Sabtu, 24 September 2011

matahari-senja

baik, akhirnya bisa posting lagi, dan kali ini edisi spesial, satu halaman penuh ini bakalan saya tag deh buat dia, sosok matahari senja yang akhirnya saya temukan disini, setelah sekian lama saya beradu pandang dengan matahari senja yang hadir, dan ternyata disini matahari senja yang saya cari itu bersembunyi. aaaah bisa dibayangin kan gimana senengnya, ngedapetin apa yang udah susah payah dicari dari sekian banyak waktu yang dihabiskan untuk mencari dan sekarang berhasil nemuinnya, hahhahahha *ketawa lebeh*

well, matahari-senja pendefinisian saya disini bukan selayaknya matahari-senja yang selalu nongol sore hari, ibarat dua elemen tadi, matahari-senja versi saya kali ini adalah dia, dia yang dengan sangat "kebetulan"nya dipertemukan dengan saya dalam sebuah wadah yang kami sebut "laskar", untuk kemudian yang dengan "ajaibnya" disatukan dengan kelompok "club asrama", yang lalu dilanjutkan pertemuan "tak disangka" dengan duduknya kita berderetan pas tadi diseminar. yaaa memang benar dan sangat benar, yang diatas memang selalu punya rencana indah, dan indahnya melebihi penjabaran indah versi manusa. *bisa dipahami kan ya?*, sebab tidak hanya itu saja, masih banyak jalan "aneh" yang mendadak menjadi rute yang harus kami lalui dan yang akhirnya membuat kami berdua berada disatu tempat yang sama, entah itu kami berkolaborasi atau apapun, aah yang pasti ada dia dan saya juga.

oke, saya tidak akan bertele-tele lagi membahasakannya, yang jelas kelak ketika dia baca postingan saya kali ini, dia bisa merasakan, betapa saya bersyukur dipertemukan dengan sosok sepertinya, yaa.. sosok "menggila" dan sosok meng-meng-meng lainnya yang luarbiasa ajaibnya selalu bisa tertawa didekatnya, hahahhahahaaa *ini ketawa sambil bawa tisyu-adegannya terharu*

jujur, sampe sekarang masih antara percaya-nggapercaya bisa alur ceritanya kayak gini, harus ada dia yang berperan apik dan harus ada saya yang terlibat pula. aaah ini bukan drama korea memang, tapi tetap menimbulkan asumsi berlebih pada kelenjar otak saya, tentang "ketidaksengajaan kesamaan" yang timbul diantara kami berdua, tentang berbagai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi bila kami bersama, tentang kegilaan yang niscaya akan timbul bila kami menjadi sebuah perpaduan...

dia istimewa, seistimewa pertama saya menemukan "kesamaan" diantara kami berdua. dia menyenangkan, se-menyenangkan ketika saya menghabiskan waktu bercerita dengannya, sekedar membagi gelak tawa, saling mencela, aaah yang intinya kami menggila. dan ini karena dia. *yakin banget deh kalo dia baca statment ini dia bakalan bilang saya yang gila bukan dia--saya cukup tau deh yaa, hehehee*

dan kali ini bila saya ditantang untuk menjabarkan bagaimana asal mula kami dipertemukan, saya hanya bisa bergumam-tersenyum-tertawa-masang tampang innocent trus bilang "saya juga ngga tau darimananya, mendadak ada aja dia dalam hidup saya" hahahhaha dan saya yakini sekali lagi ini pasti dia "meng-iyakan" penjabaran saya barusan.

hari ini kami bercerita tentang bagaimana kami "dahulu"sewaktu "siswa" dan kami kini sekarang yang menjadi "mahasiswa" , yaa kami dua orang manusia yang sungguh sangat jauh keberadaannya dan tidak ada sambung-simpul-koneksinya yang mendadak kini bisa menjadi satu simpul utuh di sebuah alamamater yang sama, meskipun kami tidak se-departemen tak pula se-fakultas. saya yang "wong jowo" asli, sedang dia yang neng geulis "sunda pisan", bisa dibayangkan kan ya? gimana ajaibnya kami dipertemukan dibalik background perbedaan latar tempat-waktu dan arah yang ada. tapi sekali lagi, yang saya yakini dan sangat terpatri dalam hati bahwa,

"Allah tidak mungkin mempertemukan dua insan tanpa suatu alasan"

dan yaa pasti ada alasan dibalik pertemuan kami ini. saya cukup dan sangat percaya untuk suatu alasan itu.

hari ini pula, kami berceloteh tentang banyaknya "kesamaan" yang kami punya, darinya saya menemukan istilah-istilah baru, ilmu-ilmu baru, candaan-candaan baru, prespektif-sudut pandang-pola pikir baru, yaa dia memang sosok "pembaharuan" untuk saya, dan sekali lagi saya sangat bersyukur untuk hal itu. *sambil senyum*

oh ya, ngomong-ngomong sejak tadi saya belum sebut nama ya dia siapa, hahaha, kesannya misterius gimana gitu kan ya, terlebih saya menyebutnya matahari-senja. kalo boleh saya asumsikan dia demikian.pastilah orang yang baca setengah isi postingan atau sekedar mampir di judul menyangka dia yang saya maksud disini seorang PRIA-LELAKI-PENCURI HATI. hahahhaaa.. buat yang sudah berfikir demikian, mohon maaf yaa, anda SALAH BESAR.. :D *sambil ketawa ngakak, ngebayangin orang udah frontal beropini soal lelaki matahari-senja saya*


sayang lagi ngga make kacamata, ngga sama.an deh yaa..

sebut dia FADILA, tapi saya lebih senang menyebutnya Fadil, entah kenapa sebutan itu untuknya paling pas ditelinga saya, hahahhahaaaa *gw mah tau banget dil, ekspresi lu gimana sekalinya gw panggil lu make itu nama* hahahhaha

aaaaah dia luar biasa, dia susah dijabarkan menggunakan "angka", toh "kata" saja sulit mewakili bagaimana sosok dia. tapi jika dipaksa harus menjabarkannya dengan sesuatu, saya akan sebut dia MATAHARI-SENJA, bingung kan kenapa? jangan tanya saya ya, ini rahasia. *sambil tutup mulut-plester mulut make lakban*

ini saya dengan matahari-senja saya


-lalu, mari kita sama-sama temukan alasan mengapa Allah mempertemukan kita, fadil.. siapkah? :)-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar