Minggu, 07 April 2013

pilihan yang sulit

...Mengapa kita bertemu
bila akhirnya dipisahkan
mengapa kita berjumpa
tapi akhirnya dijauhkan
kau bilang hatimu aku
nyatanya bukan untuk aku...

lagunya mendadak keputer sendiri di playlist handphone, dan pas banget sama satu sms masuk. sms tersimpel yang pernah saya dapet selama abad per-sms-an yang pernah saya lakoni *hiperbol*

tidak bisa dipastikan apa yang benar-benar menjadi alasan utama dari ke-melow-an saya sore ini, mungkin salah satunya itu tadi dan selebihnya saya katakan imbas dari sebuah lirik lagu yang emmmm... total melow.

ceritanya lagi nanyi lagunya yovie and nuno -sempat memiliki- tapi okelah saya  (salah lirik)
saya nge-tweet kayak biasa spamming *eeh maaf* tapi malah justru saya dapet pembelajaran dari lirik lagu melow-banget yang saya tweet tadi berkat retweet balik dari salah satu kakak super yang intuisi dengan 'kata' sudah saling bersinergi.

kata mbak nada demikian
"Mengapa kita bersatu, jika akhirnya dipisahkan?
karena Tuhan ingin kita belajar."
-mbak nada-
sempat setelahnya saya berargumen, belajar untuk apa mba? belajar untuk menghargai bagi mereka yang datang dan lalu kemudian pergi? dan mbak nada menjawab lagi
bener banget mba, saya setuju :)
bener banget sih mba, siapapun-bagaimanapun-dalam keadaan apapun, seseorang akan didatangkan dan lalu bersinergi dengan kehidupan dari masing-masing kita dalam porsi yang sudah diperhitungkan oleh Allah. dari sebagian mereka akan selalu ada yang menjadi sisi pro maupun kontra, entah itu baik atau buruk. sebenarnya seburuk yang akan terjadi pun akan menjadi baik kalau sisi positif yang akan selalu bisa ditelisik lebih dalam.

nah kan saya jadi mikir, mikir pada satu kondisi dimana saya (masih) sangat egois untuk tidak mau menjadi pihak yang ditinggalkan. sedih ya, kalau ada pilihan meninggalkan atau ditinggalkan saya pastikan saya tidak akan memilih keduanya, sebab menjadi keduanya itu bukan lakon yang gampang untuk dijalani. dari setiapnya mempunyai porsi 'rasa sakit' sendiri-sendiri.

"Setibanya kamu dalam kondisi harus meninggalkanku, yang sangat ku harapkan adalah aku benar-benar tau kepergianmu.. sekalipun itu bukan alasan, setidaknya lambaian tanganmu yang mengisyaratkan."
-untuk kamu-

menjadi pribadi yang bisa menyerap segala sesuatunya, mempertimbangan dengan apik, dan menelaahnya dari sisi positif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar