Jumat, 14 Oktober 2011

tangan-tangan kosong


sore ini kelambu bukan biru,
entah kenapa matahari tak tampak roman silaunya,
yaaa justru awan kelam yang datang. aaah aku pikir ini akan hujan.
sudah lama aku terpaku merindukan percikan air yang Tuhan turunkan dengan anggunnya dari peradaban langit sana,, yaa jujur saja, aku merindukan hujan.

baru sedetik ku batin tentang air langit, sedetik kemudian Tuhan mengirimkannya untukku,,
aaah, aku terlalu sombong untuk berkata, "air itu jawaban dari batinku barusan.."
tapi biarlah, mungkin memang Tuhan sedang ingin mengirimkan hujan,
tapi untuk siapa? mungkin salah satunya memang untuk menjawab lontaran batinku.. dan untuk mereka yang rindu air langit.

dari dalam sudut gubuk kuning yang menawarkan kriuk paha ayam ini aku duduk
menunggu aliran air langit berhenti.
ku rasa, hujan juga merindukanku sebab dilihat dari intensitasnya --deras-dan tak bisa diprediksi kapan berhenti--, aku terdiam, aku termangu, aaaa Tuhan memang menjawab lontaran hati.

ku cukupkan memandang keindahanNya sore ini, lantas diseberang ku sapu pandangan.
dari balik kaca transparan-putih-nampak elegan ini kudapati lagi si mungil dengan tangan-tangan kosongnya, masih bisa tertawa sembari memainkan air hujan yang entah mungkin karena tak ada biaya untuk membeli mainan
yang masih sesekali mencuri pandang denganku yang tengah asyik duduk dengan santapan sedang mereka mungkin dengan perkusi musik-perut-nyaring.

aaaah, miris.
kenapa ada 2 fragmen beda dalam satu simfoni
kenapa selalu ada senyum yang terikat oleh borgol besi kenyataan hidup
kenapa selalu ada pengkotak-kotakan antara 2 fase kelas yang beda
kenapa selalu ada tangan-tangan kosong dan yang sudah terisi

tanganku terisi, tapi isi.an masih belum seberapa
mari, bisa sedikit ku bagi apa yang aku punya,
jangan lihat berapa,
jangan tanya kenapa,
sebab aku biasa, sebab kita sama

semoga tanganmu tak lagi kosong yaa
semoga bisa sedikit terisi, meski dengan sejumput 'paha' :')


note:
miris banget pas hujan deres, lagi makan di H*t Cr*spy
ngeliat 2 bocah kecil, berdiri di balik kaca, sambil maenin air hujan..





2 komentar: