Sabtu, 28 September 2013

terpelanting jarak jauh




kadang ada yang tidak bisa menjalani konsekuensi yang diciptakan jarak dan jauh secara bersamaan. ada yang disayat rindu, ada yang dijatuhkan sepi, kemudian ada yang meratapi dinding-dinding kosong dalam hati.

pernah menyadari kalau kamu adalah bagian daripadanya? 
atau sama sekali tidak pernah mencoba tersadar dari setiap lamunan dan angan-angan yang kamu buat sendiri?

aah.. 
malam ini angin sepoi-sepoi. udaranya lambat laun bisa menyatu. tidak ada lagi aku dan kamu. kita sudah sama-sama bebas, terpelanting jarak jauh yang semakin hari semakin pasti. yang kian hari kian meyakini.

sudah, tidak perlu risau.

cicipi saja getir rindu yang diciptakan Tuhan agar kita bisa saling menghargai.

perihal jati diri, pencapaian hidup dan garis tangan masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar