Minggu, 21 Juli 2013

kata

duduk diantara bangku tiga dan pematang sawah adalah bukan hal yang tidak biasa. hanya perlu lebih biasa lagi untuk benar-benar membiasakan. kamu paham? ah pasti tidak. bahasaku hanya aku yang mengerti, dan kamu? pasti hanya cukup meraba-raba dan mereka saja pada sajak yang sampai saat ini tidak bisa lagi dibahasakan dengan jelas.




adaptif?

ya semestinya begitu tapi tidak pernah akan ku tuntut sembilu.

aku masih sibuk diam-bercengkerama sendiri dengan duniaku

dan kamu?

kamu ku biarkan pergi, tersenyum, tertawa tanpa ada aku.

-pada sebuah pagi.tidak ada lagi aku-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar