Senin, 22 April 2013

pembelajaran hidup

"Some people come into your life just to teach you how to let go."
-quotes someone-
sebelumnya saya pernah membahas panjang lebar disini

bahwa pelik bila berada diposisi yang demikian. memilih untuk menjadi yang ditinggalkan atau yang meninggalkan, sebab keduanya sama-sama memiliki porsi rasa sakitnya masing-masing. tetapi juga dari keduanya sama-sama bisa membuat seseorang bisa lebih menghargai akan sebuah pertemuan.

pernah menjadi yang ditinggalkan?
kalau pernah bagaimana rasanya?
bisa diceritakan?

saya bisa yakinkan, bahwa kebanyakan yang berada diposisi ini akan menjawab sedih-nyesek-sakit-jleb berada diposisi yang ditinggalkan, terlebih dalam konteks ditinggalkan seseorang yang dicintai-dikasihi-disayangi.

sebenarnya apa sih yang menjadikan sulit untuk berada diposisi yang ditinggalkan?

kenangan

ya, memang karena kenangan yang (mungkin) sudah terlanjur hidup, mimpi-mimpi yang sudah kepalang tumbuh dan harapan demi harapan yang setiap harinya semakin rajin dipupuk, yang kemudian terasa percuma.

"Harus ada moment untuk bisa menemukan yang disebut kenyataan, sampai akhirnya sadar bahwa yang bernama kenangan adalah memang hanya untuk dikenang."
-pemikiran sendiri-

akan ada hari dimana kita tidak bisa memilih untuk menjadi pihak yang meninggalkan atau yang ditinggalkan, cukup diam dan menerimanya dengan berjiwa besar.

pernah menjadi yang ditinggalkan?
kalau pernah bagaimana rasanya?
bisa diceritakan?

sakit ya?

bersabarlah sejenak untuk rasa sakitnya, Allah akan segera mengirimkan sosok yang jauh lebih baik lagi untukmu. kamu hanya tengah belajar untuk bisa lebih ikhlas, lebih tabah, dan lebih bijak menghadapi segala sesuatu yang akhirnya kamu lepas.

semangat ya pris, melepaskan bukan berarti menghilangkan dan menghapuskan secara permanen. itu cara terbaik untuk bisa berbahagia dengan cara masing-masing yang memang sudah dalam skenario Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar