Selasa, 09 April 2013

tentang sebuah cita-cita

(lagi) saya ditanya tentang cita-cita saya hari ini, 
saya menjawab dengan lantang ujian saya harus berhasil, saya tidak ingin mengecewakan ayah dan ibu. 

lalu kemudian siang berganti dan resmi digantikan malam, saya kembali ditanya tentang cita-cita saya hari ini, lalu kemudian saya menjawab dengan bilang, saya ingin besok masih ada kesempatan untuk saya berbuat kebaikan sekali lagi. saya ingin mata saya bisa dipergunakan untuk lebih jeli memahami hati, telinga saya bisa digunakan untuk mendengarkan yang tidak bisa terucapkan oleh kata, dan tangan saya bisa difungsikan untuk menopang mereka yang mungkin sedang terjatuh.

dan akhirnya pagi hari datang lagi, dan saya masih ditanya mengenai apa cita-cita saya hari ini dan saya menjawabnya lagi,
"Saya ingin dia mengerti dan memahami, bahwa dalam setiap hal yang saya cita-citakan ada dia menjadi jawaban pamungkas dari cita-cita saya nanti."
-saya-
kamu tidak pernah mati,
kamu mungkin bukan hidup di masa yang lalu,
kamu hadir dalam fase jangka panjang yang saya rangkai selangkah demi selangkah kedepan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar