Sabtu, 27 April 2013

rindu

beberapa malam lalu kamu mengetuk pintuku, kamu bilang ingin masuk lalu ku persilahkan kamu duduk, ku buatkan secangkir kopi panas juga segelas teh manis lengkap dengan es yang cukup membuat genangan disekeliling meja, kamu tidak memilih keduanya, kamu malah diam dan menatap mataku lekat-lekat. aku takut, karena kamu tidak seperti biasanya. lalu kamu bilang,

"Aku rindu."
-kamu.mimpi-

hanya soal rindu yang sudah terlalu lama menumpuk.

beku

baru kemarin sepatah kata muncul, lalu dianya sudah mampu mengguncangkan-merobohkan dan hampir membuat jantungku kelabakan. tidak banyak yang terucap, hanya sepotong ucapan selamat malam untuk saya yang tengah bertandang ke negeri seberang.

singkat memang, tapi degup hati tidak mampu mengimbangi.

ada rasa (lagi) yang (mungkin) akan kembali terbangunkan, padahal jauh sebelumnya udah tidur nyenyak, lebih tenang dan tidak pernah berfikir untu kembali menyeruak.

"aku beku, dan aku butuh kamu, aku ingin bisa sesegera mungkin bertemu. bertamu dan lalu kembali mengetuk pintumu."
-beku-

cepat kembali, menatap hujan atau sekedar lampu kota dan mengukir banyak cerita :)

MIMPI

kamu pernah percaya pada kekuatan mimpi?
kekuatan bahwa sekalipun kamu menyerah tetapi Allah bisa selalu menguatkan? dan membuatmu bangkit kembali?
kekuatan dimana hanya kamu dan Allah yang berkorelasi?
kekuatan yang datang dari sisi yang berbeda, dari sisi yang tidak pernah diduga?
kekuatan menjadikan segala sesuatunya nyata?

sekali lagi, bahkan tidak akan pernah bosan berbagi.

cukup percaya pada Allah, Allah Maha Kaya, dan menjadikan segala sesuatunya nyata.

taichung-taiwan-days 3-after presentation

Jumat, 26 April 2013

kamu pernahkah tau?

"kamu pernahkah tau soal rindu yang ditumpuk dan tumpukannya semakin meninggi? iyaa itu karena kamu, karena aku juga terlalu membiarkannya bertumbuh setiap hari."
-hujan pertama.malam pertama.taichung.taiwan.

Rabu, 24 April 2013

cepatlah sembuh


jadi ceritanya lagi ngulik blognya mbak nada, yang harus diketahui soal embak yang satu ini memang bener-bener super bikin kalimat yang menjurus-jurus gitu dan nyungsep sampai ke hati. hehe intinya mbak nada paling top untuk bisa membangun suasana dalam abjad yang disusunnya.

dan sampailah saya ke salah satu postingan teratas mbak nada, 

judulnya "cepatlah, sembuh."

ada beberapa kalimat yang dari semua kalimat yang cukup bikin saya #sek dan ini kalimat yang paling #sek menurut saya,

kutipan dari cepatlah sembuh-nya mba nada, yg cukup bikin hati porak-poranda


dan masih adalagi yang satu ini kayaknya yang juga #sek,

mba nada, aku nangis loh bacanya :")

semoga sesegera mungkin diberikan nikmat sehatNya lagi,
semoga sesegera mungkin bisa bergabung bersama lagi,
semoga lekas sembuh :)

Selasa, 23 April 2013

tertatih

"Karena kadang harus letih dahulu baru nantinya menyeka airmata dan tersenyum. jangan takut, selama Allah masih menjadi satu-satunya yang kamu tuju, kamu tidak pernah kehilangan dan kekurangan suatu apapun."
-petang.23 April 2013.tentang mimpi-

lagi-lagi

"Hahaha isinya galau semua."
-seorang kawan-
terkadang saya hanya ingin menutup kuping, menjejali setiap yang selalu berkata bahwa seputar kegalauan semata. ingin jelas-jelas menyodorkan sudut pandang dari seorang saya membahasakan segala sesuatunya.

aaah, lagi-lagi manusia.

memang diciptakan sedemikian seru untuk meramaikan dunia dengan segala macam bentuk presepsi yang sengaja ditimbulkan dari masing-masing pihak. serupa tapi tak sama, ada juga yang memang mutlak beda.

"Seringkali sesekali lihatlah dari berbagai macam sisi, cobalah beradu pada sudut pandang yang lain. maka tidak saklek hanya tertuju pada satu point, jadi seorang kamu bisa memaknai segala."
-saran-

menulislah meskipun yang kamu tulis hanya kamu yang paling mengerti,

jangan berhenti,
mereka hanya butuh waktu untuk bisa lebih peduli.

onemonthchallenge (lagi) feat anak rektor

yak, hari ini mengulik timeline anak rektor yang seringkali membahas soal blogging-ngeblog-dan berbau tulisan. baru saja juga melakukan kunjungan seperti biasa, mengkroscek apakah ada tulisan baru mampir di situsnya dan atau ada kabar baru apa darinya.

namanya sebenernya Angga Dwinovantyo, tapi akhirnya dipanggil jadi kakak gano-om gano dan sebagainya tapi pasti ada embel-embel didepan namanya, maklumlah lelaki satu ini bisa dibilang sudah cukup matang (re: cukup tua) hahaha :3

pertemuan pertamanya cukup bisa dibilang mengesankan. tau karena apa? karena banyak komen dan akhirnya jadi tukang nyampah di grup angkatan 48 (grup yang dulunya dibikin pas masa-masa jadi maba, biar sesama maba bisa saling mengenal. hahaaa) tapi berkat kita keseringan nyampah dan komen sampai beratus-ratus kita malah jadi bisa temenan, dan acapkali menyebut diri sebagai "spammers" spamm=suka nge-spamm. ya pokoknya begitulah, banyakan loh temennya gegara suka spamming di grup waktu dulu, ada citra-della-ola-lingga-dhika *untuk edisi lengkapnya tunggu yaa* hehehee..

jadi intinya si gano gembul-pipi chubby-yang alhamdulillah sekarang bisa berenang dan seneng nyelem ini yang ternyata kebetulan satu kru di koran kampus meskipun dia fotografer, tapi kita sama-sama doyan ngeblog, dan karena bahasan linimasanya seputar blogging, jadilah gano mention beginian ke saya.

mention dari gano yang mendadak bikin adrenalin terpicu lagi. haha :3
tapi jujur loh, thanks banget buat gano yang udah kasih onemonthchallenge versi-nya ke saya, ngajakin buat ikut challenge-nya yang bakalan dimulai di bulan mei mendatang.

dan setelah ditanyakan kembali onemonthchallenge-nya mau ngapain dibalaslah demikian,

ini tantangan dari gano untuk kita berdua di bulan mei mendatang
sipp, jadi tantangannya harus bisa produktif dalam tiap minggunya. dan berarti blog saya ngga bakalan sepi. #hope.. aminn..

"Tapi saya selalu suka dengan yang demikian, setidaknya saya selalu bisa menuliskan apapun yang kelak bisa saya sebut-sebut sebagai kenangan. yaa, mulai sekarang saya bisa menyusunnya lebih rapi, mengelompokkan menjadi partisi-partisi atau bagian-bagian dari kenangan yang kelak akan membuat simpulan senyum ketika saya benar-benar mengenangnya."
-saya-

challenge accepted yah gano, mei nanti mission complete!
semangat untuk first-month-challenge kita :)

tentang mimpi

sudah tanggal 23 April 2013, dan berarti ini malam menuju tanggal 24 April 2013 sehari kemudiannya 25 April 2013.

"Ada mimpi besar yang kemudian dijadikan nyata olehNya di tanggal 25 April nanti. mimpi yang akhirnya benar-benar bisa diwujudkan di usia 20 tahun sesuai targetan awal, mimpi yang semula dibayangkan hanya akan bertengger menjadi sebuah mimpi yang hilang dimakan waktu. Namun berubah semenjak mimpi itu ditumpukan pada pundak Allah sepenuhnya."
-saya-

Terimakasih untuk kesempatan luar biasanya Allah,
Terimakasih untuk kelengkapannya sampai sejauh ini,
Terimakasih untuk orang-orang super, sahabat-sahabat terbaik yang senantiasa menyalurkan kekuatannya tanpa henti,
Terimakasih untuk segala kemudahan yang selalu diberi,
 
senantiasa berikan nikmat sehatMu sampai hari itu tiba,
sampai benar-benar selesai mimpi besar ini :)

Senin, 22 April 2013

mimpi

"Untuk menggapai impian kadang kau tidak perlu mengerti bagaimana mungkin ini bisa terjadi. Kau hanya perlu percaya. Ini bisa terjadi." 
-percakapan pagi-

bisakah sejenak?

"bisakah sejenak menengok dan memberi kabar kepadaku disini?"
-kepada kamu-
aku terlampau takut waktu akan menelan kamu mentah-mentah.

----

"mereka tidak tahu apa - apa tentang jarak, tentang waktu, tentang diam yang kita simpan, tentang rindu yang kita pendam, tentang tatapan mata tak langsung, tentang sapaan yang tertahan, tentang senyuman yang disembunyikan, tentang hal - hal yang kita coba bayangkan kalau saja masih ada kita."
-via kacamata miring-

manja

"Dan bila esok kau tiada hadir temaniku,
tak terbayangkan, 
setengah mati, 
kehilanganmu..."
-ada band.manja-

pembelajaran hidup

"Some people come into your life just to teach you how to let go."
-quotes someone-
sebelumnya saya pernah membahas panjang lebar disini

bahwa pelik bila berada diposisi yang demikian. memilih untuk menjadi yang ditinggalkan atau yang meninggalkan, sebab keduanya sama-sama memiliki porsi rasa sakitnya masing-masing. tetapi juga dari keduanya sama-sama bisa membuat seseorang bisa lebih menghargai akan sebuah pertemuan.

pernah menjadi yang ditinggalkan?
kalau pernah bagaimana rasanya?
bisa diceritakan?

saya bisa yakinkan, bahwa kebanyakan yang berada diposisi ini akan menjawab sedih-nyesek-sakit-jleb berada diposisi yang ditinggalkan, terlebih dalam konteks ditinggalkan seseorang yang dicintai-dikasihi-disayangi.

sebenarnya apa sih yang menjadikan sulit untuk berada diposisi yang ditinggalkan?

kenangan

ya, memang karena kenangan yang (mungkin) sudah terlanjur hidup, mimpi-mimpi yang sudah kepalang tumbuh dan harapan demi harapan yang setiap harinya semakin rajin dipupuk, yang kemudian terasa percuma.

"Harus ada moment untuk bisa menemukan yang disebut kenyataan, sampai akhirnya sadar bahwa yang bernama kenangan adalah memang hanya untuk dikenang."
-pemikiran sendiri-

akan ada hari dimana kita tidak bisa memilih untuk menjadi pihak yang meninggalkan atau yang ditinggalkan, cukup diam dan menerimanya dengan berjiwa besar.

pernah menjadi yang ditinggalkan?
kalau pernah bagaimana rasanya?
bisa diceritakan?

sakit ya?

bersabarlah sejenak untuk rasa sakitnya, Allah akan segera mengirimkan sosok yang jauh lebih baik lagi untukmu. kamu hanya tengah belajar untuk bisa lebih ikhlas, lebih tabah, dan lebih bijak menghadapi segala sesuatu yang akhirnya kamu lepas.

semangat ya pris, melepaskan bukan berarti menghilangkan dan menghapuskan secara permanen. itu cara terbaik untuk bisa berbahagia dengan cara masing-masing yang memang sudah dalam skenario Allah.

quotes

"Kamu pernah menjadi hati yang selalu menunggu?"
-kamu-

the day

"Melepaskan berarti salah satu upaya kamu memberikan kesempatan untuk yang paling dan terbaik bagi kamu sendiri."
-pola pikir-
selebihnya melepas kamu itu adalah berat dan memang cukup memberatkan. tapi saya harus mengubah mindset dari sekarang, bahwa melepaskan kamu berarti saya membebaskan diri saya untuk bisa berbahagia, berbahagia melihat kamu berbahagia dengan dia -yang menjadi poros hatimu- dan berbahagia dengan keadaan saya yang tidak lagi harus berat melepaskan kamu.

maaf kalau saya harus berhenti disini, bukan karena saya sudah tidak mau mengusahakannya lagi. lebih karena saya terlampau sulit membaca apa yang kamu pikirkan, menafsirkan segala kode yang kamu tampilkan.

sampai hari itu datang, saya pasti jujur atas segala sesuatunya.
and the day will come, and I choose one.

saya bukan dia -yang galau-

sudah berapa kali saya bilang dan menjabarkan secara lisan maupun tulisan tentang candu tersendiri saya terhadap kata. tentang seberapa addict saya membahasakan segala sesuatunya, bercengkerama dengan sajak dan membagi cerita bersama rima dan diksinya. ya saya memang penyuka kata.

alih-alih sering membahas apa yang terjadi pada diri sendiri, saya malah justru keranjingan untuk membahasakan apa yang saya dengar dengan telinga saya, apa yang bisa saya baca dengan kedua mata saya, dan yang bisa dialih bahasakan dengan hati. ya, saya melakukannya semata-mata sebagai bahan untuk referensi bagi diri sendiri.

"Saya tegaskan, saya bukan dia -yang galau-"
.konfirmasi.

berulang kali saya harus menjelaskan kepada mereka -yang salah presepsi- akan tulisan saya yang memang seringkali mengundang banyak asumsi. hehe..

oh iya, mau menjelaskan sekali lagi, saya tidak mau menuding siapapun dalam frasa 'dia yang galau', maksud dari itu adalah saya hanya ingin menggarisbawahi bahwa sebenarnya tidak demikian. tidak selalu sesuai dengan ekspektasi publik.

terimakasih

Sabtu, 20 April 2013

bertautan

lebih tepatnya memang kata 'bertautan', untuk menjelaskan bahwa ternyata saling terkoneksi meskipun itu melalui mimpi semalam.
"jujur, memang sekarang sedang diberi jarak dari kata baik, sedikit diberi spasi untuk kata tenang, diberi waktu lebih senggang untuk bisa belajar membina airmata."
-fakta-
sudah berulang kali ditegur untuk tidak menangis dengan cuma-cuma, untuk bisa lebih mengontrol pengeluaran berlebih dari pabrik airmata, untuk bisa lebih paham bahwa nyatanya harus ada yang jauh lebih diprioritaskan.
"satu-satunya cara adalah melepaskan. meneriakkan sendiri dalam hati bahwa memang baik-baik saja, berkata bahwa tidak akan ada apa-apa yang membebani."
-hati-
tapi dusta sudah melangkah jauh, saya ditinggalkannya begitu saja, tidak bisa membohongi bahwa memang benar sedang tidak baik-baik saja.

kalau saya punya airmata dan itu harus keluar, saya pantang memperlihatkannya dihadapanmu. saya simpan rapat-rapat, saya bungkus rapi, dan lalu saya biarkan pergi.

sedang sakit nge, demam tinggi, alhamdulillah masih bisa diatasi :")

Jumat, 19 April 2013

quotes

"Kamu tidak pernah tau rasanya ditunggu, sampai suatu saat nanti kamu diposisi ini. kamu pasti mengerti."
-kamu-

quotes

"Dia adalah bahasa yang sampai sekarang tidak bisa ku temukan sekalipun artinya didalam kamus."
-kamu-

kalau kata hati

hai kamu manusia, pernah belajar untuk menjagaku sebagaimana adanya?
perlahan menghindarkan aku dari rasa sakit yang seringkali membelenggu,
menjauhkan aku dari pikiran-pikiran negativ yang akan mengubah sudut pandangku?
pernahkah sedikit lebih peduli, sedikit banyak untuk bisa menganggap keberadaanku?

terlampau sakit untuk selalu ditekan dari arah kanan dan kiri secara berbarengan dan terus menerus tanpa jeda.

pernah terbersit dalam pikiranmu, aku lelah?

hai kamu, manusia.
aku hatimu
aku hanya satu
dan satu-satunya yang ada padamu.

jadi tolong, jaga aku sebisamu.

keluar

"Pernah menjadi yang harus terlempar keluar dan akhirnya mengkikis dan mencoba mencari atmosfer yang lain?"
sepertinya aku sedang disaat-saat genting seperti itu, ingin mencoba keluar dan benar-benar pergi dari dunia semu ini.

Kamis, 18 April 2013

dalam hitungan ke-3

saya mulai menghitung dari angka 0, angka permulaan yang siapa tau memang akan menjadi awal mula dari seorang kita bercengkerama, menghitungnya perlahan dan mulai beranjak pada angka selanjutnya. saya masih diam. diam mengeja kamu dalam hitungan pertama, belum berganti pada angka sehabisnya, saya masih betah menunggu reaksimu pada hitungan ini.

lalu kamu masih menghabiskannya dengan sendu dan sembilu. pilu-mu belum kau bagi rata, senyumanmu masih senyum-senyum tipis dan gelak canda tawamu masih terbilang klise, masih tidak tau harus maju atau mundur.
apa kamu takut kehilangan seseorang yang menyayangimu tanpa pamrih?

atau kamu hanya takut kehilangan dia yang sekarang menjadikan poros dalam segala pusat pikiranmu?

atau mungkin seorang aku hanya menjadi yang kesekian dalam prioritasmu?
saya akan mulai menghitung lagi, sekarang hitungannya sudah berganti. sudah beralih dari dalih yang cukup membelenggu. sudah menjadi angka dua dan menuju titik akhir tiga.

saya akan mulai dari sekarang, dan dalam hitungan ketiga katakan segala sesuatunya. atau saya akan hitung mundur dan sekaligus menarik diri dari peredaran yang ada.
bukankah seharusnya kamu paham, bahwa seorang aku tidak akan memberikan limit dalam batasan waktu? tapi aku manusia biasa.
sekali lagi ya, saya mulai dari hitungan pertama dan semuanya harus jelas dalam hitungan ketiga.

satu,

dua,

tiga.

Rabu, 17 April 2013

membentangkan jarak

kamu sudah lebih dahulu memberi celah antara kita bedua, perlahan menjauh dan kemudian menghilang. aku sudah mulai terbiasa dengan kamu yang demikian. dengan kamu yang memang bisa nyaman dalam posisi yang mungkin cukup sulit untukku pada kali pertamanya. kamu terbiasa dan ternyata aku yang harus membiasakannya. beradaptasi dengan pola pikirmu yang sampai sekarang tidak cukup aku mengerti.
jaraknya sudah terbentangkan sekarang, sudah lebih dari puluhan kilo.
aku sudah mulai menata kembali hidupku dengan kondisi baru seperti sekarang ini, sudah mulai terbiasa tanpa cerita tentang kamu, yaa, mungkin karena sekali lagi aku sudah membiasakan dengan apa yang kamu lakukan. terimakasih aku tidak kesakitan, ini karena kamu dan aku mengkomunikasikan jarak dengan apik. Namun aku kesal, kesal karena setiap jarak yang sudah terbentuk dan aku terbiasa tetapi kamu malah mulai mempersempit jarak dengan caramu lagi yang ku bilang tak biasa.
kamu tau, pesan singkatmu membuatku gusar dan tak karuan. membuatku ingin mempersempit jarak dan bahkan menghilangkannya, membuatku sakit dalam kondisi yang demikian.
bagaimana rasanya kamu sudah terbiasa dengan merelakan namun seketika yang kamu relakan kembali dan lagi-lagi memunculkan harapan-harapanmu yang sebenarnya sudah kamu kubur dalam-dalam? seperti menggali di tempat yang salah dan berusaha untuk memendam dalam posisi yang memang sudah tidak pernah diusik lagi.
sayangnya kamu mempersempit jarak, dan aku ingin membentangkannya. terlalu sakit menghadapi kamu yang demikian.
semakin akan membuatku bertanda tanya,
semakin akan membuatku ingat akan segala sesuatunya,
semakin akan membuatku menjadi pusat ego dari manusia,

mohon jangan seperti ini. 



coba hari itu tidak pernah terjadi, kamu benar-benar sudah terbungkus rapi dalam memori

kepada yang tercinta

"Akan lebih sulit melepasmu ketika kondisinya demikian. aku harus sesegera itu memastikan poros hatimu dan lalu aku bisa beranjak pergi dari yang disebut-sebut 'harapan'."
-aku-
 sekalipun manusia, lebih baik memberitahukannya lalu sakit timbang ditunda dan menyakitinya secara perlahan *logika*

(tanpa judul)

sore ini hujan, kamu tau?
tetesan airnya meluap banyak, rembesan airnya juga sama.

"Aku mungkin harus bisa lebih banyak belajar bagaimana melepas seorang kamu, 
lebih ikhlas bagaimana menghargai kepergianmu,
lebih mawas untuk hati,
lebih kuat,
dan lebih lebih dari selebih-lebih yang ada."
-yang mencinta-

perbedaannya adalah, tangisan hujannya terasa-terlihat
tapi getirnya tangis hati cuma ada disini. *nunjuk hati*


---

untuk seseorang itu, bersemangatlah.
Allah tidak akan menukar tulang rusukmu dengan kepunyaan yang lain,
percayalah.

Selasa, 16 April 2013

hope

"Sekali lagi berbicara tentang harapan, saya selalu yakin kekuatan Allah untuk bisa mewujudkannya. jangan menyerah, yang tidak bisa terbaca sekalipun bisa ditafsirkan dan diperjelas olehNya."
-hope-

lebih dari sekedar menunggu

yang harus digarisbawahi adalah ketika keinginan diri untuk menahan ego, untuk melebihkan proporsi dalam hal sabar, untuk tidak mau mencampuri apa yang dirasa bukan dari bagian dalam kepentingan pribadi. untuk mendahulukan kamu yang memang sudah sejak lama menjadi sudut incaran tersendiri.

"Lebih dari sekedar menunggu itu adalah untuk kedatanganmu, berharap kamu, dan hanya kamu."
-suara hati-

terdengar miris ya?

tapi mau bagaimana lagi.

semangat tanpa batas, 
 

"bahkan seorang saya tidak pernah melejitkan dalam hati untuk menghapusmu ketika pupus semua harapan-harapan, tidak pernah meminta untuk menghilangkan seorang kamu dalam batasan memori otak yang sudah benar-benar melekat. mungkin jika memang benar bukan kamu porosnya akan dibelokkan dengan sendirinya olehNya, tapi aku bahkan tidak pernah berharap hal itu terjadi."
-hati-

kamu tau, aku ada
dan aku tau kamu selalu ada.

untuk seseorang yang bahkan sampai sekarang masih menjadi poros disini *nunjuk hati*

menyamakan 'suhu'

porosnya melengkung, sudutnya beralih mungkin alihannya beberapa hari yang lalu, namun kemudian ternyata sifatnya elastis jadi bisa digerakkan sedemikian dinamis dan beralih ke posisi semula. ibarat buku yang ingin sekali saya baca kondisinya memang 'kembali ke titik nol'.

entah, saya tidak ingin berekspektasi lebih. 

hanya ingin bisa bergerak leluasa, se-leluasa saya berjalan kemudian berlari dan lalu mengayuhkan kaki tiada pernah berhenti. memang benar, kesannya semendadak itu kejadian pasca rembulan dan bintang dirangkai. saya lagi-lagi hanya bisa diam mengamini supaya kelak diammu juga ternyata menimpali.

"Sedang menjalankan saran saya (mungkin), sedang menyamakan 'suhu'."
-seseorang-

setidaknya kalaupun memang hanya akan menyamakan 'suhu', tidak akan pernah dipicu untuk menuntun hati yang mungkin akan jatuh di tempat yang sama karena terlalu tinggi dalam berekspektasi.

semoga 'suhu' yang sedang disamakan bisa benar-benar membawa atmosfer yang baik untuk kedua belah pihaknya. semoga ternyata semesta yang tengah dikirimi sinyalnya juga memang tepat dan bisa menyampaikan dengan baik.

terimakasih,
 untuk menjadi salah satu pencentang mimpi dalam serumpun list yang sudah dibuat untuk bulan ini, 
untuk bisa melihat lampu kota di malam hari :)

ya, porosnya masih belum bisa terganti.

Minggu, 14 April 2013

suhu

"Sedang menyamakan suhu. mungkin dia cuma pengin kamu tau kalau dia baik-baik saja."
-0,46-
iyaa, memang cuma pengin tau, cuma yang memang sekedar dan ala kadarnya.
sudahlah ya,

pergi.

Sabtu, 13 April 2013

quotes

seharusnya ini bisa jadi warning tersendiri untuk diri saya juga.
selebihnya kamu paham put, saya juga tengah dalam fase yang demikian. :)

berlari

kalau pagi ini judulnya berlari mungkin saya sudah akan sangat kelelahan. oke, bagimu mungkin kelelahan bukan akhir dari hidup, bagi saya juga bukan demikian. tapi cukup menguras energi bukan? teriknya matahari pukul 09.00 sudah cukup mengerogoti lapisan paling luar dari kulit. mencambuki secara perlahan dan memaksa keringat keluar dari dinding-dinding tipisnya.

berlari

"Kamu paham yang namanya berlari?"
-tanya-

--

apa?

--

"Itu seperti sebuah perjuangan."
-jawab-

yang sampai digaris akhir berarti dia yang sampai ke tujuan, dan kamu berlari?

bisa dikatakan begitu

namun ritmenya lebih pelan, tidak sekencang orang-orang kebanyakan

"berarti kamu lebih dari berjuang."

***
jangan pernah berhenti ya, bila berlari sudah menjadi suatu pilihan, kurangi ritme dan berjalanlah perlahan kalau memang lelahnya sudah tidak bisa dikendalikan. semangat tanpa batas untuk setiap perjuangan :)
"ada kalanya rumput tetangga lebih hijau dari milik sendiri, tapi setiap warna hijau yang ada memiliki arti sendiri-sendiri, dan keistimewaannya masing-masing."
-versi sendiri-
 semangat dan selamat menikmati hari. dan teruslah berlari.

apa yang akan kamu lakukan?

apa yang akan kamu lakukan, ketika kamu mencintai seseorang tapi kamu dipaksa untuk mundur teratur. bukan karena kamu tidak memiliki cinta terhadapnya, tetapi karena sekelilingmu berkata bahwa akan ada yang lebih baik untuknya ketimbang kamu. 

apakah kamu lalu mundur?

apa yang akan kamu lakukan, ketika kamu mencintai seseorang dan ternyata dia yang kamu cinta sudah lebih dahulu mencintai yang lain, namun di lain sisi kamu masih ingin mengusahakan cintamu, masih ingin memberi tahunya bahwa ada cinta yang sebenarnya hinggap di dirinya dalam waktu dia mencintai dia yang lain.

apakah kamu lalu mundur?

apa yang akan kamu lakukan, ketika kamu mencintai seseorang dan ternyata yang kamu cintai juga mencintaimu, tapi dia tidak akan bilang sampai kamu yang lebih dahulu maju dan mengatakan apa yang kamu rasa. disatu sisi kamu sudah memperjuangkan, disatu sisi kamu yang menginginkan sebuah pernyataan cinta darinya, lalu apakah kamu akan membunuh egomu sendiri, atau malah justru kamu akan mundur tertatur.

ya, apakah kamu lalu mundur?

"mencintainya adalah mencintaimu
menjaganya berarti menjagamu
dan ketika cinta itu pergi, lepaskanlah
karena dia tidak akan pernah meninggalkanmu."
-dari sebuah novel-

diksi (lewat) tengah malam

"Kamu tau yang menjadikan sebuah rasa bisa jadi sebegitu luar biasanya? itu karena kamu membubuhkan 'cinta' didalamnya."
-diksi (lewat) tengah malam-

mundur

"Yang kadang harus diwaspadai itu bukan keinginan kamu untuk tidak maju, tetapi kemungkinan munculnya rasa ingin mundur yang disebabkan karena rasa takut bukan karena memang harus demikian yang dilakukan."
-pemikiran-
mundur itu bisa jadi pilihan?
pilihan karena kita sudah memperhitungkannya secara matematis dan kesimpulan logisnya demikian. atau pilihan yang hanya dibuat berdasarkan rasa 'takut' yang kita ciptakan sendiri.

kamu mau jadi pihak yang mana?

-bila mundur itu suatu keharusan dan memang baiknya demikian, saya akan lakukan-

yang terkadang kamu lupa

"Yang terkadang kamu lupa itu bukan yang selalu tidak kamu pikirkan, tapi justru yang selalu kamu pikirkan namun kamu melewatkan bagian paling sederhana dari yang selalu kamu ingat itu. seperti kamu yang lupa untuk berterimakasih pada setiap senyum yang dimunculkan di wajah setiap orang yang kamu temui setiap hari."
-bahan renungan.malam.slide presentasi-

semoga dimudahkan segalanya yaaAllah,
semoga diperlancar apapun itu,
semoga semoga semoga, amin :)


terlalu banyak kata -setiap- dan -selalu- tapi memang nyatanya begitu.


selamat malam.

quotes

"Sekiranya hanya spasi yang dibubuhkan, bukan berarti dia tidak memiliki arti. sedikitpun dia tidak kelihatan tapi masih selalu bisa dirasakan alih-fungsinya dengan pasti."
-spasi-

tidak semuanya (selalu/melulu) tentang kamu

penekanannya ada pada kata selalu, selalu yang artinya sering atau bahkan kontinu, terus menerus dan tidak mengenal tanda titik. padahal itu semu, tidak semuanya yang dibicarakan itu porosnya tertuju pada kamu. 

"Semestinya kamu bisa membaca tanda titik disetiap jeda koma yang selalu aku imbuhkan spasi. jadi kamu tidak akan pernah salah presepsi."
-untuk pusat bumi-

sudahlah tidak penting juga, tapi jujur tidak semuanya selalu tentang kamu, karena sekarang porsi logisnya sudah bertambah. kepingan rasanya masih dalam takaran yang belum tau jumlah pastinya. yang jelas semakin kesini semakin baik-baik saja, semakin banyak fakta dan dot.dot yang akhirnya diperjelas lekuk garis lintangnya.

"Kamu akan tetap demikian, dan begitu pula denganku. kamu dan aku tidak ubahnya dua pulau yang terbentangkan samudera yang luasnya beratusan mil dan kedalamannya tak bisa diukur. terlalu banyak tekanan dikanan dan dikiri yang mengharuskan demikian. aku menyebutnya, rintangan."
-untuk pusat bumi-

selamat malam, selamat tidur kamu.
terimakasih untuk bisa memberi banyak sekali pembelajaran tentang hidup :)

kamu (masih) ku tunggu

sebab menjadi yang menunggu kamu itu aku banyak belajar,
belajar menjadi lebih sabar.
dan belajar menjadi lebih ikhlas.

aku kan tetap menulis,
sebab menunggu kamu aku akan banyak bersinergi dengan kata.

kamu jangan cemburu ya,
kamu tetap ada ditahta yang tidak bisa di-alih-posisikan dengan apapun.

kemarin ada yang bilang,
kata-kataku romantis-implisit ketika banyak membahasakanmu
apa kamu merasakan hal yang sama dengan mereka kebanyakan?
ah, tapi apapun yang kamu rasakan bila pesan tersampaikan dengan baik kataku itu lebih dari sekedar cukup.

kamu (masih) ku tunggu~

kamu tau?

Kamu pernah tau warna yang paling membuatku bingung?

apa?

abu-abu.

sebab kamu

"Sebab kamu (mungkin) belum pernah merasakan gemuruh yang sederhana ini. gemuruh rasa yang luar biasa dan tidak terdefinisikan bahkan ketika namamu muncul disalah satu list yang aktif dalam akun mukabuku milikku sore ini."
-fakta-

pesan dari yang mengamati(mu) diam-diam

"I want to talk to you so bad but I am just going to sit here in hopes that you start the conversation first."
-me-
sekali lagi saya bahkan tidak punya cukup keberanian untuk membuka suara secara perlahan, sekalipun menentukan topik untuk bisa sesegera mungkin bercakap dengan seorang kamu. lagi-lagi mungkin hanya akan menjadi mimpi untuk seorang saya bisa banyak berdiskusi tentang ini dan itu, sebab ternyata kemampuanku menganalisis apa saja yang kamu suka-bahan apa saja yang seringkali bisa untuk dijadikan topik diskusi denganmu harus terpupuskan sebegitunya hanya karena saya tidak punya cukup keberanian untuk memulainya.
"Saya (mungkin) memang diciptakan untuk menjadi pengamat diam-diam dari seorang kamu."
-pemikiran-
epik ya, saya hanya bisa diam begitu kamu melintas dihadapan saya dengan tas gendong dan seperangkat alat pamungkasmu. saya juga hanya bisa diam, begitu masuk diruang petak segiempat sama sisi yang lalu kamu duduk didalamnya dan saya tidak bisa banyak berbuat apa-apa selain mengamatimu dari balik kaca. saya juga hanya bisa diam, diam yang memberi isyarat padamu meski tak pernah tersampaikan bahwa saya selalu ingin tahu apa yang kamu lakukan.
"Saya sudah buka suara, sekali dua kali saya bisa mengatasi gempa bumi kecil yang terjadi dalam dinding pertahanan seorang saya, tapi setelahnya saya tidak berkutik. ya, saya tidak bisa apa-apa."
-saya-
aah, coba sekali-kali kamu bisa disini. menatap saya dan membaca situasinya, saya ingin kamu berbicara sepatah kata dan saya akan coba membaca kamu dan berjalan tertata dalam alur yang kamu ciptakan.

saya merasa, sejauh ini saya baru bisa menjadi pengamat diam-diam dari dunia sebelah yang ingin mencoba menerobos atmosfer duniamu.

.saya.pengamat-diamdiam.

Jumat, 12 April 2013

(mungkin) kamu

diambil dari antalogi : ja(t)uh
mungkin kamu demikian ya?
baiklah saya akan coba untuk menunggu.

percakapan pagi

"Karena bagian tersulit dalam mencintainya, adalah ketika harus membungkusnya dan memberi nama 'kenangan' pada sampul depannya."
-pristi sukmasetya.2013-
----
"oh iya,
bukannya sesuatu y terbungkus itu bisa kita berikan pda orang lain?
jangan coba menyimpannya sendiri :') "
-adella adiningtyas.2013-

sahabat itu memang ada dan nyata,
terimakasih untuk melegakan dan menguatkan disaat-saat genting seperti ini :")

proses

"Sedang belajar mencintai tanpa pamrih."
-20tahun.single-

cinta mereka

quotes via @pepatah di kicauan
mungkin seperti itulah cinta Ayah kepada Ibu, tidak bisa didefinisikan dan tidak punya alasan. bukan berarti lantas dipertanyakan kemurniannya, karena justru Ibu terlalu banyak menyimpan hal-hal yang membuat Ayah bertahan sampai Ayah tidak sanggup menjelaskannya secara gamblang satu per satu, sebab Ibu membuat Ayah tidak berkutik. dan tidak cukup satu alasan untuk bisa membuat Ayah jatuh cinta kepada Ibu. dan membuatnya tidak punya alasan untuk meninggalkan tulang rusuknya sampai kapanpun.

mungkin memang benar demikian cinta Ibu kepada Ayah, cinta yang tumbuh dengan kesetiaan tiada tara, cinta yang dilandasi memang benar tanpa pamrih, cinta yang akhirnya selalu menguatkan Ibu setiap harinya menunggu Ayah pulang, masak masakan kesukaan Ayah dan menjaga kami anak-anaknya dengan baik sebagaimana Ibu menjaga kecintaannya terhadap Ayah.

"Sebab mereka sudah terpaut dan akhirnya menjadi satu, Ibu adalah tulang rusuk Ayah yang hilang, yang akhirnya dipertemukan pada masa yang mengindahkan keduanya."
-cinta-

-edisi :kangen Ayah-Ibu di Temanggung, CINTA-

tidak punya cukup keberanian

sebab saya tidak punya cukup keberanian untuk sekedar memastikan keadaanmu, entah kamu sedang kedinginan-kamu lagilagi telat makan, atau kamu yang sering tidur larut malam. sebab (mungkin) beginilah saya bisa 'sedikit' menunjukkan bahwa sebenarnya ada yang menunggu kabar darimu, kabar dari seseorang yang selama ini ditunggu, yang sempat membuat benteng pertahanan keberanian rapuh dan tak berbentuk.
"Semoga Allah melindungimu, menyayangimu dan menyehatkan kamu selalu,
sudah lama ya tidak bertemu :')"
-hampir sepekan-
lewat beberapa hari tanpa kehadiranmu, apa pertemuan kita tidak berkesan?
seharusnya saya punya cukup keberanian.

masih (ada) harapan ?

"Allah, masih ada harapan bukan?"
-ask-
butuh sandaran :")

quotes

quotes-jleb
jadi inget postingan mey soal "kekuatan menyimpan perasaan"

:")

(terlampau) kangen

mention siang ini yang bikin mata saya mendadak saya banjir :")
baru sekilas pesan singkat muncul di layar handphone, dan kemudian ketikan kata rancu yang terbaca dari bilik dunia maya milikmu, tampak jelas kamu sedang tidak baik-baik saja, sedang ada yang dipikirkan-bisa dibilang terlalu lama dipendam dan jadinya demikian.

"Mbak, baik-baik sajakah disana?
Mbak kenapa?
sini cerita mbak, setidaknya mungkin itu bisa sedikit melegakan."
-untuk mbak bela.sahabatsepanjangmasa.

jadi inget sebangku dalam periode tiga tahun berturut-turut sudah cukup membuat seorang saya mengerti bagaimana kamu mbak, meski belum terlalu cukup mengerti kamu, tapi sinyal 'kamu-sedang-tidak-baik-baik-saja' cukup terekam jelas dan terbaca oleh radar di Bogor sini.

mbak harus cerita apapun itu.
Allah Maha Baik,
jaga sahabatku,
lindungi dalam setiap jejak langkah yang dia tuju,
beri selalu ketenangan hati dan kejernihan pikiran untuknya menjalani setiap jengkal permasalahan
berilah kekuatan hati tanpa limit dan batasan
kembangkanlah senyuman dan jagalah dia.
sebab Engkau Maha Segalanyaa..
#semakin-kangen-mbakbella :)

refleksi diri

“Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang?
Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat ...sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis.

Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada yang maha menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik. Semua kehati2an, menghindari hal-hal yang dibenci, akan membawa kita pada kesempatan terbaik. Semoga.

--Tere Lije
tersentil tidak? kalau saya iya.

Kamis, 11 April 2013

pengakuan

"Saya (pernah) menjadi yang menyimpan 'rasa' diam-diam. dan saya memang hanya bisa diam. tapi setelahnya saya ungkapkan 'rasa' itu menjadi tidak jauh lebih berarti dibanding ketika saya menyimpannya rapat-rapat dalam diam. ya,  saya banyak belajar dari pengalaman."
-17th.pengakuan-

suhu

"Bisa jadi, harus disesuaikan suhu pembicaraannya."
-4.6 cm-
baru tau kalau dalam komunikasi dua arah yang dilakukan oleh seseorang dengan orang yang lainnya, ternyata juga ada bagian dimana suhu pembicaraannya juga menjadi takaran utama seseorang untuk melanjutkan komunikasinya. ya, kurang lebih begitu.

quotes

"Sometimes it's like you don't even care. The only time you do is when I walk away."
-invisible me-
jangan sampai begini ya, karena keadaannya pasti akan sangat sulit :")

kapan nikah?

tetangga sebelah rumah ada yang nikahan hari ini, hari jum'at, jadi inget Rasulullah SAW yang menikahkan putri kesayangannya Fatimah Az Zahra di hari jum'at. terus malah jadi kepikiran,
kapan nikah?
hahahaa..
baru juga tingkat 2 masih semester 4 masih cupu dan belum ada apa-apanya udah aja mikirin soal nikah, ckckc emmmmh tapi bukan gitu maksudnya, lebih ke lucu juga sih ya, mendadak kepikiran kapan nikahnya? apa nantinya hari jum'at atau kapan ya tepatnya? terus nikahnya sama siapa?

mungkin nanti dalam jangka waktu yang tidak bisa tertebak, 
kalau suatu saat nanti saya membuka pages ini, saya pasti tertawa, menertawakan saya yang masih tingkat 2 ini mendadak kepikiran kapan nikah gara-gara ada tetangga yang lagi nikahan. dan lalu saya juga pastikan tersenyum, sebab (mungkin) dalam jangka waktu yang tidak bisa benar-benar dipastikan itu dan pada saat saya buka pages ini, saya sudah menemukan pemilik asli dari tulang rusuk ini.

oh iya, barusan searching dan  malah dapet do'a Rasulullah SAW sewaktu pernikahan putrinya Fatimah Az Zahra,
Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya,
memberkati mereka berdua,
dan kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka.
Menjadikan pembuka pintu-pintu rahmat, sumber ilmu,
dan hikmah serta memberikan rasa aman bagi umat.
subhanallah ya do'anya :")

bisa jadi

barusan blogwalking ke lapak kakak tingkat : bang ozi
harus ada yang ditakar lebih dan dikurangi untuk bisa menjadi porsi yang seimbang.

segiempat sama sisi

ada ruangan segi empat sama sisi, yang kalau didalemnya ngga akan betah untuk keluar, kenapa? karena daya magnet-nya kuat, karena ketersediaannya untuk jadi candu sangat melekat. karena didalamnya ada beberapa rak yang jadi tempat rahasia. yang disudutnya ada beberapa memori yang tidak bisa tersamarkan waktu, dan sebab bersamanya beruang besar coklat muda menjadi teman pelipur lara.

rasa-rasanya pengin pulang ke ruang segi empat
ruang yang ada dilantai dua dari medan magnet yang ada dibumi
ruang yang seringkali jadi pertumpahan darah senyum dan airmata sekalipun itu dalam satu siklus bersamaan
ruang misteri yang selalu bisa jadi tempat berbagi

kangen rumah-kangen kamar-kangen Temanggung :")

mission complete!

Kamis, 11 April 2013
18:57
Alhamdulillah, janji #onemonthchallenge-nya terpenuhi (lagi) dalam periode pertengahan April yang baru dimulai,
"MISSION COMPLETE!"
semoga untuk bulan selanjutnya bisa lebih baik lagi. lebih giat lagi, dan lebih termotivasi.

mission complete : 31 x 2 = 62

hayooo buat yang join challenge masih semangat kan ya buat nuntasin sampai batas akhir? 
kesepakatan ice-cream tidak bisa diganggu gugat. hehee 
semangaaaat !!!

thinking

"He ignores you, but you like him. He does nothing, but you fall for him. You miss him, even though you know he will never care."
-via TheTumblrMemes-
makanya, kirim sinyal cintanya ke Allah,
kalau misalkan baik dan ternyata bisa semakin ngedeketin sama Allah nanti pasti dideketin.
tapi kalau misalkan engga, berarti Allah udah simpenin yang ter- dan paling baik buat kamu nanti.
s-e-m-a-n-g-a-t
ada banyak hal yang harus dilakukan-dipikirkan dan lebih diprioritaskan.

pengamat diam-diam

"Saya diam bukan berarti saya tidak peduli."
-saya-
saya hanya menggunakan jarak, membentangkannya dan bersamanya saya memantau. dari jarak yang mungkin nafas pun tidak akan bisa disela kembali. dari posisi arah mata angin yang bahkan terselimuti. dari baliknya siang, dan gemerlapnya bintang malam. saya masih ada diposisi ini-tidak berubah-tidak bergeser sedikitpun. tapi saya bisa berpindah haluan, bagaimana haluannya tergantung daripadamu

-kepada poros bumi yang sudut lengkungnya sudah mulai bergeser-

kecanduan

"Cuma disana (mungkin) yang bisa betah dan ngerasain kecanduan, bahkan sampai dijabanin sampai itu tutup. mungkin bukan karena tempatnya, tapi karena didalamnya memang bener-bener bikin kecanduan."
.spot favorit di setiap pusat perbelanjaan-toko buku.

quotes

"It's hard to smile when everything feels so wrong. But it's even harder to tell people why it feels that way."
-condition-

1 player adventure (self-version)

jadi ceritanya habis blogwalking ke lapaknya bang adit, nemuin postingannya tentang 1 Player Adventure dan ternyata saya tertarik untuk menjadikannya satu hari melakoni seperti yang bang adit tuliskan dalam tulisannya itu.

sudah hari kamis beberapa minggu yang lalu (saya lupa tepatnya tanggal berapa) pokoknya pasca kuliah pukul 14.40 saya ngga langsung pulang ke rumah, engga juga mampir ke kostan (oke-alhamdulillah-sekarang saya punya dua tujuan untuk pulang-Allah Maha Baik) saya pulang bersama beberapa teman saya dan lalu memisahkan diri sendiri. ya, saya berjalan sendiri.

rencananya saya mau ke atm, karena kebetulan ketersediaan uang di dompet menipis, jadilah tujuan pertama saya ke atm dan itu sendiri. entah, saya suka sekali memberikan penekanan-penekanan pada kata sendiri, karena mungkin bagi sebagian orang yang melihat saya berjalan 'sendiri' itu suatu kejanggalan. presepsinya berbeda-beda, mulai dari yang sok menerka-nerka sesuatu terjadi dengan saya dan sampai yang berasumsi saya kesepian-butuh teman-untuk menemani. buktinya nyata kok, baru beberapa kayuh kaki sampai di dekat cyber yang ada jalan tembusan ke bara, saya bertemu dengan salah seorang teman, sebut saja dia -bunga-
bunga : "Pris, kok sendiri aja?"
saya : "iya ni, hehe."
bunga : "mau kemana?"
saya : "ke atm ini."
bunga : "ooh gitu, yaudah ati-ati ya pris, berani kan?"

berani, kan?
itu kalimat yang emang #nyess sih kalau dirasain, kesimpulan yang langsung saya tangkep kalau seseorang itu (mungkin) jarang melihat saya jalan sendiri, dan karena terlalu jarang sendiri jadi kalau saya jalan sendiri dan itu tujuannya ke suatu tempat yang lumayan agak jauh kalau harus jalan kaki. saya jadi disangkain engga berani. hehe..

sudahlah lalu saya kembali melanjutkan perjalanan, saya sampai ke atm dan itu masih dengan ke-sendiri-an saya sampai akhirnya dalam antrian menunggu giliran saya dikejutkan lagi oleh beberapa teman (perempuan) yang kala itu bergerombol dan serentaknya memanggil nama saya,
A : "Mbaaaak priiiiissss...."
P : "Heiii..."
A : "Yee, ketemu mbak pris di atm, mbak pris sendirian?"
P : "Iyaa, ini sendirian. hehe."
A : "Tumben mbak pris sendirian."

Tumben mbak pris sendirian
oke, jadi ternyata kalimat kedua yang #nyess muncul (lagi) setelah yang pertama berlalu. aah, engga tumben kok, pris memang tidak biasa berjalan sendirian, hehe biasanya memang bareng-bareng tapi kalau sendirian pun biasa kok engga ada bedanya, bedanya jadi keliatan sendiri karena ngga lagi bareng-bareng. *oke cukup stop sampai disini*

tapi yang penting, misi pertama berhasil dilaksanakan
ke atm sendirian
iya jadi setelah edisi "tumben mbak pris sendirian itu" saya benar-benar sendiri lagi, segerombolan tadi mengundurkan diri dari hadapan saya karena memang ada acaranya sendiri, ya jadilah saya sendiri. selesai mengambil uang di atm, saya kembali lagi ke area kampus, saya lapar dan saya ingin makan. saya haus dan saya juga ingin minum. jadilah saya putuskan untuk ke sudut kuning *if you know what I mean* untuk sekedar membeli makan dan minum. dan lagi-lagi,
B : "Pris, ngapain?"
P : "Lah disangkainnya ngapain?"
B : "Mau makan?"
P : "Iyaa, hehee."
B : "Lah, sendirian?"
P : "Iyaa, hehe."
B : "Yaah kok sendirian sih, emang ngga ada yang nemenin?"
Yaah kok sendirian sih, emang ngga ada yang nemenin?
hemmmmh.. bahasanya menohok sekalee, ini #nyess juga #nyess ketiga yang akhirnya harus saya dengar lagi dan emmmh kali aja ya yang waktu itu ngelontarin kalimat kayak gitu mampir disini pengen mengklarifikasi aja sih, bukan ngga ada yang nemenin, tapi kebetulan emang lagi sendiri dan kalau diitung yang mau nemenin banyak kok sebenernya yang pengen. hahahah *toyor diri sendiri*

ya sudahlah, toh saya lapar dan haus juga, jadilah saya menikmati kehausan dan kelaparan saya sendiri dan saya menghilangkan rasa keduanya juga sendiri. makan-minum-sendiri.

misi kedua berhasil juga,
makan-minum sendirian
perut saya sudah terisi, sekarang saya akan kembali melanjutkan perjalanan ke-sendiri-an saya, sekarang tujuannya adalah toko perlengkapan kuliah, yaa kertas binder saya habis-saya butuh banyak kertas hvs-dan stok bolpoint juga menipis, alhasil saya pun melangkahkan kaki menuju pusat barang-barang yang saya butuhkan berada.

diperjalanannya saya sendirian, saya sih biasa aja-udah biasa ini jalan di bara sendirian, tapi (mungkin) lagi-lagi ada yang merasa ke-sendiri-an saya ini menjadi sesuatu yang 'aneh' yang memang jarang ditampakkan saban harinya, jadilah seseorang yang tengah melaju di atas motornya pun sengaja berhenti untuk sekedar menyapa,
C : "Woy mbak pris, kemana?"
P : "Woy juga, haha ini mau ke ge*yar."
C : "Lah, mbake sendiri?"
P : "Hehe iyaaa."
C : "Yowes, jangan kesasar yo mbake."

Yowes, jangan kesasar yo mbake
hemmmh lumayan #nyess sih walaupun ngga se-#nyess yang tadi, tapi pesan yang diartikan akan jadi kurang lebih begini -yaudah, jangan nyasar ya mbak- seolah mengisyaratkan bahwa lagi-lagi kalau saya sendiri itu memang emm.. meragukan ._.

sebegitunya ya? hahaa

jadilah saya sampai ke toko tujuan saya, baru masuk dan akhirnya pilih-pilih barang dan sudah mendapatkan kesemuanya yang saya butuhkan lalu menuju kasir. dan sesampainya di kasir, lagi-lagi harus ada moment yang memang seolah memperjelas bahwa ke-sendiri-an saya ini memang banyak dipertanyakan,
D : "Embaaak, kangen ih lama ngga ketemu ya."
P : "Iyaa yaa, kangen banget."
D : "Mbak beli apa?"
P : "Ini nih beli ini hehe."
D : "Mbak sendirian aja kesini?"
P : "Hehe iyaa sendirian."
D : "Laah, efek jomblo ya?"
Laah, efek jomblo ya?
hahahha mau dibilang ngga #nyess tapi kok rasa-rasanya #nyess, mau disangkain engga #jleb tapi kok kalau dirasain ternyata #jleb. udah ah untuk bagian yang ini saya ngga mau banyak komentar. intinya sih, sejauh ini masih bisa menikmati apa yang ada, dan yang ada ya dijalani dulu aja apa adanya. hahaaaa *senyum getir.

seru, akhirnya misi ketiga berhasil juga,
ke toko alat tulis sendirian
rasanya sudah terlalu banyak bertemu dengan banyak orang sepanjang perjalanan ke-sendiri-an saya untuk hari ini, dan rasanya saya memang sudah ingin mencukupkan perjalanannya sampai disini. jadilah saya dari depan toko langsung naik angkot dan menuju ke rumah. tapi lagi-lagi ya, ada aja yang bikin emmmhhh gimana gitu,
E : "Hei Pris, baru pulang?"
P : "Hehe iya nih."
E : "Mau kemana?"
P : "Mau pulang, hehe."
E : "Kostan bukannya bateng ya, Pris?"
P : "Iya, tapi di dc sekarang."
E : "Lah, kok ngga dianterin pulangnya?"
Lah, kok ngga dianterin pulangnya?
yaaRabbi, #nyess #nyess #nyesss sudah cukup ini ke-#nyess-an saya yang kesekian kali hari ini. asaan teh dalam hati teriak "Siapaa woy, siapaa yang nganteriin." hahaha tapi yasudahlah ya, sudah kerasa kok #nyess-annya even yang ngomong tadi ngga tau kali ya kalo sini yang ngedengerinnya nyess, hahaha

jadilah saya pulang sendiri dan itu naik angkot dan malah ditanyain kenapa saya pulang ngga dianterin, kalau ada sumur diladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada yang rela mengantar saya pulang, bolehlah..... -silahkan lanjutkan sendiri- (?) ya gitu akhirnya saya sampai ke rumah dengan selamat walaupun sebenernya hati udah ngga begitu terselamatkan efek kalimat #nyess #nyess #nyess

tapi berhasil, misi terakhir selesai dilaksanakan
pulang ke rumah sendirian
well, banyak sih yang saya dapet dari 1 Player Adventure saya hari ini, saya jadi lebih memahami bahwa sebenarnya moment untuk sendiri itu juga dibutuhkan, 

moment dimana kita bisa lebih mengenal diri kita sendiri, 
moment dimana kita memberikan banyak waktu untuk peduli dengan diri kita,
dan moment untuk menjadikan kita lebih mandiri.

jadi salah kalau misalkan ada yang sendiri trus disangkainnya 'forever alone', mungkin itu memang salah satu cara untuk bersinergi dengan dirinya sendiri.

saya cukup menikmati hari ke-sendiri-an saya untuk hari ini, nanti mungkin kapan-kapan lagi saya akan coba untuk bisa lebih bersinergi dengan diri sendiri.

"Jangan pernah takut sendirian, karena sebenarnya kita tidak benar-benar sendirian."
-pristi sukmasetya.sendiri-

silahkan coba 1 Player Adventurenya yah, nanti saling tukar cerita :)
bang adit, terimakasih inspirasinya.