Selasa, 02 Juli 2013

menjaga jarak #1

masih ada bekas sisa-sisa gemericik air hujan sore ini, gerumulan asap kesal dari dalam diri, dan sedikit rasa harap bisa menyapa hangat untuk seorang kamu dari ponsel pribadi. aaaah kesal lagi, lagi-lagi harapanku kosong, jalan buntu. tidak ada satupun yang menuliskan namamu disitu. alih-alih kamu, semua yang berkunjung adalah mereka yang menanyakan progress tugas soal kuliah semester pendekku.

"mungkin sedang sibuk."

aku mulai menyusun asumsi-asumsi sendiri, menimbang-nimbang dan tidak sekalipun memberi celah pada pikiran negatif untuk menyisip masuk, lalu membiarkan aku memaki ketidakberadaanmu kali ini. aku memang letih, menanti-nanti kabar darimu tanpa pernah tahu apakah kamu mengerti sedang dinanti? tanpa pernah tahu apakah kamu paham bagaimana rasanya menanti? dan tanpa pernah mengerti apa sebenarnya kamu pun tengah mengusahakan untuk coba menghubungi.

sejam-dua jam-tetesan hujan mulai meresapi sepi, mungkin aku kesepian dengan kenyataan bahwa kamu tidak berkabar.

"sinyal telkomselnya blackout."

pesan singkat yang pada akhirnya aku dapati pada salah satu akun media sosialku. aah kataku juga, lagi-lagi begini. pernah saban hari aku tawarkan beberapa alternatif, tapi mungkin hanya angin lalu bagimu, sepintas kamu menggugu tapi setelahnya, yaaa ku pikir ada yang lebih pantas untuk digugu olehmu timbang saran dari bocah sepertiku. aaah, aku menepis. lagi-lagi aku memilih untuk mengunci bibir pintu. kamu diam, dan aku akan lebih diam.

aku masih menjaga jarak yang sekarang jauh dan semakin jauh menjadi dekat dan kemudian bisa sangat dekat, tetapi aku tidak yakin cukup kuat. aku butuh kamu. setidaknya untuk sekedar berkomunikasi dari hati ke hati. setidaknya untuk bisa selalu memastikan kamu sudah makan malam ini.

cupu!

sontakku dalam hati.

sudah ya, aku sekarang berteman sepi dan masih menanti kamu kembali. miris ya? aah tidak juga, aku tahu dan paham sekali, mungkin kamu ingin sekali lagi seorang aku untuk bisa bersahabat dengan rindu dan ketepiannya kamu kembali aku bisa tersenyum lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar