Senin, 11 Maret 2013

telepon

malem ini ibu telpon, dan ternyata ibu bilang posisi lagi ada di semarang soalnya besok mau ke baturetno, terus ngobrol panjang lebar sama ayah, cerita soal gimana di sekolah, anak-anak kelas 12 yang lagi sibuk UN dan terus bilang kalau ada adek kelas yang ternyata minat juga ke IPB, setelahnya dioper ke bude bincang-bincang juga sama bude, selalu dikasih nasihat buat terus semangat-jangan lengah dan ngga boleh gampang putus asa, dan yang terakhir ngobral-obrol sama embak, ngecengin si embak yang lagi riweuh skripsi dan sekedar becandaan sama embak soal project bulan ini, haha belum jadi semilyader embak kok, masih kalah. tapi tunggu tanggal mainnya ya. hehe

jadi inget ya, jadi kerasa,

semenjak jarak sudah bukan lagi berbatas senyum tatap muka langsung, 
semenjak jarak sudah terpaut ribuan kilo dari pintu rumah,
semenjak tidak ada lagi berbagi kasur-berebut guling-curhat malam,

cuma telepon tiap pagi yang akan selalu saling mengingatkan, untuk terus bisa semangat merenda hari.
cuma telepon tiap pagi yang selalu memberikan ketenangan, bahwa do'a ibu selalu tersampaikan untuk anak-anaknya meski jarak jauhnya sudah terbuktikan.
cuma telepon tanpa batasan hari, tanpa batasan jam, yang bisa selalu memberikan amunisi tersendiri untuk bisa terus bertahan.

jadi pengen pulang, :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar