jalan kita masing-masing, toh kalo memang jatahnya nanti juga ada perempatan apa paling engga simpangan jalan yang entah dengan sengaja atau tidak sengajanya mempertemukan kami berdua (lagi)

untuk lelaki senja itu kalo baca ini
jujur yaa, pagi ini saya kangen kamu, *senyum malumalu*
selamat pagi,
selamat kuliah,
semoga hari ini menyenangkan..

sudah yaa saya mau sholat subuh dulu.