Selasa, 28 Agustus 2012

lamunan petang

--bangku kosong-departemen ilkom-yg sebelumnya sempat tanya kepada salah satu abang di ilkom perihal password wifi di ilkom. terimakasih--

suara saya serak pagi ini, padahal esok hari ada amanah besar yang tercetak dalam sejarah saya dalam gelar "mahasiswa" untuk beberapa waktu ini. berusaha membeli segala pernik yang Ibu bilang bisa 'manjur' untuk menanggulangi, dan sisanya pasrah kepada Allah, semoga malam nanti suaraku bisa kembali YaaRabb, amin.

seperti biasa, banyak agenda menanti di pagi ini. jadwal padat merayap semerayap jalanan ibu kota pagi tadi (mungkin), saya lelah tapi saya terbangun dini hari. pukul 2 dini hari menjadi saksi ketidak-nyenyakan saya dalam tidur. sudah baca do'a, sudah baca surat-surat apapun. aaah iyaa, saya lupa. saya belum tilawah malam tadi padahal sudah janji minimal 2 lembar dalam sehari. very well then, saya bangun-ambil air wudhu-dan melakukan ritual malam.

seselesainya, saya tidur lagi. lebih tepatnya mencoba untuk tidur, namun tetap saja, mata enggan terpejam dengan pulasnya, saya masih terbayang, terbayang apa yang terjadi 3 hari terakhir ini. tumpukan letih mpf di hari pertama dan kedua, tumpukan lelah di mpd hari ketiga. tapi terbayarkan semuanya.sebab dengan mengikuti ketiganya saya  bisa lebih 'melek' akan apa yang terjadi di sekitar saya.

saya mencoba untuk tidur lagi dalam lamunan saya,,,

saya ambil handphone, saya berusaha untuk terpejam, masih saja tidak bisa. iseng-iseng buka linimasa saya via handphone, dan mendapati sebuah mention yang agaknya membuat petang saya cerah ceria :D

terimakasih nbc_ipb atas apresiasinya :)
lalu saya mengulum senyum dan mengganti dengan raut muka yang lumayan bingung, *bagi yg tau bagaimana ekspresi saya kalau saya lagi bingung tentunya bisa sedikit membantu saya untuk bisa tersenyum*

aaah iya, krs saya dan biaya kuliah yang agaknya melambung. -____-"
ini kampus rakyat kan?
masih berusaha berpositive thinking ada kesalahan dalam uji cetak krs tempo hari, dan berharap pagi nanti saya bersinergi dengan komputer bisa menemukan jawaban yang melegakan hati.

sudah ah, masih mau melanjutkan petang dan berharap bisa sesegera mungkin berjumpa dengan pagi..
 
lalu saya tidur, dan kembali terbangun ketika jam di handphone mengarah pada susunan angka 05.12

"Melangkah lagi jangan berhenti, kau kan mengerti
rahasia indah dari semua yang kan terjadi.."
-gita gutawa.melangkah lagi-

lancarkan hari ini YaaRabb :)
aminn

Rabu, 22 Agustus 2012

pose :)

Pristi Sukmasetya-19 tahun-mahasiswi Institut Pertanian Bogor

model : Pristi Sukmasetya
make up : sendiri
fotografer : sendiri
lokasi : ruang tamu di rumah 


cocok yah jadi model? hahahhaha :3

Jumat, 17 Agustus 2012

Indonesia, Harga Mati!

tampilan google. 17 Agustus 2012

bilamana momentum yang terjadi pada hari ini bisa serta merta mejeng di laman depan google, berarti bukan sembarang momentum. 

Dirgahayu Indonesia-ku yang ke-67
semoga merdeka dan bisa terus memerdekakan :)

17 Agustus 2008
pertama kalinya tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Temanggung
meskipun pasukan 45, namun kebanggaan tersendiri bisa dirasakan, bisa turut serta dalam bagian pengibaran Sang Saka Merah Putih. Indonesia Harga Mati!

--perihal capture fotonya nanti yaa saya posting. upeti saya ada di Bogor.hehe--

17 Agustus 2009
entah bagaimana ceritanya, saya masih dipercaya untuk berperan serta dalam upacara penurunan bendera di kabupaten bersama dengan anggota Paskibra 2009. masih merasakan atmosfer saya setahun yang lalu --saat tahun 2008--.masih melekat jelas bagaimana awal mulanya seleksi sampai bisa terpilih untuk menjadi bagian Paskibra Kabupaten Temanggung. dan sekarang secara resmi sudah menjadi Purna Paskibra Indonesia :)
yaaa... meskipun berganti tahun, Indonesia tetap Harga Mati!

17 Agustus 2010
lupa kejadiannya bagaimana, sepintas ingatan dalam memori merekam, ini kali pertamanya saya bisa melihat layar kaca secara full time dari pagi, karena sudah tidak lagi mengikuti upacara formal di sekolah.--sebab kala itu masa tunggu peralihan siswa SMA-Mahasiswa--. tetapi, meskipun tidak mengikuti upacara secara formal dan hanya melihat dari televisi saja, tetap saja tidak berubah Indonesia Harga Mati!

17 Agustus 2011
masih dalam suasana kemeriahan titel 'mahasiswa baru', pertama kali mengikuti upacara bendera 17 Agustus di kota perantuan, kota pilihan dengan sejuta harapan. merenda mimpi-mimpi baru, mulai merintis momen titik balik menjadi pribadi yang bisa lebih dan terus lebih baik lagi. dan sekalinya berpindah posisi dan sudah tidak di tanah kelahiran, Indonesia masih tetap Harga Mati.

17 Agustus 2012
sekali lagi merayakan Ulang Tahun Negeri di tanah kelahiran sendiri. semakin meresapi makna dari arti "merdeka", semakin berusaha untuk memerdekakan diri sendiri lalu merambah ke yang lain sampai puncaknya memerdekakan negeri sendiri. terus mengumpulkan bala amunisi, menciptakan pergerakan sendiri dan tetap pada alurnya, Indonesia Harga Mati!

--kelak pasti akan ada cerita di 17 Agustus selanjutnya, dan tentunya versinya pun berbeda-beda. namun tetap satu yang tidak akan berubah meski zaman terus maju dan perkembangan terjadi disana-sini. Indonesia, Harga Mati!--

aku ingin MERDEKA!

 ---salah satu bagian dalam trilogi "ragil dan tut wuri handayani"---

aku melihat sekelilingku, lalu aku bahkan harus sempoyongan untuk melabuhkan diri di kursi itu, kursi dimana aku bisa duduk dan seksama mendengarkan guru, juga kursi yang dengan penuh kesaksiannya melihatku tiap harinya meronta kelelahan.

jarak gubuk hunianku dengan sekolah bisa ditaksir 5km, tidak munafik dan mau hiperbol. memang begitulah, jalanan terjal yang lintang tempuh dalam segmen laskar pelangi pun mungkin bisa juga menggambarkan keberadaanku dan bagaimana kondisiku secara pastinya.

kadang terbersit inginku bisa seperti mereka yang di tivi. yang dengan gampangnya bisa sampai di sekolah tanpa melewati medan 'cantik' sepertiku kini. dan kadang pula sumpah serapah menyembur dari mulut ini ketika melihat sinetron menye-menye dengan background anak sekolah-bermobil-urakan dan malah tidak ada atitude dedikasi pendidikannya sama sekali. ingin menarik mereka disini, agar mereka bisa menjadi aku, setidaknya dengan begitu mereka bisa lebih menghargai apa itu pendidikan, apa itu sekolah. dan tidak membuat kami terlebih aku yang duduk di bangku ini jengah dengan perbuatan mereka.

"kalau tidak mau sekolah, sini aku saja biar yang sekolah. sekolah kok main-main."
-ragil-

aku kesal, untuk sekedar melihat mereka yang kurang bisa memanfaatkan apa yang bisa mereka serap di sekolah. aku merasa ingin menghabisinya. aaaaah terkesan aku ini kejam ya, tapi bagaimana lagi. untukku Tut Wuri Handayani adalah harga mati.

***
hari ini seragamku merah putih, lengkap dengan topi kebanggan yang simbol kuning di depannya pun selalu bisa menjadi acuanku untuk tetap bertahan di sekolah 5km ini. kata guru PKn-ku, ini adalah hari "sakral". hari dimana negara bebas dari segala macam jeratan penjajah. hari memproklamirkan diri bahwa Indonesia Merdeka. hari dimana kita sebagai bangsa Indonesia tidak perlu lagi menyembunyikan jati diri dari dunia. hari dimana dunia akan mengetahui keberadaan kita. hari dimana ......

tidak lagi ku hiraukan penjelasan guruku itu tentang hari ini, yang aku tau hari ini kami merdeka. oke, bisa ku tegaskan sekali lagi dengan intonasi yang dirasa cukup tinggi. hari dimana kami MERDEKA.

aaaaahhh..
hatiku miris, 

apa aku dan Tut Wuri Handayaniku, juga bisa dikata sudah MERDEKA?

menjamah kenangan

seolah mesin waktu itu berwujud dan memang dibenarkan keberadaannya, kakiku melangkah pada satu pijakan yang disebut-sebut sebagai sebuah "kenangan" di masa yang lalu. dan senyumku merekah seketika momen itu kembali menyergapi dinding-dinding melodi dalam kerlingan akson-akson dalam otakku.

***
aku memiliki sebuah kenangan. dimana aku dengan bebas menciptakan citra untukku sendiri. seperti sekarang ini. aku kembali ke ranah kelahiranku setelah selang beberapa bulan aku tidak bertegur sapa dengan apa yang ada disini. tidak asing kok, sebab bagiku Temanggung selalu punya atmosfer hangat untuk menyapa kehadiranku kembali.

Ramadhan keberapa ya ini? -___-"
agaknya aku sudah melewatkan banyak hari ramdhan, tapi yang pasti ini adalah hari lebih 1 sekembalinya aku di rumah. menjalani rutinitas sebagai anak 'rumahan' kian dilakoni. mengunjungi beberapa spot tempat yang seyogyanya selalu dikunjungi saban hari ketika aku masih disini merenda pagi.

pagiku berkabut, tapi mentari masih mau menampakkan jati dirinya. meski aku masih enggan bercampur baur dengan dinginnya air Temanggung hari ini. kupaksakan, sebab ada tawaran menarik tentang "menjamah kenangan" dengan ayah siang nanti.

Jalan yang ku lewati masih sama, mungkin hanya jalan beraspal yang sudah berbeda dari sebelumnya. kisaran usia 3 tahun terakhir aku kesini. entahlah, mungkin memang di usia beliaku bisa dibilang ku habiskan waktu bermain di pelataran jalan ini. dulunya sepanjang jalan ini masih berbatu, jadi mau apa yang ku mainkan selain batu? -__-" tapi kataku dulu, cukup menyenangkan ketimbang menciutkan suara untuk sekedar menggerak-gerakkan tangan boneka membentuk serangkaian cerita. hahhahaaa

rumah yang kutuju masih sama, rumah milik seorang perempuan yang usianya tidak jauh dari usia Ibu, meski bisa dikata ada beberapa tingkat di bawah Ibu, perempuan yang seringkali ku dapati membuat susu cokelat hangat untuk ku minum saban harinya, yang sering juga bahkan ku repotkan dalam berbagai hal, termasuk protes ala anak ababil golongan 4 tahun, merengek dibelikan balon. atau serangkaian rentetan permintaan yang bisa membuatnya kalang kabut.

"Assalamuallaikum, mbok... ini dek Sukma."
-saya.19 tahun.mahasiswi semester 3-Institut Pertanian Bogor-

posisinya duduk, sedang asyik merumpun sesuatu di dapur, aku menelisik dari balik pintu yang kebetulan dibiarkannya terbuka, disebelahnya ada seorang anak perempuan yang kataku badannya cukup besar, mungkin seukuranku. "pangling" yaa.. benar-benar "pangling". itu pasti dek Ani tapi udah gede sekarang, begitu lintas pikiranku memacu.

mbok'e.

begitu memang aku menyeru setiap kali aku meminta sesuatu. mbok'e memang orang yang cukup berperan menghimpun segala yang aku mau tatkala sindrom ababilisme anak TK masih sibuk merajalela. mbok'e adalah sosok pahlawan yang tak terekspose tapi bisa dirasakan segala yang dilakukannya. mbok'e dipilih Ibu untuk membantu Ibu mengurusi segala urusan tetek-bengek yang ada di rumah. sebab kala itu ada kedua kakakku yang umurnya bisa dikata masih kecil-kecil juga. hehehe dan aku? yaa aku menduduki peringkat pertama untuk kategori "kecil" itu.

mbok'e masih sama seperti yang dulu, masih segar dan masih sibuk beraktivitas, mbok'e dulu ketika masih mengurusku belum sibuk dengan anak-anaknya, sebab kala itu anak-anak mbok'e sudah besar dan yang kecil tinggal 1 dan tapi yang kecil pun sekarang sudah besar seperti yang ku lihat sekarang ini. (dek Ani). raut muka mbok'e juga masih sama, mungkin yang membedakan dari yang dulu dengan yang sekarang adalah kerutan di bagian pelipis matanya. yaaa.. mbok'e sudah melewati beberapa fase, sama sepertiku yang tak mungkin lagi bisa dalam gendongan mbok'e seperti aku usia 3 tahun dulu.

"yaaAlloh, dek Sukma... kok sekarang mpun gede nggih dek."
-mbok'e.dengan kekagetan melihat perubahan pada diriku-

senyumnya sumringah melihatku, samanya denganku. kangenku menumpuk pada mbok'e. Ramadhan yang lalu adalah pertemuan terakhirku dengan mbok'e dan Alhamdulillah aku juga masih bisa bertemu dengan mbok'e di ramadhan kali ini.

"Dulu dek Sukma masih kecil nggeh, tak gendongi, kok sak niki mpun gede to dek,,, yaaAllah dek Sukma mpun gadis nggeh, kok tambah cantik to dek."
-mbok'e dengan senyum khasnya sambil memeluku.kangen-

mbok'e juga, dulu mbok'e masih segar bugar menggendongku, tapi bisa ku tebak dan ku yakini seperti kataku tadi, mbok'e tidak akan kuat menggendongku. hehehe :)

dan aku menoleh ke sekeliling, seolah semuanya menguap. uap yang ada seperti membentuk gelembung-gelembung dan ditiap gelembungnya ada aku, aku yang dulu.

pertemuan singkat yang cukup mengembalikan memoriku perihal mbok'e. yang mengingatkan diriku untuk senantiasa berterimakasih atas pengabdiannya.

seketika ku tengok lagi di tempat perhelatan akbarku dulu, di jalan yang kini beraspal namun dulu berbatu, disitu aku mulai menjamah kenanganku.


p.s
semoga tidak hanya ketika ramadhan aku bisa mengunjungimu, mbok ;)

Minggu, 12 Agustus 2012

ciut

agaknya masih terlalu "ciut" nyalinya untuk mengumbar frasa~
-saya.dengan sedikit penggalauan tingkat mahakarya-

Tarawih ke-23

12 Agustus 2012
seharusnya hari ini adalah hari kepulangan ke kampung halaman. tapi apa daya insiden kekurang-telitian membuat kepulangan ditunda. Alhamdulillah, menemukan banyak hikmah dibalik peristiwa yang ada.

***

hariku tidak lagi sembilu, bukan juga kelabu, aku bahagia masih bisa merasakan bau tanah pasca hujan yang aku tunggu-tunggu. pikirku aku terlalu miris untuk kejadian kekurang-telitianku tempo lalu, tapi setelah sampai detik ini diamati dan dimengerti. terlalu banyak yang terlewatkan kalau aku harus pergi hari ini.

Ramadhan sudah tinggal beberapa hari lagi, malam ini tarawih ke-23, saf sholat mengalami kemajuan. yaa semakin kesini semakin maju kedepan. hemh.. jangan negatif thinking dulu, mungkin disebabkan karena sebagian banyak dari warga yang ada sudah 'pulang'. yaa.. menjalankan ritual edisi Lebaran. "mudik"

mataku tertuju pada satu frase yang bagiku luar biasa. seorang Ibu berdiri dengan tegapnya, masih muda, kataku juga usianya diantara kepala 3 dan tidak lebih dari 4, senyumnya merekah, kulitnya putih langsat, dilihat dari perawakannya sehat. sang Ibu jalan tepat melewati saf sholatku, oh iyaa.. mengisi barisan depan. sejenak terduduk dibelakang sang Ibu ada seorang anak kecil, pipinya tembem mirip sih tembemnya sama yang ngaku-ngaku 'pacarnya' boboho di serial film boboho, seringai wajahnya penuh abdi kepada sang Ibu, ada bantal dibawa-nya. yaa bantal, berukuran petak segiempat lumayan besar yang memenuhi badan si anak ketika membawanya. dengan sigapnya si kecil meletakkan bantal segiempat itu di belakang sang Ibu dan lalu sang Ibu duduk diatasnya.

"ooh, itu bantal untuk sang Ibu." begitu pikirku dalam diam, masih belum paham atas frase yang terjadi barusan.

iqomah sudah berkumandang, sholat akan segera dilaksanakan. mataku masih tertuju pada bingkai yang belum wajar aku temui di tarawih-tarawihku sebelumnya. entah karena mungkin safku didepan dan sering tidak memperhatikan yang di belakang, atau memang karena baru sekarang kesempatan aku mendapati sang Ibu berada di depan barisan sholatku.

Beliau tidak berdiri, masih tetap kukuh dengan posisi duduk di atas bantal yang dibawa si kecil tadi. dengan sepasang kaki dibiarkannya lurus menjulang kedepan. hemmmh.. sang Ibu berlapis coklat pada kaki.

"menutup aurat." gumamku lagi

takbir pertama dimulai, dan aku masih setia menunggu reaksi. Sang Ibu melaksanakan takbir pertama di altar agung miliknya, tujuannya sama dengan aku yang posisinya berbeda, dengan jamaah lain yang juga sama berdirinya denganku. sang Ibu sholat.

"Shalatlah kamu dengan berdiri, bila tidak bisa, sambil duduk. Bila tidak bisa sambil berbaring."
 (HR. Bukhari, Abu Daud, & Ahmad)

entah, melihatnya berkecamuk banyak rasa didada, antara mengapresiasi luar biasa, dan merasa tersentil dan lagi-lagi bagian dari introspeksi diri.

Aku banyak belajar dari apa yang aku lihat dengan kedua mataku, lalu banyak menyerap kata dari apa yang aku dengar melalui telingaku, dan belajar menarik kesimpulan yang pas dari apa yang dikatakan dan dikombinasikan oleh hatiku.

Subhanallah YaaRabb, hariku bergetar melihat sang Ibu menuntaskan 23 rakaat tanpa terlewat di tarawih malam ini, bahkan mungkin sudah dari malam-malam kemarin.

sungguh seorang hamba yang memang benar-benar ingin bertemu denganMu dan tidak melewatkan sejengkal waktu sholat untuk berinteraksi denganMu.

semakin mengevaluasi diri untuk meningkatkan kualitas beribadah, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan bertemu dan berinteraksi dari hati ke hati denganMu, YaaRabb :)

Sabtu, 11 Agustus 2012

melangkah lagi

--harmonisasinya mengalun lembut dari ponsel milik mba galuh--

Pagi ini, kau awali harimu
Dengan kesedihan yang begitu dalam
Biar ku usap air matamu
Ku kan ada di sini, selalu bersamamu
Angkatlah wajahmu, tebarkan senyummu
Terus melangkah, jangan menyerah
Melangkah lagi, jangan berhenti
Kau kan mengerti
Makna terbaik dari semua yang tlah terjadi
Terus melangkah, jangan menyerah
Melangkah lagi, jengan berhenti
Kau kan sadari
Rahasia indah yang tersimpan di hari nanti
Teruslah melangkah, jangan menyerah
Dan biarlah semua yang tlah berlalu
Jangan kau sesali, sambutlah hari baru
Tegakkan wajahmu, tumbuhkan asamu
Teruslah melangkah, jangan menyerah
-gita gutawa.melangkah lagi-

teringat seorang sahabat yang sudah menjadi bagian dari keluarga juga, yang tempo hari sempat merayakan 'birunya' hari, dan sempat hampir menangis dipelataran lorong sekret mengenai kegundahan hatinya.

sudah ya sayang, cukupkan tangismu yang sudah kau keluarkan dan kau ceritakan padaku beberapa malam yang lalu, jangan lagi. parasmu terlalu manis untuk dikombinasikan dengan tangisan yang kataku belum cukup berarti, hemmmh.. meskipun itu manusiawi, tapi sudah yaa.. jangan lagi, tersenyumlah sayaang. banyak yang harus kau hadapi lebih sekedar dari sebuah tangisan di pipi, majulah dan tersenyumlah secerah mentari pagi.

"jangan kau sesali, sambutlah hari baru
tegakkan wajahmu, tumbuhkan asamu
teruslah melangkah, jangan menyerah"

maaf untuk belum bisa membantu menenangkan gundah gulana dalam hatimu, maaf untuk belum bisa menemukan solusi terbaik dalam permasalahan kerancuan batinmu.

dengarkan lagu itu ya, mungkin bisa membantumu bangkit lagi :)
aku tunggu senyumanmu esok hari.

-kepada langit biru yang ku temukan dalam lingkar kampusku-

Jumat, 10 Agustus 2012

telitilah sebelum membeli

"telitilah sebelum membeli"
-pepatah-



malang memang, tapi dibilang malang juga terlalu menusuk dan menghancurkan sekeping hati yang terlalu lama memendam rindu akan rumah. lebih 'lumayan' dibilang memang 'kurang teliti' yaah. agaknya untuk kali ini pelajaran yang benar-benar berharga, dan menuai banyak hikmah.

"intinya simpel, saya memang harus bisa lebih teliti."
-saya dengan penuh kesadaran-

tertanggal 31 Juli silam, saya datang ke pool bus di dekat Dramaga Cantik guna membeli tiket "mudik" lebaran tahun ini. lebaran tahun 2012. rencana sudah matang, sudah fiks memilih tanggal 12 Agustus 2012 yang jatuh pada hari minggu menjadi tanggal cantik untuk kepulangan saya ke ranah jawa di Temanggung sana. 

udah tu yaa, mudik kali ini aja terasa berbeda, ketika seorang kawan memutuskan untuk menunda kepulangan dari tanggal 11 ke tanggal 12 dan salah seorang adik kelas angkatan 49 yang notabene baru masuk kuliah juga ikut-ikut aja barengan sama embak-embaknya untuk pulang tanggal 12. fyi, mbak galuh dan adek kelas saya ini, dek arifatul namanya, selesai ujian tanggal 10 dan bisa pulang tanggal 11. tapi memilih untuk bersama saya karena sayang dan ngga pengin pulang ninggalin saya duluan.hiks. terharu coba :')

"aku pulang bareng mbak sukma aja ah, biar bisa bareng."
-mbak galuh-

jadi fiks, saya-mba.galuh dan dek arifatul pulang tanggal 12, dengan mempercayakan sepenuhnya kepada saya perihal pemesanan tiketnya. at last saya pesen tiket dan pulang. oh ya, tiket sementara sudah tersimpan aman di dompet merah milik saya.

tiket yang akhirnya bobok nyenyak di dompet merah saya

dan hari ini, tertanggal 11 Agustus 2012, h-1 kepulangan.
saya ingat dan terngiang kalau hari ini adalah hari saya ujian dan hari dimana saya harus memastikan kapan tiket kepulangan bisa diambil. saya masih belum ngeh sama keganjilan-keganjilan yang ada. tapi entah sudah merasa was-was, belum tau juga penyebabnya apa.

dengan mantap langsung dong saya buka dompet dan ambil tiket sementara pemesanan bus. dan #jdeeeeeeng~ serasa dunia luluh lantah, lalu mulut komat-kamit tertegun, dan yaaaak bener kan, ada yang aneh, ada yang ganjil. dan ternyata keganjilan itu berasal dari tidur nyenyak sang tiket selang beberapa hari tertanggal hari pembelian yang belum sama sekali pernah saya usik, sampai hari ini saya usik masa tidur nyenyaknya dan sekarang berbalik, alamat nanti malam saya yang ngga bisa tidur nyenyak -____-"

perhatikan tiketnya baik-baik, dan temukan keganjilan yang ada.

lihat yang dilingkari, 13-8-2012

okesip, jelas kan ya? apa yang bikin hati saya empot-empotan, dan seketika bisa merobohkan hasrat beraktivitas hari ini. fufufuufuuu~ mohon Tuhan, jangan.. hari ini saya masih ujian :'(

yapski, benar sekali.
saya salah sebut tanggal sewaktu saya pesan tiket beberapa hari yang lalu, saya yang semestinya beli tiket tanggal 12 malah dapetnya tiket tanggal 13. berarti waktu itu saya salah menyebutkan tanggal kepulangan. yaa semacam kekurang-telitianlah yaa..

dan seketika langsung telfon agen bus, menanyakan dan mengkonfirmasi ulang, minta tolong apakah untuk penggantian hari masih bisa lalallala.

"waah, mbake.. wis full mbak, ga iso.. dingapuro yoo..
wis gak popo, malah senin perjalanane penak kok, ora sesek dalanan, kan gelombang 1 tanggal 11-12
rak popo yo mbak?"
-mas agen bus-

sip, lemes, dan mau ngga mau yaa pulang tanggal 13 dan itu hari senin dan sampai Temanggung tanggal 14 hari selasanya. kalau saya pulang besok hari minggu tanggal 12 kan berarti saya bisa sampai di Temanggung tanggal 13-nya.. fufufufufufufuuu~

"merasa dzalim sama mba.galuh juga dek arifatul"
-saya.nada penyesalan-

langsung telfon Bapak, Ibuk, Mas dan kesemuanya bilang,

"Yaa ngga papa dek."
-sambil ketawa-

terus saya yang udah menye-menye mau mewek gitu bilang ke mba.galuh, minta maaf untuk kekurang-telitiannya yang berimbas penundaan kepulangan, udah gitu minta maaf juga ke dek arifatul buat kesalah-pesan tiketnya, dan Alhamdulillah YaaRabb, Alhamdulillah mba.galuh baik banget dan dek arifatul juga sama baiknya,

"hahaha udah ngga papa mba suk, aku santai kalau pulang, yang penting selamat sampai tujuan, Allah mesti punya rencana lain kan, eee..besok malah bisa jalan-jalan juga kan?.. hahah udah, jangan nangis."
-mba galuh.sambil ketawa (juga)-
"iyaa mba, ngga papa, tenang aja aku engga marah kok mba,
oke, besok kita jalan-jalan mba :)"
-dek arifatul-

Jujur ya, rasa bersalah itu masih bersisa bahkan sampai sekarang saya nge-post tulisan ini, cuma yaa gimana lagi, saya sadar betul itu kekeliruan saya dan Alhamdulillahnya untuk pihak-pihak terkait memaklumi dan malah memberikan respon positif terhadap saya dan sama sekali bilang tidak merasa dirugikan.

untuk mba galuh dan dek arifatul, maaf yaa
aku teledor untuk hal semacam ini, maaf yaa.. insyaallah ini jadi bahan instropeksi tersendiri kok kalau engga akan terledor lagi dan akan lebih teliti.

untuk mas sendi
iyaa mas, adek ngga akan teledor kok, janji
mau belajar dan berubah untuk meningkatkan daya ketelitian

untuk Bapak dan Ibuk
waaaah, rindunya adek sudah terpucuk, tapi apa daya, ternyata edisi ramadhan kali ini mengupayakan dan membentuk karakter adek untuk bisa lebih belajar soal teliti dan bersabar untuk menahan rindu :')

untuk mas-mas agen bus
maaf yaa, pagi-pagi nelfon heboh dan histeris gitu, terimakasih untuk membantu mengupayakan kepulangan tanggal 12 walaupun akhirnya tetep tanggal 13, terimakasih untuk mau direpotin dan maaf untuk merepotkannya. hehehe

untuk semua yang (mungkin) membaca postingan ini
serap yang baik ya, telitilah sebelum membeli -dalam hal apapun-
jangan jadi saya yang kedua di lebaran kali ini yaa :)

tapi untuk kesemuanya, big thanks for the big Allah, terimakasih untuk setiap hikmah yang terselip di setiap kejadian yang berlangsung selama ini dan sampai detik ini. sungguh awalnya merasa belum bisa menerima penundaan kepulangan, tapi selalu percaya Allah the most precious creator di jagad raya ini. semakin menguatkan hati bahwa,

"Rencana Allah selalu indah bahkan paling indah :)"
-saya-

sekian sepenggal cerita edisi "mudik" kali ini, bagaimana kisahmu?

Kamis, 09 Agustus 2012

Berdo'a dalam lapang

dalam sebuah buku terapik karya Ahmad Rifai Rifan --yang notabene penulis yang juga saya idolakan, yang dari bukunya saya beranikan untuk mengirimkan pesan singkat berisi apresiasi terhadap karyanya, dan yang semula tidak saya harapkan memberikan balasan tapi malah justru merespon dengan baik, tidak hanya balasan positif tapi ternyata testimoni yg saya kirim juga muncul di akun pribadi beliau, hehe. tidak hanya itu, beliau juga memberikan saya kesempatan untuk mengikuti jejak-jejaknya, insyaallah kelak juga bisa melahirkan banyak karya seperti beliau. amin--

bacalah serangkuman kata yang tercetak rapi dalam susunan alfabet dalam buku beliau, yang jujur saja, untuk saya pribadi bisa menjadi bahan refleksi diri. semoga bagi siapapun yang membacanya kelak, juga akan merasakan apa yang saya rasakan. salah satu bagian dalam diri yang akhirnya meng'iya'kan bahwa telah banyak lalai dalam hidup dan terus berusaha memperbaiki untuk menjadi yang lebih baik lagi.

***

Berdo'a dalam lapang
seorang anak di sebuah sekolah dasar memanjatkan do'a di sepertiga malam terakhirnya.
"Tuhan, Engkau kan tahu kalau ujian bahasa inggrisku hari ini dapat jelek. Tapi aku tetap bersyukur Tuhan, karena waktu ujian aku tidak sekalipun menyontek, meskipun teman-temanku yang lain melakukannya.

Tuhan, pagi tadi waktu berangkat sekolah, aku diberi ibu bekal sepotong kue dan sebotol air. Kata ibu, sekarang sedang paceklik, jadi hanya itu yang bisa kubawa agar di sekolah aku tidak perlu jajan di kantin. Terimakasih kuenya, Tuhan. Di jalan aku melihat pengemis yang kelaparan. lalu aku berikan kue itu kepadanya. tahu-tahu saja laparku hilang ketika melihat pengemis itu tersenyum.

Tuhan, lihatlah, ini sepatu terakhirku. mungkin aku harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau pasti tahu bahwa sepatuku ini sudah rusak berat. tapi tidak mengapa Tuhan, paling tidak aku masih bisa pergi sekolah. tetanggaku bilang orang-orang sedang gagal panen, sehingga teman-temanku banyak yang terpaksa berhenti sekolah. tolong bantu mereka Tuhan supaya bisa sekolah lagi.

O..ia Tuhan, semalam ibu memukulku. Mungkin karena aku nakal. memang agak sakit, sebelah kiri bagian punggungku. tapi tak mengapa Tuhan, aku tidak menangis, dan aku yakin pasti sakitnya akan segera hilang sebab Engkau akan menyembuhkannya segera. Yang paling penting aku masih mempunyai seorang ibu, jadi ku mohon Tuhan, jangan marah pada ibuku ya, mungkin ibu sedang lelah saja dan panik memikirkan kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolahku,

Terakhir Tuhan, sepertinya aku sedang jatuh cinta. di kelasku ada pria yang sangat pintar, tampan dan baik. menurut Engkau, apakah dia menyukai aku? tapi apapun yang terjadi, yang aku tahu Engkau tetap menyukaiku. terimakasih Tuhan."

nah, bagaimana?
sudah menyadari bahwa ada suara 'hati' yang berseru telah lalai?
mari memperbaiki,
jangan jadi orang yang merugi..

"Demi masa, sesungguhnya manusia kerugian."
Al-Ashr

Rabu, 08 Agustus 2012

mau pulang

setiap laskar kata yang terukir untuk hari ini dan dua hari kedepan, mau seberapapun banyak paragraf yang akan lahir, untuk setiap tanda koma dan titik yang tersematkan. intinya cuma satu, intinya cukup simple, dan intinya cukup dinanti dan ditunggu-tunggu.

"mau pulang."
-saya-

agaknya rindu rumah untuk bulan ini semakin memuncak, tak pelak 3 hari lagi mengarungi malam di kota hujan dan keesokannya berganti.

Temanggung, tunggu yaa.. aku akan segera pulang.

Laskar Kambangan

--dan dengan dirilisnya postingan ini di akun milik pribadi saya, amanah kepada embak terlunasi, dan semoga bagi siapapun yang membacanya bisa menyerap kebaikan atau setidaknya informasi--

sudah terhitung beberapa pekan mbak infra (kakak kandung saya-Infra Ranisetya- Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro) sibuk dengan kegiatan 'kuliah kerja nyata'-nya di Desa Kambangan-Blado-Batang. kabar terakhir dari beliau di tanah perantauannya sana, bahwa Desanya cukup terpencil dan jauh dari keramaian. well, bukan berarti sepi nyenyet masih tetap ada aktivitas segala rupa dari warga Desa disana, namun yaa itu, jarak tempuh dari keramaian kota sampai dengan lokasi Desa terbilang cukup jauh. eh jauh bahkan. hehehee..

sempat bercerita tentang bagaimana survey yang sudah dilaksanakan jauh sebelum keberangkatan secara resmi mbak infra ke Desa Kambangan,

"Buk, waduuh buk..
desanya nyempil-e rek..rek..
jauhmen, mencit"
-embak dengan aksen jawanya-

hahhaa.. cuma bisa ketawa tau si embak rieuh soal bagaimana nanti di tanah perantauan KKN-nya nanti, yang katanya jauh dan mencit itu.
"sek sabar yo mbak, nek besok angel sinyal. wakakkakaa.."
-saya-
translate
"yang sabar ya mbak, kalau besok sinyalnya susah. wakakkakaka.."
-saya-
sampai akhirny hari kepergian embak bersama dengan pejuang KKN-nya "Laskar Kambangan"  --ini asumsi saya sendiri, menamakan embak dan kakak-kakak timnya dengan sebutan 'laskar kambangan'-- mengemban tugas mulianya. 

ini "Laskar Kambangan", mbak infra yang berdiri disebelah mas kribo. haha ._.v

dari pesan singkat yang embak kirim kepada saya menyatakan bahwa keberangkatan embak dan pejuang Laskar Kambangan ke TKP disubsidi langsung oleh orang tua dari salah satu pejuang yang ada. dipermudah lah begitu istilahnya, ngga usah repot-repot naik bus lallalalaa, udah duduk manis di mobil SAR dan akhirnya sampai di Desa tujuan. yaaa.. Desa Kambangan-Blado-Batang (mungkin dalam hal ini Kecamatan Blado dan Kabupaten Batang. mohon maaf apabila terdapat kesalahan penyebutan nama tempat dll).

jadi serangkaian acara yang akan dilaksanakan beberapa pekan kedepan oleh superteam 'laskar kambangan' lebih kepada program kemasyarakatan. dari kegiatan hari pertama yang ada seperti membantu pihak desa dalam berbagai macam bentuk kegiatan, mulai dari bedol desa --maksudnya terjun langsung membantu pihak desa yg notabene benar-benar membutuhkan bantuan--,

kakak kribo yg rambutnya dikuncir tengah asyik 'mengoprek' motor yg bermasalah

tidak hanya tugas mulia terhenti disitu saja, laskar kambangan di medan perjuangan sana juga memiliki beberapa program, menurut informasi yang saya dapat langsung dari mbak infra, program yang dilaksanakan diantaranya, pemberdayaan potensi yang ada di Desa Kambangan itu sendiri, lalu terdapat beberapa penyuluhan terkait kesehatan dan kemanusiaan. *oke, untuk bagian ini saya sedikit menggunakan kemampuan diri dalam mengembangkan narasi, karena saya belum benar-benar tahu apa saja yang 'laskar kambangan' lakukan disana. hehe*

oh iya, kata embak di Desa Kambangan terkenal dengan budidaya cimpringnya. -___-"
jujur saya sendiri begitu dikasih tau soal 'cimpring', sama sekali engga ngeh dan belum bisa ngebayangin gimana wujudnya, dan akhirnya googling dan paham deh apa itu cimpring. dan bener, saya pengen cobain. hahha..

mau tau soal cimpring? klik disini

tidak hanya cimpring saja yang unik, ternyata di Desa Kambangan juga menjadi salah satu Desa penghasil cengkeh yang ada di Batang, untuk lebih lengkapnya bisa dilihat disini.

mbak infra dengan cengkeh hasil dari Desa Kambangan

 Dek, mbak in baru selesai sahur dan belum bobok loh, masih melek -__-"
-mbak infra dalam salah satu pesan singkatnya.dini hari-

jadi kala itu *saya lupa kapan tepatnya* mbak infra sms saya, pas saya lagi asyik nguap bangun tidur dan mau makan sahur, dan ternyata mbak infra curhat, kalau semalam tadi mbak infra begadang dengan superteam 'laskar Kambangan' guna me-list proker-proker yang akan dilaksanakan beberapa hari kedepan, dan sibuk berdiskusi dengan perangkat desa yang ada. usut punya usut mbak infra dan teman-teman "laskar Kambangan" jadi karyawan dadakan disana membantu perangkat desa menyusun agenda untuk warga desa disana.

laskar Kambangan berdiskusi dengan perangkat Desa

salah satu agendanya ternyata terjun langsung ke sekolah yang ada di Desa Kambangan. *saya belum tau nama sekolahnya apa dan letak pastinya dimana* tapi sejauh cerita yang saya dapat, disekolah itu mbak infra dengan "laskar Kambangan"nya memberikan satu hari yang berbeda. full team terjun ke kelas dan memberikan materi yang ternyata mendapatkan sambutan hangat dari adik-adik di sekolah itu.

seperti memberikan mereka asupan semangat
untuk terus mengejar mimpi...

paling kanan mbak infra, dengan superteam "laskar Kambangan" mengabdi untuk negeri :)

kalau saya pantengin terus linimasa milik mbak infra yang asyik menceritakan perihal Desa Kambangan, saya jadi mikir-mikir, jadi ngebayangin gimana kelak saya kedepan ya, apa saya juga ada KKN? hemmmmh.. walaupun mungkin adanya PKL yang artinya tidak jauh-jauh beda lah.
KKN = Kuliah Kerja Nyata
PKL  = Praktek Kerja Langsung
hayoo apa bedanya?
hahaha..
sama-sama berkontribusi kan?

sungguh berharap, kelak saya akan me-resume cerita tentang PKL saya sendiri di akun saya ini :). beberapa tahun lagi. tidak lama lagi. dan berharap bisa semenarik dan se-asyik KKN mbak infra ini. hehehe

sebentar lagi KKN mbak infra berakhir, baru saja menelisik linimasa embak, mengabarkan kalau KKNnya sudah selesai. dan itu berarti mbak infra akan segera pulang ke Temanggung, tunggu yaa mbak, tunggu adek pulang.

Dedikasi tinggi kepada superteam Laskar Kambangan yang sudah mengabdi beberapa pekan ini, semoga seluruh kontribusi yang dilakukan bisa menjadi sebuah pergerakan untuk Desa Kambangan menjadi lebih maju dari yang sebelumnya. tetap bersemangat, tetap bersinergi dengan hati :)


HIDUP MAHASISWA!!

Selasa, 07 Agustus 2012

aku masih mencintainya

Aku masih mencintainya, sampai orang disebelahku yang sangat mengerti aku berkata,
"cukup, berhentilah mencintainya.."
namun aku tidak bisa, bebal mungkin dari diriku sendiri, tapi aku benar-benar masih mencintainya, mencintai senyum yang selalu bisa membungkus harapanku akan hari esok, 
mencintai sepasang mata yang pandangannya tak pernah terhenti di satu titik, tetapi selalu menyapu segala.
mencintai hati yang mungkin sudah termiliki dan terbelenggu rindu sembilu.
Aku masih mencintainya bahkan setelah yang duduk disampingku yang ternyata teramat mengenaliku  berkata, 
"berhenti, atau kau akan terus terluka."
---pada suatu pagi yang selalu penuh tanda tanya soal rasa---

Senin, 06 Agustus 2012

sebiru hari ini

hari ini dresscode saya biru-jilbab biru-celana jins biru-baju biru-tas biru-buku biru
sampai salah seorang teman bertanya ketika akan melaksanakan sholat dzuhur di musholla sekret dengan salah seorang kawan yang katanya saya panggil dengan cara yang berbeda yang ternyata kala itu juga baru samanya kayak saya, semuanya serba biru.
"Pris, kamu suka biru ya?"
-yang saya kenal mukanya tapi kurang tau soal nama-
langit cerah, birunya juga meneduhkan, matahari bersinar separuh malu-malu sebab panasnya berbeda dari biasanya, tidak langsung bisa menembus kulit. Bogor sedikit mendung hari ini, tapi kedatangan hujan masih cukup disanksikan mengingat beberapa hari terakhir kemunculannya sudah terbilang jarang.

saya cukup lelah dalam beberapa pekan terakhir ini, untuk setiap masalah yang datang silih berganti. ampun Tuhan bukan maksud dalam diri ini terus mengeluh, tidak, bukan begitu. saya cukup bersyukur akan apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, tentang bagaimana janji, tentang bagaimana itu berbesar hati dan tentang kebahagiaan hakiki. dan tentunya bersyukur untuk terus bisa menikmati hari.
hari ini memang biru, birunya bukan pucat pasi, tapi biru berseri.
saya sangat menikmati hari, banyak cerita hari ini terjadi, dimulai dari berbagai macam agenda dari pelatihan mc seperti biasanya, yang akhirnya sudah ditentukan job-desknya kapan saja dan masih banyak lagi. oh ya, yang terbaru untuk pelatihannya kali ini, saya harus tampil secara live dan bahkan berdiskusi langsung dengan sang "empu" acara ini. ckckck -___-"

saya juga bahkan tidak menemukan satu titik dimana saya tidak bersyukur untuk hari ini. hari ini untuk kali pertamanya dalam sejarah perhidupan saya di kampus yang notabene saya selalu jalan kaki, saya diberi kesempatan untuk menikmati hari dengan berkendara. tidak sendiri, bersama dengan salah seorang kawan.

---- pinjem motor sccoppynya fadil, awalnya ijin minjem dan dipinjemin ngiranya mau ke tujuan awal, bawa itu motor ke kontrakan afi buat ambil sesuatu dan terus balik lagi. tapi nyatanya malah pergi muter-muter IPB 2 kali dengan posisi pengendara yang berbeda, dan sama sekali engga menyentuh tujuan awal minjem ini motor. buat fadil, thanks alot ya, full of meaning deh yaa bisa naik motor lagi. hahahhaha. buat afi, akhirnya kita menikmati hari----

sepulangnya saya dan kawan saya tadi mendapati bogor diguyur hujan. yaaa hujan kali ini datang lagi, dan kedatangannya bahkan jauh lebih lama dari hari sebelumnya, mungkin hujan rindu, lama tak pernah mengguyur kami seperti siang tadi.

sudah ah, soundtrack hari ini:
Sebiru hari ini, birunya bagai langit terang benderang
Sebiru hati kita, bersama di sini

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabatan Illahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya
Hapus air mata meski kita kan terpisah

Selamat jalan teman
Tetaplah berjuang
Semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita
Sebiru hari ini

barusan dapet kabar dari kawan saya tadi :
"hari ini masih sebiru hatiku"
-afiefah mutahharah-
 tetep yaa, masih tetep,,,, :)

kita seharusnya merasa bahagia :)

"sebab hidup itu seimbang, setelah yang namanya sedih pasti akan ada bahagia. yaaa 11 12 lah"
-salah seorang kawan dalam akhir sesi curhat di awal bulan Agustus silam-

beginilah memang aturan hidup yang sebenarnya, seimbang, saling berhubungan. yaa kayak garis aja, kalau mau menghimpun beberapa garis harus merangkul beberapa titik lalu menghubungkannya secara teratur satu per-satu agar saling berkorelasi. begitu juga dengan kesedihan, jangan terlalu rumit dan terlalu picik untuk menelaah arti kesedihan itu sendiri. harafiahnya pasca kesedihan selalu ada yang namanya kebahagiaan kok. percaya saja. pasti datang dengan sendirinya.

layaknya manusia dengan bayangannya di siang hari, atau seperti malam dengan pagi, sore dengan senjanya, hujan dengan pelangi. berpasang-pasangan kan? jadi yaa sedih itu pasangannya seneng/bahagia. jadi kenapa musti nyetel lagu menye-menye yang malah justru jadi theme song abadi paradigma kesedihanmu? ganti dengan yang menggebu, kalau bisa yang jedag-jedug aja biar bisa membangkitkan semangat dalam diri.

kalau misalkan diantara kita sedang dalam kondisi totalitas empty from the semangat *hasyah ini bahasanya rancu parah* hehe..
ingat selalu, bahwa kepala kita masih tetap dalam posisi yang sama kan dari sebelumnya, masih lengkap dengan pernak-pernik kedua bola mata yang masih terus bisa menatap indahnya semesta ciptaanNya, masih ada telinga yang bisa dipergunakan untuk mendengarkan hal-hal baik dari sekeliling kita, masih terdapat hidung yang selalu rindu aroma masakan Ibu di rumah, masih yang memiliki seuntai bibir lembut yang mampu membangkitkan orang lain dalam keterpurukan.

lalu alasan apa yang membuat kita harus berfikir dan mendoktrin diri sendiri bahwa kita tengah berada dalam zona minus semangat?

pointnya simpel kok,
jangan pernah yang terlalu larut kalau sedang dalam kondisi minus semangat / sedih, melainkan percayalah bahwa setelah kesedihan selalu ada kebahagiaan. dan jangan pernah meragukan hal itu, Allah mempunyai bagianNya tersendiri untuk membuat setiap hamba-hambaNya merasa bahagia.

masih ragu?

keluarlah dari kamar dipagi hari, dan hiruplah udara pagi yang sejuk,
pastikan kondisimu bisa tenang dan aura positif menyergapimu,
Allah bersamamu, 
selalu

Minggu, 05 Agustus 2012

"keplenet"

seharusnya malam nanti jadi malam paling soswit yang pernah ada buat saya dan teman sekamar saya di kostan. sudah bukan teman lagi malah, sudah dianggap jadi kakak sendiri bahkan. yaaa.. lagi-lagi posting kali ini ada kaitannya sama mba galuh

hiks.sedih.kejadiannya berlangsung begitu cepat.hati saya miris begitu buka tas dan tau kalau kue cantik bertuliskan "Happy Birthday" mendadak binasa tak berbentuk dan penyet sana-sini  

(ʃ˘̩̩̩̩̩̩ƪ)

sedih YaaAllah..

jadi sebenernya, sore ini saya sengaja engga nerusin bobo cantik, sengaja bangun jam setengah 4 terus mandi dan biar wangi lagi, bahkan sampai ngebatalin janjian sama seorang kawan untuk suatu hal di sekret untuk ngambil suatu barang ya karena ini. karena mager ke sekret. karena harus segera mandi untuk segera beli kue di ujung bara sana untuk ulangtahun mba.galuh yang rencananya mau saya rayakan malam nanti tepat pukul 12 malam, yaaa pergantian hari gitu lah ceritanya.

(ʃ˘̩̩̩̩̩̩ƪ)
 

sedih YaaAllah..

sedih kalau tau kue-nya keplenet, sampai yang bener-bener nangis bahkan begitu tau kue-nya keplenet. hiks. kayak hati yang hancur dikrek-krek-krek gitu pokoknya.

tadi kan udah beli kue di ujung bara sana, terus kan niatnya langsung ke warung soto ciampea, beli pesenan 2 bungkus soto punyanya mbak hera sama mbak pipit (re:mbak-mbak sekostan). udah kan ya, sotonya udah jadi, saya yang kala tadi bawa goddybag langsung aja masukin itu soto ke dalem tas. padahal didalemnya udah ada itu kue, yaa di bagian paling dasar kuenya berada. saya pikir ngga bakalan kenapa-kenapa kan kue-nya. cuma soto. engga berat dan ngga akan ngefek gimana-gimana.

tapi pas sampai di kostan, mba.galuh lagi mandi dan saya langsung ngebongkarin barang-barang belanjaan dan ngasih pesenan soto ke si embak, dan terus coba ngangkat itu kuenya pelan-pelan dari tasnya, ternyata udah ngga kebentuk dan bener-bener udah keplenet. huhuhuhu. bisa dibayangin kan ya gimananya? :'(

saya nangis dong, bener-bener nangis. sampai akhirnya mba.galuh masuk kamar dan ngeh kalau saya nangis. mba.galuh bingung saya nangis kenapa, udah aja saya langsung jujur ke mba.galuh sambil kasih liat kuenya.

saya : "mbak galuh.. ini.. huhuhu.. keplenet.." *sambil nangis sesenggukan*
mba galuh : "yaaAllah, kok yaa ada-ada aja, repot-repot segala loh.." *sambil nahan ketawa*
saya : "huhuhu... mba galuh kok ketawa, aku sedih kuenya mba galuh keplenet, kan aku mau romantis nanti malem, kasih surprise." *masih yang nangis-mewek sesenggukan*
mba galuh : "yaudah..yaudah..jangan malah nangis to, udah, kok jadi cengeng udah, nggapapa." *masih yang ketawa-mencoba menghibur*
saya : "huhuhu mba galuh terus gimana? huhuhu aku ngga spesial lagi dong.. huhuhu." *tetep mewek*
mba galuh : "udah nggapapa, jangan nangis, tetep spesial kok, udah masukin ke kulkas, nanti tetep kasih surprise ya walaupun udah takdir berkata lain. hehehe." *menghibur dan tetep ketawa*
saya : "huaahuhuhuhuhuhu...."

sedih YaaAllah,
tetep yang nge-jleb banget tau mau bikin surprise buat temen sekamar-buat sodara sendiri tapi kuenya malah keplenet. huhuhuhuuu... tapi sedikit berbesar hati tau mba.galuh bisa ngayem-ayemi 

yang penting,

Selamat Menempuh Usia Baru yaa embak galuh
semoga Allah selalu melengkapi setiap nafas langkah perjalanan hidupmu
do'a dariku selalu tercurah untukmu dan tidak akan pernah keplenet oleh suatu hal apapun :)


walaupun masih tetep sedih, tiap liatin kuenya yang keplenet


(ʃ˘̩̩̩̩̩̩ƪ)

Sabtu, 04 Agustus 2012

layang kangen

Alhamdulillah setelah seharian tadi keluar dari zona paling nyaman se-dramaga yang pernah ada (re:kamar kostan), rumah kedua setelah rumah yang ada di Temanggung, yang untuk beberapa hari terakhir ini lebih sering ditinggalkan oleh empu-empunya karena harus singgah ke rumah ketiga yang letaknya tidak jauh (re:sc-sekret).

Alhamdulillah juga malam ini selesai tarawih dan masih bertahan untuk 23 rakaat yang notabene baru sekalinya dilaksanakan di ramadhan kali ini, soalnya untuk beberapa tahun lalu ketika tarawih di rumah Temanggung masih jadi bagian dari laskar 8 dan setahun di asrama juga samanya masih setia dengan laskar 8, ditambah dengan 3 point untuk witir. sekarang meningkat dan tergabung dalam keanggotaan laskar 23.

sesampai dikamar seusai sholat tarawih biasanya langsung baca buku, tapi kali ini berbeda dari biasanya, temen sekamar yang biasa saya panggil mba'galuh tengah asik dengan layar kotak fleksibel miliknya -mungkin karena ada tugas- begitu pikir saya diawalnya. ternyata mba'galuh tengah asyik mendengarkan lagu dangdut. fyi, mba'galuh salah satu personil di agriaswara -paduan suara IPB- yang memfokuskan diri dalam bidang kedangdutan. jangan anggap sebelah mata, subhanallah loh suaranya, :) saya saja yang kalau denger beliaunya nyanyi lagu dangdut juga sering tersepona. hehhee...

satu-dua-tiga lagu diputar, saya masih engga paham itu lagu liriknya gimana dan cara nyanyinya gimana, tapi mba'galuh tau dan cukup fasih mendendangkannya. dan saya? yaa saya masih meraba-raba. hahahhaa.. tapi cukuplah menikmati harmonisasi dari tiap nada yang ada.

sampai akhirnya, mba'galuh nyanyiin satu lagu -yang padahal engga ada di file.nya di laptopnya tapi mba'galuh mendendangkannya- dan lagu ini cukup familiar di telinga saya -untuk lagu yang satu ini saya termasuk suka- yaa, salah satu lagu milik om Didi Kempot yang cukup menelisik hati yang tengah gundah gulana, dan yang sedang dirundung rindu sembilu.

judulnya "layang kangen", -kalau mau tau bisa di klik disini-

jujur, kalau denger lagu ini jadi inget gimana gegalauannya saya ketika dulu masih super unyu-unyu dan masih sibuk galau-galau gimana gitu. jaman putih abu-abu yang bikin saya kenal dan akhirnya memutuskan untuk suka dengan lagu ini. lebih kepada 'kecantel' sama liriknya yang #jleb

begini lirik super ampuh yang sampai-sampai bisa ngebikin hati saya bergemuruh untuk waktu yang cukup lama kala itu.

Layangmu tak tompo wingi kuwi
Wis tak woco opo karepe atimu
Trenyuh ati iki moco tulisanmu
Ra kroso netes eluh ning pipiku

Umpomo tanganku dadi suwiwi
Iki ugo aku mesti enggal bali
Ning kepriye maneh mergo kahananku
Cah ayu entenono tekaku

Ra maido sopo wong sing ora kangen
Adoh bojo pingin turu angel merem
Ra maido sopo wing sing ora trenyuh
Ra kepethuk sawetoro pingin weruh
Percoyo aku, kuatno atimu
Cah ayu entenono tekaku

baik, saya yakin kalau nanti ada yang mampir di lapak saya ini dan baca postingan ini kalau dipastikan dirinya berasal dari rumpun "jawa tengah" saya pastikan bisa mengerti, especially untuk dirinya yang fasih bahasa jawa, atau paling engga bisa meraba bahasa jawa-lah.

namun bagi yang masih belum paham, mungkin begini liriknya bila di translate ke dalam bahasa Indonesia.

Suratmu sudah ku terima kemarin
sudah ku baca bagaimana keinginan dari hatimu
terharu hati ini membaca tulisanmu
tak terasa air mata mengalir dan menetes di pipiku

bila saja tanganku ini adalah sayap
mungkin aku sekarang sudah pulang
tapi bagaimana lagi karena keadaanku
cantik, tunggu kedatanganku

bagaimana mungkin seorang tidak rindu
jauh dari kekasih, ingin tidur tapi mata tak bisa terpejam
bagaimana mungkin seorang tidak teriris hatinya
tidak bertemu sementara, asa hati ingin bertemu

percaya padaku, kuatkan hatimu
cantik, tunggu kedatanganku

#jleb kan ya?