Minggu, 29 September 2013

payung

another - way


"Selalu akan ada banyak pilihan, dan hanya satu kesempatan untuk memilih."
berbijaksanalah dalam menetapkan satu diantara banyak yang ada. 

telepati


bila saja segala sesuatunya dengan telepati bisa tersampaikan. mungkin pertengkaran kecil dengan perantara media ketiga ini bisa sedikit diminimalisir. lebih-lebih bila yang disampaikan dan diperdebatkan sudah menyinggung bagian paling kruaksial manusia.

hati

lain cerita kalau semuanya bisa dijelaskan tanpa perlu banyak berdeskripsi. cukup dengan telepati.

december


masih empat bulan lagi terhitung dari sekarang :)

final decision


kalau diumbar sakit, pasti nanti kian terasa
meradang, menjadi-jadi
elakannya tidak lagi bisa ditepis
rasanya mau mati

ada masanya ketika sebuah tanya terjawab diam
ketika sebuah rasa sengaja dimatikan
bukan untuk menyakiti
bukan untuk pergi

tapi seketikanya kembali
yang dibiarkan tumbuh hanya jadi hamparan ilalang

tidak mau lagi

cukup

pergi

Sabtu, 28 September 2013

kelelahan

"kalau saja kelelahan jadi bagian sisa-sisa yang diperjuangkan. mungkin menangis tiada berkesudahan."

terjepit pilu (kalah)


hari ini kamu pulang, konsekuensinya adalah jarak dan aku sekarang kembali berteman. padahal beberapa waktu lalu semenjak kamu datang, aku resmi menjaga jarak dengannya. sebab pedih itu yang aku rasakan. pilu kelu yang selalu aku sembunyikan. hanya diam-diam malu yang aku semburatkan. membuatmu nyaman dan memilih untuk lebih lama tinggal.

aku memiliki kamu dan kamu memiliki aku. kita berdua menganut teorama klise yang kita jadikan sumber kekuatan kita sendiri ketika diharuskan jauh-berjarak seperti saat ini. sayang, sekarang liberalis. pahamku beralih bukan lagi demokratis. aku dibelenggukan jarak untuk tidak bisa menahan rindu lebih lama. dipilukan waktu yang tidak cukup sekali bagiku tenggelam-hanyut-dalam airmataku sendiri.

jangan menangis,
sekarang belum saatnya,
kamu tempat untukku pulang.
nanti pasti, aku pulang

aku hanya bisa diam, sesekali menguatkan airmataku yang tidak bisa lagi dikontrol untuk jatuh-deras-berceceran. aku bukan pengontrol hati yang baik. semuanya tumpah ruah sampai ke bibir jalan. aku linglung. tidak pernah sakit disayat rindu semenyedihkan ini.

sudahi saja,
aku lelah
 

aku kalah. 

heart

“who knows the heart would be soothen like air, or raging like starfire”

ambigous text

"Lupa menyapa bagaimana caranya? aku tidak pernah mengingat sejak ada tanda petik diantara kita."

aku tidak suka bunga


aku tidak pernah benar-benar menyukainya, sejak duri-duri kecil bermain-main dengan jemariku kala kecil dulu. sejak aku bermimpi menjadi putri sehari dan kamu menyingkap sifon penghalang wajah dan menyematkannya pada genggamanku. dulu sih begitu, sejak jejal-jejal film barat berhasil membiusku dengan lamunan princess dan seputar pangeran tampan berkuda putih yang selalu berhasil menyelamatkan putri dan akhirnya menikah lantas hidup bahagia selamanya.

aku lupa bagaimana euforianya.

mungkin karena aku tidak pernah benar-benar menyukainya.

saya tidak memberinya judul





kamu pernah menjadi mendadak pujangga, atau entah puitis. merasa lebih akrab dengan kata-kata dan semuanya terasa kelu untuk tidak dituliskan?

kamu kemudian memindai kata, memasang-masangkan satu kata dengan kata lainnya, yang kemudian susunannya beraturan, menambahkan beberapa diksi agar tampak manis, membubuhkan selipan tanda petik atau bahkan pentungan kaku untuk memberi kesan tegas.

kemudian kamu menjelma menjadi sosok yang digalaukan, disebut-sebut menyembunyikan dari tiap bagian aksara yang kamu susun sendiri. kamu bersembunyi. 
tampak yang tak terlihat.
manusiawi.

aku begitu sejak aku mengenal kamu pada rerumputan yang sering orang bilang lebih hijau daripada milikku.

sejak senja memilih untuk bersembunyi pada setiap fase tungguku.

sejak saat itu.

rindu


"kamu tak jelas berupa, tapi terasa rindu"
ironis memang, tapi benar kamu begitu. 

terpelanting jarak jauh




kadang ada yang tidak bisa menjalani konsekuensi yang diciptakan jarak dan jauh secara bersamaan. ada yang disayat rindu, ada yang dijatuhkan sepi, kemudian ada yang meratapi dinding-dinding kosong dalam hati.

pernah menyadari kalau kamu adalah bagian daripadanya? 
atau sama sekali tidak pernah mencoba tersadar dari setiap lamunan dan angan-angan yang kamu buat sendiri?

aah.. 
malam ini angin sepoi-sepoi. udaranya lambat laun bisa menyatu. tidak ada lagi aku dan kamu. kita sudah sama-sama bebas, terpelanting jarak jauh yang semakin hari semakin pasti. yang kian hari kian meyakini.

sudah, tidak perlu risau.

cicipi saja getir rindu yang diciptakan Tuhan agar kita bisa saling menghargai.

perihal jati diri, pencapaian hidup dan garis tangan masing-masing.

saran

"Ya kalo lunya nyari atmosfer, cari lah yang menurut lu bisa memayungi lu dari sinar ultraviolet, yang selalu bisa menyediakan oksigen yang menyegarkan badan lu."
semisal itu ada, pasti sudah ketemu sejak dulu.
atau mungkin karena tempatnya masih ribuan mil, belum terjangkau, energinya harus diisi dan tekadnya harus dibulatkan sejak saat ini.

ya, kapan lagi. 

rasa-rasanya



rasa-rasanya baru sebentar. baru merasakan secara 'utuh' namun kemudian dipatahkan lagi, dijadikan kepingan-kepingan.

"Dijauhkan sekarang untuk didekatkan dalam jangka waktu yang cukup panjang."

berdiri pada lingkaran, berputar, dan tidak pernah bisa diprediksi

"Kita bukan sedang berjuang sendiri-sendiri kan?"

nanti kalau sudah ada 'kita'. bukan lagi aku dan kamu.

Kamis, 26 September 2013

quotes

"Kalau cinta, harusnya saling memudahkan, saling membuka jalan, saling menapaki jalan menuju satu titik bernama 'kebersamaan'. bukannya merasa jadi paling yang berusaha mengerti. bukan merasa jadi yang paling harus dimengerti. harusnya bukan pula merasa jadi yang paling kesulitan."

kata si @landakgaul sih begitu,
tapi mungkin semestinya emang begitu sih ya :"

(bukan) pergi sementara

diambil dari sini

"Kalau tentang pergi untuk sementara kayaknya istilahnya kurang cocok deh hehe. belum ada sejarahnya yang kembali lagi setelah menemukan 'pulau' yang baru."

ya, setidaknya gue tertegun untuk waktu yang cukup lama demi memindai kalimat ini. penuh sayatan memang, tapi begitulah kenyataan. ya, gue tertampar, bahkan mungkin sudah terkapar dan terdampar.

kalau sekarang gue tanya,


masih adakah cara untuk menemukan jalan pulang?

kayaknya cuma gue sendiri yang bisa jawab pertanyaan itu. iya gue. bukan yang lain.

"Cuma memang seperti itu mungkin dari jaman colombus menemukan amerika. pada akhirnya colombus masuk sejarah dunia. intinya sih semua orang pasti melakukan pencarian, untuk hidup lebih baik. mungkin lu termasuk didalamnya, dan sekali lagi ngga ada salahnya tentang hal itu."

rumah memang selalu jadi tempat untuk pulang, bahkan dalam perantauan sekalipun :") 

menghilang sejenak

saya mendadak diingatkan dengan postingan dilla pada blognya, mungkin sekarang saatnya saya pun mengakhiri 'jurus menghilang' sejenak yang saya ciptakan sendiri, mungkin sejak beberapa bulan kemarin atau bahkan sudah sejak lama. mungkin juga sekarang udah saatnya untuk berpola dengan segala sesuatu yang baru. ya, setidaknya dengan semenghilangnya saya yang dulu sudah ditemukan beberapa part yang harus segera dihimpun kembali dan masih banyak puzzle yang menunggu untuk disusun.

"kadang ada kalanya lu berenti untuk sesuatu bukan karena lu ngga suka, tapi ada tempat lain yang mengharuskan lu lebih lama tinggal, karena tempat yang lama sudah pasti aman dijaga dan yang baru butuh pengawasan lebih daripadanya. berbijaksanalah mengambil keputusan. gimanapun rasanya ditinggalin dan ninggalin itu ngga enak. tapi ada yang memang harus dilakukan."

ya begitu, 

semoga keadaannya jauh lebih baik daripada sebelumnya. ada misi yang harus selesai sebelum tanggal akhir bulan ini muncul.

bissmillahirahmanirahim :")

Senin, 23 September 2013

sederhana

"Sudah makan belum dek?"
ibu memang selalu bisa yaa :"

tahu diri


tahu diri-ost perahu kertas

Hai, selamat bertemu lagi..

sudah lama kita tidak pernah bertemu, sepekan, merambah hitungan bulan, dan bahkan bertahun pun berhasil dilewati. ya, setidaknya nasib untuk tinggal dalam bayang-bayangmu dimasa putih abu-abu pupus sudah. 

kelegaan tersendiri bagiku melewati fase-fase sulit memendam itu dan akhirnya aku lulus dengan gelar kemegahan yang bersanding bersama dengan euforia bocah beranjak dewasa. kebanyakan dari yang sudah mendengar ceritaku tentangmu, akulah nomor satu. memujimu, menjagamu, mendambamu dalam seribu diam milikku. tidak pernah luntur kadarnya, ironisnya semakin mendekati fase perpisahan gejolak dalam hati semakin berkembang, menyeluruh dan hampir meluluh-lantahkan pertahanan tembok bisuku.

ya, aku tidak pernah berfikiran untuk mengadakan sebuah pertemuan lagi denganmu setelah itu. bagiku cukup. ceritaku tamat. dengan akhir yang sama sekali bukan bagian dari imajiku sendiri. aku menyerah tanpa syarat.


Aku sudah lama menghindarimuSialkulah kau di siniSungguh tak mudah bagikuRasanya tak ingin bernafas lagiTegak bediri di depanmu kiniSakitnya menusuk jantung iniMelawan cinta yang ada di hati


namun nyatanya aku salah, ada pertemuan yang seringkali orang bilang 'kebetulan' dan aku masih ragu untuk menyebut pertemuan kita pertama kalinya ini -setelah sekian lama itu- hanya sebagai 'kebetulan' biasa. 

berharap? 

mungkin masih begitu. ya, benar. hatiku membenarkan tentang harapan-harapan yang tersembunyi, yang hanya berani tampil malu-malu begitu melihat sosokmu melintas, terhenti, tersenyum, dan mengulurkan jabat tangan kepadaku sore tadi.

pertemuan lagi, bisikku dalam hati.

Dan..upayaku tahu diri..Tak slamanya berhasilPabila kau muncul terus beginiTanpa pernah kita bersamaPergilah,menghilang sajalah lagi

ah kamu tidak pernah berubah, jabat tanganmu masih terasa hangat seperti waktu dulu, senyuman penuh maknamu pun begitu. aku tidak ingin beranjak, masih ingin lebih lama menikmati waktu bersama-sama denganmu. pilu memang, bahkan sampai sekarang pun aku masih tidak tau kemana arah hatimu menuju. yang aku pahami hanyalah hatiku. hatiku yang masih sibuk mencari tau perihal masihkah ada kesempatan untuk bertegur sapa dan singgah sejenak dalam hatimu. 

Bye, selamat berpisah lagiMeski masih ingin memandangimuLebih baik kau tiada di siniSungguh tak mudah bagikuMenghentikan sgala khayalan gilaJika kau ada dan ku cuma bisaMeradang menjadi yang di sisimuMembenci nasibku yang tak berubah

kita akhirnya berbincang, kali ini kamu yang mendominasi. aku lebih banyak diam dan masih saja tidak cukup punya  keberanian untuk menatap kedua mata teduhmu lagi. sesekali tersenyum tipis dan coba melontarkan beberapa pertanyaan, menggali informasi tentang kehidupanmu yang sekarang. nihil ya, acapkali berharap bisa menyelami seluk beluk kisah sekelumit hatimu, namun selalu begitu. 

tatapannya semburatkan isyarat.

mundur teratur

kurang lebih begitu ujarnya. aku hanya bisa menafsirkan lirih dalam nafas sengal bahasaku sendiri. aku hanya perlu waktu lebih lama lagi untuk bisa benar-benar biasa saja atas semua apa yang aku rasa. ya, kesederhanaan mencintai tanpa harus memiliki. aku hanya perlu itu sekali lagi.

Berkali-kali kau berkataKau cinta tapi tak bisaBerkali-kali ku tlah berjanjiMenyerah....
Dan..upayaku tahu diriTak slamanya berhasil

tidak pernah ada yang berani menanyakan bagaimana kabar hati pun kamu begitu kepadaku. kita sama sekali tidak ayalnya bocah lugu yang sibuk membicarakan pencapaian masing-masing selama ini. tapi tidak tentang hati. dan begitulah aku masih sibuk bertanda tanya.

aku yang tidak berani, kamu yang tidak pernah sadar, atau kita ternyata memang menunggu satu sama lainnya untuk memulai? tapi jujur aku tidak pernah punya nyali untuk bertanya tentang hal sesensitif ini.

sudah. pertemuan kita berakhir dengan lambaian tangan yang entah kapan lagi bisa berjabat lagi.

Pergilah,menghilang sajalahPergilah,menghilang sajalah lagi...

syafakillah

untuk seorang yang pertemuan pertamanya memberi kesan, untuk goresan tangan yang sampai sekarang masih utuh tersimpan. untuk cerita tentang keyakinan hati, kemantapan batin, dan pengambilan sikap yang luar biasa. untuk semangat yang tiada pernah pupus. untuk tali ukuwah yang selalu terjalin erat.

syafakillah nay,
semoga segera dibebaskan dari belenggu rasa sakitnya
semoga bisa sesegera mungkin kembali menjalani aktivitas seperti sediakala
semoga bisa menatap senja lagi bersama, seperti beberapa waktu yang lalu

bagaimana rasanya bila mendengar kabar, seseorang yang begitu dekat denganmu tidak sedang baik-baik saja keadaannya sekarang?

Allah mohon sembuhkan. amin :"

Minggu, 22 September 2013

quotes

"One day you'll realize that the sweetest words he once said, All turned out to be the biggest lies."
it's a life, who knows? 

quotes

"A friend knows there's something wrong by the way you act but a best friend can tell through just a text message."
she already know :) 

someday

taipei-taiwan 2013

kelak ada keinginan untuk terbang lagi namun tidak sendirian  :")

strong


"Jadi kita harus bisa untuk lebih kuat, karena ternyata kita bisa jauh lebih kuat dari apa yang kita pikirkan jauh sebelum-sebelumnya."

cilan, bener-bener mirror yaa ternyata kita :"

quotes

"You're the {CSS} to my < HTML >""

emmmpft -___-"

tertegun cukup panjang

"Kadang lu lupa, seringkali ngga peka malah. yang lu tau lu minta maaf tapi tetep ngelakuin hal yang sama, diulang-ulang dan terus begitu, meskipun dari lu-nya sendiri ngga ada niatan untuk ngelakuin hal itu sama sekali, tapi itu cukup nyakitin. sekarang lu lupa, atau lu ngga mau tau, atau lu ngga peka itu sama aja. intinya lu kurang peduli gimana jadi hati yang lain."
kalau gini salah siapa?

mendadak tertegun cukup panjang dengan kalimat nada sumbang barusan. namanya pembelajaran ya, ya begini. masih belajar untuk tahapan saling mengerti dan memahami.

quotes

"Ada yang namanya sepi ditengah-tengah keramaian dan hiruk pikuk sekeliling. ada."

komgraf

tugas komgraf pertama, bikin nama sendiri.
asaan sempet putus asa bikin yang beginian, ngga ngerti harus gimana. sampai akhirnya nanya-nanya ke banyak orang cara bikinnya gimana dan akhirnya dicoba. awalnya masih tetep ngga bisa-putus asa, tapi terus keinget kata-kata cilan yang menohok pisan,


"Sesusah apapun tapi kalau diniatin ntar jadi kok pris, meskipun harus ngehabisin berlembar-lembar kertas hvs buat cocok-cocokin ukurannya berapa. tapi pasti bisa kok, lani aja bikinnya tadi pagi sebelum kuliah."

dan yapski, berbekal semangat itu akhirnya bisa bener-bener jadi.

kelar kuliah sore Sistem Operasi langsung ngadep leptop dan jadinya begitu. ada kelegaan sendiri sih meskipun masih cupu dan hasilnya abal-abal, yaa seenggaknya bisa ngerjain sendiri meskipun harus nanya sana-sini cara bikinnya gimana. ngekoding sendiri dan yaa begitulah :)

alhamdulillah..

bissmillah untuk next projectnya!

moment nge-jleb

kamu manusia yang bagaimana? ketika ada moment nge-jleb dan kamu hanya menikmati sisa-sisa dan euforia dari moment itu atau kamu sesegera mungkin bertindak, menanggulangi kekeliruan yang ada sebelumnya dan sedapat mungkin berubah memperbaiki untuk jadi yang jauh lebih baik lagi. sehingga ketika nanti kamu menemukan moment itu lagi kamu akan bersikap jauh lebih biasa dari sebelumnya.

aku manusia yang kedua (dalam tahap belajar)

kamu?

bincang pagi

jadi lu maunya apa deh?
gue maunya biasa aja
kenapa?
ya ngga apa-apa
terus?
ya udah ngga ada terusannya
lah?
kenapa?
engga, ngga apa-apa lupakan
okey
isssh
naon?
sudah ah cukup
okee
yawes
nggeh pun
yasudah
monggo

-_________-"

Sabtu, 21 September 2013

quotes

"Hidup itu adalah tentang perubahan,hidup adalah tentang loncatan kebahagiaan menuju kebahagiaan lainnya."

saya ngutip dari lapak sebelah punya dokter bebek, dan saya cukup membenarkannya dalam hati.

lucu ya

lucu ya, kebanyakan dari kita sudah sibuk untuk mempersiapkan apa yang memang seharusnya dipersiapkan dan tapi ternyata masih banyak pula yang masih terlalu sibuk memikirkan kenangan yang tidak pernah ada habisnya untuk dikenang.

sudut pandang #2

ngga sengaja nemu kicauan begini 
kadang sadar ngga sadar dari kita sendiripun masih sering gitu ya, saya yang dapet mata kuliah yang bagi saya masih abstrak pun seringkali juga kepikiran, untuk apa, penerapan di kehidupan nyatanya gimana, dan masih banyak pikiran-pikiran yang sering sliwar-sliwer gitu aja.

tapi semakin kesininya semakin paham, semakin ngerti gimana seharusnya bersikap. mungkin sekarang emang belum kerasa gimana penerapannya, karena toh namanya belajar ngga harus langsung ngerasain efek dari yang dipelajari saat itu juga kan ya. tapi percaya aja, suatu saat tanpa disadari segala macam porsi pembelajaran yang dialami pasti kelihatan kok arah penerapannya dimana-gimana-dan untuk apanya.

jadi inget quotes yang bilangnya gini,

Bahkan Allah sudah memperhitungkan sekalipun itu tentang daun yang jatuh dihempaskan oleh angin.

jadi makin instropeksi diri :)

sudut pandang

nge-capture dari lapak miliknya @gishatiara :3

jadi inget kalau kata buku sampul unyu yang gue sendiri butuh waktu untuk akhirnya berani ngebacanya halaman demi halaman,

"Jangan mulai apa yang tak mampu diselesaikan"  
-dkiutip dari buku sampul unyu-


kita sedang berbicara soal sudut pandang, bukan? :)

testimoni

singkat cerita, pagi ini jadi kepikiran. entahlah (mungkin) karena dari kapan tau sejak liburan belum bener-bener bisa nyamperin adek-adek lagi di LPK Tepi Sawah. ada aja alesannya yang bikin susah buat kesana, dari kondisi badan yang nge-drop sampai ada yang ngga bisa ditinggalkan.

well, sebenernya tergantung dari niatan lu sih pris lu mau milih yang mana. sekarang rombak lagi pola pikirnya, ada adek-adek yang masih jadi tanggungjawab lu buat beberapa kesempatan waktu untuk kedepannya.

dan tadinya hari minggu kali ini udah fiks agendanya, dapet amanah bareng sama Rachma-Dede (pengajar LPK) buat ikutan acara terjun lapang untuk ngajar bareng sama badan kemahasiswaan yang ada di kampus. kata Rachma waktu itu, di daerah petir *entah itu ada di mana, kebayangnya petir itu adanya pas hujan gede (?)

tapi ya gitu, sayang seribu sayang harus digagalin lagi gegara badan drop dan bener-bener butuh istirahat total. jadilah saya ngga bisa nemenin Rachma sama si Dede buat ikutan ngajar. 


maaf pisan-pisan ya ma, coba kalo diri sendirinya bisa lebih care sama badan. pastilah hari ini bisa ikutan ngajar bareng :"

dan tau-tau pas iseng on di twitter, dapet testimoni dari Rachma dan yaa, langsung ngemention dan beginilah,


testimoni-nya rachma dan jadi langsung kepikiran :"
speechless loh beneran. 
woow, are you kidding me?
saya tau betul gimana Rachma dan paham juga gimana Dede jadi pengajar pas di LPK, tapi begitu tau mereka begitu saya jadi ngerasa bersalah. dan salahnya dobel-dobel, berlipat ganda, iyaaa ngga henti-henti saya jadi kepikiran sendiri.


lu kepikiran naon emang pris? kenapa coba mesti ngerasa bersalah?

saya jadi kepikiran beberapa hal, 

yang pertama saya jadi bener-bener kepikiran, semestinya ketika ada kesempatan untuk bisa balik ke LPK dan ngajar adik-adik disana saya ngga perlu untuk mikir dua kali. cukup berangkat dan menuntaskan tanggungjawab yang ada, toh adik-adik disana baik-baik, ceria, nurut-nurut, dan tentunya gampang banget diaturnya, kelas belajar jadi kondusif banget.

yang kedua begitu tau Rachma sama Dede sekarang lagi ada kegiatan ngajar di tempat lain dan terus kalau dibandingin adik-adiknya sama yang ada di LPK pastilah itu jadi tantangan tersendiri. maksudnya jadi semakin bersyukur untuk tempat ngajar yang udah Allah sediain di LPK dengan segala kemudahan dan keringanan yang ada.

dan yang ketiga jadi kepikiran banget sekarang, kalau Rachma sama Dede dan (mungkin) kalau saya jadi ikut sekarang ngerasanya jadi (agak) berat begitu garagara adik-adiknya yang (mungkin) susah diatur, pastilah guru-guru permanen mereka sabar banget, sampai akhirnya tetep bertahan disana cuma untuk sampai ke satu tujuan, bikin mereka tambah maju dan terus berpendidikan sampai sekarang ini.

jadi kangen adik-adik di LPK Tepi Sawah,

bareng sama adik-adik LPK, udah lama ngga kesana :"


nah loh pris, jangan cuma sampai di batas kepikiran doang, sudah harus bergerak. mau sampai kapan fase diem dan meratapi badan dropnya? harus cepet sembuh, banyak yang harus diperjuangkan.

syafakillah pris :") 

kesempatan kedua

"Yakin, kalau ini adalah kesempatan kedua untuk memperbaiki segala sesuatu yang ada." 
-sikap-

Kamis, 19 September 2013

Infra Ranisetya

akhirnya selesai juga pesenan si embak :"
well, malem ini rencananya berubah total. yang tadinya mau begadang buat nugas yang itu malah jadi nugas yang ini, tapi sih sama-sama namanya, masih tetep nugas. wkkww

berhubung dulu punya janji sama si embak bikinin video perjalanan hidupnya, alhamdulillah akhirnya dengan skill amateur pisan dan didukung software yang cukup bisa bikin sebuah mahakarya yang apik. jadilah satu part edisi spesial untuk mbak infra.


maaf pisan ya mbak, baru bisa ngelunasinnya sekarang :"

but overall ini videonya, kali-kali ada yang mau liat. jangan liat siapa yang bikin, tapi liat siapa subject utama yang ada di video itu. bukan buat pamer atau apapun kok. murni ini karena merasa jadi saksi hidup yang tau gimana rasanya lelah berjuang tapi manis di akhir.

ini beberapa cuplikan yang ada di videonya


ini mbak infra biasanya dipanggil infra -_-"
mbak infra kece pisan yaa :"
bagian bareng Ayah-Ibu-Mas Sendi-Aku :"
dan entah dari beberapa parti di video itu ada beberapa kalimat yang ketika dibaca ulang jadi diem sendiri. 


gimana bisa gue bikin kalimat kayak begitu yaa tadi. wkwkkw

perhatikan beberapa kalimat dibawah ini,





 huahahahhaa puitis pisan ya ternyata guenya :"
dan yang paling jelas dan paling penting sebenernya maksud dari pembuatan video ini, adalah wujud terimakasih kepada sosok luar biasa yang sudah banyak mengajarkan betapa pentingnya keberanian-keyakinan-tekad-usaha yang kuat dalam meraih sebuah impian.


jujur, setelahnya diputer pun nangis nontonnya :"


semakin menginspirasi ya mbaksemakin lebih dari sebelum-sebelumnyasemakin bisa bermanfaat untuk setiap orang disekelilingsemakin mendunia dan semakin membumi


dari penggemar nomor satu,


adikmu,
pristi sukmasetya :)

kehilangan akal

jadi malem ini gue kehilangan akal untuk sekedar bilang kalau sebenar-benarnya hati itu masih bisa dikondisikan. untuk bagian sakitnya, untuk bagian senengnya. ya, semua-muanya. tergantung lu-nya sendirilah mau gimana. kalau maunya maju jangan tanggung-tanggung. tapi kalau mau ganti arah jangan pernah ragu. semuanya ada di tangan lu kok. ngga akan berubah, sampai lu sendiri yang mau mengubahnya.

caranya?

coba tebak caranya apa? 

masing-masing punya jawabannya sendiri.

quotes

"Kesempurnaan manusia itu ada pada ketidaksempurnaannya." 
-Pak Imran. kelas kecerdasan buatan-

kangen

kepingan puzzlenya (kurang) lengkap. kangen :"

kemudian

"Pada akhirnya kamu akan kembali padaNya, lambat atau cepat, dan kamu sama sekali tidak bisa sibuk bermain tebak tepat untuk mereka-reka kapan waktu itu akan datang. yang hanya bisa kamu lakukan adalah memanfaatkan sebagian dari sebuah akhir untuk bisa memberikan manfaat. minimal untuk dirimu sendiri, menuntunnya menjadi jauh lebih baik lagi, dan kemudian kamu mengusahakan segala sesuatu yang paling baik dari yang kamu bisa lakukan untuk mereka-mereka yang ada disekeliling. memang benar. itu yang bisa kamu lakukan."-renungan. tengah malam-

kemudian rasa takutnya datang, seketika :"

Selasa, 17 September 2013

hanya sebuah permulaan

"hanya sebuah mula jika sebuah akhir bisa benar-benar diikhlaskan tanpa perlu banyak bertanda tanya lebih dalam. bukankah dalam setiap kisah yang menemui akhir pasti juga akan menemui bagian awal untuk kisah yang lainnya?"

hidup itu pilihan.
dan kali ini pilihannya begini.
sudah digariskan.
berjuang lebih keras lagi :)

Minggu, 15 September 2013

15 September

mungkin 15 September yang lalu duduknya masih didepan meja belajar lengkap dengan lampu pijar dan pemandangan jendela tepat menghadap tempat jemuran di belakang asrama. pepohonannya rimbun, tiap malam dibuka, dan anginnya masuk sepoi-sepoi. cengkeramanya seru, membicarakan hal-hal lucu, tentang rasa suka, dilema, dan rindu rumah dan segala macamnya. hujan juga tidak mau kalah meramaikan suasana yang ada.

kalau 15 September beberapa tahun sebelumnya, mungkin masih no maden. sering tidak betah untuk diam ditempat. selalu ngelayap pindah-pindah. ke ruang tengah-nonton tivi, ke perpustakaan rumah-milih milih buku bacaan-atau sesekali mengintip kesibukan ayah, bahkan tidak jarang tidur manja disebelah ibu dan bercerita tentang segala.

sekarang 15 September 2013, duduk diam-manis-didepan layar, sesekali mengutip diksi dari tetangga sebelah. atau bahkan lebih seringnya memulai nostalgia sendiri.

moment "pertama kali"

pasti akan ada moment "pertama kali" bagi setiap individu-individunya. dan tidak diragukan lagi, titik balik biasanya juga banyak muncul dari moment-moment itu. keseruan dan rasa penasaran yang lebih dibanding sebelum bertemu dengan moment-moment itu.

kali ini, moment "pertama kali"nya lebih simpel dari sebelum-sebelumnya.

(pada akhirnya) memberanikan diri untuk membaca buku sampul unyu itu, buku yang selama ini dibiarkan lengkap dengan sampul bening dan berjejer diantara kumpulan buku yang lain.
bukan apa-apa.
mungkin setelah ini, segalanya bisa berubah.
pola pikir, keputusan, termasuk keteguhan.
ya, moment "pertama kali".

Selasa, 10 September 2013

quotes

"Tidak semua pencarian berakhir dengan pertemuan. Namun jika dia sudah jodohmu, pertemuan dapat terjadi tanpa adanya pencarian."-dari pemilik kamar sebelah-

METKUAN 1st day

"Pris kamu cocok tuh."
-G64110020. pacarnya @mbuuy-

kejadiannya, ketika Bapak sedang menerangkan bahasan Perancangaan Percobaan -Materi Metode Kuantitatif hari pertama- dan kemudian mencari sampel tentang percobaan penilaian terhadap 3 warung bakso. yang menjadi faktornya adalah 4 orang tugasnya menjadi pencicip ketiga warung bakso tadi dan kondisi yang diharuskan adalah 4 orang tadi dalam keadaan lapar. hal ini dimaksudkan agar ketika percobaan terhadap ketiga warung bakso bisa dihasilkan data yang valid, sebab bila salah satu dari keempat orang tadi dalam keadaan kenyang atau setengah kenyang, pasti akan mempengaruhi hasil penilaian.

silahkan tafsirkan sendiri bagian 'ehem'nya mbuy yang bilang kalau saya cocok untuk suatu bagian tertentu dalam kasus tadi.

ifyouknowwhatImean -__-

***

"JKT kepanjangannya apa? ini bukan JKT48 loh ya." 
"Jumlah Kuadrat Total, Pak." 
"Oh iya Jumlah Kuadrat Total 48, mungkin itu kepanjangannya."

kemudian kelas hening-saling pandang-dan ketawanya pecah.


***

"Baru kali ini saya mendapatkan pertanyaan-pertanyaan diluar dugaan seperti ini, pertanyaannya bagus yaa, sek sek tak mikir dulu ya jawabannya apa, ngga ada bocoran dari tahun-tahun sebelumnya masalahnya."


***

"Pak berarti kalau 2 pangkat n, kalau tidak ada kesalahan kan pangkat nol jadi semuanya tetap diminus 1 dong Pak, kan 2 pangkat nol itu 1 Pak hasilnya." 
"Oh iya ya"

kemudian hening

ekspresi si Bapak itu loh. :3

***
almost fun for today, semoga semakin kesananya juga menyenangkan. amin
first impression sudah menggairahkan kok, Bapaknya baik, kondisi kelasnya juga jadi cair dan tidak terlalu banyak ketegangan. hehe

ngomong-ngomong soal kesan pertama, jadi inget sesuatu. emmmh intinya, 
"Kadang ada yang tidak boleh lupa untuk memberikan kesan pertama yang cukup mengesankan-setidaknya baik-tidak dibuat-buat-mengalir apa adanya, karena siapa tau tidak ada kesempatan berikutnya untuk memberikan kesan yang sesungguhnya."
-belajar dari pengalaman- 

quotes

"Bicara masa kecil, saya merindukan masa ketika tidak perlu memikirkan perasaan. Mengobati luka di lutut lebih mudah daripada mengatur letupan perasaan dalam hati, bukan?"

-diam sejenak. bahan renungan-

Minggu, 01 September 2013

jiwa-jiwa yang merindukan


sehingga ketika malam-malam mulai berjelajah mencari jiwa-jiwa yang rindu, mungkin saja kala itu aku termasuk dalam daftar pencarian. entah bagaimanapun aku yang dahulu, sampai sekarang masih tetap bisa merindu. bahkan parahnya, rindunya semakin menjadi-jadi.

sepucuk lewat sudah setahun lalu, sebegitu hebat waktu mengubah segala. baik awal perjalananmu sampai sekarang, arah pandang dan batas bebas gerakmu berbicara. aku masih sama, masih aku yang dulu. yang pelan-pelan memupuk rindunya padamu perlahan. tidak pernah sedikitpun lengah menyirami dengan kepercayaan. meskipun samasekali masih tidak paham bagaimana definisi berjarak bagimu yang demikian.

sekarang langit malam terang, lengkap dengan bulan-bintang, dan rasa sepi yang menyergapi beberapa masa suram lalu. sekarang aku sudah jauh lebih bisa memerdekakan bagaimana hatiku yang semestinya. sudah jauh lebih mengerti bahwa ada hal yang benar-benar harus aku cari, perlahan. hanya sekedar untuk memenangkan hatiku sendiri. membebaskan dari peluh tanya yang setiap malam tidak pernah absen menghampiri.

sampai sekarang, aku masih tetap merindu. mencoba menyamakan frekuensi setangkapnya denganmu disitu. tapi itu hanya fiksi, aku tidak pernah tau bahwa frekuensi rindu kita sama, atau aku lah satu-satunya yang mengada-ada?

aaah iya ya, sampai sekarang aku masih sibuk membiarkan jiwa-jiwa ini merindukan. merindukan kembalinya senja pada pelukan malam.
Nanti kalau pulang, bilang.
aku ingin menyambut kamu yang sudah memenangkan rinduku secara dahsyat
yang seketika mengembalikan jiwa-jiwa yang pergi
kembali pulang kesini
berkumpul
dihati.

quotes

"Saya pernah sangat berdekatan dengan sepi, namun kemudian hubungan kami merenggang setelah dia datang dan akhirnya mengambil alih posisi sepi sedemikian rupa. namanya ketenangan hati-keleluasaan jiwa-dan kebesaran menerima segala, dan kamu tau? semuanya sekarang tampak ramai."

menari (lagi)


saya pernah ingin menari lagi, sekali-kali, tapi saya takut jatuh. takut dianggap robot karena tubuh saya tidak cukup lentur untuk melakukan beberapa gerakan secara perlahan. ya, begitulah. kompleks memang. saya pernah ingin menari lagi, mencoba setiap gerak-gerik yang ditimbulkan secara apik dan luwes untuk disajikan dalam setiap pentas pertunjukan. namun begitu lagi, saya takut untuk memulai membuat gerakan, saya merasa tidak pantas, saya ragu gerakan yang saya rangkai akan sedap dipandang mata dan dinyatakan layak untuk malam pertunjukan.

aaah, saya pernah ingin menari lagi, sekali-kali, sekedar untuk menghilangkan sejenak dari rasa sepi.

begitulah.

sedang #mencicipi-kenangan

saya tidak bisa tidur (lagi), setelah malam-malam kemarin pun juga samanya. saya masih tidur diatas jam normal. saya lebih suka menyebutnya terlampau larut malam. ya, begitulah. mau bagaimana lagi? tapi tenang saja, saya malah justru banyak menikmatinya.


saya iseng lagi di timeline, kalau kata sebagian orang (yang mungkin belum paham betul soal saya) pastilah dianggap saya lagi nge-galau (entah karena alasan apapun) padahal salah besar, emmmh mungkin bukan galau tepatnya. saya hanya ingin mencicipi kenangan, mencicipinya sebagian-sebagian. mencicipinya perlahan, dan benar-benar menghayati setiap part yang ada.


kalau ditanya bagaimana rasanya, sulit menjabarkan. dari setiap bagiannya ada getir tersendiri yang cukup rentan untuk didefinisikan. dari setiap rasa yang ditimbulkan ada gempa bumi-gempa bumi dengan frekuensi masing-masing yang memang terciptakan.

tapi kalau ditanya sedang mencicipi kenangan bagian yang mana, saya sedang mencicipi bagian yang ini,


maksudnya?

ya, saya sedang #mencicipikenangan saya tentang target-targetan hidup, mengenai berbagai macam resolusi, problematika yang dihadapi. sebab banyak darinya saya belajar untuk bisa terus memaknai setiap apa yang sudah Allah beri. sebab dalam setiap nafasnya akan dipertanggungjawabkan. dan setiap kenangan yang akan saya torehkan, harus bisa dipersiapkan dari sekarang. ya, sebaik-baiknya.

ada banyak loh sebenarnya bahasan dari #mencicipikenangan. boleh menafsirkannya sendiri-sendiri. tapi yang sering di-galau-kan anak jaman sekarang mungkin #mencicipikenangan-masalalu-dengan-si-doi.

problemnya?

ya, masalahnya gagal move on, atau terlampau sayang dan sampai akhirnya sulit untuk benar-benar lepas menjalani kehidupan. kurang lebih begitu, padahal harusnya disadari bahwa yang membuatnya semakin sulit untuk dijalani adalah dari pribadi masing-masing kita sendiri. seberapa besar dari diri kita untuk bisa berjiwa besar menerimanya. seberapa legowonya kita. sebenarnya itu sih titik pointnya.

baca dari bawah ke atas untuk 2 quotes ini :3

kadang juga cara #mencicipikenangan yang seringkali dilakukan tapi sedikit yang (mungkin) menyadari adalah dengan cara nyinyir, atau nyindir, emmmh bahasa lainnya adalah menjadikan kalimat pastif akan sesuatu yang pernah terjadi dimasa lampau dan mengemasnya secara apik. bahasannya tersirat namun memang benar mengisyaratkan sesuatu. ambigu tapi bisa seketika membuat seorang yang dituju paham dan mengerti bahwa 'itu untuk aku'.

 

namun dari sekian banyak yang saya cicipi malam ini, saya benar-benar bisa mencicipi kamu dengan cara leluasa. lebih mengembangkan tentang banyak instropeksi diri, kemudian mengatur banyak strategi untuk menghadapi setiap tantangan kedepannya.


oh iya, saya pernah #mencicipikenangan dengan cara yang lain, tapi saya tidak mau menyebutkannya sekarang. saya mau tau, kenangan bagian apa yang kalian cicip semalam? boleh berbagi? silahkan. dengan senang hati :)

kata maaf


kata maafnya cukup sepenggal-sepenggal. bahkan kadang tidak perlu spasi bahkan koma untuk sekedar menjadi jeda. cukup langsung, tegas, dan berisi pertanggungjawaban penuh atas apa yang sudah terjadi. yang kemungkinannya memang mengiris hati. meskipun sesungguhnya tidak pernah merencanakan sesuatu itu terjadi, namun nyatanya memang sudah terlanjur dan pedih.

kata maafnya ketegasan, sikap jelas dan tidak mau berusaha lari. justru menyelesaikannya sampai tuntas. tidak pernah terseok-seok dan banyak bicara mencari alasan.

Kalau semua pria demikian, pastilah perempuan tidak akan bisa untuk tidak memaafkan.

karena toh pada hakikatnya harus bisa saling memaafkan.

kata maafnya bisa jelas dirasakan,
sudah selesai, tenang saja, aku dan kamu harus bisa baik-baik saja :")

lebaran #5 (family's day)

Jadi setelahnya lebaran #4 mencicipi kota Semarang emang ngga ada habisnya. sekarang tujuannya sih makan malem bareng, habis itu terus jalan-jalan ke mana aja yang bisa dijalan-jalanin. *oposih*

oh iya makan-makan yang sekarang ngga cuma berenam (sama bude kayak biasanya) loh, tapi jadi bertujuh, soalnya ada Mas Dhanang yang kebetulan emang nyempil gitu ke tengah-tengah keluarga.
YaaRabbi, kapan si aa juga bisa nyempil yaa? huehehehe | pasti nanti juga nyempil, amin, meskipun masih dirahasiakan kapan pastinya :")
karena masih H-berapa setelah lebaran, pastilah kalau di Semarang masih sepi soalnya masih pada mudik. jadilah kita semua makan di tempat masakan padang yang ada di Semarang. dan karena ini keluarga besar, jadilah porsinya begini.

saya makannya dikit loh, beneran deh :"
di Semarang tapi makannya masakan Padang -_-
sayang ngga banyak nge-fotoin per-part untuk makanannya. tapi ya gitu pokoknya seru, setelahnya makan malam Mas Dhanangnya pamit pulang dan kita lanjut jalan-jalan ke mall.
kenapa sih pris, lu mesti cerita kalau pergi ke mall, atuhlah cuma ke mall, biasa -_-
okay, ini mall engga biasa loh. ada sejarahnya disini, makanya saya mau cerita. dulu waktu beberapa tahun silam, jaman-jamannya saya masih prencilan. saya ngga diizinin masuk ke mall ini gara-gara tinggi badan saya kurang (re: kurang tinggi-pendek) jadilah saya ditinggal si Ayah-Ibu-Bude ke dalem mall dan saya sama si Mbak Infra kayak anak ilang di luar, nungguin.
well, ngga boleh masuk? miapa? ciyusan?
iya, beneran, seriusan, demikian adanya. saya bener-bener ditahan ngga boleh masuk ke itu mall dan akhirnya nge-doprok diluar, lari-larian gaje gitu pokoknya. tapi untungnya sekarang itu mall ngga nerapin pakem yang demikian lagi. dan sekarang pun mallnya udah ganti nama kayak nama permen karet. *if-you-know-what-I-mean.
trus lu ngapain di mall-nya pris?
ya biasalah, (nemenin) belanja, ya gitulah pokoknya, tapi seneng di mall ini emang kereta dorong buat belanjaannya gede, jadi bisa didudukin gitu, jadi yaa saya duduk dan ngga ngapa-ngapain. iseng yang ada malah jadi photosesion lagi bareng si embak.

iya kita ngalay, tapi ini spotnya sepi kok, jauh dari keramaian :"
masih ada lagi nih, ngga puas kalau ngalaynya nanggung-nanggung dan jepretannya ngga banyakan. jadilah begini kelakuannya.

sudah cukup ini cukup kalo si aa tau pastilah dikata alay :"
ya jadi gitu lebarannya, seru kok.

even kegiatannya udah kayak kegiatan yang biasa dilakuin, keliatannya simpel, dan ngga ada istimewanya. tapi buat saya bener-bener istimewa.

kapan lagi dari tanah Bogor, dari lereng gunung di Temanggung, dari pusat hiruk pikuk Semarang bisa nyatu dan keketawaan bareng kayak gini kalau bukan pas moment-moment lebaran.

tidak ada alasan untuk tidak menikmati hari. ya, saya menikmati sekali :)