Minggu, 02 Juni 2013

untuk sang kapiten cilik

saya : "Ayoo tulis cita-cita kalian di kertas ini, kalau Restu mau jadi apa?."
restu : "Polisi kak pris, polisi."
saya : "Kenapa jadi polisi hayoo?."
restu : "Iya kak, biar bisa jagain bapak."

saya pernah cerita kan soal restu, dia anak didik saya di LPK, aah anak didik? emmmh rasa-rasanya terlampau formal, saya lebih suka menyebut dia sebagai bagian dari keluarga saya, adik saya di LPK Tepi Sawah sana.

saya masih ingat bagaimana awal perjumpaan saya dengan Restu, belajar baca-tulis dan mengenalkan kepadanya sebuah cita-cita, dia juga tidak malu-malu meneriakkan keinginannya untuk menjadi polisi kelak nanti ketika dia besar. menjelaskan kepada saya bahwa menjaga bapak adalah hal yang akan dia lakukan, bahkan sampai sekarang yang saya tau Restu anak yang baik dan selalu bersemangat mengikuti pelajaran di LPK, yaa meskipun diusianya yang masih sangat muda bermain adalah hal yang paling menyenangkan.

saya juga masih sangat ingat betapa bersemangatnya adik saya yang satu ini ketika harus menyanyikan lagu 'Aku Seorang Kapiten' sewaktu pentas seni beberapa minggu yang lalu. tidak hanya itu, keinginannya untuk bisa baca tulis pun benar-benar tampak dari cara dia mengikuti alur bimbingan saya, untuk mengeja huruf per huruf lalu menuliskan setiap abjadnya secara rapi, yaaa yang membuat saya terharu dia bisa lancar menuliskan namanya sendiri di secarik kertas dan menuliskan nama saya secara utuh dikertasnya juga.

aah Restu, kamu memang punya daya tarik dan sisi lain untuk saya bisa terus bertahan lebih lama disana. bersama kamu, bersama dengan yang lain juga.

dan baru saja saya mendapatkan kabar dari bu Dea, kabar duka mengenai keluarga restu. ayah restu harus berpulang ke Rahmatullah sore ini di Rumah Sakit. yaa, kapiten cilik saya berduka.

"Dek, kamu ingat kan Allah Maha Baik, Allah menyayangi kamu, Allah benar-benar menunjukkan kasih sayangnya padamu, dengan cara yang demikian dek. bukan untuk membuat kamu terpuruk dan lalu menjadikan kamu di posisi bawah lalu larut dengan kesedihanmu, tapi Allah ingin membentuk kamu menjadi satu pribadi yang utuh, yang tangguh, seorang kapiten yang benar-benar bisa bangkit disela-sela hujan tangis yang tiada berkesudahan.

Allah ingin mempersiapkan kamu menjadi sosok besar nantinya, yang bisa benar-benar membuat bapak bangga di surga sana, dengan semua prestasi-prestasi yang akan kamu raih dalam masa perjuanganmu yang masih cukup panjang ini.

bangkit ya dek, 
meskipun harus tertatih, meskipun itu harus pelan-pelan,
sekalipun dunia membuatmu jatuh, Allah selalu punya sejuta cara untuk membuatmu bangkit kembali, dek.

percayalah,
bapak pasti baik-baik saja dengan penjagaan Allah yang luar biasa, kamu tidak perlu khawatir
kamu sekarang hanya perlu terus berusaha lebih keras lagi untuk Ibuk, untuk calon adikmu, untuk cita-citamu, untuk mimpi-mimpimu dan mimpi-mimpi bapak yang bersandar di pundakmu.

jadi seorang kapiten yang tangguh ya dek, kamu tidak sendiri."
yaa, saya tidak bisa bohong, saya menangis menuliskan ini.

kelak suatu hari nanti kamu baca dek, kakak tau kamu sudah menjadi sosok yang luar biasa dari sebelum-sebelumnya. 

-untuk kapiten cilik. Restu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar