Minggu, 07 Juli 2013

abang (memang) paham

"Ayolah pris, naik gunung yuk. bang, ayoo bang naik gunung."

"Yah, mau pulang.. emmmh.. abang pulang kan?"

"Abang sih ikut kamu aja, kalau kamunya naik ya abang naik."

"Memangnya berapa jam pak bolak-balik?"

"Sekitar satu jam juga sampai, lamanya kalau pada foto-foto itu mah."

"Ooh cuma sejam kok."

"Yakin abang mau naik?"

"Iya, kenapa?"

"Jauh loh, engga ah ntar capek."

"Udah bawa minum aja yg penting mah."

"Iiih kasihan, atuh udah yuuk kita pulang aja."

"Hei, kamu yakin pulang?"

"Emmm.."

"Abang tau, kebahagiaan kamu itu disini."

walaupun pada akhirnya engga jadi naik gunung yang ada dideket LPK siang tadi, dan meskipun pada akhirnya harus pulang karena matahari sudah semakin surut, dan lalu adik-adik LPK yang mendadak cemberut karena batalnya rencana naik gunung, tapi ngerasa bersyukur banget. dia paham mulai dari apa yang selalu menjadi niatan pada diri setiap hari minggu pagi untuk selalu kembali kesana.

"Ini mimpi kamu kan? untuk bisa selalu kesini? untuk bisa selalu berbagi? untuk bisa bersama dengan anak-anak disini?"

"Iyaa bang, abang pasti tau itu."

"Ya begini, abang hanya bisa bantu begini, abang lakukan semampu abang untuk bisa membantu kamu dan mimpi-mimpimu itu, abang akan bilang kalau abang sedang tidak bisa. tapi kalau nyatanya abang bisa ya akan abang lakukan."

*speechless*

terimakasih ya kesayangan, 
kamu tidak hanya sekedar tau, mau tau, atau memang tau,
tapi kamu memang benar-benar paham, termasuk detail soal mimpi-mimpiku.

ayo berjuang, untuk mimpi-mimpimu, mimpi-mimpiku, dan mimpi-mimpi yang ada untuk bersama. jangan menyerah. dikuatkan dari sekarang. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar