Kamis, 29 November 2012

#gombalism

lalu terjadi sebuah percakapan antara 2 orang manusia, sebut saja dia 'He' dan 'She'
H : kamu tau apa bedanya bulan-matahari dan kamu?
S : engga, emang apa?
H : kalau bulan itu untuk malam hari, matahari untuk pagi hari dan kamu untukku selamanya.
S : *speechless*
sesederhana itu ya membuat seorang anak manusia tidak bisa berkata apa-apa :)

welcome desember :)

"selamat hari terakhir di bulan November, and welcome mydesember :*"
-saya yang selalu menantikan bulan desember-

Rabu, 28 November 2012

selamat pagi

selamat pagi kamu, yang aku hanya bisa mengeja dari sudut jarak yang tercipta antara aku dan kamu.
selamat pagi kamu, yang dengan bentangan senti yang tercipta aku tidak perlu takut ataupun was-was menyikapi  kamu dalam canda dan tawa
selamat pagi kamu, yang aku ingat bisa terus tertawa dan bercengkerama bersama
selamat pagi kamu, :)

Sabtu, 24 November 2012

quotes

"Sebenernya sama. sama-sama sederhana tapi bisa diubah dan jadi unik karena keinginan sendiri, lantas mau jadi yang mana? ya, jadilah pembeda."-Bang Aly Sangadji 2012.workshop pembuatan aplikasi windows 8-

kenangan

tidak bisa membunuh kenangan :')

me+rakit=merakit

jadi ceritanya hari ini ada kelas responsi daskom (dasar-dasar komunikasi), materinya tentang komunikasi kelompok dan untuk responsi kali ini kakak asprak memberikan games untuk membuat bangunan/kreasi dari sedotan.sekelas sudah dibagi menjadi beberapa kelompok, semestinya jumlah anggota kelompok saya ada 4 ada dede-randoplh-kak putri dan saya sendiri, namun karena dede dan kak putri berhalangan hadir maka saya dan randoplh bergabung dengan kelompok yang lain.

gamesnya memang membuat bangunan/semacamnya dari sedotan namun dalam pengerjaannya beberapa diantara kami yang ditunjuk sebagai ketua kelompok menjalankan misi untuk menerapkan gaya kepemimpinan sesuai petunjuk dari buku dan bagi para anggotanya harus bisa menganalisis gaya kepemimpinan apa yang diberlakukan oleh ketua kelompoknya, dan ketua kelompok dadakan saya yang bernama kak Riadi mendapatkan misi untuk menerapkan gaya kepemimpinan Laziss Faire, maksudnya adalah bahwa dalam kepemimpinan untuk semua keputusan diserahkan kepada para anggota sedangkan pemimpin tugasnya hanya sebagai perantara/fasilitator saja. *okedeh skip ya bagian ini, langsung aja ke part selanjutnya."

jadi akhirnya kelompok dadakan saya ini memutuskan untuk membuat sebuah bangunan yang asal-asalan, tadinya mau bikin rumah tapi ngga jadi karena ribet bikin atapnya dan pas sayanya iseng nggajelas eee.. malah jadi bentuk perahu *dan oke, perahu bukan bangunan-agak melenceng dari kesepakatan membuat bangunan. hahaha* dan tetapi sepakat kelompok kami memberinya nama "perahu cinta"

perahu cinta yang siap berlayar -___-"

emmmh.. ngomong-ngomong soal cinta memang lagi agak sensi nih. hahahha :3

***
sepulang daskom saya beranjak ke destination saya selanjutnya, langsung capcus beli makan dulu dan kebetulan ketemu sama Nanda-anak korpus yang kebetulan juga mau berangkat mubes bareng sama saya- mubes=musyawarah besar. akhirnya bersamaan dengan Nanda tidak langsung menuju TKP, ada kacang sukro pesanan domba shaun yang harus Nanda beli di ceriamart.

dalam perjalanan menuju ceriamart Nanda banyak bertanya tentang mengapa saya akhir-akhir ini dan akhirnya banyaklah perbincangan diantara kami berdua sampai suatu ketika topik membawa kami dalam bahasan membiasakan diri mengenakan "rok", 

*prolog: sudah beberapa hari ini saya berangkat kuliah selalu mengenakan rok, bukan mau modus atau apapun itu, entahlah ada rasa berbeda dan memang ada sambutan dari diri dalam beberapa hari ini untuk bisa terus istiqomah mengenakan rok, memang sih sambutan dari temen-temen kelas pun cukup meriah, ada kali ya 10 orang tiap harinya melontarkan hal serupa, cieeee pristi pake rok.*

jadi intinya, Nanda ngerasa belum sreg kalau memakai rok dalam kesehariannya *dalam hati: tenang nda, pris juga baru belajar untuk membiasakan*, dan sampailah kita berdua di ceriamart. Nanda sudah mengambil sukro dan saya menunggu di dekat kasir, dan disitu saya dengan Nanda masih saja membahas perihal -kamu-cantik-bila-mengenakan-rok-dan-tapi-saya-belum-sreg-pae-rok-lalu-percayalah-perempuan-manapun-pasti-juga-bila-mau-mencoba- yaa intinya begitulah.

disisi lain antrian mulai memanjang yaa kami berdua pun samanya tengah menunggu antrian untuk membayar sukro belanjaan Nanda dan diantrian kasir saya melihat seorang Bapak yang bisa dibilang cukup muda mengenakan pakaian olahraga berwarna biru dan selempang raket badminton dipundaknya yang melihat ke arah kami berdua yang sedang melangsungkan perbincangan seru sambil tersenyum dan semendadak itu membuka pembicaraan.

Bapak : "Mbak itu rakit ya?" *sambil nunjuk 'perahu cinta' yang saya bikin di kelas daskom tadi*
Saya : "hehe iya ini pak." *asa pengen bilang ini perahu cinta tapi getek juga ya, hahahha*
Bapak : "Mau merakit kemana mbak?"

#eaaa #jleb #jleb #jleb ohmai, si Bapak tadi yang saya pikir mau basa-basi gimana gitu ternyata langsung bisa melafalkan sebait kata yang cukup #jleb buat saya. dan lagi-lagi saya cuma bisa ber he-he-he bersama Nanda dan yaaa.. pasang muka polos dan ngga tau mau jawab apa.

akhirnya barang-barang belanjaan si Bapak tadi sudah selesai dihitung di kasir, selepasnya melakukan transaksi bayar-membayar Bapak tadi tersenyum ke arah kami berdua dan lagi-lagi melontarkan sepotong frasa yang lumayan bikin #nyess,

"Manis kok kalau pakai rok." *saya pake rok*
oooh oooh ooooh, cukup ya dikejutkan dengan lontaran bait pertama si Bapak dan sekarang dibikin melongo lagi dengan frasa yang tercipta dari lisannya. okesip, kesimpulannya si Bapak tadi paham banget yaa sama obrolan saya dengan Nanda

intinya :
-jangan galau ya, ngga usah mikirin soal cinta, jodoh ditangan Allah.
-belajar pake rok, ikhlas karena Allah semata-mata untuk menjalankan amanah menutup aurat dan melindungi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.
-selamat menikmati hidup, proses kok :)

quotes

"seringkali yang benar dan yang benar-benar sulit adalah dua hal yang sama. itulah kenapa ada orang yang terus bertahan mencintai seseorang yang menyakitinya." @hurufkecil

Kamis, 22 November 2012

quotes

"Even I ask you to stay. But no. No. make you stay beside me just make me afraid of losing. I'll let you go"
-anonim-

titik balik

"merasa beruntung pada akhirnya menyadari momen titik balik yang terjadi pada diri sendiri, satu per-satu di bagian belahan pintu yang waktu dulu dibiarkan menutup kini mulai menampakkan jalan untuk membukanya sendiri. terimakasih untuk bisa menjadi salah satu bagian dalam perjalanan titik balikku saat ini, dengan bisa melihat semuanya dari berbagai sisi dan bergerak secara netral namun dinamis dan sesuai pola yang ada. terimakasih untuk memberikanku satu celah pasti untuk setidaknya sekali lagi memantapkan hati aku tidak pernah sendiri :)"
-aku yang sudah menikmati masa-masa ini-

Rabu, 21 November 2012

wilayah teritori

"meminta seseorang untuk tidak menyukai apa yang dia suka itu laksana mencoba menenggelamkan dia kedalam sebuah sumur yang didalamnya terdapat banyak buaya, lebay memang tapi memang demikian. ilmu sederhana saling menghargai dan menghormati agaknya bisa jadi pesan moral yang paling penting, yaaaa sebab setiap manusia mempunyai wilayah teritorinya sendiri yang enggan diusik sekalipun itu dengan cara halus dan lembutnya dan oleh orang terdekatnya, karena setiap orang memiliki tingkat kepekaan rasa terhadap sesuatu dalam kadar yang berbeda-beda."
-opini-

pesan dari sang pakar


pagi ini niat dalam diri masih sama, masih harus bisa memanfaatkan waktu sebaik- baiknya, yaa saya masih sibuk dengan kertas lalu seperangkat alatnya untuk melakukan ritual merangkai kata, #eh terlalu sastra memang tapi ya mau bagaimana harus dibiasakan dari sekarang siapa tau kelak bisa juga menelurkan beberapa induk buku yang bisa membuka hati banyak orang #amin #bighope

lalu karena sedemikian bahagianya leptop sudah tersambung dengan fasilitas mahabaik dan sinyal dunia maya juga sedang ramah-ramahnya saya membuka satu pages favorit saya, yaa penulis buku yang bisa dibilang idola saya -ahmad rifai rifan- dan kebetulan dalam post terbarunya beliau menuliskan satu tips agar bisa produktif menulis.
#Produktif Nulis#

Dalam dua tahun alhamdulillah, dua puluhan buku sudah tertulis. Banyak yg nanya, gimana bagi waktunya dg kuliah, dg kerja, dg ibadah, dg keluarga. Masak tiap hari nuliiis terus?. Pasti sangat bosenin banget. Dan nggak kebayang jika aktivitas saya seperti itu. Lantas, gimana cara untuk produktif nulis di sela aktivitas kita yg padat?. Ini sedikit tips dari saya, moga menginspirasi yg lain.

1. Saya sering bilang, nulis kan bisa kapan pun, dimana pun, bagaimana pun. Dulu saya saat masih kuliah, sambil nunggu datengnya dosen, saya ketik-ketik di HP, coret-coret di buku, nulis apapun yg sedang direnungkan dan dipikirkan. Begitu pun saat saya kerja di kantor, kalo lagi nggak ada tugas kantor yg perlu dikerjakan, saya gunakan untuk nulis-nulis. Maka, asal kita ada kemauan untuk produktif, insyaallah tiap waktu luang akan kita manfaatkan untuk nulis.

2. Banyak yg ngeluh, mau nulis tapi bingung nulis apaan. Banyak juga yg nanya, "Kok ada saja yg ditulis. Darimana aja sih idenya?". Masyaallah, percayalah, Ilmu Tuhan tiada batasnya. Seumur hidup jika kita terus-terusan menyerap ilmu Tuhan tanpa henti, hakikatnya yg kita serap hanyalah setetes ilmu dari samudera ilmu Tuhan. Itu yg harus kita percaya. Maka tipsnya, jadilah pribadi yg peka terhadap ilmu. Sensitif terhadap hikmah. Jadikan alam sebagai madrasah (sekolah), jadikan setiap manusia sebagai ustadz/ustadzah (guru), jadikan segala peristiwa sebagai dirosah (pelajaran), dg itu insyaallah kita tak akan terpuaskan terhadap ilmu.

3. Miliki motivasi untuk berbagi. Percayalah, ilmu, wawasan, pengalaman, sekecil apapun, jika dibagi, ia akan berdampak luas. Menebarkan inspirasi kebaikan adalah sebuah kemuliaan jika kita meniatkannya mengharap balasan dari Tuhan. Sekata tulisan kebaikan yg ditebar, tetaplah bernilai sedekah. Sekata tulisan keburukan yg disebar, tetaplah bernilai dosa. Maka tebarlah seluas mungkin kalimat-kalimat kebajikan.

4. Miliki semangat untuk mengabadikan pemikiran. Sesederhana apapun yg kita pikirkan, hakikatnya itu adalah karunia Tuhan yg sayang untuk diabaikan begitu saja. Pemikiran yg tak dituliskan, sangat rawan menguap dan hilang begitu saja. Itulah sebabnya wasiat klasik mengungkapkan, ikatlah hikmah dg menuliskannya.

5. Miliki semangat untuk mewariskan ide dan pemikiran bagi generasi mendatang. Sudah begitu banyak ahli ilmu di masa lampau yg masih kita kenang namanya, kita serap ilmunya, kita nikmati manfaatnya, lewat buku atau kitab-kitab yg dituliskan mereka di masa hidupnya. Tak inginkah kita mewariskan ide dan pemikiran kita kepada generasi mendatang?. Betapa nikmatnya menjadi manusia yg meskipun kita sudah beristirahat di dalam kubur, karya kita masih abadi, masih dibaca, menginspirasi, dan memberi pencerahan bagi pembaca yg masih hidup.

Semoga empat hal itu bisa menjadi inspirasi bagi teman2 semua untuk terus menulis. Produktiflah. Karya banyak bukan untuk bangga-banggaan, tapi untuk menebar sebanyak mungkin inspirasi, pemikiran, wawasan, ilmu, serta pengalaman yg seumur hidup yg kita hikmati.

semoga bermanfaat :)
dan lalu merasa tersentil dengan apa yang beliau tuliskan, dan semakin bercermin lalu menanyakan pada diri sendiri. semangat menulis :)

quotes

"If God answers ur Prayer, He's increasing ur FAITH. If He delays, He's increasing ur PATIENCE. If He doesn't Answr, He has something BETTER."
-pristi 2012-

quotes

"ada perihal yang menolak kau kenang. kau pernah berjanji tak mau lebih cengeng daripada langit musim hujan.."
-@hurufkecil-

Selasa, 20 November 2012

berlayar

 "Suatu masa dimana tersadar bahwa berlayar bukan lagi menjadi pilihan namun suatu keharusan."
-saya.2012-


dalam sebuah fase akan masing-masing pribadi temui bahwa pelabuhan yang sudah menjadi tempat berlabuh sekalipun dalam jangka waktu bertahun pun bisa jadi hanya sebatas tempat tinggal sementara yang mengharuskan kita untuk berlayar lebih jauh lagi menemukan sudut pandang baru dari berbagai sisi. semangat tanpa batas dan tanpa henti untuk bisa bangkit dan berlayar lagi :)

Senin, 19 November 2012

sebuah pesan

suatu saat nanti ku pastikan, sangkaanmu dan paradigmamu tentang mengapa aku sering menulis akan salah kaprah, teoremamu tidak terbukti, mengapa?

sebab dalam setiap tulisan yang aku rangkai disitu aku menemukan nafas dan harap baru untuk bisa terus bersama kamu, sebab kataku kamu tak punya banyak waktu untuk memproklamirkan secara gamblang kepada mereka yang penasaran tentang bagaimana kisahku denganmu, setidaknya meski kisah itu harus terhenti sekarang bukan berarti semua kenangan yang mengendap lalu dengan gampang menguap bukan? dan bukan alasan bagiku untuk tidak menulis apapun tentang bagaimana kita menjelajahi berpuluh malam secara bersamaan kan?

sampai sekarang aku bahkan masih harus terus berupaya untuk memberikanmu kado terindah dimasa nanti kita memang ditakdirkan untuk merenda pagi dan menjelma malam secara bersamaan, dengan tangan kita saling berpegangan begitu juga tampaknya dengan mimpi-mimpi, cita dan angan-angan kita bersama.

aku harus mengejar ketertinggalanku dalam berbagai hal, mengintrospeksi diriku sendiri dan memantaskan apa yang ada pada diriku untukumu. masih lama sayang, rentang waktu 5 tahun lagi (semoga). dan jikalau kita masih ada pada lajur yang sama lalu apa yang harus ku katakan pada setiap hembus nafas yang ada? aku bukan sia-sia membahasakanmu demikian. sebab kelak ketika tiba masanya kamu memahami dan pas menafsirkan setiap jejal kata yang aku tuliskan senyumanmu yang merekah dan genggaman tanganmu yang menguat itu yang akan kurasakan.

maaf untuk memberatkan pundakmu dengan peluh airmata yang bahkan belum bisa ku seka sendiri, untuk memberimu serpihan sakit yang terkadang sulit untuk mencari penyembuhnya, untuk menjagaku tanpa lelah dalam setiap malam yang memimpikan kita untuk segera tidur.

terimakasih, sampai jumpa lagi :)

katalis

tolong jangan jadi pemicu diantara bilik celah yang sudah tercipta, sebab sedikit saja kata yang terlontar antara lisanmu membawa banyak perubahan dalam diri yang sudah satu. tolong jangan jadi pemicu karena posisimu adalah posisi yang berkesempatan paling besar untuk melihat segala yang nampak dibagian luar saja tanpa kamu sadari apa yang terjadi direlung paling dalam.

tapi sudahlah, kamu berhasil, lisanmu menghancurkan.
terimakasih saja untuk menjadi pemicu :')

Sabtu, 17 November 2012

pernyataan hati

sudah separuh jalan aku menulis, dan aku masih menuliskan tentang kamu-kamu yang seiring berjalannya waktu selalu mau membagi kisahnya denganku, lalu pagi ini kesempatan kamu yang datang dengan secangkir pernyataan yang cukup membuat gemuruh palung hatiku. aku ingin menuliskanmu secara agung, se-agung kamu menyatakan ketulusan soal perasaan padaku sepagi tadi dan membaca kamu dengan nyaring seperti perlombaan deklamasi tempo dulu yang aku tidak pernah merasa takut membacakannya dalam intonasi gubahanku sendiri.

kamu bilang, mencintai aku dengan tulus dan bersamaku harapan-harapanmu mengepul menjadi sebuah kepulan sendu yang mengiri aku bersamanya, katamu pelabuhanmu adalah aku dan sayangnya aku tengah menepi disebuah hati yang kataku pilihan Sang Maha Pembolak-balik hati. dan akhirnya dengan sepotong harap tak terperi kamu memutuskan untuk pergi. yaaa, pagi ini kamu datang dan pamit untuk pergi.

miris ya, ketika tau bahwa seseorang yang mencintai kamu berhenti pada sebuah titik dan memutuskan untuk beralih jalan dengan dalih mungkin untuk menenangkan diri atau semacamnya, atau bahkan ritual untuk menghapus kamu dalam bagian memori otaknya. sudahlah, bagiku tak perlu dipermasalahkan lagi kuiyakan keinginanmu dan berlayarlah, arungilah samudera yang menghadirkan luas untuk kamu jelajahi dengan tekad kesabaran perlahan tapi pasti.

dan aku?
tidak perlu risau bagaimana aku, aku masih menganggap kamu sama seperti aku yang memberi kamu jawaban atas segala pertanyaan dan pernyataan yang kamu lontarkan pertama kalinya padaku, aku bahkan tidak sedikitpun mempunyai niatan untuk mengubah cara pandangku terhadapmu, namun entah bagaimana hatiku nanti ku serahkan sepenuhnya pada Sang Pemilik Hati.

terimakasih, agaknya sesederhana kata itu yang baru bisa kukatakan secara gamblang untuk seorang kamu, atas ketulusan dan kemurnian hati yang sempat dibaca dan diterjemahkan olehku.
dan maaf, maaf untuk segala rasa sakit yang timbul secara terang-terangan atau yang mendadak menyelinap begitu harus berhadapan denganku.


heii, berlayarlah dan jangan pernah takut dengan deburan ombak dan hantaman karang yang mengancam, pasti kamu bisa melewatinya dengan gampang, berlabuhlah di pelabuhan hati yang menurutmu memang pantas untukmu menepi. jadilah pelabuhan hati yang pertahanannya kuat dan bisa menopang dari segala penjuru :)

cutepanda

so cute, rite?

quotes

"Diam-diam aku mendoakanmu, di antara senti yang tercipta mukena dan sejadahku. Cukup Dia saja yang mendengar, dan (semoga) diammu yang mengamininya."
-mba cici-

everytime


quotes

"Tanpa kamu memesannya, aku setia menyajikan ceruk cangkir sepi berisi rindu yang masih hangat."
-racikan kata-

cinta sejati

via chat-mukabuku
dengan salah seorang anggota keluarga-ilmu komputer 48
berbincang soal cinta sejati, sederhana ya? :)

lebih dari sekedar menunggu

"barusan gue nonton mario teguh dan itu temanya lelaki mencari jodoh pris haha."
-G64110045-
percakapan dimulai dari sekedar berbicara perihal jodoh dan lalu malah berdiskusi tentang bagaimana sudut lelaki itu, 
"kalau cowok ditolak itu bukan berarti apa-apa tapi dia belum dipantaskan atas apa yang cewek itu mau, makanya akan ada waktu dimana cowok memantaskan diri untuk dirinya sendiri dulu."
-G64110045-
berarti lalu perempuan itu menunggu?
"tenang pris, perempuan baik-baik pasti dapet lelaki yang baikbaik juga kok."
-G64110045-
baiklah, 
lebih dari sekedar menunggu itu berharap, tidak salah kan bila perempuan pun berharap sosok yang dia tunggu adalah sosok yang juga selama ini diharapkan untuk bisa memenuhi relung hati bagian terdalamnya, dan lalu berharap bahwa yang dia tunggu adalah sosok yang akan terus menggenggam erat tangannya, yang dengan sabar menghapus airmatanya ketika peluh menerkam bagian pertahanannya dan seketika membuatnya rapuh, dan yang pastinya akan menghadirkan pundak untuknya melepas lelah, salahkah? 

lalu perlahan kamu yang bercerita  perihal dirimu yang kini tengah diporakporandakan oleh dia yang seketika pergi dengan dia yang lainnya, apa sekarang pun masih dalam tahap pemantasan untuk diri sendiri? sepertinya begitu,  hemmmmh...

baiklah, semangat untuk memantaskan diri dan menunggu yaa, kita pasti bisa melewatinya.

quotes

"Kebesaran cinta tak bisa diukur dengan seberapa lama menunggu, tetapi seberapa berani menungkapkannya dengan tulus dan cara yang indah."
-daraprayoga.2012-

bagaimana jika

Terus saja memendam rasa. Memang tak terasa sampai semuanya hampa.

Apakah kamu pernah membayangkan? Kamu terus memendam rasa untuknya. Melihat gerak demi gerak tubuhnya. Membayangkan setiap senyumnya. Kemudian merefleksikannya di langit-langit kamar. Lalu secara otomatis mengembangkan senyummu sendiri, hingga kamu merasa gila dan insomnia dalam waktu bersamaan.
Kamu pernah merasakan? Mengendap-endap. Mencuri pandang akan indah dirinya. Menimbang-nimbang akan menyapanya. Mengurungkan semua niat seraya membuang muka ketika dia menengok ke arahmu. Di saat itu juga kamu kesal karena tak mendapatkan sapanya, tetapi bahagia karena dengan menegok ke arahmu, berarti dia menyadarimu.

Apa kamu pernah mengharapkan? Menapaki jalan yang berbeda setiap harinya. Kemudian menghentikan pencarian jalan dan terus melewatinya ketika tahu bahwa dia juga menginjakkan kaki di sana. Berpapasan dengannya secara pura-pura tidak sengaja.

Pernahkah kamu memikirkan? Semua sumringah yang menyelinap ke dalam kelopak mata. Mengganggu semua mimpi yang hendak hadir. Mengubah semua benak menjadi layar putih, memproyeksikan khayalan demi khayalan tentang dirimu. Hanya karena kamu menyebut namaku, meski tidak dengan benar.
Namun apakah kamu pernah melamunkan? Bahwa sesungguhnya dia melakukan hal yang sama denganmu, hanya saja dia sama keras kepalanya denganmu. Kepala batu dan hati berliannya memaksanya memendam perasaan, seperti kamu.

Semuanya dilalui sampai waktu yang lama, lebih lama dari yang pernah kamu bayangkan. Hingga masing-masing dari kamu lupa, kemudian menemukan sangkar hati yang baru. Bagaimana jika, ketika kamu merasa bahwa yang kamu dapatkan sekarang benar-benar untukmu, kamu mendapati dia yang pernah kamu cinta dalam diam, ternyata juga mencintaimu. Dalam diam.

Bagaimana jika…

a thousand years

--semendadak itu aku mempimpikan kamu, yang menghimpun belahan teorema mustahil dalam sejarah aku mencintai kamu, memimpikan benar adanya kamu yang kelak bisa menggenggam erat kedua tanganku, aku masih menunggu, antara waktu yang Allah berikan untuk bisa terus berharap kepada kamu atau siapa nanti yang kelak mempertunjukkan dan membuktikan padaku bahwa tulang rusukku ini adalah miliknya yang hilang, aku bahkan masih harus berharap dalam ketidakpastian waktu untuk tetap menunggu, yaaa masih menunggu kamu yang semoga segera datang di kala waktu itu menjemputku--
kepada kamu yang akan selalu aku impikan dalam terang dan gelapnya malam


Heart beats fast Colors and promises  
How to be brave  
How can I love when I'm afraid To fall  
But watching you stand alone  
All of my doubt Suddenly goes away somehow
 
One step closer
I have died everyday waiting for you  
Darlin' don't be afraid 
I have loved you for a Thousand years  
I'll love you for a Thousand more

Time stands still beauty in all she is  
I will be brave I will not let anything Take away  
What's standing in front of me  
Every breath, Every hour has come to this
One step closer
 
I have died everyday  
Waiting for you 
Darlin' don't be afraid I have loved you 
for a Thousand years  
I'll love you for a Thousand more
 
And all along I believed I would find you  
Time has brought Your heart to me 
I have loved you for a Thousand years  
I'll love you for a Thousand more

n.b:
sedang terkena sindrom a thousand years habis nonton filmnya langsung :)
soswitnyaaa~

Rabu, 14 November 2012

LPK Tepi Sawah

Minggu, 11 November 2012
--Pengalaman Baru--

Hari Minggu saya di minggu kedua pada bulan November ini terbilang cukup menyenangkan, karena apa? ya karena setelah sekian lama menantikan hari minggu untuk memulai kegiatan perdana yang sudah sejak beberapa bulan lalu ada pada list buku agenda saya tapi baru bisa terealisasikan sekarang.lalu pertanyaan yang muncul adalah,  apa kegiatannya? dan jawabannya Mengajar di LPK Tepi Sawah.

oke, saya mulai dari perkenalan,  Apa itu LPK Tepi Sawah?
LPK Tepi Sawah merupakan Lembaga Pendidikan Keterampilan (dalam hal ini merupakan program/sasaran bina desa) HIMALKOM (Himpunan Mahasiswa Ilkom) yang terletak di desa Cikonjen, Ciampea, Bogor. dan memang benar, karena ini di bawah naungan proker himalkom dan saya termasuk mahasiswi ilmu komputer saya mencoba untuk ikut berpartisipasi didalamnya dan perlu diketahui juga LPK Tepi Sawah ini berada dibawah naungan Ibu Dea *sayang ngga ada foto beliau*.



banyak sekali kegiatan pada LPK Tepi Sawah ini, mulai dari pendidikan keterampilan menjahit, menyablon, lalu membuat kreasi tangan segala rupa, dan untuk pesertanya bisa mulai dari ibu-ibu yang ada di daerah situ dan juga anak-anak kecil usia TK sampai yang sudah SMA.

biasanya banyak sekali mahasiswa ilkom yang tiap hari minggunya bertandang ke LPK Tepi Sawah untuk memberikan pengajaran kepada adik-adik yang ada disana, tetapi untuk hari minggu ini yang berkesempatan untuk hadir ke sana hanya beberapa saja, saya, agisha, dan rachma dari ilkom angkatan 48nya dan lalu ditambah dengan kedatangan 2 orang jejaka angkatan 48 juga ada licin dan agung, sedangkan untuk angkatan atas ada kak luksi, kak dian, mas rivo dan kakak satu lagi yang manis itu lupa namanya *hehe..


LPK TEPI SAWAH


dan ini adalah first experience dari seorang saya untuk ngajar baca-tulis dengan adik-adik yang ada disana. pengalaman yang awal mulanya cuma terancang sebagai mimpi seorang saya namun sekarang sudah punya wadah untuk bisa secara perlahan merealisasikannya,

"pengen iih yaa, bisa ikut ngajarin anak kecil baca tulis."
.seorang saya pada suatu ketika.
dan alhasil disinilah saya memulai menjejakkan sebuah langkah penuh abdi bersama dengan mereka pejuang LPK :)


saya-gisha-rachma

ada beberapa pengajar dan ada cukup banyak yang kita lakukan, mulai dari membagi mereka dalam beberapa kelompok dan lalu mengajari mereka baca tulis. gisha kedapetan jatah untuk ngajarin anak-anak kelas 5-6 untuk belajar bahasa inggris, okesip disini saya tau gisha ngajarin mereka nyanyi, "twinkle-twinkle little star" dan lalu ada kak dian, yang kedapetan jatah dengan saya dan rachma untuk mengajari adek-adek disana belajar baca tulis.oh ya, agung juga membantu kami mengajari mereka menyelami lebih dalam ke dunia baca dan tulis.


pristi, agisha, agung, kak dian

asyik belajar bersama dengan mereka, bukan hanya mereka yang belajar. saya sebagai seseorang yang kala itu ditugaskan untuk mengajar juga menyerap banyak sekali pelajaran dari mereka, yaaa sekali lagi membenarkan kata pepatah,


"sesekali tengoklah anak kecil, belajarlah dari mereka. pasti ada yang bisa kamu dapatkan diluar pemikiran kamu sebagai sosok yang lebih dewasa."
-pepatah-


sesi membaca

Topik adalah salah satu anak didik saya di LPK yang saya temui untuk pertama kalinya dan dia sudah menunjukkan keantusiasaannya yang luar biasa, di awal pertemuan dia berkata,


"kak, aku pengen jadi polisi."
-topik.2 SD dan masih berjuang untuk membaca-

dan bisa saya pastikan ulasan senyum yang terpancar dari sosoknya adalah ulasan senyum penuh semangat menggebu-gebu untuk cita-cita mulianya yang satu itu. selain Topik, ada lagi anak-anak di LPK Tepi Sawah yang sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan belajar-mengajar kala itu, ada ridwan, jumroh, alip, iksan, lalu masih banyak lagi, adek-adeknya lucu-lucu jadi setiap sesi belajar baca tulis untuk mereka yang menjawab benar kami berikan hadiah berupa biskuit dan wafer superman untuk mereka.


topik yg lagi rebutan wafer superman

dan disana saya menemukan satu anak yang cukup menjadi episentrum dalam diri saya, yaa kala itu saya cukup banyak belajar dari sosok seorang restu.

siapa restu?

yaa restu adalah anak kecil yang rentang usianya antara 5-7tahunan *saya juga belum tau pastinya dia duduk dibangku kelas berapa disekolahannya, namun saya pikir dia masih cukup muda untuk masuk sekolah dasar*, benar tapi adanya usia restu tidak terpaut jauh dengan jumroh-alip dan sekawannya namun mungkin beberapa tahun lebih muda dari kebanyakan mereka, semangatnya sangat tinggi dan ego untuk bisa membaca tidak bisa ditawar lagi. awalnya bersama dengan teman-temannya namun karena restu masih harus diberikan intensitas ruang dan waktu secara pribadi untuk berlatih membaca, saya khusus memberikan privat untuknya.


asa terharu si restu nulis nama milik saya di buku tulis barunya :')


restu : "ini a bu (re: a-bu).. i bu"
saya : "bacanya a bu restu, ayoo coba sekali lagi ya"
dan begitu kami berdua menjelajah waktu berkali-kali untuk berlatih membaca, sebenarnya dia anak yang cukup cerdas, dalam rentang usia yang relatif lebih muda dia sudah fasih menulis, hanya saja mungkin perlu banyak kapasitas waktu untuk bisa terus belajar membaca.

abjad demi abjad dan susunan frasa dia eja secara perlahan, lelah mungkin sudah mengerogoti peluh dirinya itu yang bisa saya tangkap dari sembilu diam yang dia tawarkan kepada saya. lalu saya cukupkan edisi privat saya dengan restu karena dia sudah kelelahan.


"oke restu, ini buat kamu."
-sembari memberikan kue untuk restu-

karena adek-adek diluar belajar baca tulis, didalam anak-anak usia remaja tengah disibukkan dengan kegiatan sablon-menyablon, yaaa kegiatan menyablon ini merupakan kegiatan untuk menunjang ketrampilan para remaja yang kelak akan disiapkan agar bisa menghasilkan sesuatu. dan dipandu dengan sang ahli dalam bidang sablon-menyablon dihasilkanlah sebuah karya apik dari remaja LPK Tepi Sawah


sesi menyablon

setelah asyik belajar baca tulis bersama dengan mereka dan selanjutnya mengintip remaja-remaja LPK Tepi Sawah menyablon untuk mengakhiri kegiatan baca tulis di siang itu saya bersama dengan gisha, rachma dan juga pengajar lainnya menutup belajar-mengajar dengan dendangan sebuah lagu, AKU SEORANG KAPITEN. yeaay, pikir saya kala itu lagu aku seorang kapiten cukup bersemangat dan yaa semoga dengan lagu ini setiap hari minggu mereka bisa terus datang ke LPK Tepi Sawah untuk belajar baca tulis.



sesi nyanyi: aku seorang kapiten


fyufyuuuuu~
hari sudah semakin siang disini, namun rasanya baru sebentar mengajar baca tulis tapi kelas sudah selesai. hari ini ditutup permainan lompat tali bersama dengan adek-adek dari LPK Tepi Sawah, awal mulanya gambreng dan saya+gisha bersama dengan tiga adek-adek *saya lupa namanya* yang dapet kesempatan buat main, terus rachma yang kebagian jaga, hahahahaha~ mangat rachma. dan karena rachma yang jaga dan pasangannya lebih kecil dari dia otomatis rachma dong yang musti menyesuaikan. hahaha dan dipermainan ini saya bisa dibilang cukup jago untuk bisa membela gisha dan tapinya tetep deh kalah juga terus gantian rachma yang main.

yaaa mengenang masa lampau lah ya main beginian. :D



main lompat tali lagi dong :D
setelah puas main lompat tali akhirnya bu dea mempersilahkan kepada kami untuk makan siang dan selesai makan siang kami berbenah diri dan lalu kami memutuskan perjalanan untuk pulang.

jujur, seneng banget hari minggu ini
berasa banget produktifnya, semoga hari minggu-minggu selanjutnya bisa bareng-bareng lagi ke LPK Tepi Sawah dan bersinergi dengan mereka semua.


kepada mereka pejuang-pejuang cilik,kelak ketika kalian sudah fasih baca-tulis kakak akan minta kalian untuk buka pages ini, yaa kisah awal pertemuan kita bersama.



rachma-restu-ridwan-wahyu-jumroh-iksan-topik-saya-alip

Kamis, 08 November 2012

phobia

rachma : "gisha phobia."
pristi : "phobia apaan ma?"
rachma : "Pholos biadap."
gisha : *muka polos, sepolos-polosnya*

aku cinta pristi sukmasetya

hari jum'at memang selalu jadi hari yang menyenangkan, soalnya kuliah cuma 2 jam dan itu sudah dimulai sejak pukul 07.00 pagi hari, lalu sisa kuliahnya tinggal sore nanti sebagai penutup hari dengan praktikum Algoritma dan Pemrograman. 

punya dalih praktikum algor, saya jadi kangen ngoding #eh, udah keterusan aja sambil nge-blog, sambil nge-net dan sambil nge- nge- nge- yang lainnya buka deh itu Dev C++ *masih belajar bahasa C*, dan okelah kalau begitu iseng-iseng buka folder kodingan sesi UTS lalu dan nemuin kodingan ini, 

kodingan ambigu -_-"
karena itu ngoding udah jaman kapan tau (padahal baru beberapa minggu yang lalu pasca UTS -__-") saya kan penasaran kalau di run outputnya apaan, finally saya run dan taraaaaaa......


rintihan hati : dut banget deh ya ini, asa nge-koding beginian nih ya ada malah pengen dibikinin -____-"

iya, jadi kodingan yang dipake ini pakainya tipe data char nah terus sebenernya simpel kok bikinnya begitu masukin tipe datanya char terus habis itu pakai printf dan lalu jadi deh. (bisa lihat kodingannya di gambar sebelum gambar ini)

kata seseorang sih begini, 
"lumayanlah ya pris beginian, bisa buat nembak someone."
-yang namanya tidak mau disebutkan-
hahahhaha, dan cuma bisa ketawa girang sendiri dan mengiyakan dalam hati, yaah semacam pembenaran 
--bener juga ya, kali ada cowok pinter nembak ceweknya pakai kodingan, hahah mesti si cewek yang kalau belum sempet belajar ngoding cuma bisa mesam-mesem.--
-saya dalam hati-
masih belum ngeh? kenapa ini program bisa dialih fungsikan buat menyatakan segenap perasaan yang tertanam dalam jiwa? hahaha *lebay* ini gambar perbesaran untuk output dari programnya :

i love i love i love i love

yeaaah i love pristi sukmasetya
(asumsikan mau menembak/menyatakan perasaan pada seseorang tinggal ganti nama yang ada di cara kodingannya dengan nama yang dituju) dan karena belum mau frontal via blog menuliskan sebuah nama yang tertuju dan sempat nge-jleb begitu tau quotes dari pepatah, 
"cintailah dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum kamu mencintai orang lain."
-pepatah-
maka jadilah saya bikin program yang menyatakan betapa saya pun mencintai diri saya sendiri (juga).

-_______-" visualisasi mencintai diri sendiri
mau berepetualang lagi di dunia pemrograman sore ini, semoga menyenangkan dan banyak menemukan hal-hal baru, yeaaaay~~~

tersirat

"Adakalanya ketika sebuah rasa itu ada bukan untuk diungkapkan secara gamblang dan ceplas-ceplos sebagaimana adanya, namun dalam tenggat waktu nafas sejenak dia tengah berfikir untuk tetap berpihak kepada apa yang sedang menghujani hatinya atau harus memilih opsi yang lain.
-kepada seseorang-
andai saya adalah dia yang bisa mendeklarasikan kamu secara utuh tanpa tedeng aling-aling, mungkin ujarannya akan seperti ini.
Hei, 
sudah separuh jalan kamu singgah dalam perhelatan akbar yang seringkali memusingkan akson-akson dalam dinding otakku ini, sinerginya habis terlebih dengan sekarang kamu mulai sering muncul dalam setiap episode hari-hariku. 

kita dekat, kita sama, namun semakin banyak aku menemukan tali persamaan itu semakin banyak yang harus kembali aku pastikan terhadap hatiku. semula mengiyakan apa yang ditafsirkan oleh seluruh pandanganku tanpa terlewat sedikitpun lalu aku akumulasikan bersamaan dengan hipotesa kanan-kiri yang aku eja dari setiap koresponden dalam data statistik kuisionerku. pelik ya, mengeja kamu harus memulai dari A sampai Z dan harus terbata dulu lalu menyebar angket pertanyaan agar tepat sasaran. jadi benar, aku tidak perlu menyalahkan kamu atas salah tafsir yang mungkin terjadi kelak nanti. aaah tapi harapku seluruh hipotesaku sesuai.

aku masih bertahan, sampai bahkan aku bisa menyadari sudah berapa kali aku menyerah dan akhirnya masih tetap berpihak dengan apa yang aku sebut "rasa". aku masih terus mencari perihal teka-teki yang selalu kamu sematkan dalam tiap akhir sesi komunikasi antarpribadi yang sering kita lakukan. masih mencari apa yang sebenarnya terbersit dalam hatimu yang terimplementasi dalam senyumanmu.

jujur, lagi-lagi ku katakan senyummu ambigu.

aku sepertinya tidak cukup lagi punya stok kata untuk lebih mengejawantahkan sebagaimana genderang besar yang selalu terpicu disetiap langkahmu mendahuluiku, atau atas semua perlakuan "kecil" namun ku pikir itu sesuatu.

bila Sang Maha Pembolak Balik hati masih menetapkan hati ini lurus pada apa yang tengah aku rasakan, aku yakin pasti akan ada pembenaran dan kejelasan dari semua abu-abu.
n.b 
pesan ini ditujukan untuk seorang kamu yang sekarang tengah singgah di hati salah seorang teman saya yang sudah lama mengeja kamu. semoga kamu segera paham apa yang harus kamu pastikan atas semua yang secara tidak sadar kamu lakukan, untuk semua makna yang tersimpan dalam sebuah simpul yang disebut "senyuman".

pionir 19

selamat menempuh usia baru sahabatku sayang, rachma hermawati ;*

selamat menjadi anggota baru di pionier 19 rachma sayaang :)
saya pristi mengenal kamu di dunia ilmu komputer yang sudah menjadi penghuni tetap pionir 19 yang sebentar lagi harus pindah alamat kostan karena sudah tidak muat di rumah pionir 19 *skipdeh ya bagian ini ngga usah dilanjutin*

eheem..

*agak serius ya ma ini bacanya. haha*

belum genap hitungan kepala 2 dalam skala tahun saya mengenal kamu, atau mungkin sudah ada ya? terhitung masuk IPB dan lalu berkenalan lewat dunia maya dan pada akhirnya malah bisa akrab sebegininya. hehehe :p salam perkenalan lalu saling menyebutkan nama sudah lebih dulu kita lewati tempo lalu, dan entah diawal yang sama sekali belum merasakan simpul-simpul kedekatan namun kini malah yang sering melekat. entah cara Allah mendekatkan kita kepada mereka yang Allah anggap pas untuk kita memang berliku dan sulit ditebak, tapi cara Allah sungguh unik dan selalu berujung menggembirakan dan tentunya juga banyak pesan dan makna yang ada.

dan tidak terasa satu momen spesial akhirnya bisa kembali hadir dalam situasi-kondisi-tempat-dan subyek2 yang berbeda, 
"selamat bertambah usia ya rachma, selamat menyelami hidup baru di salah satu fase yang baru pula untuk mendewasakan diri. terus bersinergi ya, terus berjabat tangan dan jangan sampai terlepaskan satu ikatan persahabatan yang kokoh ini. Semoga dimudahkan dalam segala hal, di lancarkan dalam pencapaian cita dan cintanya dan semoga segera menetapkan pilihan hatinya, #eh amin :D"
-saya kepada rachma-
untuk cerita lebih lengkapnya ada disini (blog rachma)