Sabtu, 29 Juni 2013

promise


aku yang lupa, kamu yang ingat, atau mungkin bukan kita bagian keduanya?

aku hanya tidak ingin melupakanmu, barang sejenak, barang sekejap, karena katamu membentangkan jarak yang pastinya sudah menjadi bentangan tersendiri sudah cukup sulit. belum lagi ketika api masih sibuk menyulut daerah sekeliling.

kamu yakin?

seberapa yakin?

katamu soal keyakinan itu antara iya dan tidak. jadi diantara dua pilihan jawaban yang pasti, kamu sudah barang tentu memilih yang pertama. dan aku hanya bisa mengamini, sesekali meyakini kembali bahwa yang aku ingat adalah hari ini ketika kamu berhasil menjadi yang pertama mengikat janji.

aaah, jangan pernah percaya bualan kosong dari lelaki

tapi boleh kan? untuk kali ini mempercayakan sekali lagi. jadi mohon untuk tidak disakiti sampai hari besar nanti. 

untuk mengingatkanmu selagi kamu harus makan tepat waktu,
untuk melarang kamu menyentuh pedas selagi perutmu keroncongan,
untuk memintamu tidur teratur dikamar dan lalu berselimut dan tidak kedinginan,
untuk menggandeng tanganmu saat berjalan di tepi jalan dan disela hiruk pikuk kota,
untuk yang menyapa pagimu,
untuk yang menemani siang-senjamu,
untuk yang meramaikan malammu,
dan untuk yang diikat sampai nanti bersamamu,

mari berjuang
sebab jalan masih teramat panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar