Minggu, 17 Maret 2013

saya (engga) cengeng

saya cengeng, sebagian orang bilang begitu sebagian lagi bilang saya cuma mengekspresikan apa yang kadang sulit saya bahasakan, maka salah satu cara terampuh saya melegakan hati itu ya saya nangis. saya nangis dipelataran ruang sidang sendirian-pagi-sabtu-ceria, okesip ceria memang lamgitnya bagus, mentarinya cerah tapi hati saya? engga tau, kayaknya mendung, colombusnya abu-abu. sudah cukup ah, saya lelah, saya cuma ingin menangis.

saya sudah menangis, earphone dan list lagu di handphone cukup bisa jadi obat penyejuk hati, satu orang lewat didepan saya, cuma melintas dan mungkin tau sisa senggukan tangis saya. lagi-lagi cuma bisa menyeka sisa airmata. 

menelfon orang pilihan yang sengaja dituju untuk sekedar menenangkan. maaf yah, melakukannya lagi dan lagi untuk sekedar mendengar seorang saya menangis. tapi entah, menangis sendirian itu menyakitkan, setidaknya ada teman dan diam itu lebih dari cukup, setidaknya tidak lagi merasa sendiri.

saya engga cengeng kok, saya bisa pastikan. saya cuma sulit mengontrol kapan airmata saya harus turun ketika sudah tidak bisa dibendung lagi dan semuanya meluap dengan pasti. :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar