Sabtu, 24 November 2012

me+rakit=merakit

jadi ceritanya hari ini ada kelas responsi daskom (dasar-dasar komunikasi), materinya tentang komunikasi kelompok dan untuk responsi kali ini kakak asprak memberikan games untuk membuat bangunan/kreasi dari sedotan.sekelas sudah dibagi menjadi beberapa kelompok, semestinya jumlah anggota kelompok saya ada 4 ada dede-randoplh-kak putri dan saya sendiri, namun karena dede dan kak putri berhalangan hadir maka saya dan randoplh bergabung dengan kelompok yang lain.

gamesnya memang membuat bangunan/semacamnya dari sedotan namun dalam pengerjaannya beberapa diantara kami yang ditunjuk sebagai ketua kelompok menjalankan misi untuk menerapkan gaya kepemimpinan sesuai petunjuk dari buku dan bagi para anggotanya harus bisa menganalisis gaya kepemimpinan apa yang diberlakukan oleh ketua kelompoknya, dan ketua kelompok dadakan saya yang bernama kak Riadi mendapatkan misi untuk menerapkan gaya kepemimpinan Laziss Faire, maksudnya adalah bahwa dalam kepemimpinan untuk semua keputusan diserahkan kepada para anggota sedangkan pemimpin tugasnya hanya sebagai perantara/fasilitator saja. *okedeh skip ya bagian ini, langsung aja ke part selanjutnya."

jadi akhirnya kelompok dadakan saya ini memutuskan untuk membuat sebuah bangunan yang asal-asalan, tadinya mau bikin rumah tapi ngga jadi karena ribet bikin atapnya dan pas sayanya iseng nggajelas eee.. malah jadi bentuk perahu *dan oke, perahu bukan bangunan-agak melenceng dari kesepakatan membuat bangunan. hahaha* dan tetapi sepakat kelompok kami memberinya nama "perahu cinta"

perahu cinta yang siap berlayar -___-"

emmmh.. ngomong-ngomong soal cinta memang lagi agak sensi nih. hahahha :3

***
sepulang daskom saya beranjak ke destination saya selanjutnya, langsung capcus beli makan dulu dan kebetulan ketemu sama Nanda-anak korpus yang kebetulan juga mau berangkat mubes bareng sama saya- mubes=musyawarah besar. akhirnya bersamaan dengan Nanda tidak langsung menuju TKP, ada kacang sukro pesanan domba shaun yang harus Nanda beli di ceriamart.

dalam perjalanan menuju ceriamart Nanda banyak bertanya tentang mengapa saya akhir-akhir ini dan akhirnya banyaklah perbincangan diantara kami berdua sampai suatu ketika topik membawa kami dalam bahasan membiasakan diri mengenakan "rok", 

*prolog: sudah beberapa hari ini saya berangkat kuliah selalu mengenakan rok, bukan mau modus atau apapun itu, entahlah ada rasa berbeda dan memang ada sambutan dari diri dalam beberapa hari ini untuk bisa terus istiqomah mengenakan rok, memang sih sambutan dari temen-temen kelas pun cukup meriah, ada kali ya 10 orang tiap harinya melontarkan hal serupa, cieeee pristi pake rok.*

jadi intinya, Nanda ngerasa belum sreg kalau memakai rok dalam kesehariannya *dalam hati: tenang nda, pris juga baru belajar untuk membiasakan*, dan sampailah kita berdua di ceriamart. Nanda sudah mengambil sukro dan saya menunggu di dekat kasir, dan disitu saya dengan Nanda masih saja membahas perihal -kamu-cantik-bila-mengenakan-rok-dan-tapi-saya-belum-sreg-pae-rok-lalu-percayalah-perempuan-manapun-pasti-juga-bila-mau-mencoba- yaa intinya begitulah.

disisi lain antrian mulai memanjang yaa kami berdua pun samanya tengah menunggu antrian untuk membayar sukro belanjaan Nanda dan diantrian kasir saya melihat seorang Bapak yang bisa dibilang cukup muda mengenakan pakaian olahraga berwarna biru dan selempang raket badminton dipundaknya yang melihat ke arah kami berdua yang sedang melangsungkan perbincangan seru sambil tersenyum dan semendadak itu membuka pembicaraan.

Bapak : "Mbak itu rakit ya?" *sambil nunjuk 'perahu cinta' yang saya bikin di kelas daskom tadi*
Saya : "hehe iya ini pak." *asa pengen bilang ini perahu cinta tapi getek juga ya, hahahha*
Bapak : "Mau merakit kemana mbak?"

#eaaa #jleb #jleb #jleb ohmai, si Bapak tadi yang saya pikir mau basa-basi gimana gitu ternyata langsung bisa melafalkan sebait kata yang cukup #jleb buat saya. dan lagi-lagi saya cuma bisa ber he-he-he bersama Nanda dan yaaa.. pasang muka polos dan ngga tau mau jawab apa.

akhirnya barang-barang belanjaan si Bapak tadi sudah selesai dihitung di kasir, selepasnya melakukan transaksi bayar-membayar Bapak tadi tersenyum ke arah kami berdua dan lagi-lagi melontarkan sepotong frasa yang lumayan bikin #nyess,

"Manis kok kalau pakai rok." *saya pake rok*
oooh oooh ooooh, cukup ya dikejutkan dengan lontaran bait pertama si Bapak dan sekarang dibikin melongo lagi dengan frasa yang tercipta dari lisannya. okesip, kesimpulannya si Bapak tadi paham banget yaa sama obrolan saya dengan Nanda

intinya :
-jangan galau ya, ngga usah mikirin soal cinta, jodoh ditangan Allah.
-belajar pake rok, ikhlas karena Allah semata-mata untuk menjalankan amanah menutup aurat dan melindungi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.
-selamat menikmati hidup, proses kok :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar