Selasa, 06 September 2011

dan dia tetap saja "lelaki senja"

"selamat, senja pergi dan tak tau kapan kembali"
--pristysukma.penanti senja--

aaaaaaaaaa.....
ini hari kedua ada diasrama sejak kepulangan kemarin, nyenenginnya adalah jadi penduduk yang terakhir kali pulang ke kampung halaman dan jadi orang ketiga sekembalinya ke asrama.. weeewww so amazing -___-"

mau share apa.an yaa... emmmm...
ini pagi kedua perkuliahan dimulai setelah sekian lamanya engga mulai-mulai, yadoong musti semangat ngejalaninnya meskipun bumbubumbu liburan masih berasa sampe sekarang (re:sindrom males) --masih merajalela--. aaaaaah inget liburan inget rumah, inget gimana serunya pas jalan-jalan keliling kota (bogor-temanggung-semarang-wonogiri-baturetno-solo-semarang-temanggung-bogor) so nice banget kan ya itu rute perjalanan, wuiiiih mancaaaap... *sambil kibas rambut*, aaaaagrrrrrhhhhh tapi jadi inget juga kan ya itu sama mas-mas itu, sama lelaki itu, sama pria itu, sama anak itu, sama orang itu, yang sebelum "kepulangan" saya ke kota tercinta yang sempat memikat hati-mencuri hati-mengunci hati-dan tidak bisa membiarkan hati lain masuk di hati ini *aelaaah pagipagi saya lebe pisan euyy* yaa pokoknya itulah bisa ditafsirkan sendiri kan ya gimana saya "ada" sedikit, *emmm yaa ngga dikit-dikit banget..* banyaak, *emmm.. yaa ngga buanyak banget juga sii..* yaaa pokoknya "ada".. "rasa".. *sengaja dikasi jeda, itu ceritanya ekspresinya lagi bimbang gimana gitu* sama itu mas-mas. ckckckc

aaaaa dia baek banget coba, aaaa tapi kalau ditanya dia siapa? dia seperti apa? dia anak mana? jurusan apa? trus dia kayak gimana? aaaaaa itu rahasia saya saja yaa, biar saja dia-saya-dan yang diatas yang tau. *hahhahaha* aaaaah saya lebih suka memanggilnya bukan dengan sebutan "dia", bukan apa-apa sii tapi saya lebih suka menyebutnya "lelaki senja". kenapa?? sebab dia datang seolah senja sore yang melukisan ukiran serabut jingga di tepian langit, dan itu keindahan. sebab dia kadang datang-kadang tidak, dan kedatangannya bahkan sangat diharapkan. sebab dia juga salah satu alasan saya menanti sore hingga sore menjemput malam dan saya bisa dengan leluasa mendengarkan gelak merdu suaranya, yaaa sebab dia lelaki senja. *nah loh kalo sampe dia baca bagian kalimat ini, niscaya ekspresinya kayak gitu deh yaa.. --saya sudah hapal bagaimana gurat wajahnya kalo saya mulai ber-pujangga* hehehehhe


senja sore

aaaa tapi emang beneran kangen..
aaaa tapi gimana coba, orang terakir kontak aja waktu kemaren itu "perpisahan" sebelum pada mudik, dan itu sedih banget dan sekarang tambah sedih juga dan gimanapun aaaa sedihnya kalo tau kemaren dia bener bener pergi dan sekarang ngga kembali. padahal waktu kemaren sebelum pergi dia sempet nyanyi lagunya maia-aku pasti kembali.. hemmmmft tapi dia tidak kembali.. *uda bawa tisyu, takut kalo airmata jatuh lagi--mewek--*

aaaa yaudahlah, positif thinking aja, mungkin dia sibuk, saya sibuk, kita sibuk menata hidup kita masing-masing, berusaha mencari kebahagiaan di jalan kita masing-masing, toh kalo memang jatahnya nanti juga ada perempatan apa paling engga simpangan jalan yang entah dengan sengaja atau tidak sengajanya mempertemukan kami berdua (lagi)

untuk lelaki senja itu kalo baca ini
jujur yaa, pagi ini saya kangen kamu, *senyum malumalu*
selamat pagi,
selamat kuliah,
semoga hari ini menyenangkan..

sudah yaa saya mau sholat subuh dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar