Senin, 27 Mei 2013

satu tiga dan tanda koma

sebenarnya sama saja dengan kebanyakan hari yang sudah dijalani, masih sama dengan kebiasaan-kebiasaan makan di malam hari bila terbangun dan perut tidak lagi bisa diajak berkompromi. masih sama dengan aku dan kamu yang terpisah dunia dan sibuk di masing-masing ego ciptaannya sendiri.

lalu satu tiga mengubah yang semula titik menjadi koma dengan banyak spasi dan membentuk serentetan kalimat diksi tanpa henti.

entah apa yang menjadikan sebuah malam dalam bujur satu tiga yang kamu jadwalkan dua minggu yang lalu menjadi sangat teristimewa, rasa-rasanya dua bulan tiga belas hari memang bukan waktu yang singkat untuk kamu menganalisis dan begitu pula denganku. 

hingga ujungnya kamu dan aku sepakat untuk menjadikan kita sebagai awalan yang baik untuk apa-apa yang terjadi sejak saat itu dan dua minggu kemudiannya (sekarang) dan lalu kedepannya (nanti).
masih seumur jagung, sayang
masih banyak yang harus dibenahi,
sedang tahapan proses memantaskan diri, bukan?
yang jelas adalah aku tidak akan pernah berhenti berjuang untuk kamu yang jelas-jelas mau memperjuangkan sebagaimana mestinya. dan yang pasti sekarang segala macam bentuk keputusan dilihatnya dari berbagai macam sisi. sudah harus bisa melibatkan satu sama lain dan saling menguatkan keduanya.

kita baik-baik ya, ini proses yang tiadak mengenal kata akhir sebelum akhirnya sampai di tujuan puncak.

-dari yg mencintaimu tanpa tanda titik-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar