Sabtu, 28 September 2013

terjepit pilu (kalah)


hari ini kamu pulang, konsekuensinya adalah jarak dan aku sekarang kembali berteman. padahal beberapa waktu lalu semenjak kamu datang, aku resmi menjaga jarak dengannya. sebab pedih itu yang aku rasakan. pilu kelu yang selalu aku sembunyikan. hanya diam-diam malu yang aku semburatkan. membuatmu nyaman dan memilih untuk lebih lama tinggal.

aku memiliki kamu dan kamu memiliki aku. kita berdua menganut teorama klise yang kita jadikan sumber kekuatan kita sendiri ketika diharuskan jauh-berjarak seperti saat ini. sayang, sekarang liberalis. pahamku beralih bukan lagi demokratis. aku dibelenggukan jarak untuk tidak bisa menahan rindu lebih lama. dipilukan waktu yang tidak cukup sekali bagiku tenggelam-hanyut-dalam airmataku sendiri.

jangan menangis,
sekarang belum saatnya,
kamu tempat untukku pulang.
nanti pasti, aku pulang

aku hanya bisa diam, sesekali menguatkan airmataku yang tidak bisa lagi dikontrol untuk jatuh-deras-berceceran. aku bukan pengontrol hati yang baik. semuanya tumpah ruah sampai ke bibir jalan. aku linglung. tidak pernah sakit disayat rindu semenyedihkan ini.

sudahi saja,
aku lelah
 

aku kalah. 

1 komentar: