Selasa, 20 Agustus 2013

kamu (tidak) tahu

postingan dulu, untuk seseorang yg sekarang sudah bisa memenangkan hati :")

barusan buka folder lama, sedikit nostalgia, lebih banyak bertukar cerita. ternyata saya salah. emmmh. mungkin hanya kurang tafsirannya.

"Kamu tidak tahu."
-dia-

kalau ceritanya tidak demikian, mungkin akhirnya juga tidak seperti ini.

kamu hebat, untuk sekedar menyusun strategi dan melancarkan eksekusi. terimakasih untuk skenario apik yang menjadikan seorang 'aku' sebagai tokoh utama. bukan lagi sandingan dan atau pemeran pengganti.

terimakasih, teristimewa :"

ada yang rindu diceritakan (kamu)

... sejak saat itu halamanku penuh, kata-kataku terupgrade kian pasti, kosakata bertambah, diksi semakin berlimpah. yaa, sejak saat itu. sejak dia datang dan memenuhi hari-hariku dengan berbagai macam cerita dan seakan aku lupa dengan kotak lamunanku dulu.

hari ini akhirnya bisa kembali lagi ke bogor, setelah sekian lama menyenangkan diri dengan keadaan yang baru dirumah, tapi seketikanya jarak benar-benar jadi masalah utama, dan rindu menjadi-jadi dan sempat membelenggu. kias ya? sedikit. tapi tak apalah, semoga yang dituju mengerti dan paham. bahwa susunan kata yang disusun diistimewakan dan dicampurkan dengan rasa dalam hati.

dari akun kicauannya, si dia berkata demikian.
yaah, memang sekarang mungkin ada yang merindukan. padahal sejak dulu sudah dibahasakan tapi (mungkin) tidak pernah sadar.

yaah, mungkin baru sekarang bisa benar-benar merasakan kehadiran satu penggemar nomor satu yang (katanya) memang benar-benar mau jadi yang satu dan satu-satunya (semoga benar begitu. amin)

terimakasih ya,
untuk pelajaran soal jarak dan rindu selama 3 minggu yang benar-benar menguras energi. setidaknya moment-moment seperti itu bisa benar-benar menjadikan seorang kita menghargai kita apa adanya.

"Pelajaran dengan 'meskipun' terasa lebih manusiawi ketika bersamamu tanpa 'karena'"
-yang terbelenggu rindu-

semoga langgeng yaa.

baru 90 hari kok, masih harus berjuang untuk beberapa hari berikutnya-seterusnya-sampai nanti.

Kamis, 15 Agustus 2013

sejak saat itu

Sejak saat itu aku selalu menyukai senja-pena-kertas-gitar dan udara sore hari. 

Benar katamu, aku terlalu picisan untuk terus melakukan dengan beberapa elemen yang tadi aku sebutkan seorang diri, tolong garis bawahi. seorang diri. dan itu berarti aku sendirian. katamu lagi itu adalah bagian daripadaku yang mengenal sepi, bahkan bukan hanya mengenal, tapi aku sudah lebur menjadi satu dengan sepi. dan sendiri adalah kesetiaanku yang tidak pernah mengkhianati., demikian lugas seorang kamu menjelaskan padaku panjang lebar tanpa henti.
kuiyakan,

kupahami,
 
dan memang benar sejak saat itu aku menyendiri.
sejak saat itu?
sejak kapan?

sejak aku membangun dinding-dinding harapan tanpa pondasi kenyataan. sejak aku mencoba berkelit atas setiap rasa yang sudah dianugerahkan. sejak kamu hadir dan membenarkan,
"Kita sahabat selamanya ya mel, nanti aku nikah kamu harus datang."
yaa.. sejak saat itu. 
sudah cukup jelas, bukan?


namanya amelia 17 tahun penyuka diam-diamnya fadlan.
*fiksi*

Rabu, 14 Agustus 2013

merdeka dan sang saka

kabut pagi masih tidak bisa luput dari tempat aku berdiri. aku masih sibuk melihat kanan kiri melancarkan serdadu membabi buta untuk setiap yang datang dan pergi. bayanganku masih kabur, ketakutanku masih melebur. aku pikir sekarang aku sudah bebas, dan aku bisa lagi tertawa lepas. tapi katamu tunggu dulu, masih ada yang harus aku selesaikan. dan sampai sekarang aku masih bertanda tanya perihal apa itu.

***
diperkenalkannya denganmu menjelang siang, sekitar pukul 10.00 bisikmu,
penjajah sudah lewat, serangan terhenti, ayo bersiap.
aku masih tidak paham untuk apa kita bersiap, masih tidak percaya serangan sudah berhenti, dan yang kamu bilang penjajah sudah lewat aku tidak mengerti bagaimana bisa. aku hanya ikut-ikut saja, dan aku terpana.

merahnya merona, melambangkan keberanian-ketangguhan dan kegigihan, sedang putihnya suci-keikhlasan dan benar-benar tanda bakti cinta yang tulus dari hati.

***
hari ini aku mengenangnya, beberapa periode silam saat tanganku belum keriput, saat tubuhku masih berenergi, saat lariku masih lincah.
Kepada Sang Merah Putih, Hormat.... Grak.
ya, hari ini.
getir perjuanganku bersama mereka kala itu.
masih terasa.
nyawanya masih berapi-api.

maaf aku rindu

hari ini aku berpamitan, aku ingin pulang menempuh jarak yang sudah terbentangkan sejak saat itu. sejak kamu memutuskan 'kita' untuk kembali ke bentuk yang semula. sejak kamu meminta aku lebih mandiri dan menyimpan 'kita' sebagai kepingan lalu. sejak saat itu, sejak terakhir kalinya tanganmu bisa secara halus menjabat tanganku. terakhir bisa benar-benar menggenggam erat tangan yang sedari biasanya terus berpengangan teguh.

sampai akhirnya aku pulang dan aku menemukan jawaban. jawaban atas perginya seorang kamu dari hadapan. ya, aku bimbang dan gamang. aku sama sekali tidak pernah tau dan dulu pergi dengan sejuta pertanyaan. 
kamu memutuskan kita dan meminta aku sendiri dan kamu aku tidak pernah tau mengapa dan bagaimananya. kamu pergi.
setelah kudapati kembali, ternyata dia yang telah mengikat hatimu. lama aku curiga tapi aku menepis. dia teman baikmu pun begitu denganku. sampai akhirnya aku hanya ingin pulang dan menyapa,
bahagiakan dia yang sudah membahagiakanku dulu. titip dia padamu. maaf, aku rindu.

lebaran #3 (Bisma, I Love You)

Setelah sholat ied di Baturetno-Wonogiri langsung cus ke Solo. naah di solo nanti pastilah banyak prencil-prencil soalnya muara keponakan emang ada di kota ini. menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam dari Wonogiri sampailah di Solo, dan ternyata disana sepi. diluar ekspektasi. ngga ada prencilan sama sekali.

sampai akhirnya muncul bocah kecil-unyu pisan-culikable yang diselidiki pasca hibernasi, jalan sempoyongan, celinguk kanan-kiri dan langsung dikasih aba-aba,
iiihh unyu, sini dong sini sini sini...
dan ternyata aba-abanya manjur, instruksinya langsung dilaksanakan dengan sigap, si bocah unyu langsung nyamperin dan duduk dipangkuan. setelahnya duduk dipangkuan, saya ngga mau kehilangan momen ini, jadilah saya ngalay sama si doi.. wkwkwkw...

bisma baru bangun bobo, langsung diem dan nurut loh dipangku :"
namanya Bisma, keponakan yang disinyalir masih umur 5 bulan. 5 bulan loh saudara-saudara.. ini masih 5 bulan. nama panjangnya bismaaaaaaa... hahaaha (5 harakat) *efek ngga tau nama panjangnya siapa. 

selintas lebaran tahun lalu ini bocah unyu belum bisa jalan, tapi sekarang udah jago jalan ternyata, udah banyak perubahan. dan ternyata juga, si doi sekarang punya adek namanya Dek Kaka, tapi sayang ngga ketemu sama Dek Kaka soalnya (katanya) lagi bobo nyenyak.

kakaknya aja unyunya sebegininya ya, gimana adeknya coba yaa *cuma bisa ngebayangin

bisma unyu pisan ya, saya ketemu langsung jatuh cinta loh, beneran :"
Dek Bisma ternyata udah bisa ngapa-ngapain, dia langsung nurut dan ngikut sama saya sejak pertama kali kita berjumpa, tapi setelah muncul ayahnya dia jadi ngikut si ayah dan saya dicampakkan begitu saja. hiks. sedih. miris. ironis.

tapi karena ayah si adek unyu ini baik hati dan pengertian kalau kakak keponakannya kangen pisan sama doi, jadilah si ayah ngasih instruksi buat Dek Bisma, doi disuruh ambil aqua -kebetulan ada dideket meja yang saya pun ada didekatnya- dan pinter loh, si adek satu ini bisa langsung tanggap dan ngambil aqua. sesudahnya minta ambil sedotan dan langsung dia kasih ke ayahnya.
aaah, adek udah unyu pinter lagi yaa :"
karena saya heboh sendiri sama kamera dan terus nge-fotoin si adek unyu ini, Mas Sendi jadi penasaran. yaa gitu deh, Mas Sendi penasaran kenapa saya bisa langsung deket sama Dek Bisma, padahal ini kali pertamanya ketemu semenjak pertemuan setahun silam.

jadilah Mas Sendi pdkt sama si adek, tapi ditolak terus. mungkin si adeknya takut sama Mas Sendi yang perawakannya berkali-kali lipat. sampai akhirnya setelah pdkt yang ditolak secara bertubi-tubi, si adek luluh juga dan mau deket-deket sama Mas Sendi. oh iya, si adek bisa luluh karena waktu itu dari luar rumah kedengeran suara kethek ogleng (atraksi monyet yang dibawa oleh orang keliling komplek rumah).

dan ini moment kebersamaan antara Mas Sendi dan si unyu yang bisa diabadikan oleh kamera,

akhirnya si adek luluh juga dan mau deket-deket mas sendi, hahaha
sayang banget ngga bisa lama-lama sama si adek unyu ini karena harus segera berangkat ke destinasi selanjutnya. jadilah pertemuan singkat yang teramat cepat namun benar-benar membekas di hati *hiperbol
cinta pandangan pertama memang ada kok, dan sudah terbukti.
kali ini membuktikannya (lagi) :)

lebaran #2 (balonku ada 3)

Hei ketemu lagi, sekarang saya mau cerita soal apa-yang-terjadi-setelah-sholat-ied-pasca-hunting-makanan. jadi karena di lapangan banyak yang jual balon saya jadi keinget kalau lebaran dulu pas statusnya masih 'bocah' paling demen beli balon. dan kalau sampai si ayah engga ngebeliin saya mesti mecucu (re: ngambek-cemberut) dan jadilah si ayah ngebeliin balon. dan kalau udah dibeliin balon mesti langsung seneng banget.

lagi-lagi setelah ngomporin bude buat beli cilok di edisi ini lebaran #1 (kuliner @Baturetno) saya juga ngomporin bude buat beli balon di lebaran kali ini. (soalnya kalau minta ke ayah, ayah cuma bales dan jawab pakai senyuman-kalau minta ke ibu pastilah saya engga dikabulin-kalau minta ke mas sendi, yang ada saya semakin dikata prencilan-so option terakhir saya pilih bude untuk jadi delegasi paling kuat mengabulkan keinginan saya ini). 

fyi, sebelum pulang ke rumah eyang tadi sudah ada negosiasi dengan penjual balon di lapangan. Nah, karena negosiasi tadi di lapangan dengan si penjual gagal bukan berarti pencarian untuk mendapatkan balon terhenti. Sekembalinya ke rumah eyang dan dijalan ada tukang balon saya langsung nyerbu, sedikit ngerengek bolehlah yaa dan bude luluh (mungkin-tidak-tega-melihat-keponakannya-yang-unyu-ini-sedih). jadilah bude melancarkan negosiasinya kembali. hahaha *ketawa seneng.

bude kece pisan loh, beli balon buat keponakannya yang unyu ini hahah :3
bude keren loh negonya, harga per balon yang semula sepuluh ribu ditawar jadi duapuluh lima ribu dapet empat balon. hayolooh hitung sendiri ya jadi harga per balonnya berapaan. hehehee

dan jadilah dapet empat balon, tiga balon saya yang milih mau balon apa aja, dan satu balonnya lagi bude yang milih untuk keponakan saya yang masih kelas 1 SD.
angry bird biru-angry bird merah-nemo-spiderman
sayang spidermannya bukan buat saya -___-"

tapi bersyukur banget sih, udah dapet tiga balon dan itu unyu-unyu banget *tapi kalah unyu sama saya hahaha. dan jadilah photosesion yang dicapture langsung sama mas sendi.
yeaaay balonku ada 3!!!

pose 1-2

mas sendinya nge-candied, aaah unyu yaah :3

seriusan, ini pose kok, nyadar kalau difoto (sebenernya) -___-"
oh iya, selesai nge-capture saya, mas sendi teteplah ngata-ngatain saya prajurit prencilan yang hebring sendiri gara-gara dapet balon. sebagai rasa terimakasih saya kepada kolonel prencil (re: mas sendi) saya kasih nih foto hasil jepretan saya sendiri. modelnya ya siapa lagi kalau bukan kolonel prencil.

kata mas sen foto tampak depan itu terlalu mainstream \m/
oh iya lupa cerita, kalau habis sholat ied kita sekeluarga langsung bertolak ke Solo dan sekitarnya untuk sowan ke saudara-saudara yang ada.
trus 3 balonnya dikemanain, pris?
hahaa..
tadinya mas sendi nyuruh buat ngasih tiga balon saya itu ke keponakan saya semuanya, tapi sayanya nolak.  saya keukeh untuk tetep bawa itu balon sampai nanti di Semarang. jadilah saya masukin ke mobil, saya taruh di jok belakang. yaaa.. saya harus lebih waspada lagi, soalnya di Solo nanti ada banyak prencilan dan itu berarti balon-balon saya terancam.
balonnya ditaruh di jok belakang mobil, hahaaa *tampak samping
tampak depan -___-"


overall saya seneng banget, lebaran kali ini punya balon. ya, setelah sekian tahun lebaran tanpa balon ternyata dalam status mahasiswi menuju semester 5 ini saya dapet balon, dan sekalinya dapet balon saya langsung dapet tiga. hahaha..

terimakasih bude, 
bahagia itu sederhana ya, sesederhana ini memang.
Alhamdulillah :)

Selasa, 13 Agustus 2013

lebaran #1 (kuliner-an @Baturetno)

lebaran kali ini jadwalnya acak adul loh, mulai jadwal kepulangan dari Bogor yang dipercepat beberapa hari dari hari yang sudah dijadwalkan. bersyukur kok tapinya arus mudik lancar total, tapi ya gitu jadinya lebih lama dirumah dan lebih lama LDRan :" *konsekuensi *eh

ngga cuma mentok di situ aja, rencananya H-1 lebaran baru bertolak ke Semarang tapi akhirnya pun juga harus dipercepat H-2 dan berganti tujuan ke Wonogiri dan sekitarnya, karena Mbak Infra masih ada jadwal siaran di TV H-1 lebaran, akhirnya Mbak Infra memutuskan untuk tidak ikut ekspedisi ke Wonogiri dan memilih untuk kembali ke Semarang.

jujur ya, tadinya teh mau nemenin si embak lebaran di  Semarang, cuma karena Ibu ngga ngeizinin dan ngeharusin ikut ke Wonogiri (alesannya karena kuliah di Bogor, otomatis jauh dan jarang pulang sekalinya mau ke Wonogiri malah ngga ikut jadi ngga boleh kalau ngga ikut, harus ikut, gitu) dan sempet nangis dijalan gegara lebarannya kali ini ngga sama Mbak Infra.

oh iya sampai di Baturetno-Wonogiri agak siangan, sempet tidur dulu dirumah eyang, sorenya langsung nyekar ke makam eyang uti sama eyang kakung dan dilanjut ngebatalin buka puasa terakhir sebelum besoknya lebaran.

1. Nasi Kucing Prapatan
namanya memang demikian, karena memang jualannya ada disudut perempatan jalan di pusat Baturetno dan ini menu buka puasa spesial malam takbiran loh. *soalnya banyak tempat makan pada tutup dan nasi kucing ini masih bertengger megah.

nasi kucing ini harganya cukup ngga bikin khawatir dompet ke kuras abis kok, malah justru bikin nambah lagi dan terus nambah lagi. menu sampingannya banyak ada tempe bacem-tahu bacem-sate telur-sate daging- dan masih banyak lagi.

oh iya tempe bacem khas sini rasanya aneh, beda gitu sama bacem biasanya, anehnya memang bikin ketagihan. buktinya bude sampai ngeborong 10an buat dibawa ke rumah eyang ._.

menu nasi kucing yg istimewa, di Bogor ngga kyk begini loh :"
banyak loh pilihan nasi kucingnya, mau nasi oseng-oseng atau nasi sambel. dan saya udah icip keduanya. rasanya ajib, nambah terus pokoknya. hehehee..

2. Surabi
sepuasnya makan di nasi kucing, jalan dulu bentaran ke arah pulang. nemuin surabi khas dari Baturetno-Wonogiri, akhirnya sama ibu beli dua biji. iya, cuma dua biji soalnya takut engga habis, dan ternyata surabinya rasanya tambah ajib, enak, santannya kerasa pas banget, dan ini surabi emang ngga ada duanya. sayang banget ngga sempet difoto.

3. Bakso Pak Min
kelar makan surabi, masih ada satu destination lagi, selintas inget di spanduknya bilang, "Bakso Pak Min". dan ternyata itu bakso dari jaman kapan tau pas dulu masih prencilan sering banget makan disitu. dan lagi-lagi dibikin takjub sama rasanya yang engga berubah. masih sama kayak yang dulu. masih enak.
bakso pak min engga berubah loh rasanya, masih sama, masih enak banget :"
saya suka banget kalau makan bakso ini ngga dikasih kecap-saus-sambel soalnya pure kuah bening udah bener-bener kerasa banget nikmatnya.

dan akhirnya pulang ke rumah.


***
pagi harinya, 

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir dan Batin

akhirnya lebaran juga dan kali ini sholat ied di lapangan Baturetno-Wonogiri. oh iya,  ini kali pertamanya setelah sekian tahun silam bisa sholat ied lagi disini. sekarang dari lapangannya pun sudah banyak perubahan. udah gitu dipinggir-pinggir lapangan banyak loh yang jualan balon. beneran. :"

sekarang lapangannya ada gambar bambang pamungkasnya, ada irfan bachdim juga loh :"
kamu pengen balon ya, pris?

iyaa pengen banget.
suasana sebelum sholat ied, jamaah mulai berdatangan
jadi seselesai dari sholat ied nih ya, belum kesampaian buat beli balon. udah nanya-nanya sih harganya berapa *cuma nanya loh ya, tapi ya gitu akhirnya ngga beli soalnya mahal. jadilah selesai sholat ied langsung ke pasar Baturetno (kebetulan deket dari lapangan sholat) dan hunting makanan :3


4. Cilok Baturetno
karena ngga kesampaian buat beli balon dan disamping penjual balon ada yang jual cilok, jadilah saya memutuskan untuk beli sepaket cilok. jujur nih ya, awal-awalnya cuma iseng ngomporin bude buat beli cilok barang dua ribuan, dan bude ngizinin buat beli. jadilah saya beli.

tapi ternyata bude juga pengen beli, hahahaha akhirnya beli dua paket cilok seharga dua ribuan dan ujung-ujungnya bukan dibagi rata untuk bude dan saya, tapi malah semua saya yang makan. hahahaha :3

selintas saya pikir rasanya bakalan sama aja kayak cilok pada umumnya, tapi nyatanya ada bedanya. bedanya ada di rasa sama ukurannya. cilok disini lebih unyu-unyu, lebih mini ukurannya, dan disetiap gelindingnya ada isian ikan didalemnya. panteslah kalau dua paket cilok ini saya lahap habis semuanya tak bersisa.

yaa ini makanan pembuka.. hahaha


cilok baturetno \m/

5. Tengkleng-Gudangan
letaknya ada di pinggir pasar, yang jual ternyata masih ada hubungan kekerabatan sama si ibu (anaknya temennya ibu) jadilah si ibu paling berperan dalam hal negosiasi ini. banyak banget menunya, tapi akhirnya saya pilih untuk makan tengkleng, nasi gudangan+kikil, dan ditambah beberapa gorengan.

kalau tengkleng biasanya dibuat dari daging kambing (bagian dalam-jeroan) tapi juga disertakan dagingnya. incaran orang-orang yang makan tengkleng itu biasanya di bagian sumsumnya. soalnya kalau nyedot-nyedot gitu seru. rasanya gurih, enak, dan emang bikin ketagihan. apalagi kuahnya, kalau disrutup bener-bener maknyus. recomended loh ini masakan.

kalau gudangan itu macem apa ya.. emmm... ada bumbu parutan kelapa muda yang dicampur sama cabai yang udah diuleg, dan itu pedes, dan biasanya disajikan bareng sama sayur-sayuran yang udah direbus dan kalau makan tanpa nasi pun mengenyangkan. tapi hati-hati ya, pedesnya itu bikin nambah dan nambah lagi. enak kalau makan gudangan dibarengi sama tempe atau tahu bacem, kalau yang suka kerupuk juga enak kok. selamat mencoba yaa

menu makannya banyak loh, saya aja kalap, semuanya enak :"

6. Tempe Benguk
oh iya, ada gorengan unik yang saya jamin di Bogor dan sekitarnya bakalan sulit ditemuin, dan bahkan saya pun belum pernah menemukan selain di Baturetno-Wonogiri. namanya tempe benguk. selintas unyu yah namanya, aneh gitu, pasti pada bingung kenapa namanya gitu? well, sampai sekarang masih jadi misteri kenapa namanya gitu. tapi layak dan harus dicoba loh, rasanya gurih-enak-dan bikin nambah lagi.

namanya tempe benguk, enak loh rasanya, gurih :"

7. Sate Kambing
selesai menyantap hidangan pembuka lebaran itu tadi, kelilinglah kita masuk ke dalam pasar.inget banget, kalau di pasar emang ada satu spot sate kambing yang dari dulu jadi langganan. disangkainnya udah engga ada, tapi nyatanya lagi-lagi masih ada. dan begitu dicicipin rasanya.

hemmmmh... rasa satenya ngga berubah, masih luar biasa.

yang bikin sate ini unik daripada sate kambing yang lain adalah cara penyajiannya. biasanya kalau sate dihidangkan selalu ada tambahan irisan cabai rawit (cabai hijau kecil)-bawang merah-dan lalapnya, tapi kalau sate yang ini tanpa cabai. selidik, cabainya itu udah di uleg duluan, terus diolesin ke sate-satenya dan akhirnya baru dibakar. jadilah udah kerasa pedesnya. dan harap waspada ya, pedesnya membahana \m/

ini sate cetar membahana  -_-
8. Sayur Terik
selesainya sate kambing, ada satu lagi makanan khas Baturetno yang memang wajib ain buat dicoba. namanya sayur terik dan kalau diliat-liat sebenernya bumbunya ngga jauh dari bumbu opor, cuma beda kombinasi untuk olahan bahan-bahannya. tetep pakai ayam, tapi ini bukan ayam lehor, pakainya ayam kampung jadilah lebih kerasa enaknya.

oh iya, saya kalap loh makannya, saya nambah terus. heheee

sayur terik luar biasa :)
udah selesai, pris?

iyasih, untuk serangkaian acara kulinernya sampai disini dulu, untuk edisi lebaran berikutnya masih ada kok. kali aja ada yang mau coba dianterin ke Baturetno buat cobain itu masakan boleh kok, bilang aja yaa ke saya. ada waktu saya ajak ke sana. dan ini memang luar biasa.

tunggu ya edisi lebaran selanjutnya :)

kalau ceritamu, bagaimana?

setengah-setengah

"Masih sering setengah-setengah, coba sekarang polanya diubah. harus mau memaksakan diri lebih giat lagi, dan lalu lihat perubahan yang terjadi."
-tekad-

kali ini bukan soal tekad, tapi pergerakan, signifikan, dan konstan.

Senin, 12 Agustus 2013

bijak (mengawali-mengakhiri)

selintas memang penuh makna yaa :"
memang benar, toh nyatanya juga demikian. ketika pada awalnya kamu memutuskan untuk mengambil sebuah pilihan dari banyak pilihan yang tersedia, dan kamu siap dihadapkan dengan konsekuensi-konsekuensinya sendiri untuk menjalani daripada pilihanmu itu, tentunya kamu pun siap bila pada akhirnya sesuatu yang menjadi pilihan di awal harimu menjadi yang terakhir pula untuk benar-benar ditutup kisahnya.

sebab,
"Tidak ada yang benar-benar berakhir, sebab bagian dari akhir pun adalah sebuah awal bagi kisah yang lain"
ada kalanya kita dipilih, kemudian digariskan, untuk menjadi pelengkap dari sebuah kisah yang belum begitu membutuhkan kehadiran kita didalamnya. bagaimanapun kita tetap menjadi bagian yang dianggap ada. ya, meskipun itu setengah-setengah. pasti ada kalanya kita menjadi yang itu.

atau kemudian, kita adalah tokoh utama dari kisah kita sendiri, menarik orang-orang yang sudah dipilihkan oleh kita atau tidak sengaja terpilih bahkan ada campur tangan orang lain dalam memilih, lalu mendampingi kita, menggarap dengan apik skenario milik kita, susunannya rapi dan hingga akhirnya layak baca. sampai suatu saat tokoh-tokoh itu harus pergi untuk menyelesaikan kisah yang lain. sedangkan kita? masih terjebak dalam kisah kita sendiri. ya, ada. memang ada yang demikian ini.

namun sebaik-baik kisah yang ada pastilah bukan monolog sepi. diramaikan barang satu atau dua tokoh lain. memunculkan klimaks pada bagiannya sendiri-sendiri.

untuk sebuah akhir,
kita bisa mencarinya, merangkainya, membuatnya, menyusunnya, tapi kita tidak pernah bisa benar-benar memastikan akhir seperti apa yang akan benar-benar kita dapati.

Sesungguhnya Allah-lah sebaik-baik pembuat skenario yang ada dalam jagad raya ini.


Jumat, 09 Agustus 2013

mungkin jika

mungkin jika jam keberangkatan dimundurkan, telat semenit atau kemudian dibatalkan. moment ratusan mil bahkan ribuan yang tercipta cuma akan jadi sia-sia belaka, tidak ada sapaan selamat malam dikemudian harinya, atau sekedar kepastian sudah mendarat dengan selamat di negara tujuan.

mungkin jika keberanian dalam diri untuk benar-benar memastikan perihal hati tidak diciutkan, maka tidak akan ada moment pertemuan kembali setelahnya. terputus, dan lalu me-restart ulang semua yang ada. iya, kembali ke posisi semula. tidak ada kita sampai sejauh ini.

mungkin jika daripadanya tidak menerapkan strategi yang demikian, tidak benar-benar bisa merangkai kata dan akhirnya mengumpulkan cerita.

ya, mungkin jika yang lain ceritanya tidak pernah sama.

luar biasa ya :"

langit ketujuh

"Kita masih dekat, masih berada dibawah langit yang sama, namun aku ingin menembus sampai langit ketujuh sana. kamu bagaimana? ingin turut serta?"-keyakinan-
katamu satu. jadi aku ikut bersamamu. 

pada sebuah malam

sudah malam, katamu ingin tidur lebih dulu. kelelahan. tapi sesaat kemudian terbangun lagi, entahlah mungkin belum bisa tidur nyenyak. selintas rindu muncul-menyergap-menerkam dan meringkuk miris disudut. mungkin karena larinya sempoyongan, tidak terkejar oleh jarak yang semakin lama semakin membentang. ingin diberi sekali lagi perihal keyakinan namun sama saja. epik, terkesan justru tong kosong nyaring bunyinya. kemudian aku memillih diam, menunggu kamu dan kita berbincang. singkat memang pun karena kita sama-sama punya kesibukan. 

sudah teramat rindu ya? iyaa, pastilah.

tunggu sebentar lagi, jarak memberi kesempatan untuk kita sama-sama lebih bersabar, katamu demikian. melegakan. dan tidak menjumawakan rindu secara berlebihan.

iya harus bisa sabar
siapa?
kita

Minggu, 04 Agustus 2013

memilih pulang

"Suatu hari nanti kamu pasti akan kelelahan, kehabisan energi dan satu-satunya yang bisa kamu lakukan. kamu hanya akan memilih pulang."

"Pulang kemana?"

"Tanyakan saja pada hati, dia sudah dilatih untuk bisa menjawab pertanyaannya sendiri."
sudah saatnya pulang, pris.

Jumat, 02 Agustus 2013

quotes

"Belum ada yang menyerah, kamu jangan pernah. sebab aku masih mau berjalan-berlari dan terus mengusahakan."
-jarak.3minggu.holiday-

buka bersama #2

kalau bukan berasaskan permintaan yang berlandaskan cinta dan kasih sayang, mungkin saya tidak akan banyak berucap dan berkata-kata #tsaaaaah




hehee...

jadi setelah sekuel pertama buka bersama, saya mau cerita lagi soal buka bersama (berdua) kedua barengan sama si aa, yaaa sebenernya sih hampir sama kayak yang pertama cuma yang sekarang dirasa lebih romantis.
naon romantis, pris.


si aa romantis?


aah ngga percaya.
yaudah deh, saya mulai cerita yaa...

buka bersama (berdua) sekuel kedua kali ini tempatnya memang sama dengan buka puasa bersama sekuel pertama. bedanya buka puasa kali ini adalah moment terakhir buka puasa bersama berdua. soalnya kepulangan saya dipercepat -yang semula tanggal 3 Agustus dirapel jadi tanggal 30 Juli- 

sehari sebelumnya, seharusnya bisa buka puasa bareng sama calon mertua juga *eh, tapi karena ada musibah lain jadilah saya cancel. huhuhuhuu. tapi ketahuan kok dari linimasa si aa yang sebenernya kecewa gitu karena saya ngga jadi join.

maaf ya a :"


curahan hati si aa di linimasanya :"
yaudah akhirnya kita cuma bisa smsan dan telponan aja dari jarak yang terbentang. dan besoknya untuk moment buka terakhirnya saya buka bersama berdua bareng si aa.

emang bener sih, jadi last moment before long holiday, yaa 3 minggu a :"
kita makan di richeesse factory dan sekarang spotnya sebelahan sama spot kenangan. lebih deket ngeliat lampu malamnya. dan kyaaaaa seneng dong, liat lampu malem lagi bareng sama si aa.

yang bikin istimewa itu bukan hanya karena lampunya, tapi ini kali pertamanya si aa makan di richeese dan dia engga kepedesan.
kok bisa sih pris?

bisa dong, si aa kan cups *eh, dia pesennya level 0. hahaaa.. harap digaris bawahi ya sodara-sodara, dia pesennya level 0, ya otomatis kan level 0 mah ngga ada apa-apanya, jelas atuh ya kalau si aa ngga kepedesan. dia makan bebas hambatan kayak melaju di jalan tol dan sama sekali ngga ada gangguan. padahal kalau dia level 2 udah deh yaaa... kepedesan. mukanya langsung merah kayak kepiting rebus wkwkkww  pisss a ._.v
emang kamu level berapa pris?

saya? wiiih saya mah tetep dong di level 2. wkwkwk walaupun jauh sebelumnya, saya pernah mendedikasikan diri sebagai the real fighter tak terkalahkan \m/

tapi ngga apa deh ya, kan ini lagi edisi Ramadhan. ngga tega sama perut belum diisi apa-apa udah sakit aja kalau nanti makannya level 5, jadilah saya makan cukup dengan level 2 yang ternyata bikin saya kepedesan. fine, saya memang kepedesan, tapi seenggaknya saya engga cups kayak si aa kan ya yang makan tapi level 0 wkwkwkkw :3

karena kurang afdol kalau cuma saya yang kepedesan, saya iseng tukeran 1 ayam terakhir sama si aa, alhasil saya makan level 0 dan si aa makan level 2. dan tau apa yang terjadi? 
emang apa pris?
si aa kepedesan. baru makan satu doang loh padahal, satu doang. dan mukanya lagi-lagi kayak kepiting rebus, langsung kepedesan-kepanasan-ngga tahan-dan ngehabisin minuman ._.v

saya ngga tega ih, saya sodorin semua minuman yang ada dan akhirnya bener dihabisin sama si aa. ckckckc lain kali mau iseng aah pesen level 4 biar dia makin kayak kepiting rebus+udang saos asam manis.wkwkwkw 

backsound: teganya-teganya-teganya-teganyaaaaaa

setelah puas buka puasa bersama berdua bareng sama aa sekuel kedua. akhirnya kita pulang. aaah nyenengin pokoknya. soalnya ini kali pertamanya diboncengin sama si aa naik motor sampai sejauh ini. yaaa nikmatin lampu kota-angin malam-untuk moment terakhir sebelum pulang ke Temanggung.

aa, thanks yaa..
bertahan untuk tiga minggunya, 
kita pasti bisa :"


oh iya bonus satu, 
si aa memang penggemar nomor satu, buktinya setiap ada postingan terbaru dia selalu tau. dan kalau engga ada yang baru dia selalu minta untuk ditampilin-ditambahin biar ada yang baru. heheee

pantes kan, si aa memang fans numero uno <3 br="">
sengaja di-samar-kan akunnya, saya nggamau ngobral si aa :"
biar saya aja yang tau, hehehe

kalau mau kenalan sama si aa, kenalan sama saya dulu yaa :D

Kamis, 01 Agustus 2013

cerminan

pertama kali masuk ke kamar, pertama kali sampai di hotel, pertama kali lihat bahwa yang ada di dinding itu semacam cerminan.

cerminan?

gambar di dinding yg cukup menyita perhatian. pandangan pertama.

 setelah diperjelas, ternyata berujar demikian.

quotes-nya ngejleb, bener pisan :"

If you can imagine it, you can achieve it.
If you can dream it, you can become it.
hari itu pertama kalinya mendarat di negeri orang, jauhnya ribuan mil, ditempuhnya lewat jalur udara, atmosfer yang berbeda. mimpinya diperjelas. mimpinya dipertegas. dan mimpinya dijadikan nyata.

masih punya stok mimpi yang sampai sekarang tengah diperjuangkan.

Taichung-Taiwan-April 2013

Happy Wedding, Kak Ira

Namanya Ira Gustina, kalau diliat dari namanya bisa dimungkinkan kelahiran agustus tapi untuk tepatnya kapan saya belum tau, nanti deh saya nge-satlk akun kakak heheee, saya mengenalnya pada konferensi yang saya ikuti bulan april lalu di Taiwan. setelah berbincang banyak waktu itu ternyata Kak Ira lulusan S1 departemen Statistika di IPB angkatan 41 atau 43 ya saya lupa, tapi yang jelas bukan angkatan 42 dan setelahnya Kak Ira melanjutkan studinya S2 di Universitas Indonesia, untuk jurusannya sendiri kalau tidak salah bioteknologi *aaah saya lupa, maaf yaa kak. hehe...

ngomong-ngomong soal bulan agustus, mungkin akan mendekati ulangtahun si kakak, sengaja saya mention melalui akun twitter saya untuk menanyakan kabar, saya kangen. sepertinya itu alasan kuat saya untuk menanyakan kabar padanya, dan saya kaget begitu mendapati mention dari si kakak perihal pernikahannya di 11 Agustus tahun 2013 ini.

sengaja saya mention kak Ira karena kangen, taunya saya dapat kabar bahagia dari si kakak :"

kalau dirunut, pertemuan saya dengan kak Ira terbilang singkat. namun dengan singkatnya waktu pertemuan itu tidak lalu membuat kami berdua tidak akrab. malah justru terbilang akrab. hari-hari terakhir di Taiwan kami justru banyak menghabiskan waktu bersama. mulai dari duduk berdua di bangku bus dan berbincang banyak perihal kota Taiwan kala itu. rencana ekspedisi ke Taipei dan lalu rencana untuk bertemu lagi dalam ajang yang sama di negara yang berbeda. rencanya waktu itu kami sama-sama ingin ikut konferensi yang dilaksanakan di Beijing-China.

banyak hal yang saya dapat dari kak Ira, selain informasi mengenai beasiswa yang ada, konferensi-konferensi dengan tema yang berbeda dan negara yang berbeda pula. banyak bertukar pikiran tentang hidup (untuk hal ini saya tau si kakak tengah memberikan tips dan trik untuk mengarungi kehidupan *eh) dan masih banyak hal lainnya. dan itu cukup menyenangkan.
oh iya, pris inget loh kak awal mula kedekatan kita justru saat kita berada di room yang sama kala presentasi paper, dan kemudian di akhir penutupan konferensi. kakak ingat bagian ini?


baru beberapa bulan setelah konferensi kak Ira bertandang lagi ke IPB, memberi kabar melalui telepon selular, dan akhirnya memilih sc fmipa menjadi tempat pertemuan itu. berkabar rindu, begitu katanya. dan akhirnya lagi-lagi kita banyak berbincang, tentang Taiwan, tentang semangat, tentang hidup.

pertemuannya singkat, namun berkesan.
dan sekarang kak Ira akan mendapati perhelatan akbar dalam hidupnya.

Happy Wedding kak Ira :)
Happy wedding, kak Ira
semoga menjadi keluarga yang sakinah-mawadah-warohmah
semoga langgeng terus sampai akhir nanti
semoga Allah senantiasa menjaga-melindungi dan selalu meridhai kehidupan kak Ira
selamat menyongsong kehidupan baru kak
semangat untuk menjadi istri dari suami dan ibu dari putra-putri kakak kelak

tetap jaga komunikasi yaa kak, tetep main ke Bogor

dari adekmu
pristi sukmasetya

untuk pertemuan selanjutnya harus diagendakan ya kak :)

just for fun

kalau posisinya 3x3 gini pasti si aa setuju kalau ini kita ngalay -__-" wkwkkw

selintas kalau kenal sama si aa beberapa waktu yang lalu ngga nyangka aja kalau doi bisa sebegininya. (bisa diajakin ngalay-dan lebih-lebih kesininya malah justru dia yang paling antusias buat ngalay bareng) hahahaaa.

yaa kan tampilannya udah rapih gitu, biasanya pakai kemeja-celana bahan-kalau engga ya celana jeans-dan selalu wangi. entah si aa pakai parfumnya apaan, tapi baru-baru ini tau kok parfum aa apaan dan udah bisa langsung ketebak kalau si aa dateng lewat parfum yang dia pakai ._.v

jadi inget si tya,

"Ibuk si ayah wangi banget, semerbak harumnya pas masuk sc. padahal tadinya aku sendirian ibuk."

statment jujur loh a itu, dari anak kamu sendiri. wkwkkwkw

foto ngalaynya banyak sih sebenernya. cuma mau kasih liat yang ini dulu aja. takut pada ngiri masalahnya. terlebih buat secret admirer kita berdua *hueeeek-pris bagian ini kayakanya bakalan pada keki sama lu-bakalan pada muntah-muntah dan kesel sendiri-dan terus bakalan pada gimana-gimana*

hahaha engga sih, maaf maaf engga ada maksud apa-apa kok, sama kayak judulnya. just for fun.
cuma mau menyisipkan kenangan, karena takut nanti dicuri orang :")

buka bersama #1

utang untuk posting sekarang lunas ya a, ditunggu tunjangan hari rayanya di Bogor nanti *eh :3
tradisi Ramadhan itu pasti ada buka puasanya, dan yang diincar dari buka puasa itu biasanya menu makannya, mau makan apa, mau makan dimana dan yang paling kruaksial itu mau makannya sama siapa hahaha. well, meskipun sebenarnya esensi dari puasa itu sendiri bukan masalah buka puasanya pakai apa. cuma rada seneng dikit boleh kan ya kalau akhirnya buka puasanya itu engga sendiri, semacam ada subyek pendamping dan teman penghindar dari rasa sepi. hueheheheheee


ceritanya mau buka puasa bareng nih bareng sama si aa cuma berdua aja, yaa sesekali Ramadhan kali ini kan beda, udah ngga sendiri lagi, ada yang nemenin buka puasa jadilah rencana mau buka puasa bareng berdua.
yakin berdua pris?

buka bersama (berdua) part 1:
awalnya sih yakin, rencana buka didahului dengan kencan panas dengan beberapa buku di gramedia seperti biasanya, dan lalu kemudian beralih ke bioskop *kali aja ada film yang mau di tonton-oh iya sebenernya ada film yang mau ditonton cuma akhirnya ngga jadi nonton gara-gara waktunya kemaleman dan si aa mendadak manyun gitu-haha dia ngambek-wkwkwkw*, jadilah cuma jalan muter-muter ngga jelas dan cari tempat buat makan.

mau berhenti ke tempat makan yang satu, penuh. beralih lagi berhenti dan ngeliatin seisinya juga penuh. malah ketemu sama mbak yustika sama mbak fitri (delegasi konferensi ke Taiwan). dan setelah lama berbincang dan ngenalin si aa ke mbak-mbak itu,
cieee aa dikenalin, wkwkkww
akhirnya kita berpisah, dan setelahnya muter sekali lagi dan ke tempat yang sama dan tempat itu masih aja penuh. sampai akhirnya ketemu sama bang bimo-mbak dola-sama mbak satu lagi lupa namanya siapa, awalnya sih kepikiran,
aa, kita harus memisahkan diri a, kita kan kesini mau buka berdua a, ayoo memisahkan diri.
tapi nyatanya, buka bersama itu memang untuk bersama-sama dan bukan untuk berdua. yaaa, akhirnya buka semeja berlima, saya-aa-bang bimo-mbak dola-sama temennya mbak dola, dan ya gitu deh buka puasa barengnya fail pisan. mulai dari pesen menu makan yang beda dari biasanya, dan kemudian pembicaraan super ngelantur.

menu buka puasanya, aa makannya banyak pisan ya :"
setelahnya kita memisahkan diri, dan lalu pulang, dan bener aja kan yaa a buka bareng kita kali ini fail, kita ngga jadi buka berdua tapi kita memang bener-bener buka bersama, very well then kita cari moment kita bisa buka bareng yuuk :"
ngga nyerah ya pris?
hahaa engga dong~


buka bersama (berdua) part 2:
kita menyerah? wah maaf yaa engga kenal menyerah apalagi si aa yang notabene dulunya udah keseringan sendiri dan yang sekarang udah engga sendiri *eh jadi ngebet banget gitu buat bisa buka bareng berdua. dan sekarang kita lagi cari cara gimana biar bisa buka bareng cuma berdua aja.
kenapa sih pris ngebet mau buka berdua?
haha bukan mau apa-apa dan sebenernya engga kenapa-kenapa juga sih, cuma kalau misalkan bisa buka berdua bareng si aa, bisa banyak pembicaraannya. bisa ngomong ngalor ngidul soal hati yang ngga mungkin diobrolin kalau lagi sama banyak orang. wkwkwkwkkw :3

dan akhirnya kita buka bareng.

karena saya waktu itu ngidam richeesse factory -udah lama banget engga kesitu- saya ngerengek ke aa mau kesana. awalnya sih si aa kayak yang nolak gitu -ketahuan dari mukanya- tapi mungkin gara-gara ngga tega karena saya udah ngerengek si aa akhirnya meng-iya-kan rencana buka bareng kita di richeese factory.
kalau boleh jujur sih, sebenernya cuma kangen di tempat kenangan. hahahaa
tempat kenangan pris?
hahaha iyaa jadi dulu si aa jujur sama perasaannya di parkiran mobil, sepulangnya dari makan disitu ._.v
dan kita sampai ke TKP sekitar pukul 17.30an macet dijalan, setelahnya parkir langsung ke tempat tujuan dan you know what? cuma yang aneh dan kurang strategi aja yang dateng jam segitu. jelaslah ya tempatnya udah penuh, udah banyak yang nge-tag dan duduk nungguin buka puasa. yaak, kita kehabisan tempat dan bener-bener tidak bisa ditoleransi lagi.
trus akhirnya gimana pris?
akhirnya kita muter-muter ngga jelas gitu, kita pikir sekalinya muter dan terus kembali ke tempat itu bakalan ada tempat yang kosong, tapi nyatanya. fail. sama sekali konsep putaran searah jarum jam tidak berfungsi dengan baik. 
trus gimana?
ya akhirnya, kita muter cari tempat makan yang lain, tapi nyatanya sama aja. ngga ada tempat duduk yang kosong dan yaa. ekstrimnya si aa nyeletuk,

"yang, kita beli itu aja gimana satu aja dulu seenggaknya buat kita batalin puasa."

"emm.. iya juga sih a, trus kita makan di mobil aja deh ya kalau begini caranya. hemmmh."

ya gitu, jadinya kita beli paket chiken di salah satu tempat dan sesuai rencana makan di mobil aja di parkiran. fail banget kan ya?

"ini buka puasa paling fail ya a, sekalinya mau buka bareng berdua ujung-ujungnya ngebungkus makanan dan parahnya ini makan di mobil dan itu di parkiran. ckckckck."

udah beli makan-satu paket doang-nanti dibagi berdua-ironis ya-dan makannya di mobil.
jadi pris makannya di mobil? di parkiran gitu?
rencana semula sih gitu, begitu sampai lantai atas deket sama parkiran mobil, ngeliat ke sekeliling banyak yang ngampar buat buka puasa. dan terlintas dipikiran buat ngampar juga. hahahhaa

"a, kita yakin mau buka di mobil?"

"kenapa emang?"

"emmmh kita ngampar aja yuk, buka puasa disini kayak kebanyakan, gimana? hahaa."

"yakin?"

"iyalah yakin, hahah yuuk ah ngampar aja."

dan finally, kita cari tempat buat ngampar dan setelahnya dapet tempat buat ngampar, kita duduk berdua gitu makan satu paket chiken yang kita beli tadi buat ngebatalin buka puasa. satu paket loh yaa, ini satu paket, jadi kita makan sepaket berdua. mumumumuuu unyu kan ya? hahaha :3

naon unyu pris -___-"

nih menu pembatalan puasa, yg dibeli cuma sepaket dan dimakan berdua, romantis ya :"
romantis-miris-sama ironis itu beda tipis kok, yaaa kayak kita beli sepaket buat ngebatalin puasa dan setelahnya dimakan berdua. eeh tapi soswit loh, hahahhaa 
kenapa soswit pris?
ya, soalnya berdua sama aa. wkwkwkkww.

selesainya menyantap menu pembatalan kita langsung ke tempat tujuan kita yang pertama tadi -yang selalu tertunda karena penuh sesak- dan setibanya disana ternyata sama aja, masih belum ada tempat yang pewe dong buat makan. dan yaa, akhirnya kita main puteran searah jarum jam (lagi).
berhasil pris? dapet tempat duduknya?
engga, engga berhasil. kita muter ngga cuma sekali hampir tiga kali dan sama aja belum kedapetan tempat duduk, trus nyempil gitu ada tulisan "surabi duren" yaudah, karena dari dulu diiming-imingi surabi duren dan sekarang bisa kesampaian. yaa, mampir dulu lah ke surabi duren. dan saya doang yang makan.
aa ngga makan pris?
engga, dia engga makan, dia engga doyan dan yaudah dia cuma nonton saya makan dan jadi fotografer setia. fyi, dari dulu setiap ada kepanitiaan si aa tu cuma ada dua pilihan. kalau engga PDD ya jadi KADIV atau Ketua Panitianya. dan kalau urusannya sama saya, dia jadi PDD sejati. wkwkwkw

di surabi duren, si aa engga makan, doi engga doyan ._.v
selesai makan surabi duren akhirnya kita balik lagi ke tempat tujuan makan. dan yaaak, sekarang lega. kita ngga harus main puteran searah jarum jam dan kita dapet tempat yang nyaman. meskipun itu bukan di spot kenangan. soalnya di bangku kenangan udah ada yang ngejamah dan mungkin mereka juga sedang mempersiapkan kenangan versi mereka sendiri.
maksudnya pris?
iya di tempat yang dulu jadi kenangan saya sama si aa lagi ada pasangan muda-mudi gitu, kayaknya sedang melakukan pembicaraan sakral. hahahah *ini sotau yaa* :3

akhirnya kita makan. sekarang pesennya beda, kita pesen level 2 (soalnya si aa yang request). biasanya sih saya bisa makan sampai yang level 5 tapi karena sekarang ngga diizinin sama si aa -alesannya karena buka puasa takut nanti sakit perut- yaudah saya nurut.

selidik punya selidik nih ya, 
waktu dulu moment nyatain itu kan sebelumnya kita juga makan disini, tapi levelnya level 3 bukan level 2, saya engga kepedesan tapi si aa kepedesan luar biasa, dan setelahnya sekarang makan level 2 si aa masih tetep kepedesan, dan baru tau kalau sebenernya pas dulu makan level 3 itu si aa gengsi. hahaha
gengsi pris?
iya gengsi, dia sebenernya mau pesen level setingkat di bawah saya, tapi jaim gitu, masa iya dia kalah sama adek kelas. katanya sih begitu. wkwkwkkw kocak ya si aa mah.

"trus sekarang udah engga jaim lagi a?"

"iyadong, sekarang mah udah jadi, ya nggausah jaim. haha."

"jadi dulu sebenernya gengsi ya mau ngaku kalau emang kepedesan?"

"ya atuh, masa sama adek kelas kalah sih, gengsi yang."

cuma level 2 loh, dan si aa tetep kepedesan -___-"
udah makannya, udah selesai dong buka bersama (berdua) bareng si aa. yeaaaaay akhirnya bisa juga dapet moment buka puasa berdua. dan untuk moment ini bener-bener fail, mulai dari ngampar sampai surabi duren dan titik rawan kepedesannya.
aa, manythanks yaaa. full of love {}
bentar lagi lebaran loh a, jangan lupa jatah THR buat pendampingnya yaa *eh wkwkwkw

ini cerita buka bersama Ramadhanku tahun ini, kalau kamu sendiri bagaimana ceritanya?