Senin, 24 Juni 2013

cuma di asrama

Hari ini isi timeline penuh-sesak dengan kicauan mereka tentang 'malam terakhir' versinya masing-masing. tentang kenangan yang (mungkin) memang dengan sangat sengaja diciptakan dari pihak-pihaknya sendiri, tentang cerita manis dan senyum yang mungkin terselip dalam setiap pilar sudut bangunannya. tentang senior resident yang kemudian menjadi orang tua pengganti, tentang sahabat dan berbagi kamar yang tidak pernah habis kisahnya.
dan hari ini angkatan 50 sibuk mempersiapkan malam pertama mereka di kehidupan mereka yang baru, di tempat yang akan menjadi muara mereka selama setahun nanti menimba ilmu, tempat kenangan yang akan diabadikan setibanya mereka harus keluar untuk tahun berikutnya.

***
"Karena yang namanya kenangan itu memang awet, abadinya terasa dan senyumannya terbawa sampai ke masa dimana waktu mengenang itu sendiri tercipta."
-seorang kawan-
Mari berbincang tentang apa yang sudah terjadi beberapa waktu yang lalu, tentang gerumulan cita-cita tinggi bisa hidup jauh dan dinyatakan 'merantau', tentang mimpi yang akhirnya bisa diwujudkan pada sebuah kota yang jarak tempuhnya ribuan kilo, tentang senyuman dua pionir kokoh saat surat elektronik tentang pengumuman SNMPTN Undangan mampir di layar canggih milik seorang anak 'ingusan' yang baru saja melepas seragam putih abu-abu. tentang move on yang harus dijalani dengan segenap hati.

sudah beberapa kali move on, move on kali ini move on yang bisa dibilang menjadi 'move on titik balik' yang pernah terjadi pada hidup saya, bagaimana tidak? anak bungsu yang acapkali disebut-sebut anak paling manja dengan ayah dan ibu harus bisa sesegera mungkin mengganti default 'manjanya' dan pergi ke kota rantauan yang dipilihkan olehNya untuk dijadikan kota menimba ilmu.

move on dari petak segiempat dengan kasur empuk lengkap dengan aksesoris dan aksen-aksen unik yang diberdayakan sendiri dan dipredikatkan menjadi tempat paling surgawi sedunia (re: kamar) menjadi petak segiempat yang harus diisi dengan dua ranjang susun saling berhadap-hadapan, dengan dua pasang meja belajar+kop lampunya, dan sejejer lemari dengan empat pintu yang masing-masingnya akan menempati pola 'simpanan' untuk si empunya sendiri-sendiri. tentang isi kepala yang tidak akan pernah sama, tentang ide dan cita-cita menggunung yang ingin sesegera mungkin diwujudkan. tentang kebanggaan tersendiri karena sekarang bisa menyebut diri sendiri dengan sebutan 'anak kuliahan'.

masa move on dari asrama A1 ke kostan :")

suasana chek out dan harus move on dari kamar di asrama :")
Asrama A1, kamar nomor 95, pilihan jatuh pada kasur dekat dengan jendela yang diluarnya bisa nampak langit yang akan berganti warna saban harinya, pemilik kamarnya sekarang sudah tidak lagi sendiri, dua kepala akan menyatu dengan isi yang ada pada diri. namanya Anggit dan yang satu lagi panggil dia Nindy, keduanya berbeda, tapi keduanya juga punya persamaan, jadi kalau bisa dibilang mereka berdua itu sama-sama baik. diawal perkenalan pun kami bertiga sudah saling cocok, meskipun saya lebih dulu mengenal nindy selama sebulan -masa matrikulasi- dan baru kemudian mengenal anggit.

mereka, dua orang yang cukup mengerti saya selama ada di asrama, bagaimana tidak? hampir 365 hari (skala setahunnya) akhirnya saya bisa benar-benar menyelami karakter satu persatunya.

ya, mereka istimewa, bukan lagi sekedar sahabat tapi seperti keluarga sendiri.

***

di asrama banyak hal yang bisa dilakukan, banyak juga dikenalkan tentang mimpi dan impian. diberikan pengarahan tentang bagaimana harus menjelajahi masa-masa transisi, tentang bagimana hidup anak kuliah, kegiatan-kegiatan positif yang ditawarkan, memilih pergaulan yang baik, ditempat untuk benar-benar bisa mandiri di negeri perantauan.

 
ceritanya ini di depan pintu masuk kamar ada tempelan ayat kursinya. haha

yang kanan punya pristi, yang kiri punya nindy

kasur bawah milik saya yang atas gudang (ngga ditempatin)

pose terakhir dikasur selama setahun sebelum akhirnya move on
 
dan cuma di asrama juga saya bisa dapet spot paling kece untuk sekedar natap langit yang beraneka ragam, mulai dari langit pagi sampai senja yang berkelimpahan. yaa, kata sebagiannya asrama tempat pelarian dan cuma persinggahan malam, tapi bagi saya, asrama satu tempat yang memang bisa meng-upgrade diri sepenuhnya.

spot paling kece buat sekedar liat senja/langit malam

kamar asrama memang bener-bener multifungsi, multitasking, dan multi-multi yang lainnya, semendadak itu kamar bisa jadi tempat paling asyik buat nge-jam bareng tiap suntuk sama materi kuliah, bisa jadi tempat paling asyik untuk tuker-tukeran makanan khas dari daerah masing-masing pasca mudik, tempat curhat yang ngga ada habisnya, tempat menggila, tempat paling random sedunia yang pernah ada, dan tentunya tempat paling pas buat naruh jemuran kalau bogor lagi sibuk diguyur hujan.

bukti kalau kamar asrama bener-bener ajiib buat sekedar jadi jemuran dadakan :D
cuma di asrama akhirnya bisa mandiri, dipertemukan dengan lingkungan baru, diperkenalkan dengan orang-orang baru, keluarga baru, dan tentunya sosok luar biasa yang kala itu menjadi pengganti orang tua dirumah. kami memanggilnya "ammah", namanya ammah mila, senior resident untuk lorong 8 asrama A1.

bareng sama ammah mila :")
tidak hanya ammah, keluarga baru saya juga bertambah, anak-anak lorong 8 yang seru parah, dari yang kalau belajar bisa bener-bener serius sampai yang kalau lagi menggila double kuadrat untuk bagian kegilaannya. but so far, benar-benar menyenangkan bisa bersatu dengan mereka semua.

keluarga lorong 8- A1
ada juga keluarga besar 93-94-95, bukan rasis sih, cuma semacam teman-teman terdekat selama setahun diasrama, biasanya kami (93-94-95) keseringan melakukan sesuatunya bersama-sama, jadi bisa dibilang kekuatan emosional diantara kami memang lebih dari yang lainnya. di keluarga besar ini acapkali saya dipanggilnya "mak" entah alasan apa, tapi mereka bilang saya memang ibunya anak-anak :")

aaah, kangen kan.
chacha-cynda-yeni-husnal-keluarga besar 94 :")

cuma di asrama juga saya berkesempatan untuk bisa menjadi bagian dari dewan gedung asrama kala itu, bergabung dan bersinergi dengan rekan-rekan seperjuangan di asrama, bersama-sama membuat event yang pada akhirnya bisa dinikmati keberasamaannya. asrama hebat, benar-benar menyatukan yang semula tidak satu, dan mensinergikan yang pada awalnya belum bersinergi.

bareng dewan gedung A1
oh iya selama di asrama ada apel pagi juga loh, seru pokoknya. biasanya setiap apel selalu ada pengechekan kelengkapan dan tentunya apel ini wajib diikuti oleh semua insan asrama. well, di setiap apel akan selalu diputarkan mars asrama dan ikrar insan asrama.

suasana apel pagi di asrama
dan memang cuma di asrama segala sesuatunya terasa jauh berbeda, kehidupan kampus yang tak terduga dan tentunya akan ada berbagai macam warna.

gedung asrama A1 tampak dalam

"Bagaimanapun, asrama memang banyak sejarahnya, mulai dari suka-dukanya, canda-tawanya, dan tentunya luar biasa kenangannya." 
-someone-

jadi giliran kalian untuk membuat sejarah yang tiada pernah bisa kalian lupakan untuk setahun kedepan di asrama, jangan pernah takut untuk menuliskan dan mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah ada. semangat menjalani hari-hari kedepan yaa. 

selamat datang di kampus tercinta angkatan emas IPB, selamat bersinergi, selamat meraih mimpi.

tulisan ini diikutsertakan dalam #6MingguBerceritaIPB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar