Kamis, 11 April 2013

1 player adventure (self-version)

jadi ceritanya habis blogwalking ke lapaknya bang adit, nemuin postingannya tentang 1 Player Adventure dan ternyata saya tertarik untuk menjadikannya satu hari melakoni seperti yang bang adit tuliskan dalam tulisannya itu.

sudah hari kamis beberapa minggu yang lalu (saya lupa tepatnya tanggal berapa) pokoknya pasca kuliah pukul 14.40 saya ngga langsung pulang ke rumah, engga juga mampir ke kostan (oke-alhamdulillah-sekarang saya punya dua tujuan untuk pulang-Allah Maha Baik) saya pulang bersama beberapa teman saya dan lalu memisahkan diri sendiri. ya, saya berjalan sendiri.

rencananya saya mau ke atm, karena kebetulan ketersediaan uang di dompet menipis, jadilah tujuan pertama saya ke atm dan itu sendiri. entah, saya suka sekali memberikan penekanan-penekanan pada kata sendiri, karena mungkin bagi sebagian orang yang melihat saya berjalan 'sendiri' itu suatu kejanggalan. presepsinya berbeda-beda, mulai dari yang sok menerka-nerka sesuatu terjadi dengan saya dan sampai yang berasumsi saya kesepian-butuh teman-untuk menemani. buktinya nyata kok, baru beberapa kayuh kaki sampai di dekat cyber yang ada jalan tembusan ke bara, saya bertemu dengan salah seorang teman, sebut saja dia -bunga-
bunga : "Pris, kok sendiri aja?"
saya : "iya ni, hehe."
bunga : "mau kemana?"
saya : "ke atm ini."
bunga : "ooh gitu, yaudah ati-ati ya pris, berani kan?"

berani, kan?
itu kalimat yang emang #nyess sih kalau dirasain, kesimpulan yang langsung saya tangkep kalau seseorang itu (mungkin) jarang melihat saya jalan sendiri, dan karena terlalu jarang sendiri jadi kalau saya jalan sendiri dan itu tujuannya ke suatu tempat yang lumayan agak jauh kalau harus jalan kaki. saya jadi disangkain engga berani. hehe..

sudahlah lalu saya kembali melanjutkan perjalanan, saya sampai ke atm dan itu masih dengan ke-sendiri-an saya sampai akhirnya dalam antrian menunggu giliran saya dikejutkan lagi oleh beberapa teman (perempuan) yang kala itu bergerombol dan serentaknya memanggil nama saya,
A : "Mbaaaak priiiiissss...."
P : "Heiii..."
A : "Yee, ketemu mbak pris di atm, mbak pris sendirian?"
P : "Iyaa, ini sendirian. hehe."
A : "Tumben mbak pris sendirian."

Tumben mbak pris sendirian
oke, jadi ternyata kalimat kedua yang #nyess muncul (lagi) setelah yang pertama berlalu. aah, engga tumben kok, pris memang tidak biasa berjalan sendirian, hehe biasanya memang bareng-bareng tapi kalau sendirian pun biasa kok engga ada bedanya, bedanya jadi keliatan sendiri karena ngga lagi bareng-bareng. *oke cukup stop sampai disini*

tapi yang penting, misi pertama berhasil dilaksanakan
ke atm sendirian
iya jadi setelah edisi "tumben mbak pris sendirian itu" saya benar-benar sendiri lagi, segerombolan tadi mengundurkan diri dari hadapan saya karena memang ada acaranya sendiri, ya jadilah saya sendiri. selesai mengambil uang di atm, saya kembali lagi ke area kampus, saya lapar dan saya ingin makan. saya haus dan saya juga ingin minum. jadilah saya putuskan untuk ke sudut kuning *if you know what I mean* untuk sekedar membeli makan dan minum. dan lagi-lagi,
B : "Pris, ngapain?"
P : "Lah disangkainnya ngapain?"
B : "Mau makan?"
P : "Iyaa, hehee."
B : "Lah, sendirian?"
P : "Iyaa, hehe."
B : "Yaah kok sendirian sih, emang ngga ada yang nemenin?"
Yaah kok sendirian sih, emang ngga ada yang nemenin?
hemmmmh.. bahasanya menohok sekalee, ini #nyess juga #nyess ketiga yang akhirnya harus saya dengar lagi dan emmmh kali aja ya yang waktu itu ngelontarin kalimat kayak gitu mampir disini pengen mengklarifikasi aja sih, bukan ngga ada yang nemenin, tapi kebetulan emang lagi sendiri dan kalau diitung yang mau nemenin banyak kok sebenernya yang pengen. hahahah *toyor diri sendiri*

ya sudahlah, toh saya lapar dan haus juga, jadilah saya menikmati kehausan dan kelaparan saya sendiri dan saya menghilangkan rasa keduanya juga sendiri. makan-minum-sendiri.

misi kedua berhasil juga,
makan-minum sendirian
perut saya sudah terisi, sekarang saya akan kembali melanjutkan perjalanan ke-sendiri-an saya, sekarang tujuannya adalah toko perlengkapan kuliah, yaa kertas binder saya habis-saya butuh banyak kertas hvs-dan stok bolpoint juga menipis, alhasil saya pun melangkahkan kaki menuju pusat barang-barang yang saya butuhkan berada.

diperjalanannya saya sendirian, saya sih biasa aja-udah biasa ini jalan di bara sendirian, tapi (mungkin) lagi-lagi ada yang merasa ke-sendiri-an saya ini menjadi sesuatu yang 'aneh' yang memang jarang ditampakkan saban harinya, jadilah seseorang yang tengah melaju di atas motornya pun sengaja berhenti untuk sekedar menyapa,
C : "Woy mbak pris, kemana?"
P : "Woy juga, haha ini mau ke ge*yar."
C : "Lah, mbake sendiri?"
P : "Hehe iyaaa."
C : "Yowes, jangan kesasar yo mbake."

Yowes, jangan kesasar yo mbake
hemmmh lumayan #nyess sih walaupun ngga se-#nyess yang tadi, tapi pesan yang diartikan akan jadi kurang lebih begini -yaudah, jangan nyasar ya mbak- seolah mengisyaratkan bahwa lagi-lagi kalau saya sendiri itu memang emm.. meragukan ._.

sebegitunya ya? hahaa

jadilah saya sampai ke toko tujuan saya, baru masuk dan akhirnya pilih-pilih barang dan sudah mendapatkan kesemuanya yang saya butuhkan lalu menuju kasir. dan sesampainya di kasir, lagi-lagi harus ada moment yang memang seolah memperjelas bahwa ke-sendiri-an saya ini memang banyak dipertanyakan,
D : "Embaaak, kangen ih lama ngga ketemu ya."
P : "Iyaa yaa, kangen banget."
D : "Mbak beli apa?"
P : "Ini nih beli ini hehe."
D : "Mbak sendirian aja kesini?"
P : "Hehe iyaa sendirian."
D : "Laah, efek jomblo ya?"
Laah, efek jomblo ya?
hahahha mau dibilang ngga #nyess tapi kok rasa-rasanya #nyess, mau disangkain engga #jleb tapi kok kalau dirasain ternyata #jleb. udah ah untuk bagian yang ini saya ngga mau banyak komentar. intinya sih, sejauh ini masih bisa menikmati apa yang ada, dan yang ada ya dijalani dulu aja apa adanya. hahaaaa *senyum getir.

seru, akhirnya misi ketiga berhasil juga,
ke toko alat tulis sendirian
rasanya sudah terlalu banyak bertemu dengan banyak orang sepanjang perjalanan ke-sendiri-an saya untuk hari ini, dan rasanya saya memang sudah ingin mencukupkan perjalanannya sampai disini. jadilah saya dari depan toko langsung naik angkot dan menuju ke rumah. tapi lagi-lagi ya, ada aja yang bikin emmmhhh gimana gitu,
E : "Hei Pris, baru pulang?"
P : "Hehe iya nih."
E : "Mau kemana?"
P : "Mau pulang, hehe."
E : "Kostan bukannya bateng ya, Pris?"
P : "Iya, tapi di dc sekarang."
E : "Lah, kok ngga dianterin pulangnya?"
Lah, kok ngga dianterin pulangnya?
yaaRabbi, #nyess #nyess #nyesss sudah cukup ini ke-#nyess-an saya yang kesekian kali hari ini. asaan teh dalam hati teriak "Siapaa woy, siapaa yang nganteriin." hahaha tapi yasudahlah ya, sudah kerasa kok #nyess-annya even yang ngomong tadi ngga tau kali ya kalo sini yang ngedengerinnya nyess, hahaha

jadilah saya pulang sendiri dan itu naik angkot dan malah ditanyain kenapa saya pulang ngga dianterin, kalau ada sumur diladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada yang rela mengantar saya pulang, bolehlah..... -silahkan lanjutkan sendiri- (?) ya gitu akhirnya saya sampai ke rumah dengan selamat walaupun sebenernya hati udah ngga begitu terselamatkan efek kalimat #nyess #nyess #nyess

tapi berhasil, misi terakhir selesai dilaksanakan
pulang ke rumah sendirian
well, banyak sih yang saya dapet dari 1 Player Adventure saya hari ini, saya jadi lebih memahami bahwa sebenarnya moment untuk sendiri itu juga dibutuhkan, 

moment dimana kita bisa lebih mengenal diri kita sendiri, 
moment dimana kita memberikan banyak waktu untuk peduli dengan diri kita,
dan moment untuk menjadikan kita lebih mandiri.

jadi salah kalau misalkan ada yang sendiri trus disangkainnya 'forever alone', mungkin itu memang salah satu cara untuk bersinergi dengan dirinya sendiri.

saya cukup menikmati hari ke-sendiri-an saya untuk hari ini, nanti mungkin kapan-kapan lagi saya akan coba untuk bisa lebih bersinergi dengan diri sendiri.

"Jangan pernah takut sendirian, karena sebenarnya kita tidak benar-benar sendirian."
-pristi sukmasetya.sendiri-

silahkan coba 1 Player Adventurenya yah, nanti saling tukar cerita :)
bang adit, terimakasih inspirasinya.

2 komentar: