Rabu, 26 Juni 2013

apa masih ingat?

apa masih ingat ? 
kalau dulu seringnya malu-malu, masih belum mau ngaku, atau sesekali bertatapan pandang namun sekilas lalu tampak mengalihkan. aah lucu ya kita dulu, sama-sama masih enggan untuk mengakui bahwa sedikit-sedikit perasaan yang dipupuk itu tumbuh berkembang dan akarnya semakin kuat lalu daunnya semakin rimbun tak beraturan. aah kamu ini, apa masih ingat?

apa masih ingat ?
biasanya yang meminta untuk tinggal lebih lama, bukan untuk apa-apa, sekalipun mengerjakan hal yang masih bisa dikerjakan sendiri di rumah, namun kamu tidak. sesekali mencari alasan agar bisa lebih lama untuk duduk bersamaan-berdampingan-dalam diam. lucu ya kamu, sebegitunya mencari celah agar bisa merenda hari sampai siang sembari melihat kericuhan yang terjadi dari sekeliling kita. aaah kamu, apa masih ingat?


apa masih ingat ?
seringnya kamu memilih untuk tidak peduli, malah justru akan semakin memperkuat hati bahwa sebenarnya kamu memang peduli, (mungkin) hanya pada kadar dan sinyal yang bisa aku tangkap dengan pasti. aaah tapi kamu memang lucu, semuanya bisa tampak ambigu di depanmu, tapi jujur ada kelegaan tersendiri setelah hatiku bisa membaca secara pasti.

apa masih ingat hal sesederhana yang sering kamu perbuat dan lalu malah justru membuat senyumku tiada pernah berhenti?

ya, kamu

lucu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar