Minggu, 01 September 2013

jiwa-jiwa yang merindukan


sehingga ketika malam-malam mulai berjelajah mencari jiwa-jiwa yang rindu, mungkin saja kala itu aku termasuk dalam daftar pencarian. entah bagaimanapun aku yang dahulu, sampai sekarang masih tetap bisa merindu. bahkan parahnya, rindunya semakin menjadi-jadi.

sepucuk lewat sudah setahun lalu, sebegitu hebat waktu mengubah segala. baik awal perjalananmu sampai sekarang, arah pandang dan batas bebas gerakmu berbicara. aku masih sama, masih aku yang dulu. yang pelan-pelan memupuk rindunya padamu perlahan. tidak pernah sedikitpun lengah menyirami dengan kepercayaan. meskipun samasekali masih tidak paham bagaimana definisi berjarak bagimu yang demikian.

sekarang langit malam terang, lengkap dengan bulan-bintang, dan rasa sepi yang menyergapi beberapa masa suram lalu. sekarang aku sudah jauh lebih bisa memerdekakan bagaimana hatiku yang semestinya. sudah jauh lebih mengerti bahwa ada hal yang benar-benar harus aku cari, perlahan. hanya sekedar untuk memenangkan hatiku sendiri. membebaskan dari peluh tanya yang setiap malam tidak pernah absen menghampiri.

sampai sekarang, aku masih tetap merindu. mencoba menyamakan frekuensi setangkapnya denganmu disitu. tapi itu hanya fiksi, aku tidak pernah tau bahwa frekuensi rindu kita sama, atau aku lah satu-satunya yang mengada-ada?

aaah iya ya, sampai sekarang aku masih sibuk membiarkan jiwa-jiwa ini merindukan. merindukan kembalinya senja pada pelukan malam.
Nanti kalau pulang, bilang.
aku ingin menyambut kamu yang sudah memenangkan rinduku secara dahsyat
yang seketika mengembalikan jiwa-jiwa yang pergi
kembali pulang kesini
berkumpul
dihati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar