Jumat, 14 Desember 2012

kenapa engga mau?

"Pris, ayo daftar ya butuh orang-orang yang punya pemikiran seperti kamu, untuk masalah rekomendasi dsb tenang pris saya yang akan maju, dicoba ya dek. ayooo maju, sudah ada incaran dari bagian atasnya langsung untuk merekrut kamu."
-seorang kakak angkatan satu tahun lebih tua diatas saya-
berulang kali seperti akan didominasi untuk bergerak maju dan bisa turut bersinergi. namun sekembalinya dipertanyakan pada hati lagi.
"Maaf, belum bisa, untuk sekarang ini lebih memilih menjadi tut wuri handayani."
-makna implisit-
dan setibanya pada bagian kruaksial dalam hidup,

seseorang : "Pris, kamu ikut kan ya?"
saya : "Engga loh, akunya engga ikut, mau fokus dulu untuk membenahi 'keluarga', mungkin nanti bisa turut berpartisipasi ke bagian luarnya."
seseorang : "yaaah, aku pikir kamu ikutan daftar pris, coba kamu daftar."

heheee..
maaf ya, diawal masuk dunia perkuliahan seperti sudah memberi batasan diri untuk tergabung dalam hal seperti itu, mencoba sipil dan tapinya selalu terusik jika ada yang tidak pas pada tempatnya. sudah cukup berhasil loh menahan diri saban satu tahun yang lalu -masa TPB- dan tapinya sekarang sudah punya strategi main.

saya : "Whina, sudah banyak korelasinya, bagianku yang dalam nanti implementasi keluarnya kan gampang, banyak orang-orang yang bisa diajak kerjasama."
whina : "Bener pris, butuh strategi. kalau misalkan begini kan untuk bagian keluar masuk insyaallah selalu ada jalan."
saya : "iyaa whin, harus ada orang dalam yang bisa memunculkan keluar, dan nanti untuk bagian luarnya aku serahin ke kamu."
whina : "iyaa pris, pasti bisa."

ya, sudah saatnya membagi porsi pada wilayahnya masing-masing. saya akan lebih fokus untuk bergerak di bagian dalam dan saya yakin bisa mengandalkan kalian untuk maju pada lintasan luar. sekali lagi, bukan untuk cari aman, lebih kepada sudah bisa punya pemikiran. bahwa harus ada yang bergerak di jalur yang berbeda meskipun tujuan utamanya sama.

seseorang : "Pris, bergerak di dalam ya, butuh tim untuk menyegarkan kembali 'rumah' biar bisa jadi tempat selalu pulang."

sudah punya amanah lagi kan?
harus bisa membagi waktu di dua rumah yang mungkin jaraknya hanya terpaut beberapa kilometer yang tidak sampai ratusan itu.
harus bisa mengemban amanah di pundak.

bissmillah,

semenjak saya tau dia dikabarkan jadi TF di 'rumah'nya, dan sekarang giliran saya.
bener dil, engga bisa yang namanya sipil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar