Jumat, 05 Juli 2013

(mungkin) kamu (juga) pernah

mungkin kamu juga pernah merasakan hal yang sama, menjadi yang nomer satu lalu kemudian beralih menjadi urutan terakhir, bukan dikelas, bukan dirumah, tapi disini, dihati salah satu yang selalu bisa menjadikanmu seorang putri tapi seketika pun bisa mengubah kamu menjadi bayangan -tidak dianggap-lebih kejamnya-kamu diacuhkan.

keberadaannya ada dan tiada hampir beda tipis, pun ketika kamu sibuk tertawa-ataupun menangis durja tidak pernah digubris. sekali dua kali kamu biasa, lalu kemudian menjadi kebiasaan dan polah tingkahmu terbaca.

sedih? 
iya

sakit? 
tidak juga

lalu apa?

tidak mau dan minta apa-apa, sesekali kamu hanya bisa berdalih maaf dan keyakinannya cukup kuat. 

percaya? 
iya

tapi tidak sesempurna yang dulu.

tidak ingin menjadi belenggu, kemudian menjadi rantai yang terlalu mengekang. kalau toh punya kandang tidak akan ku beri kunci, biar kamu tetap bebas keluar masuk, kalau bisa pun akan ku beri sayap, gratis, cuma-cuma, dan tidak perlu berbalas budi.

untuk apa?

untuk kamu tetap berkeliaran bebas dan berhamburan luas tanpa tepi. hidup dengan duniamu sendiri.

aku?

aku masih memiliki yang mempunyai alasan untuk tetap tinggal disini.


*untuk seorang kawan yang berbincang perihal 'belenggu' pagi ini, terimakasih sudah percaya untuk membagi. tenang saja, hidup selalu memberi sejuta alasan untuk kamu bisa bangkit dan lalu berdiri. termasuk untuk masalah hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar