Minggu, 02 Juni 2013

yang sering (kita) takutkan

ada bagian yang sering kamu takutkan, takut yang pada akhirnya kamu sendiri tidak tau harus berbuat apa-takut salah melangkah dan hanya hidup dalam asas praduga tak bersalah yang kamu ciptakan sendiri.

aku pernah juga mengalami hal yang sama, takut yang tiada pernah berkesudahan, takut untuk membiarkan sebuah kenangan tumbuh dan mengakar lalu lebih menjalar dan mengerogoti secara perlahan bayangan akan masa depan yang aku timbulkan. takut kenangan akan mengalahkan apa yang sudah aku rancang sedemikian lama untuk menembus batas ketakutan. takut, yaaa takut kenangan akan merampasnya secara perlahan.
"Aku akan menimpa kenanganmu yang dulu, lalu akan ku buat kenangan yang baru bersamamu. sebab seyogyanya sebuah kenangan itu memang hanya akan dikenang, bukan untuk dilupakan, sebab kamu tidak akan pernah bisa melupakan kenangan yang sejatinya hanya untuk dikenang."
-kamu-
aah, terimakasih ya kamu.
setidaknya untuk yang sering (aku) takutkan bisa jadi yang tidak perlu aku risaukan berkat kamu.

sejak saat itu, aku tidak takut dengan kenangan. dan kamu berhasil menjadi satu-satunya penyelamat dan penghapus rasa takutku yang berlebihan.

terimakasih, pahlawan :)

1 komentar: