Rabu, 10 Juli 2013

menjaga jarak #2

Hari ini ada yang mengeluhkan sakit, selang beberapa menit kemudian kamu datang kamu mengabarkan pusing. Ya, ada semacam paku besar yang kemudian menancap di bagian seputar kepalamu, begitu penjelasanmu kemudian. beberapa detik tidak jauh dari fase kamu menjelaskan kepadaku, dia yang kemudian mencuri hatiku juga samanya, memberi kabar bahwa ada hati yang harus kembali diluruskan. ada perasaan sembilu yang ditinggalkan jarak, ada komunikasi yang semendadak itu diputuskan.

lantas aku tidak bisa untuk tetap tinggal diam.

yang sakit tanpa keterangan aku pinta untuk segera masuk kamar, istirahat, makan yang cukup. dan untuk kamu yang pusing aku berikan tawaran minum obat atau menyegerakan untuk tidur, pikirku kamu kecapean, hanya butuh waktu tidur lebih lama dari biasanya. dan lalu aku hanya bertatap-tatapan dengan kamu dan mulai membicarakan hatimu.

kamu ingin pulang, begitu pula hatimu.
ingin berlabuh, namun labuhannya masih jauh, bahkan sekarang kalau ditaksir jaraknya semakin membentang. tapi keinginanmu untuk pulang sudah tidak terelakkan.

satu-satunya jalan yang bisa ditempuh adalah membentangkan layar, dan menyegerakan pelayaran. bermodal mercusuar yang nantinya akan mengabarkan pada pelabuhanmu bahwa kamu hendak menepi.

begitu pun soal hati,
kamu tidak perlu lagi risau, tidak perlu lagi untuk menyerah, meskipun memang jarak menjadi sebuah alasan paling hakiki untuk hatinya tidak lagi menyapa atau sekedar bertegur sapa dengan hatimu. pun dengan jarak kamu masih bisa belajar untuk saling bertoleransi bukan?

bukan masalah menyerah dengan keadaan, sayang.

jauh kepada bagaimana membina hatimu untuk bisa menjalin hubungan apik dengan jarak. sebab diantara jarak-jarak yang tercipta, rindu selalu menyelinap, menghidupkan hati yang dimatikan jarak, mematahkan sendu yang diklisekan olehnya juga, dan yang paling pasti membuat pertemuan pertama nanti akan semakin mengesankan.

kamu hanya sedang ditempa perihal jarak dan rindu secara bersamaan.

ayo, kamu..

jangan menyerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar