Jumat, 09 September 2011

dia baik tapi bukan dia yang tepat

haloholaholo blogspotic hari ini saya bangun pagi, lebih pagi dari biasanya, aaah tapi tidak juga, maaf ritual belum sepenuhnya berjalan lancar sesuai rencana. pagi ini tadi juga seperti biasa, bangun-sholat subuh-mandi, eeeh ada yang luar biasa, soalnya pagi ini saya nyuci, hahahhaha udah gitu tadi habis nyuci iya loh saya musti jalan berdua sama temen saya ke astra buat ngambil sarung pesenan, buat dipake nanti malem. eh tadi kalo inget saya jalan berdua ke astra gitu sambil tenteng-tenteng sarung sepuluh biji saya berasa jadi bicu.. ckckckckck *bicu=bibi cuci* weeeew..
dan tolong jangan ditanya saya minjem sarung buat apa, sebab saya belum mau cerita, ceritanya ini masih rahasia.. hahahaha

habis itu langsung balik astri capcus berangkat lagi sekarang tujuannya beda dong yaa,, sekarang nganter temen yang tadi udah nganter saya --simbiosis mutualisme-- buat beli makan, udah gitu ke atm, trus maketin barang.. ohohohoh. alhamdulillah yaah *make logat syahrini* akhirnya semuanya kelar juga. yaadong habis itu otomatisnya langsung balik ke kamar tepar dikasur.. *betapa indahnya hidup ini*.

oke sedikit rview tentang perjalanan singkat yang buat saya sarat akan makna tadi, mari bicarakan tentang apa yang tadi saya dan teman saya bicarakan atau obrolkan dijalan, yaaa diperjalanan kita ngobrol panjang lebar, ngobrolin banyak hal, mulai dari kapan rencana kita pulang --bimbang libur sebelum uas mau balik ngga yaa--, ngobrolin tentang lelaki misterius yang sempat kita "temui" tadi, lalu tertawa karena kami lagi-lagi punya kesamaan atau sekedar senyum-senyum kecil yang tercipta pas kita sama-sama inget tentang suatu hal. aaah ada bagian dimana saya musti jadi manusia mellow, atau dia yang berperan sebagai manusia galau, yaa walopun kami berdua tau, titel besar "NO MORE MELLOW, SAY NO TO GALAU" selalu berseliweran di kepala.



tapi yang paling nancep dihati pas kita berdua sama-sama alih tema dari yang ngga gimana-gimana jadi yang rada gimana. kita cerita soal dia yang "baik" tapi ternyata bukan dia yang "tepat", dan malem ini saya kembali inget-inget tentang sosok dia yang "baik" dan yang ternyata bukan dia yang "tepat. ---niat mau posting semalem tadi tapi ngga jadi, ditunda lagi, akhirnya nyempetin pagi-pagi buat posting--

emmmm... bingung mau ngerangkaiin kata darimana, ini sudah ganti hari lagi masalahnya, jauh-jauh hari dari target saya mau posting ini tulisan pas masih anget-angetnya sama itu kejadian. well, ini pagi sebenernya saya ada kuliah jam 8 tapi jam setengah 7 saya masih betah melek di depan leptop --saya tau ini nggapenting tapi saya mau ngasih informasi-- hahah

oke, mari kita mulai membahas siapa dia yang baik dan siapa dia yang ternyata bukan yang tepat. ya sebab menurut definisi saya dia yang baik belum tentu tepat tapi dia yang tepat insyaallah pasti baik. *alibi*

yaaa dalam hidup seringkali orang bisa dengan seenaknya "sliwar-sliwer" tanpa dosa, masuk-keluar-keluar-masuk lewat celah-celah yang ada ke kehidupan seseorang lainnya, entah dengan tendensi apa, yang jelas tiap orang pastilah punya motif yang berbeda-beda. nah ini yang seringkali saya alami --mulai curhat--, bukan saya mau gimana-gimana yaa, bukan mau yang sok ini itulah, tapi dari sini. dari cerita kanan kiri dari berbagai pengalaman yang ada saya belajar mengerti dan memahami bagaimana semestinya menyikapi "sosok" dia yang baik dan dia --yang mungkin bukan yang tepat-- yang mungkin singgah dalam hidup ini.

sekarang saya juga jadi lebih paham, tentang teorema pepatah yang mengatakan,

"Tuhan adil kok, terkadang memang Dia mempertemukanmu dengan orang yang salah terlebih dahulu sebelum kamu bertemu dengan yang tepat, agar kamu bisa belajar bersyukur".

dan buat saya itu menjadi sebuah teorema pembenaran dari segala teorema atau hukum yang ada dan saya sudah membuktikannya.entah berapa kali dalam hidup saya ditegur dengan cara yang berbeda dari biasanya, dengan Dia menghadirkan sosok-sosok luar biasa yang seringkali memutar balikkan-menjungkir putarkan mood saya seketika, yang punya kekuatan super yang bisa menyatukan hati saya atau bahkan menghancurkannya seketika menjadi kepingan-kepingan yg tak bisa tersusun kembali, *naah mulai lebeeh*

sekalinya saya merasa "klik" dengan seorang A, dan merasa bahwa memang A yang Tuhan kirim buat saya, saat itu juga Tuhan menunjukkan bahwa "dia" yang saya pikir tepat ternyata bukan yang tepat, dia memang baik, luar biasa baik malahan tapi ternyata bukan dia yang tepat. contoh saja, kami berdua sama-sama punya hobi yang sama, kami sama-sama suka dengan hal ini, dia dengan kekhasannya dalam bicara, dan saya juga. dia yang selalu bisa membuat tertawa lepas, dan saya menikmatinya, seolah dia ranting lalu saya akarnya, ataupun dia amplop lalu saya perngkonya, atau bahkan dia laut sedang saya pantai dan ombaknya. kami mendefinisikan kami sebagai sebuah kesatuan yang terbungkus kesamaan dengan background perbedaan tetapi tetap bisa menjadi perpaduan yang apik, saya yakin dia orangnya yang tepat yang Tuhan kirim buat saya, tapi ternyata bukan dia.

dan jika memang bukan dia, lalu saya bisa apa? menatap dia pergi lalu meratapinya dengan tangis sendu? atau menghabiskan berliter-liter galon airmata??
aah agaknya itu "cara lawas", sekarang kan globalisasi-emansipasi, lagi-lagi penerapan ilmu syukur+ikhlas dan legowo obat paling ampuhnya.. percaya, saya membuktikannya.

sebut saja mereka sepasang kekasih yang sudah merajut kisah lebih lama dari kisah pangeran menyelamatkan putri salju di tengah hutan, atau kisah indah si cinderella dengan sepatu kacanya, tak jarang pun bisa kandas ditengah jalan karna suatu "alasan", alasan yang sebenernya bisa dipandang dari berbagai segi, tergantung kita melihatnya dari mananya, bisa bernilai negatif atau positif..

aaahh obrolan saya makin ngelantur, ngga jelas, saya yakin sebenernya yang baca pun ngga begitu paham kan ya sama apa yang mau saya omongin disini..
emmmm..
eeeh...
intinya simpel,,

DIA BAIK, TAPI BUKAN DIA YANG TEPAT
sedang dia yang tepat sudah Tuhan simpan satu untuk saya dan akan dipertemukan disaat yang benarbenar tepat..
--pristysukma.18tahun--


lalu bagaimana dengan anda?
apakah yakin dengan seseorang yang BAIK dengan anda saat ini adalah orang yang TEPAT untuk anda??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar