Rabu, 14 Agustus 2013

merdeka dan sang saka

kabut pagi masih tidak bisa luput dari tempat aku berdiri. aku masih sibuk melihat kanan kiri melancarkan serdadu membabi buta untuk setiap yang datang dan pergi. bayanganku masih kabur, ketakutanku masih melebur. aku pikir sekarang aku sudah bebas, dan aku bisa lagi tertawa lepas. tapi katamu tunggu dulu, masih ada yang harus aku selesaikan. dan sampai sekarang aku masih bertanda tanya perihal apa itu.

***
diperkenalkannya denganmu menjelang siang, sekitar pukul 10.00 bisikmu,
penjajah sudah lewat, serangan terhenti, ayo bersiap.
aku masih tidak paham untuk apa kita bersiap, masih tidak percaya serangan sudah berhenti, dan yang kamu bilang penjajah sudah lewat aku tidak mengerti bagaimana bisa. aku hanya ikut-ikut saja, dan aku terpana.

merahnya merona, melambangkan keberanian-ketangguhan dan kegigihan, sedang putihnya suci-keikhlasan dan benar-benar tanda bakti cinta yang tulus dari hati.

***
hari ini aku mengenangnya, beberapa periode silam saat tanganku belum keriput, saat tubuhku masih berenergi, saat lariku masih lincah.
Kepada Sang Merah Putih, Hormat.... Grak.
ya, hari ini.
getir perjuanganku bersama mereka kala itu.
masih terasa.
nyawanya masih berapi-api.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar