Jumat, 09 Agustus 2013

pada sebuah malam

sudah malam, katamu ingin tidur lebih dulu. kelelahan. tapi sesaat kemudian terbangun lagi, entahlah mungkin belum bisa tidur nyenyak. selintas rindu muncul-menyergap-menerkam dan meringkuk miris disudut. mungkin karena larinya sempoyongan, tidak terkejar oleh jarak yang semakin lama semakin membentang. ingin diberi sekali lagi perihal keyakinan namun sama saja. epik, terkesan justru tong kosong nyaring bunyinya. kemudian aku memillih diam, menunggu kamu dan kita berbincang. singkat memang pun karena kita sama-sama punya kesibukan. 

sudah teramat rindu ya? iyaa, pastilah.

tunggu sebentar lagi, jarak memberi kesempatan untuk kita sama-sama lebih bersabar, katamu demikian. melegakan. dan tidak menjumawakan rindu secara berlebihan.

iya harus bisa sabar
siapa?
kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar