Selasa, 07 Mei 2013

#DLAS -Dream-Learn-Act-Share- part 1

---untuk mereka yang percaya bahwa mimpi-mimpi yang ada harus diperjuangkan---

lagi-lagi dan tidak akan pernah lelah dan berhenti untuk mengingatkan pada siapapun yang mempunyai mimpi, bahwa sekalinya mimpi itu terbersitkan dalam pikiran dan dilecutkan pada bagian hati, itu adalah langkah awal untuk bisa terus diperjuangkan dan dijadikan nyata, bukan sekedar mengendap dan membiarkannya lebur dan tetap menjadi mimpi.

saya memiliki mimpi, -bagi sebagian orang mungkin- menganggap mimpi saya yang satu ini muluk-muluk, yah acapkali bisa disamakan dengan si pungguk yang merindukan bulan. pergi ke negara orang hanya bermodalkan dengan tulisan. 

saya banyak mengikuti seminar-seminar, yang kurang lebih isinya mendatangkan orang-orang kompeten dalam bidangnya dan memotivasi yang hadir untuk bisa mencoba jejak langkahnya bertandang ke negara seberang dengan tulisan-tulisannya. Mbak Infra -kakak kandung saya- sudah lebih dulu mencobanya, bertandang ke negara vietnam dengan modal suara emasnya, kala itu menyabet gelar juara dalam kompetisi paduan suara mahasiswa universitas diponegoro skala internasional.

fine, suara saya tidak jauh berbeda, tapi bisa saya pastikan passion saya bukan disana. berulang kali saya bilang dan yakinkan diri saya sendiri tentang mimpi saya -yang terlalu tinggi- ini, tentang bagaimana saya bisa mencapainya dalam kapasitas diri yang saya punya, tentang sekeras apa saya harus memperjuangkannya.

"Kalau mbak bisa diusia 20 tahun menjajah negeri itu, logikanya adek juga bisa. kita lahir di tempat yang sama, dari rahim Ibu yang sama, mimpi yang sama dengan cara yang berbeda. bersemangatlah dek untuk mimpimu, kejar sampai kamu bisa benar-benar mewujudkannya."
-Mbak Infra setahun yang lalu. masa-masa mahasiswa baru-

saya terpicu dengannya, dengan segala apa yang memang Mbak Infra usahakan sampai titik darah penghabisannya, saya tau bagaimana keringatnya mengalir tanpa henti setiap harinya, saya melihat kantung matanya yang selalu berhasil disamarkan dengan senyum tipisnya, saya merasakan betapa kerasnya dia berjuang untuk mimpi-mimpinya.

dan saya mulai percaya dengan mimpi yang saya tuliskan, di kamar pertama saya di asrama TPB IPB, tentang mimpi menjamah negeri seberang, dan lalu saya reka ulang kembali di kamar -yang juga- pertama saya sepindahnya saya dari asrama TPB IPB, kamar kostan dan segala macam bentuk atmosfer lainnya.

"Buk, doakan nggeh bissmillah tahun ini adek akan mengejar mimpi adek yang itu, tepat 20 tahun ini tulisan adek yang akan mengantarkan adek kesana, doakan adek nggeh buk."
-percakapan via telepon dengan Ibuk tepat usia berganti menjadi kepala 2-

saya belum pernah memulai sebelumnya, masih sebatas angan untuk mulai melakoni apa yang saya impikan. sampai akhirnya Allah mempertemukan dengan orang-orang hebat dan berpassion juga berkomitmen tinggi untuk mimpi-mimpinya, ternyata mimpinya sama, mimpinya satu, dan dari banyak kekuatan yang dijadikan satu tentulah bisa menjadi kekuatan super yang tiada habisnya. saya sangat berterimakasih untuk kekuatan itu. 

sampai akhirnya saya beranikan untuk menuliskannya sekali lagi, sebagai pengingat diri bahwa ada mimpi yang harus sesegera mungkin diwujudkan. bahwa ada mimpi yang harus bisa benar-benar diperjuangkan. mimpi yang tidak boleh dipadamkan begitu saja, mimpi yang dibiarkan hidup sampai akhirnya benar-benar bisa terus menyala-nyala.

ditempel pertama kalinya didinding kostan pas resmi pindah dari asrama tpb, mimpinya nyata :")

keberanian itu muncul karena saya tidak pernah sendiri, Allah senantiasa bersama dan menghimpun saya bersama mereka yang super yang pada akhirnya menjadi penyokong-pewujud mimpu-mimpi saya. bersamanya saya menghabiskan 4 hari 4 malam dengan kantung mata tak ter-elak-kan. dengan shift yang dibagi secara berurutan, dan dengan komitmen tinggi bahwa mimpi kita layak untuk diperjuangkan.


sampai akhirnya surat elektronik itu sampai,

Sabtu, 23 Maret 2013
jujur, dari sekian surat yg pernah datang ini surat pertama yg bikin merinding dan nangis pas bacanya :")
dan hanya senyum-tangis-bahagia dari masing-masing kami.
"Fabiayiallairrabikumatukadziban, pris."
euforianya terasa, bahkan sampai saat ini. Allah Maha Luar Biasa.

setelahnya menelfon Ibuk lagi dirumah,
Saya : "Ibuk papernya lolos, adek diundang untuk presentasi bulan april nanti di Taiwan buk."
Ibuk : "Alhamdulillah dek, YaaAllah, Alhamdulillah... semangat terus nggeh dek, Ibuk seneng."
memang benar ya, tidak ada yang lebih bahagia dari sebuah kabar yang bila disampaikan kepada mereka -yang sudah membesarkan kita sampai sejauh ini- akan membuat mereka tersenyum, dan merasa bahwa apa yang sudah mereka perjuangkan tidaklah sia-sia. (Ayah-Ibu)

membenarkan kata-katamu waktu itu, mbak.
"bahwa mimpi itu memang harus dibiarkan menyala-nyala, harus diperjuangkan sebagaimana mestinya sebuah mimpi bisa membuatmu jatuh menangis sampai bangkit dan kemudian tertawa bahagia. bahwa mimpi itu kekuatan terbesar yang dimiliki manusia-manusia yang benar-benar menyadarinya."
terimakasih Allah, 
terimakasih Ibuk-Bapak-Mas Sendi-Mbak Infra mybestfamilyever
terimakasih superteam Meylinda Nur Puspita-Selma Siti Lutfiah, kantung mata dan shift 4 malam tidaklah bisa dilupakan, untuk jerih payahnya terbayar sudah.
terimakasih Core I-48, keluarga ilmu komputer 48, bahwa kita mempunyai mimpi yang harus benar-benar kita perjuangkan, terimakasih untuk perhatian dan segala macam bentuk bantuan yang selama ini diberikan. kalian keluarga super.
terimakasih kamu yang masih menjadi pusat bumi, yang selalu menjadi motivasi sendiri untuk bisa lebih memantaskan diri.

"Saya saja percaya pada mimpi-mimpi saya, percaya Allah akan mengirimkan segala macam bentuk bantuan untuk saya bisa mewujudkan apa yang saya impikan, lalu bagaimana dengan kamu? apa kabar mimpimu hari ini?."
-saya-

berbahagialah bagi kamu yang mempunyai mimpi dan tengah berusaha untuk mewujudkannya. 
jangan menyerah, punya Allah kan?

2 komentar:

  1. ga sengaja penasaran sama dek sukma hehe. selamat ya udah berhasil ke taiwan. :) ikut bangga dek :)
    Setuju, teruslah bermimpi, ketika satu mimpi tercapai masih ada mimpi2 lain yang harus diraih. saya termasuk yang percaya sama kekuatan besar mimpi. walaupun tak tahu kapan waktu tepat yang akan Allah berikan untuk merasakan kebahagiaan terwujudnya mimpi-mimpi kita, berusaha mencapai mimpi adalah suatu keindahan tersendiri, keindahan untuk lebih memaknai hidup, sekali lagi, saat kamu percaya, dan terus percaya pada mimpi-mimpimu. :)
    berdoa bukan hanya agar Allah akan mewujudkan mimpimu, tapi berdoa juga agar Allah menjaga semangatmu dalam meraih mimpi itu. ganbatte :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa mba anis, alhamdulillah bener-bener modal percaya sama Allah kalau mimpi-mimpinya bisa jadi nyata.
      mba anis sukses terus yaa untuk kiprahnya :)

      Hapus