Sabtu, 19 Oktober 2013

lampu kota

saya lebih suka kamu bisa diam. tinggal lebih lama. daripada kamu harus keluar masuk melalui pintu utama. datang dan pergi begitu saja.
seketika lampu kota menjadi yang tampak menarik, melegakan, dan menenggelamkan seperti biasanya. tidak pernah tidak bisa untuk tidak senang bila setiap jengkalnya dilalui disini. disusuri satu per satu bagiannya, tidak dilewatkan. jangan sampai ada yang terlewatkan malah. 
mungkin benar, malam dan lampu kota seketika menjadi pelarian terbaik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar