Senin, 22 April 2013

saya bukan dia -yang galau-

sudah berapa kali saya bilang dan menjabarkan secara lisan maupun tulisan tentang candu tersendiri saya terhadap kata. tentang seberapa addict saya membahasakan segala sesuatunya, bercengkerama dengan sajak dan membagi cerita bersama rima dan diksinya. ya saya memang penyuka kata.

alih-alih sering membahas apa yang terjadi pada diri sendiri, saya malah justru keranjingan untuk membahasakan apa yang saya dengar dengan telinga saya, apa yang bisa saya baca dengan kedua mata saya, dan yang bisa dialih bahasakan dengan hati. ya, saya melakukannya semata-mata sebagai bahan untuk referensi bagi diri sendiri.

"Saya tegaskan, saya bukan dia -yang galau-"
.konfirmasi.

berulang kali saya harus menjelaskan kepada mereka -yang salah presepsi- akan tulisan saya yang memang seringkali mengundang banyak asumsi. hehe..

oh iya, mau menjelaskan sekali lagi, saya tidak mau menuding siapapun dalam frasa 'dia yang galau', maksud dari itu adalah saya hanya ingin menggarisbawahi bahwa sebenarnya tidak demikian. tidak selalu sesuai dengan ekspektasi publik.

terimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar