Kamis, 04 April 2013

nasihat pagi

baru beberapa menit saya pilih untuk mundur teratur (lagi), tapi lagi-lagi Allah mengirimkan perantaraNya untuk saya tidak cepat menyerah, apa memang benar demikian harus tidak segampang itu menyerah?
nasihat
semacam tertampar sekali lagi, 
"Jangan nyerah, boleh mundur selangkah tapi maju dua langkah."
-G64090020-
kalau udah mundur selangkah dan tapi akhirnya maju dua langkah, rasa-rasanya berat ya, rasa-rasanya masih belum mencukupi kapasitasnya, kalau akhirnya memilih bertahan, masih sangat yakin pertahanan yang dibuat masih terlampau rapuh.
sekalipun yang dipertahankan tidak pernah tau kalau sedang diperjuangkan sampai sejauh ini, apa yang begini harus tetap bertahan dan dipertahankan?
nasihat (lagi)

iyaa, pilihan.. pilihan (hati)..
berarti memang ngga boleh mundur yaa.
terlebih kalau sebenarnya hati sendiri masih bisa dan masih terus mau mengusahakan dan belum mengenal kata berhenti yang berkesudahan.
jadi harus bertahan?*tanya sekali lagi*
option
"Coba, kalau bagian rentan dari manusia bisa juga diatur strateginya, I have no idea." 
-me-
 

iya sih, intinya memang belum boleh nyerah, masih harus bisa mengusahakannya lebih bahkan memang harus bisa lebih.

jadi inget kata anas,
cinta di usia 20 tahun itu bukan cinta yang bermain-main.

am I fall in love?

terimakasih untuk nasihat paginya ya,
harus bisa mensinkronisasi bagian hati sama logikanya. (semoga bisa-harus bisa)

1 komentar:

  1. NIMnya kayak NIM gisha ih :D
    Bener banget kata abang Rangga . Mundur boleh selangkah tapi maju dua langkah :)

    BalasHapus