Rabu, 03 April 2013

ter-sentil

Dia : "Mbak pris, banyak juga ya yang cerita/konsultasi sama mbak pris soal cinta."
Saya : "Hehe, bisa ya dibilang gitu. aah tapi engga juga."
Dia: "Engga juga darimana? tiap ada orang ketemu-lewat-nyapa mesti mereka ngomongnya, aaaa Mbak Pris, aku pengin ceritaa, mbaak aku harus gimana? -niruin gaya bicaranya-"
Saya : "Hehe perasaanmu aja kali." -tetep ngeles-
Dia : "Ngomong-ngomong nih ya mbak soal hati, hati mbak pris sendiri gimana? ke-urus engga?."
Saya : *cuma bisa senyum-jleb-jleb-jleb*
sudah ada yang menjadi porosnya, selebihnya yang namanya perempuan cuma bisa nunggu kan? fase memantaskan diri dulu, agaknya porosnya masih terlampau sulit dijangkau, do'akan saja :")

Tidak ada komentar:

Posting Komentar