Minggu, 30 Juni 2013

quotes

"Karena pagi tidak pernah menyuruh kamu untuk secepat itu menyerah.selamat pagi :)"
-pristi sukmasetya.suatu pagi-

Sabtu, 29 Juni 2013

pagi ini

someone <3 br="">

ada yang merajuk pagi ini, padahal kemarin baru saja dipertemukan dirumah salah seorang sahabat yang sedang berduka, lucu ya, bukan karena apa-apa. mungkin karena keduanya baru menyadari bahwa beberapa hari yang lalu jarak tengah dibentangkan dan rindu tengah dipahat dengan sisa-sisa tenaga yang disimpan. dibiarkan timbul tenggelam seperti sediakala. dibiarkan menyisir sampai tepat ke muara.

kali ini dia menyapa, pagiku tampak merona, jarak sudah lebih dipersempit daripada sebelumnya, dan rindu sudah lebih dulu menemukan tempat berlabuh. kali ini merajuk lagi ingin bertemu. simpulnya malu-malu karena mungkin medianya adalah tempat ribuan bahkan jutaan pasang mata mampu melirik barang sekalimat. atau memang pada dasarnya dia begitu.

"makan gih."

"mager nih."

"mesti belum mandi ya?"

"iya"

"ih mandi gih trus makan, jangan telat makannya, nanti sakit mas."

"ayoo makan."

"mandi dulu kamunya"

"serius? otw mandi nih"

"hahahaa engga jadi~"

"iih.. *mandi didelay* "

"iih mandi gih"

"if you promise go out with me today."

iya, pasti bertemu kok, matahari sudah bersiap untuk memberikan hari terbaik untuk kita pergi nanti.

selamat hari menjelang siang kesayangan, terimakasih ya sudah menyapa pagiku sedemikian dan lagi-lagi berhasil membuat simpulan senyum tak berkesudahan.

-dari penggemar nomor satu-

sudut pandang


yang lalu,
yang kanan banyak merisaukan soal kamu, sedangkan yang kiri sudah semakin berpihak padaku, entah beberapa kali lingkar dalam menyeru untuk segera menghantam pertahananmu, seketika, kejam. namun kataku kemudian menyeruak,

tunggu dulu, porsimu adalah menunggu, lihat dulu reaksinya.

selintas kemudian kamu maju, dan yang ada disekelilingmu mulai tumbuh dengan semacam ambiguitas yang diciptakan sendiri tanpa esensi, tanpa ke-valid-an yang murni, tanpa pernah menimbang dan memberikan sisi presepsi dari apa yang sudah pasti.

kamu jangan lengah, yang dipilih manusia itu sudut pandang.

beragam bukan?
beraneka macam kan?

berjalan dengan apa yang kamu yakini, setidaknya norma tidak pernah dilangkahi, dan kamu masih terus melaju, sampai akhirnya kamu berlayar jauh dan lalu kemudian menepi.

sepintas kejam, aah tidak juga, bukan masalah siapa yang kejam dan merasa di-kejam-i, bukan pula soal siapa yang lebih benar atau merasa pantas akan pembenaran yang masih misteri. informanmu lengkap, peralatanmu canggih, dan hatimu luar biasa.

selamat berpesta,
memenangkan yang sudah sewajarnya kamu menangkan dengan jurus terjitu dan strategi baru.

aku menamakannya,

kamu

serdadu

dan 

aku

peluru.

promise


aku yang lupa, kamu yang ingat, atau mungkin bukan kita bagian keduanya?

aku hanya tidak ingin melupakanmu, barang sejenak, barang sekejap, karena katamu membentangkan jarak yang pastinya sudah menjadi bentangan tersendiri sudah cukup sulit. belum lagi ketika api masih sibuk menyulut daerah sekeliling.

kamu yakin?

seberapa yakin?

katamu soal keyakinan itu antara iya dan tidak. jadi diantara dua pilihan jawaban yang pasti, kamu sudah barang tentu memilih yang pertama. dan aku hanya bisa mengamini, sesekali meyakini kembali bahwa yang aku ingat adalah hari ini ketika kamu berhasil menjadi yang pertama mengikat janji.

aaah, jangan pernah percaya bualan kosong dari lelaki

tapi boleh kan? untuk kali ini mempercayakan sekali lagi. jadi mohon untuk tidak disakiti sampai hari besar nanti. 

untuk mengingatkanmu selagi kamu harus makan tepat waktu,
untuk melarang kamu menyentuh pedas selagi perutmu keroncongan,
untuk memintamu tidur teratur dikamar dan lalu berselimut dan tidak kedinginan,
untuk menggandeng tanganmu saat berjalan di tepi jalan dan disela hiruk pikuk kota,
untuk yang menyapa pagimu,
untuk yang menemani siang-senjamu,
untuk yang meramaikan malammu,
dan untuk yang diikat sampai nanti bersamamu,

mari berjuang
sebab jalan masih teramat panjang.

-tanpa judul-



"aku mungkin lupa, sebab yang aku ingat adalah perihal harapan ada kamu disela pagiku esok, menyapaku lembut dan menjabatku perlahan."

esok masih tampak jauh untuk sekedar dinyanyikan dengan lagu nina bobo klasik jaman dulu.
selamat malam, kesayangan.

yang jangan lupa untuk dibawa!

AE : "jaket udah bawa?"
PS : "udah kok udah, ini dipakai malah."
AE : "minyak kayu putih?"
PS : "ada kan ya di mobil, eh tapi aku juga bawa ini di tas."
AE : "inzanamu rasa jeruk juga udah ada sekarang di kotak p3k."
PS : "hah, demi apa kamu juga nyediain inzana?"
AE : "iya, ada bocah kan ya sekarang mah."
PS : "hahaha, yaudah yuk berangkat."
AE : "eh tunggu dulu.."
PS : "apalagi?"
AE : "ada yang lupa nih buat dicek."
PS : "apaan?"
AE : "hati.. hati.. hatinya udah dibawa kan ya?"
PS : -_____- *bisaan si patjar mah*
gimana bisa untuk lupa dibawa, engga akan bisa, pasti selalu dibawa, kamu tenang saja. :")

memancing diam


selamat pagi hari sabtu, biasanya saya sedikit gembira setiap pagi selalu saja ada yang muncul dan sekedar memberikans sapaan khasnya, emmh tapi untuk sabtu kali ini sedang 'dinas', ya sedang ada yang harus diselesaikan maka itu sapaannya tidak terdengar, ucapannya tidak sampai, aah tapi saya yakin pasti bukan karena lupa. mungkin lelapnya tidur efek begadang malam masih menghinggapinya sampai matahari sudah muncul di bilik jendela.
"selamat pagi ya, sayang." 
akhirnya saya yang memulai pembicaraan.

***

sudah dua hari saya memilih untuk mendalami seni bertahan yang sudah pernah saya lakoni jauh sebelum ini. momentnya sama, hanya saja untuk moment kali ini lebih sakral, jadi saya ingin bertahan dan ingin belajar untuk mencoba memancing diam.
"memancing diam?"
bahkan yang saya pikirkan seorang kamu akan berkata begitu, menanyakan perihal -aku yang ingin memancing diam- atau sekedar mencegah saya untuk tidak perlu memancing diam, karena (harapannya) dia yang akan sesegera mulai menguntai pembicaraan. aah, lamunan. saya memang harus sesegera mungkin belajar ilmu baru. memancing diam.

***

saya memancing diam pelan-pelan, mengapa demikian? karena pada hakikatnya saya sendiri enggan banyak berurusan dengan 'diam'. saya bisa rapuh, bahkan jauh lebih pupuh ketimbang saya harus berhadapan dengan preman secara langsung, saya takut ketika 'diam' muncul saya tenggelam, dan kemudian saya mati menggenang. saya hanya takut dilupakan.

***

sekarang saya lebih paham, sebenar-benarnya memancing diam, saya masih tetap bisa memahaminya, meskipun itu tidak langsuung utuh, meskipun itu butuh proses, meskipun itu berarti harus lewat perantara dan tidak secara langsung.

"selamat siang ya kesayangan, aku masih ingin memancing diam.

Jumat, 28 Juni 2013

quotes

"Karena orang-orang yang sembarang meninggalkan semata demi yang lebih baik, adalah orang yang tidak cukup baik." -daraprayoga-

merindu

mentang-mentang kamu tengah merindu lalu merajuk pada jarak agar sedikit banyak bisa dipersempit ruang celahnya, jangan egois terhadapmu-terhadapnya yang mungkin sekarang sedang sama-sama menahan. menahan dari segala macam prasangka yang sedetik-sedetik bisa muncul kebanyakan, yang kemudian-kemudian bisa saja menjadi api cemburu dan sembilu dari kedua sudutnya.

mentang-mentang kamu sudah mengenal rindu dan jarak sedemikian rupa, tapi keduanya punya bagian hidup yang berbeda. mereka tengah dibina untuk bisa saling menghargai seberapa jarak diberi sebegitu besar rindu harus bersiap untuk menerima konsekuensi.

yaa, jadilah pencipta rindu yang paham seberapa besar bentangan jarak yang tengah diciptakan.

selamat merindu.

penjaga jarak dan pemahat rindu

sedang beralih profesi :")

jaraknya rindu

ada yang sering bilang rindu kalau ditumpuk bisa sedikit memberikan pembelajaran bagi sang pemilik rindu untuk lebih mawas diri menjaga tumpukannya, biar nanti kalau lumer atau tumpukannya jatuh bisa sesegera mungkin ditangkap. iya kalau yang menangkap bisa sesigap itu, kalau tidak? aaaiih, rindunya pasti tidak akan bisa tersampaikan.

dari sekian banyak, separuhnya meng-amin-i bahwa yang seringkali muncul dipikiran-dibayangkan lalu didoakan setiap hari kelak hatinya bisa berpautan, mereka banyak menyebutnya "ini kali ya firasat kalau si dia jodohku", atau kebanyakannya mengatakan bahwa harus lebih diusahakan, dijerat hatinya lewat do'a-do'a yang bisa membuat hati-hati mereka bertautan.

kalau saya lebih sering berbincang soal jarak dan rindu, kenapa?

iya sekarang jaraknya sedang dibentangkan, rindunya sedang ditumpuk, dan hanya bisa meminimalisir tumpukan dan mempersempit jarak lewat do'a yang acapkali terucap di bagian akhir sujud lima waktu.

baik-baik ya, kesayangan.

quotes

"kalau yang namanya sakit itu membelenggu, aku pasti sudah menyerah dan kalah."
-celotehan siang-

Rabu, 26 Juni 2013

apa masih ingat?

apa masih ingat ? 
kalau dulu seringnya malu-malu, masih belum mau ngaku, atau sesekali bertatapan pandang namun sekilas lalu tampak mengalihkan. aah lucu ya kita dulu, sama-sama masih enggan untuk mengakui bahwa sedikit-sedikit perasaan yang dipupuk itu tumbuh berkembang dan akarnya semakin kuat lalu daunnya semakin rimbun tak beraturan. aah kamu ini, apa masih ingat?

apa masih ingat ?
biasanya yang meminta untuk tinggal lebih lama, bukan untuk apa-apa, sekalipun mengerjakan hal yang masih bisa dikerjakan sendiri di rumah, namun kamu tidak. sesekali mencari alasan agar bisa lebih lama untuk duduk bersamaan-berdampingan-dalam diam. lucu ya kamu, sebegitunya mencari celah agar bisa merenda hari sampai siang sembari melihat kericuhan yang terjadi dari sekeliling kita. aaah kamu, apa masih ingat?


apa masih ingat ?
seringnya kamu memilih untuk tidak peduli, malah justru akan semakin memperkuat hati bahwa sebenarnya kamu memang peduli, (mungkin) hanya pada kadar dan sinyal yang bisa aku tangkap dengan pasti. aaah tapi kamu memang lucu, semuanya bisa tampak ambigu di depanmu, tapi jujur ada kelegaan tersendiri setelah hatiku bisa membaca secara pasti.

apa masih ingat hal sesederhana yang sering kamu perbuat dan lalu malah justru membuat senyumku tiada pernah berhenti?

ya, kamu

lucu.

masih sama

Em
nada dasarnya masih tetap sama, tidak ada yang berubah kalaupun ada dipastikan variasinya tidak akan sumbang, masih akan terus diselaraskan sampai akhirnya nanti cuma harmonisasi yang bisa dengan tenang untuk didengarkan.

semangat sampai tujuan akhir ya :)

Selasa, 25 Juni 2013

untuk seseorang nanti

kelak nantinya, saya juga akan berujar hal yang sama untuk seseorang yang bersamanya saya menghimpun pagi sampai malam, menyeluruh patuh dan mau dibimbing sedemikian rupa, dan dengannya menjalani hari tanpa pernah takut sebab segalanya pasti bisa dipecahkan bersama,

untuk seseorang nanti yang dikirim Allah untuk menjaga.
"Saya tidak pernah seperti ini. Mencintai murni tanpa karena."
-hanifa asra silmi-
 ya, nanti pasti ada.

hati perempuan

"Jangan bermain-main dengan hati perempuan, hatinya dalam dan sensitif. bisa menghanyutkan dan menenggelamkan. tapi juga tangguh, bisa menguatkan, menumbuhkan, dan menjelmakan mimpi-mimpi kita. hati perempuan bisa memaafkan, tapi tidak bisa melupakan apa yang pernah singgah di pedalaman hatinya. kalau tidak serius, jangan main-main."
-rantau 1 muara. A.Fuadi-
jangan bermain-main ya Tuan Muda, karena sungguh aku pun sedang tidak bermain-main :)

refrain

"Aku suka konsep fotografi, seakan-akan momen yang ditangkap lensa akan tetap disana untuk selamanya. dan mereka memang tetap ada, bahkan saat dunia berputar dan berubah, kenangan yang tercetak pada lembaran foto itu tidak pernah berubah. 

Photograph last for a lifetime

Papa selalu bilang, manusia akan menua, tempat bisa berubah, kita bisa melupakan. karena itulah kamera digunakan, untuk merekam hal-hal yang tidak dapat diingat oleh manusia dengan sempurna."
-refrain.pages 120-121-

ya, seperti itulah mengabadikan kenangan.

mirror

capturan dari cilan :")

Alhamdulillah, hari ini hari kesekian dari pasca rumah sakitnya cilan, hari ini berkabar kalau cilan lagi disibukkan dengan ujian susulannya di Bogor, yaa maklum sekarang posisi saya sedang ada di Temanggung dan hanya bisa berkabar via handphone atau medsos.

Temanggung masih sangat ramah, sapaannya masih hangat dan malam ini udaranya sepoi-sepoi, semendadak itu ada pesan masuk di handphone, deringnya berbeda dari biasanya. berarti bukan dari 'dia' aaaah lalu ku pikir dari siapa, tapi setelahnya membaca nama pengirim dan maksud dari pesannya, saya tertegun cukup lama. bukan apa-apa, emosinya tersampaikan dengan baik meskipun hanya lewat kata. sebegininya yah kita berdua :")

Dari : Ilkom Lani
Nomor : 08xxxxxxxxx

Berniat buat nulis 'kangen pristi' di tempelan kamar, eh malah nemu tulisan pris 'cilan cepet sembuh.. bla bla bla bla..' aaaaaa hampir netesin air mata saking kangennya sama pris :"))

aaah cilan, 
kalau cilan tau pris juga kangen sama cilan, pakai banget malahan.
sejak yang waktu cilan sakit, dan lalu masuk ke rumah sakit-dirawat-dan sekarang berangsur pulih dan akhirnya pris balik duluan ke Temanggung belum sempet ketemu lagi, masih harus ditahan dulu, masih harus ditumpuk dulu rindunya, biar nanti kalau ketemu ada semacam kelegaan tersendiri karena rindunya tersampaikan dengan baik.

apa kabar di Bogor sana?
harus semangat menuntaskan perjuangan sampai akhir ya cilan,
jangan menyerah,
libas habis tanpa batas,
jangan sakit lagi,
ada yang rindu disapa dengan senyum dan candaan khasnya,
ada hati yang lama tidak diajak bicara dari setiap tatapan matanya,
ada yang masih menahan untuk menyimpan banyak cerita dan nanti bertemu dikemukakan semuanya.


semoga lekas pulih seperti sediakala,
salam kangen dari Temanggung.

Senin, 24 Juni 2013

menu spesial

"santap 'diam' siang ini agaknya cukup mengenyangkan. terimakasih, menunya istimewa :)"
-mulai terbiasa-

kepada yang memilih diam

saya hanya ingin berpesan sekembalinya saya dari perantauan panjang yang lebih lama dan jangka waktu yang tidak bisa saya bayangkan sebelumnya. akhirnya kini saya pulang, dan saya ingin berpesan kepada mereka, kepada yang memilih diam dalam setiap fase 'sabar' dan fase 'tunggu' pada hakikatnya sendiri.

bukan tidak mungkin saya pun akan melakukan hal yang sama, menghabiskan waktu untuk duduk sendiri dengan secangkir kopi dan asap mengepul dari cerutu, atau sekedar menyibukkan diri dengan membolak-balikkan koran yang padahal sama sekali tidak saya baca barang sebaris. saya hanya menunggu, menunggu untuk sesuatu yang kadar kepastiannya masih cukup menjadi misteri. pun tapi saya masih sanggup melakukannya, seolah besok habis masa saya untuk menunggu.

saya pun memilih diam, untuk tidak melakukan banyak gerakan yang nantinya malah dengan mudah disalah artikan oleh kebanyakan orang. benar kan? sekarang manusia penuh dengan praduga-prasangka dan sesekalinya berasumsi tidak pernah dikulik darimana sumber pastinya. ada kalanya malah tumbuh menjadi presepsi yang tidak seharusnya.

namun demikian untuk para pemilih diam,

tetapkan tenggat waktu, batas akhir dari sebuah penantian, karena ada kalanya harus bergerak-mencari-dan melakukan untuk sesuatu yang memang harus diperjuangkan.

lebih dari yang memilih diam, adalah bergerak dan arahnya sudah bisa dipastikan.

untuk yang belum?

berjuanglah,

kadang memilih diam diharuskan bergerak, namun gerakannya beraturan, perlahan-lahan dan tidak gegabah dalam mengambil tindakan.

quotes

"Karena ketika kita berdoa, ada 3 alternatif yang akan Allah berikan. Pertama, doa kita akan langsung dikabulkan. Kedua, doa kita tidak akan langsung dikabulkan, tapi akan dikabulkan di lain waktu. Ketiga, Allah akan memberikan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kita doakan"
-Deny Prasetyawan-

sehati (lagi)

F : "aku tau dia baca buku tere liye, dan dia tau aku baca buku tere liye juga"
P : "emmmhh..."
F : "ada buku tere liye yg judulnya 'Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah', di dalam buku itu ada quote, 'Hadiah buku memang selalu istimewa'."
P : "dil demi apa km suka tere liye? aku lengkap loh sekuel tere liye-nya, fine sehati. haha."
F : "sejak kapan sih kita ga sama? :3"

iya ya dil, sejak kapan sih ya kita ngga sama? ._. #kemudianhening

setibanya

"Setibanya nanti diam saja tidak usah banyak kata, lalu daripada hati nanti menerka, lebih baik bungkam saja tidak perlu menawarkan diksi ataupun frasa. ya, setibanya nanti."
-kepada kata dan tanda koma-

i'm the real fighter!

hei, pada akhirnya aku menemukan foto-foto ini, dan sejenak kemudian memori-memoriku kembali.
masih inget kok ceritanya gimana, cuma rada lupa waktu kejadiannya kapan tepatnya, emmmmh... jadi awal mulanya gegara kita bertiga ngga pernah nemuin waktu paling pas buat sekedar makan bareng dan atau buat hang out bareng. maklum yang dua sudah tidak sendiri dan mirisnya kala itu saya yang masih diberi kesempatan untuk menjalani hari sendiri- tanpa kekasih *eh

dan karena sudah beberapa kali rencana yang memang direncanakan malah gagal, akhirnya nekat satu hari itu tanpa persiapan mau hang out bareng malah kejadian deh hang outnya dan rencana kita bertiga mau makan di richeese factory as you know spot ini sengaja kita pilih untuk sekedar menakar seberapa ganas kami bisa melahap 4 chiken wings dengan takaran level masing-masing, 

oh iya seinget saya kita jalan hari jum'at pasca kelas tbo, dan sudahlah di detik-detik akhir penghabisan jam kelas obrolan yang ada makin ngelantur.

percakapan ditulis diatas kertas,
pristi : "ee aku ini malah jadi kepikiran yah mau level berapa."
rachma : "aku mau level 3 aja deh emm tapi 3 apa 2 ya?, takut kepedesan."
agisha : "aku emmm, aku level 2 aja deh yaa eh apa level 1 aja ya."
pristi : "aku bingung, mau level 4 apa level 5 ya enaknya?"
huahahaaa, jadi ceritanya si rachma sama si gisha ngga doyan pedes, yaa kalau doyan pun itu sedikit-sedikit merekanya bingung mau makan level berapa antara 1-3 nah saya dibikin kelimpungan buat milih antara level 4 atau 5 hahaha *ceritanya lagi rada nyombong gitu, the real fighter*

dan tibalah waktunya untuk pergi kesana,

taraaaa~

akhirnya sudah dibulatkan mau pesen level berapanya, rachma pesen level 3, gisha juga pesen level 3 *eh 3 apa 4 ya?-lupa* dan saya dong, saya pesen level 5 *lalu ketawa devil* hahhaa

bareng sama sahabat super-agisha mutiara-rachma hermawati-pose dulu sebelum akhirnya emmm -__-"
 
oh iya jangan salah dulu, kenapa saya milihnya level 5, emmmh bukan karena apa-apa ya tapi karena emang itu level mentoknya cuma di level 5 dan jangan salah, level 5nya richese factory bener-bener super ajib, kalau ngga percaya sok deh dicobain aja sensasinya.

dan ditiap levelnya ada predikatnya sendiri-sendiri dong,
level 0 : roockie
level 1 : chiken feet
level 2 : no sweat
level 3 : fearless
level 4 : devil
level 5 : I'm the real fighter
 dan akhirnya pertarungan dengan chiken wings level yang sudah ditentukan oleh masing-masingnya dimulai. jujur nih ya, di sesi ini saya cuma pengen keketawaan ngga berenti-berenti, gimana engga?

jadi ceritanya begini,  si rachma yang makan level 3 di chiken ke 2 udah hampir nyerah dan akhirnya memperlambat kecepatan makannya, dan lalu si gisha sudah hampir kalah di chiken yang pertama dan berniat untuk tidak meneruskannya, tapi berkat asupan semangat yang saya transferkan dia masih mau melaju sampai ke chiken yang terakhir, dan saya? jangan ditanya.. level 5 libas habis tanpa hambatan. wkwkwkwkwk *nyombong lagi, bisa makan level 5 kyk jalan di tol ngga pakai macet*

ekspresinya ._.wk
pertarungan selesai dan yeaaa.. I'm The Real Fighter \m/
rasa-rasanya pengen kesana lagi, eetapi si gisha lagi ngebet pengen ke taman bunga,
nah kalau gitu sekarang rachma pengennya kemana? emmmmh.... 
kalau aku ke hatinya aja boleh? haha *minta ditampol*
kemanapun, harus ada hari (lagi) buat kita bisa seneng-seneng bareng (lagi) ;")

mozaik pertama

-sudah saja sekarang mau masuk ke tingkat 3, padahal kalau mau dirasa-rasa baru kemarin jadi mahasiswa tingkat 1 yang kelimpungan buat sekedar cari temen, cari sahabat, dan sekarang sudah ya lewat begitu saja. waktu berlalu cepat ya, tapi kamu masih tetap sama. saya bahagia mengenal kamu dari bagian paling pertama.-

kita sudah semakin dewasa,
sudah semakin menata dari bagian masing-masing kita untuk cita dan cinta
diantara kita diawalnya masih sendiri lalu sekarang sudah bertukar cerita
tapi satu yang masih sama,
sampai kapanpun kita tetap keluarga.

***

saya pikir saya hampir gila mencari kata yang paling pas untuk membahasakan kalian dengan sempurna, sebab dari sekian banyak kamus kata, saya baru menemukan 2 kata yang saya rasa tepat mendefinisikan kalian. ya, Sahabat-Keluarga.

masa-masa peralihan dari masa putih abu-abu menjadi jas almamater adalah momen teristimewa dan luar biasa yang saya alami, sebab disitu saya bisa merasakan sensasinya menjadi sosok mahasiswa. dan saya menemukan mereka yang merumpun menjadi sosok-sosok yang luar biasa.

entah bagaimana lalu bisa dipertemukan sedemikian rupa, tapi memang kisah ini dimulai dari kami -yang ternyata punya kesamaan- untuk spamming di grup Angkatan 48 yang dibuat oleh kakak tingkat (mungkin) yang kala itu memang digunakan untuk berkomunikasi sesama maba.

dan sebenernya kami sudah terlampau sering untuk 'nyampah' sejak itu grup dibikin dan akhirnya rame gara-gara kita sering bikin keributan secara bersamaan, nge-spamm komen sampai ratusan bahkan sebenernya ada rekor sampai ribuan *sayang ngga berhasil nge-capture, soalnya itu udah lapuk banget dan adanya di grup 48*, jadilah saya chek di akun mukabuku saya, dan ternyata masih ada.

jadi memang begitu, awal ketemunya iseng nge-post di grup 48, pada akhirnya ketemu sama 3 manusia unyu, yaa tapinya beda gender, entah sih gimana mulanya, yang jelas dengan seketika mereka meramaikan post saya.

well namanya,

Andhika Prasetyo Ryanto a.k.a mas dhika - ITP
Angga Dwinovantyo a.k.a om gano - ITK
Lingga Buana Ines a.k.a mas lingga - FAHUTAN
Muhammad Badar a.k.a badar - ILKOM

di postnya pada macem-macem yang komen, mulai dari masalah paling serius lalu kemudian beralih dan berganti jadi sesuatu yang super duper fantastis ababil, yaa masa labilnya mahasiswa baru gitu ceritanya yang akhirnya bisa nemu 'temen baru' yang seenggaknya bisa diajak barengan nanti pas disana, daripada clingak-clinguk ngga jelas sendirian kan ya? :"

awalnya cuma nge-spamm ber4 sama itu cowok-cowok unyu tapi sesaat kemudian negara api menyerang -__-"

sekalinya nge-post udah bener-bener menggemparkan, gimana engga, coba aja liat berapa ratus komen dibawahnya. nah gegara ini juga akhirnya dari admin grup ngeluarin ultimatum untuk berhenti komen-komen.an di grup diatas jam 10, yaa semacam ada jam malem gitu, tapi ya karena dasarnya anak-anak spamm ya begitulah, kami pindah lapak dan meneruskan aksi spamming kami yang tidak mengenal kata lelah.

dan ini salah satu aksi pindah lapak dari grup ke status pribadi, yang nyatanya tetap bisa dilihat seberapa antusias spammingnya, hahahaa...

nah kalau yang sekarang personilnya udah bener-bener nambah, dan grafiknya eksponensial, terus nambah sampai akhirnya bener-bener banyak banget yang nge-spamm.

ada,

Citra Dhyani Sweitenia a.k.a citela, citera, citra, cicit -SKPM
Adella Adiningtyas a.k.a adel, delle, della -SKPM
Flora Katarina a.k.a olaay, la, ola - AGH
Atikah Ayu Arum a.k.a rumee, aruum, - INTP
Nur Dyana a.k.a dyana, dyn - ITK

dan masih banyak lagi, ada anne florita, ada mba jeane, ada chonny, ada nanda, dan bener-bener masih banyak lagi tukang nyampah yang bersliweran dan ini sungguh sangat seru sekali. hahahaha

inget banget ini nge-spamm sebelum besoknya ada registrasi di GWW :")
jujur ya, 
ngerasa seneng, bisa langsung punya temen di IPB, padahal awal mulanya bener-bener sama sekali ngga tau siapa-siapa, ngga kenal siapapun, sekalipun bisa nge-spamming akhirnya bisa nemuin orang-orang macem mereka yang belum ketemu sekalipun serunya luar biasa.

entah apa yang terjadi pada della, tapi benar-benar spamming -___-"

dari percakapan formal saling berkenalan satu sama lainnya, tuker-tukeran nomer handphone sampai yang akhirnya mulai percakapan labil di akun mukabuku, ratusan komen sampai ribuan, waktu onlen hingga larut malam, dan masih banyak lagi.

salah satu cuplikan dari banyak percakapan yang terjadi ._.wk

dan itu kejadian sehari sebelum besoknya kami semua harus registrasi jadi mahasiswa baru di GWW, namun jauh dari waktu itu beberapa hari sebelum akhirnya pergi ke Bogor pun kami sudah melakukan aksi rada anarkis ini, dan yaaah hasilnya beberapa percakapan dari banyak percakapan super fail yang pernah ada bisa lahir di bumi per-mukabuku-an. *hiperbol

entah demi apa bisa-bisanya ngebahas beginian -___-"
sampai akhirnya kesempatan bertemu untuk kali pertama bisa direalisasikan, meskipun dalam pertemuannya tidak mudah. mulai dari ketemu sama citra-adel di tribun GWW pas registrasi yang pada akhirnya bisa bareng-bareng sekelompok pas tour kampus, dan kemudian ketemu sama mas dhika gegara mas dhika manggil nama via pusat informasi.

dan di akhir hari registrasi ketemu sama kakak gano/om gano yang pakai baju abu-abu dan celingukan cari-cari kita berkat janji via sms. yaaa pokoknya dibela-belain buat akhirnya bisa bener-bener ketemu satu sama lainnya.

masih inget kan ya?
finally, pertemuan pertama :*

dan hal paling fail yang pernah terjadi dalam kehidupan spammers itu pas ngerayain ulang tahunnya si lingga, dan semendadak itu bikin ricuh asrama cowok-C3. gimana engga? tetiba asrama C3 disantroni cewek-cewek cantik dari asrama sebelah dan kemudian langsung bikin rame lobby utama.

bener-bener ajaib!


sesi pemberontakan di asrama c3-ulang tahun lingga-spammers :"
atau yang sekedar bikin ricuh via sms, nge-ceng-in si angga gegara dia mendadak ngetweet random soal 'cewek' dan langsung disimpulkan kalau dia punya gandengan baru. hahahaa.. fyi, gano sangat menikmati kesendiriannya sampai sejauh ini, dan untuk perempuan-perempuan yang berlalu lalang dalam hatinya masih sangat misteri.

isengnya spammers

lucu ya, 
sekarang kita sudah semakin dewasa, sudah semakin menua, dan tidak lagi seperti dulu.
sudah banyak perubahan-perubahan yang semakin menghinggapi dari tiap masing-masing pribadinya,
sudah mulai memutuskan kemana akan terus melangkah,
sudah mulai menentukan batas kecepatan dan kemudian laju yang ingin di tempuh,

jangan pernah berubah ya,
untuk ketulusan yang selalu bisa dirasa,
untuk semangat yang selalu bisa tersalurkan dengan baik,
untuk senyum yang sekalipun hanya bisa terlihat sebagai titik dua dan kurung tutup disetiap pesan singkat yang masuk di handphone atau sekedar titik dua huruf 'd' kapital yang muncul di timeline saban harinya,

harus selalu bahagia yaa,

harus selalu bisa tetap menjaga, meskipun jarak yang tercipta semakin banyak
harus selalu bisa saling menyemangati, meskipun dalam do'a yang sangat dimungkinkan.

senang bisa mengenal kalian mozaik pertama di kota perantauan,
menjadikan kalian yang sudah indah dan menjaganya tetap indah sampai nanti dan tiada henti.

kapan bisa diluangkan untuk sekedar bertemu dan bertukar kabar?
ditunggu yaa..

-dari yang menyayangi kalian-

101

taipei-taiwan-101 tower
tetiba rindu untuk kembali kesana :")

quotes

"Sebab kamu tidak perlu risau perihal matahari yang ketika malam digantikan bulan, dan angin yang berhembus lalu seketika menghilang. pada setiap-setiapnya ada yang namanya harapan, yang bisa terus muncul tanpa dipadamkan."
-renungan malam-

cuma di asrama

Hari ini isi timeline penuh-sesak dengan kicauan mereka tentang 'malam terakhir' versinya masing-masing. tentang kenangan yang (mungkin) memang dengan sangat sengaja diciptakan dari pihak-pihaknya sendiri, tentang cerita manis dan senyum yang mungkin terselip dalam setiap pilar sudut bangunannya. tentang senior resident yang kemudian menjadi orang tua pengganti, tentang sahabat dan berbagi kamar yang tidak pernah habis kisahnya.
dan hari ini angkatan 50 sibuk mempersiapkan malam pertama mereka di kehidupan mereka yang baru, di tempat yang akan menjadi muara mereka selama setahun nanti menimba ilmu, tempat kenangan yang akan diabadikan setibanya mereka harus keluar untuk tahun berikutnya.

***
"Karena yang namanya kenangan itu memang awet, abadinya terasa dan senyumannya terbawa sampai ke masa dimana waktu mengenang itu sendiri tercipta."
-seorang kawan-
Mari berbincang tentang apa yang sudah terjadi beberapa waktu yang lalu, tentang gerumulan cita-cita tinggi bisa hidup jauh dan dinyatakan 'merantau', tentang mimpi yang akhirnya bisa diwujudkan pada sebuah kota yang jarak tempuhnya ribuan kilo, tentang senyuman dua pionir kokoh saat surat elektronik tentang pengumuman SNMPTN Undangan mampir di layar canggih milik seorang anak 'ingusan' yang baru saja melepas seragam putih abu-abu. tentang move on yang harus dijalani dengan segenap hati.

sudah beberapa kali move on, move on kali ini move on yang bisa dibilang menjadi 'move on titik balik' yang pernah terjadi pada hidup saya, bagaimana tidak? anak bungsu yang acapkali disebut-sebut anak paling manja dengan ayah dan ibu harus bisa sesegera mungkin mengganti default 'manjanya' dan pergi ke kota rantauan yang dipilihkan olehNya untuk dijadikan kota menimba ilmu.

move on dari petak segiempat dengan kasur empuk lengkap dengan aksesoris dan aksen-aksen unik yang diberdayakan sendiri dan dipredikatkan menjadi tempat paling surgawi sedunia (re: kamar) menjadi petak segiempat yang harus diisi dengan dua ranjang susun saling berhadap-hadapan, dengan dua pasang meja belajar+kop lampunya, dan sejejer lemari dengan empat pintu yang masing-masingnya akan menempati pola 'simpanan' untuk si empunya sendiri-sendiri. tentang isi kepala yang tidak akan pernah sama, tentang ide dan cita-cita menggunung yang ingin sesegera mungkin diwujudkan. tentang kebanggaan tersendiri karena sekarang bisa menyebut diri sendiri dengan sebutan 'anak kuliahan'.

masa move on dari asrama A1 ke kostan :")

suasana chek out dan harus move on dari kamar di asrama :")
Asrama A1, kamar nomor 95, pilihan jatuh pada kasur dekat dengan jendela yang diluarnya bisa nampak langit yang akan berganti warna saban harinya, pemilik kamarnya sekarang sudah tidak lagi sendiri, dua kepala akan menyatu dengan isi yang ada pada diri. namanya Anggit dan yang satu lagi panggil dia Nindy, keduanya berbeda, tapi keduanya juga punya persamaan, jadi kalau bisa dibilang mereka berdua itu sama-sama baik. diawal perkenalan pun kami bertiga sudah saling cocok, meskipun saya lebih dulu mengenal nindy selama sebulan -masa matrikulasi- dan baru kemudian mengenal anggit.

mereka, dua orang yang cukup mengerti saya selama ada di asrama, bagaimana tidak? hampir 365 hari (skala setahunnya) akhirnya saya bisa benar-benar menyelami karakter satu persatunya.

ya, mereka istimewa, bukan lagi sekedar sahabat tapi seperti keluarga sendiri.

***

di asrama banyak hal yang bisa dilakukan, banyak juga dikenalkan tentang mimpi dan impian. diberikan pengarahan tentang bagaimana harus menjelajahi masa-masa transisi, tentang bagimana hidup anak kuliah, kegiatan-kegiatan positif yang ditawarkan, memilih pergaulan yang baik, ditempat untuk benar-benar bisa mandiri di negeri perantauan.

 
ceritanya ini di depan pintu masuk kamar ada tempelan ayat kursinya. haha

yang kanan punya pristi, yang kiri punya nindy

kasur bawah milik saya yang atas gudang (ngga ditempatin)

pose terakhir dikasur selama setahun sebelum akhirnya move on
 
dan cuma di asrama juga saya bisa dapet spot paling kece untuk sekedar natap langit yang beraneka ragam, mulai dari langit pagi sampai senja yang berkelimpahan. yaa, kata sebagiannya asrama tempat pelarian dan cuma persinggahan malam, tapi bagi saya, asrama satu tempat yang memang bisa meng-upgrade diri sepenuhnya.

spot paling kece buat sekedar liat senja/langit malam

kamar asrama memang bener-bener multifungsi, multitasking, dan multi-multi yang lainnya, semendadak itu kamar bisa jadi tempat paling asyik buat nge-jam bareng tiap suntuk sama materi kuliah, bisa jadi tempat paling asyik untuk tuker-tukeran makanan khas dari daerah masing-masing pasca mudik, tempat curhat yang ngga ada habisnya, tempat menggila, tempat paling random sedunia yang pernah ada, dan tentunya tempat paling pas buat naruh jemuran kalau bogor lagi sibuk diguyur hujan.

bukti kalau kamar asrama bener-bener ajiib buat sekedar jadi jemuran dadakan :D
cuma di asrama akhirnya bisa mandiri, dipertemukan dengan lingkungan baru, diperkenalkan dengan orang-orang baru, keluarga baru, dan tentunya sosok luar biasa yang kala itu menjadi pengganti orang tua dirumah. kami memanggilnya "ammah", namanya ammah mila, senior resident untuk lorong 8 asrama A1.

bareng sama ammah mila :")
tidak hanya ammah, keluarga baru saya juga bertambah, anak-anak lorong 8 yang seru parah, dari yang kalau belajar bisa bener-bener serius sampai yang kalau lagi menggila double kuadrat untuk bagian kegilaannya. but so far, benar-benar menyenangkan bisa bersatu dengan mereka semua.

keluarga lorong 8- A1
ada juga keluarga besar 93-94-95, bukan rasis sih, cuma semacam teman-teman terdekat selama setahun diasrama, biasanya kami (93-94-95) keseringan melakukan sesuatunya bersama-sama, jadi bisa dibilang kekuatan emosional diantara kami memang lebih dari yang lainnya. di keluarga besar ini acapkali saya dipanggilnya "mak" entah alasan apa, tapi mereka bilang saya memang ibunya anak-anak :")

aaah, kangen kan.
chacha-cynda-yeni-husnal-keluarga besar 94 :")

cuma di asrama juga saya berkesempatan untuk bisa menjadi bagian dari dewan gedung asrama kala itu, bergabung dan bersinergi dengan rekan-rekan seperjuangan di asrama, bersama-sama membuat event yang pada akhirnya bisa dinikmati keberasamaannya. asrama hebat, benar-benar menyatukan yang semula tidak satu, dan mensinergikan yang pada awalnya belum bersinergi.

bareng dewan gedung A1
oh iya selama di asrama ada apel pagi juga loh, seru pokoknya. biasanya setiap apel selalu ada pengechekan kelengkapan dan tentunya apel ini wajib diikuti oleh semua insan asrama. well, di setiap apel akan selalu diputarkan mars asrama dan ikrar insan asrama.

suasana apel pagi di asrama
dan memang cuma di asrama segala sesuatunya terasa jauh berbeda, kehidupan kampus yang tak terduga dan tentunya akan ada berbagai macam warna.

gedung asrama A1 tampak dalam

"Bagaimanapun, asrama memang banyak sejarahnya, mulai dari suka-dukanya, canda-tawanya, dan tentunya luar biasa kenangannya." 
-someone-

jadi giliran kalian untuk membuat sejarah yang tiada pernah bisa kalian lupakan untuk setahun kedepan di asrama, jangan pernah takut untuk menuliskan dan mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah ada. semangat menjalani hari-hari kedepan yaa. 

selamat datang di kampus tercinta angkatan emas IPB, selamat bersinergi, selamat meraih mimpi.

tulisan ini diikutsertakan dalam #6MingguBerceritaIPB

Minggu, 23 Juni 2013

kamu, pernahkah?

apakah pernah kamu punya bahan tulisan yang teramat banyak, sudah dituliskan sudah sampai di tengah jalan, lalu sesaat kemudian ketika kamu ingin menyisipkan hal yang manis di bagian akhir kamu kehilangan feel untuk benar-benar menuntaskannya?  pernahkah? kalau pernah sejurus apa kemudian kamu tergerak dan akhirnya bisa benar-benar menyelesaikannya?

sedang berada dalam fase yang demikian,

kata untuk kali ini bersahabatlah, berkawanlah, meskipun itu pelan-pelan, meskipun itu perlahan, meskipun untuk mengertinya butuh kesabaran.

Kamis, 20 Juni 2013

beberapa kali dibilang

sudah beberapa kali dibilang untuk jangan telat makan, tapinya masih sering juga kelupaan buat mempola diri sendiri bahwa makan harus tepat waktu, punya maag dan sudah cukup tau gimana rasa sakitnya, semestinya sudah paham kan? aah tapi belum juga, harus diubah!

sudah beberapa kali dibilang untuk jangan pernah nangis karena sebuah sebab yang tidak bisa didasarkan dengan alasan yang logis, atuh kasihan air matanya dikeluarin banyak-banyak dan percuma, yaa ngga boleh (lagi) sia-siain airmata yang ada, harus bisa bijak mengeluarkannya, Allah loh pris yang ngasih. jangan coba-coba!

sudah beberapa kali dibilang untuk harus bisa lebih memandang segala sesuatunya dari berbagai sisi, menimbang baik-buruknya, sesekali dilihat yang buruk harus bisa mencari celah untuk mengembalikan lagi ke pikiran yang positif, inget kata ibu untuk bisa jadi hati yang bersih, hati yang memandang tidak hanya sepihak tanpa akurasi tingkat tinggi. harus jeli.

sudah beberapa kali dibilang untuk tidak gampang menyerah, untuk benar-benar berjuang dan memperjuangkan segala sesuatu yang notabene harus bisa benar-benar diperjuangkan sampai akhir, ya harus bisa lebih tangguh, lebih kuat dari yang biasanya.

beberapa kali dibilang, harusnya sudah paham dan bisa mulai membiasakan yang memang harus dibiasakan kan ya pris?

lalu kenapa harus diam dan tidak bergerak melakukan berbagai macam perubahan?

semangat.

kalau (lagi) kangen

kalau lagi kangen kadang sering ngga jelas, suka-suka sendiri buat keketawaan cuma untuk sekedar nahan nangis yang kadang udah hampir ngga bisa ditoleransi lagi. 

tetiba bisa jadi super bete, karena yang dikangenin (mungkin-sedang) tidak merasakan kangen yang sama, atau bahkan sekalipun tidak menggugu yang lagi ngangenin. ya, kalau lagi kangen emang kebanyakan seringnya suka labil sendiri.

sama aja kayak sekarang, kangennya udah numpuk banget udah ngga bisa diajak kompromi. bener-bener udah kehabisan kata-kata, kehabisan amunisi. bogor mendadak jadi tambah dingin, (mungkin) karena rasa kangennya memang sudah cukup dari batas tahan yang disediakan. (mungkin) bogor sudah tidak lagi cukup punya kekuatan untuk menahan lebih lama disini untuk tidak pulang.

ya, kalau lagi kangen begini rasa-rasanya memang harus segera bertindak.

sebentar lagi pulang kok, pris.

semangat ya,

semangat untuk bisa nahan rindu sebentar lagi sampai waktu pulang bener-bener tiba :")


-ketika rumah dan pusat medan magnet menjadi salah satu yang teramat dirindukan-

Sabtu, 08 Juni 2013

terimakasih ya!

Terimakasih ya, untuk senyum cuma-cuma saban harinya yang engga pernah minta dibayar sekalipun itu sama senyuman balik. yang kalau diminta buat ngga diem cuma akhirnya nimpalin sama keketawaannya sendiri atau minimal ketuk-ketuk stir cuma sekedar buat nikmatin musiknya sendiri, tapi setidaknya selama semuanya baik-baik saja itu lebih dari sekedar cukup.

Terimakasih ya, untuk segala macam bentuk perhatian, sesederhana yang bisa kamu lakukan meskipun kadang banyak bagian daripadaku yang mengharuskan kamu geleng-geleng kepala untuk sekedar memahami maksud polah bocahku, terimakasih untuk bersabar menunggu waktu kuliahku pulang, untuk menjagaiku ketika jam pengganti berubah jadi malam, untuk benar-benar memastikan bahwa aku harus baik-baik saja.

Terimakasih ya, kamu benar-benar hebat, dan terasa sekali bagian ketulusannya.

Terimakasih ya, aku tidak salah percaya untuk seorang kamu yang ku titipi sepenuh hati yang akan kamu isi dengan kekuatan bersinergi dari hati setiap harinya.

ya, kamu memang ada,
dan ajaib cara Tuhan mempertemukan kita dan menjadikan kita satu

-AE-

nge-gandeng

jadi ceritanya habis jalan, iya jalan kita cari makan berdua soalnya bingung kalau mau bertiga cari siapa kan kasihan yaa yang jadi pihak ketiga diantara kita berdua, haha jadilah cuma berdua aja.

mau beli makannya dimana tapi parkirnya dimana, ya soalnya ngga cukup parkirannya, maklum yang dikendarai tidak seperti yang mengendarai ya, kebalikan gitu yang satunya kurus menjulang tinggi yang satunya lagi tidak jauh lebih tinggi tapi tidak sangat kurus. yaa begitulah, jadilah parkirnya agak jauhan dikit, harus nyeberang, harus melewati beberapa jalan untuk dilalui. #tsaaah

lagi dijalan menuju tempat makan dari parkiran,

*kapan lagi bisa nge-gandeng, yaudah deh iseng aja nge-gandeng -hahaha*

AE : "Cieee yang nge-gandeng."
PS : "Isssh yaudah kalau ngga mau." *ceritanya sih mau ngambek gitu, atuhlah digandeng malah di-cie-in 
AE : "Isssh yaudah kalau ngga mau gandeng, ya ngga usah nge-gandeng."
PS : *jleeeeeb

atuhlah ya si mas-mas ini rada gimana gitu, eemm ngga mungkin lagi pms, tapi innocentnya itu loh ya pas bilang nge-jleb tu nyelow bae dan bener-bener tanpa dosa sudah melontarkan kata-kata nge-jleb untuk ukuran perempuan yang dicintainya, hehe

yaaa, segitunya sih belum seberapa, jadi seharian kemarin udah banyak di-jleb-in sama doi, yaa udah kenyang bahkan yaa, yaa tapi mau gimana lagi ngga bisa marah, palingan cuma ngambek-ngambek kecil.

terimakasih hari luar biasanya ya, nanti-nanti mau nge-gandeng lagi, wkwkw