Selasa, 09 April 2013

kita harusnya sudah terbiasa move on (versi sendiri)

salah satu cuplikan tulisan daraprayoga dalam pagesnya
tersentil sih di paragraf terakhir, tepatnya di kalimat kedua sebelum titik pamungkasnya,
"Salah satu move on favorit gue adalah ketika dari keinginan egois untuk memendam sayang sendiri, move on ke membagi rasa itu kepada orang yang disayang dengan cara mengungkapkannya."
-daraprayoga a.k.a oka-
hahahaa..

ngomong-ngomong soal move-on saya juga banyak belajar dari cerita cinta teman-teman saya, move-on yang mereka lakukan banyak sekali caranya, mulai dari yang akhirnya berkelana mencari cinta-nya yang baru sampai akhirnya move-on dengan ingin membentuk karakter diri yang lebih baik dulu a.k.a menikmati masa kesendirian dan mengisinya dengan hal-hal yang baik untuk dilakukan.

saya pernah (hampir) melakukan apa yang oka bilang, tapi ternyata saya belum cukup berani untuk melakukannya dan menjadikannya nyata dalam tindakan. saya masih lebih merasa aman untuk menyimpannya sampai sejauh ini. 

laah jadi saya belum move-on?eeemmmhhh... belum tentu.

sekarang kalau ngomongin move-on.nya mereka memang ngga akan pernah ada habisnya, coba sebentar tanya saya dan saya akan jawab bagaimana. yaa anggap saja sekarang saya pihak yang sedang diinvestigasi ya, anggap saja ini semacam sesi tanya jawab dengan diri saya pribadi.

tanya : pernah move-on?
jawab : iya, pernah

tanya : move-on.nya kenapa? cinta ya?
jawab : emmmm, bisa jadi

tanya : caranya move-on gimana?
jawab : ikhlas

tanya : tapi kan sulit.
jawab : justru karena sulit makanya harus dibiasain dari sekarang belajarnya.

tanya : terus efeknya?
jawab : hati lebih lega

sudah ya, sekarang pembahasannya.

sebenernya move-on itu kalau mau ditelisik lebih lanjut dari kacamata seorang saya ngga akan jauh-jauh kok dari ilmu ikhlas dan berjiwa besar. kalau mau tenang move-on dan gampang move-on yaudah lakuin aja kombinasi keduanya, ada ilmu plusplus buat nambahin jadi lebih akurat dan topcer semuanya, iya, apalagi kalau bukan ilmu syukurnya juga harus ditambah.

"Allah mempertemukan sesuatunya, pasti nanti akan ada masa dimana dipisahkan keduanya."
-pepatah-

bukan untuk menyakiti hamba-hambaNya dengan diberikannya pelajaran demikian. lebih kepada untuk kita bisa terus meng-upgrade seberapa besar sih sebenarnya kekuatan kombinasi tiga ilmu tadi ikhlas-berjiwa besar-rasa syukur.

move-on seharusnya gitu,, namanya bergerak-berpindah dari satu ke satu yang lainnya harus dibarengi sama sikap yang baik, sikap yang ikhlas, yang berjiwa besar bukan yang mental kacangan. oh iya, move-on juga ngga mesti berlaku dalam siklus cinta kok. dalam segala macam apapun  yang sekiranya memang bisa menjadikan diri lebih baik, sebaiknya move-on untuk meningkatkan kualitas diri juga perlu, contohnya?

move-on dari mimpi-mimpi yang kalau ditelisik cuma bakalan jadi mimpi dan harapan yang terlalu tinggi, move-on dari yang cuma jadi pemimpi menjadi sosok perealisasi mimpi.

gampang kan?
gampang kok, asal ketiga kombinasi ilmu tadi diterapkan.

bener sih ya, kita seharusnya sudah terbiasa move-on.

sudahkah kamu move-on, pris? *lalu ada pertanyaan menghunus ke hati*
insyaallah sedang dalam proses :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar