Rabu, 03 April 2013

sinyal

karena terkadang ada sinyal yang pantulan artinya harus bisa dibiaskan dengan dimensi lain yang kita ciptakan sendiri. bukan tentang seberapa fasih kita membahasakannya dalam bahasa ibu yang akurat. lebih kepada kita mencapai makna yang tersembunyi dalam setiap saf yang memang diselipkan pada bait kata per katanya.

"katanya kirim sinyal aja ke semesta."
-seseorang-

sudah terjawab kok, sinyalnya mungkin sudah sampai, sedikit delay karena butuh keberanian lebih untuk benar-benar bisa menjawab segala sesuatunya tanpa ada yang di-implisitkan.

katanya satu, tapi ruhnya dimana-mana.
klasik kan?

bukan sih, mungkin harus lebih terbiasa dengannya yang demikian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar