Minggu, 01 September 2013

sedang #mencicipi-kenangan

saya tidak bisa tidur (lagi), setelah malam-malam kemarin pun juga samanya. saya masih tidur diatas jam normal. saya lebih suka menyebutnya terlampau larut malam. ya, begitulah. mau bagaimana lagi? tapi tenang saja, saya malah justru banyak menikmatinya.


saya iseng lagi di timeline, kalau kata sebagian orang (yang mungkin belum paham betul soal saya) pastilah dianggap saya lagi nge-galau (entah karena alasan apapun) padahal salah besar, emmmh mungkin bukan galau tepatnya. saya hanya ingin mencicipi kenangan, mencicipinya sebagian-sebagian. mencicipinya perlahan, dan benar-benar menghayati setiap part yang ada.


kalau ditanya bagaimana rasanya, sulit menjabarkan. dari setiap bagiannya ada getir tersendiri yang cukup rentan untuk didefinisikan. dari setiap rasa yang ditimbulkan ada gempa bumi-gempa bumi dengan frekuensi masing-masing yang memang terciptakan.

tapi kalau ditanya sedang mencicipi kenangan bagian yang mana, saya sedang mencicipi bagian yang ini,


maksudnya?

ya, saya sedang #mencicipikenangan saya tentang target-targetan hidup, mengenai berbagai macam resolusi, problematika yang dihadapi. sebab banyak darinya saya belajar untuk bisa terus memaknai setiap apa yang sudah Allah beri. sebab dalam setiap nafasnya akan dipertanggungjawabkan. dan setiap kenangan yang akan saya torehkan, harus bisa dipersiapkan dari sekarang. ya, sebaik-baiknya.

ada banyak loh sebenarnya bahasan dari #mencicipikenangan. boleh menafsirkannya sendiri-sendiri. tapi yang sering di-galau-kan anak jaman sekarang mungkin #mencicipikenangan-masalalu-dengan-si-doi.

problemnya?

ya, masalahnya gagal move on, atau terlampau sayang dan sampai akhirnya sulit untuk benar-benar lepas menjalani kehidupan. kurang lebih begitu, padahal harusnya disadari bahwa yang membuatnya semakin sulit untuk dijalani adalah dari pribadi masing-masing kita sendiri. seberapa besar dari diri kita untuk bisa berjiwa besar menerimanya. seberapa legowonya kita. sebenarnya itu sih titik pointnya.

baca dari bawah ke atas untuk 2 quotes ini :3

kadang juga cara #mencicipikenangan yang seringkali dilakukan tapi sedikit yang (mungkin) menyadari adalah dengan cara nyinyir, atau nyindir, emmmh bahasa lainnya adalah menjadikan kalimat pastif akan sesuatu yang pernah terjadi dimasa lampau dan mengemasnya secara apik. bahasannya tersirat namun memang benar mengisyaratkan sesuatu. ambigu tapi bisa seketika membuat seorang yang dituju paham dan mengerti bahwa 'itu untuk aku'.

 

namun dari sekian banyak yang saya cicipi malam ini, saya benar-benar bisa mencicipi kamu dengan cara leluasa. lebih mengembangkan tentang banyak instropeksi diri, kemudian mengatur banyak strategi untuk menghadapi setiap tantangan kedepannya.


oh iya, saya pernah #mencicipikenangan dengan cara yang lain, tapi saya tidak mau menyebutkannya sekarang. saya mau tau, kenangan bagian apa yang kalian cicip semalam? boleh berbagi? silahkan. dengan senang hati :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar