Senin, 19 November 2012

sebuah pesan

suatu saat nanti ku pastikan, sangkaanmu dan paradigmamu tentang mengapa aku sering menulis akan salah kaprah, teoremamu tidak terbukti, mengapa?

sebab dalam setiap tulisan yang aku rangkai disitu aku menemukan nafas dan harap baru untuk bisa terus bersama kamu, sebab kataku kamu tak punya banyak waktu untuk memproklamirkan secara gamblang kepada mereka yang penasaran tentang bagaimana kisahku denganmu, setidaknya meski kisah itu harus terhenti sekarang bukan berarti semua kenangan yang mengendap lalu dengan gampang menguap bukan? dan bukan alasan bagiku untuk tidak menulis apapun tentang bagaimana kita menjelajahi berpuluh malam secara bersamaan kan?

sampai sekarang aku bahkan masih harus terus berupaya untuk memberikanmu kado terindah dimasa nanti kita memang ditakdirkan untuk merenda pagi dan menjelma malam secara bersamaan, dengan tangan kita saling berpegangan begitu juga tampaknya dengan mimpi-mimpi, cita dan angan-angan kita bersama.

aku harus mengejar ketertinggalanku dalam berbagai hal, mengintrospeksi diriku sendiri dan memantaskan apa yang ada pada diriku untukumu. masih lama sayang, rentang waktu 5 tahun lagi (semoga). dan jikalau kita masih ada pada lajur yang sama lalu apa yang harus ku katakan pada setiap hembus nafas yang ada? aku bukan sia-sia membahasakanmu demikian. sebab kelak ketika tiba masanya kamu memahami dan pas menafsirkan setiap jejal kata yang aku tuliskan senyumanmu yang merekah dan genggaman tanganmu yang menguat itu yang akan kurasakan.

maaf untuk memberatkan pundakmu dengan peluh airmata yang bahkan belum bisa ku seka sendiri, untuk memberimu serpihan sakit yang terkadang sulit untuk mencari penyembuhnya, untuk menjagaku tanpa lelah dalam setiap malam yang memimpikan kita untuk segera tidur.

terimakasih, sampai jumpa lagi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar