Rabu, 09 Oktober 2013

nostalgia

barusan blogwalking ke tempatnya fadil
Hai, senja ditempatku warnanya masih sama, belum berubah seperti senja yang sama-sama kita tatap waktu dulu. sudah lama ya tatapanku tidak lagi beradu pandang dengan balasan darimu, atau sekedar senyum kode yang dilemparkan bersamaan seketika itu hanya kita -aku dan kamu- yang tahu. atau mungkin, sapaan hangat mengenai, "sekarang gimana mbak?" hahaha.. lucu, kita pernah benar-benar dekat, sedekat jarak fakultasmu dengan fakultasku yang cukup ditempuh dengan dua kali turun tangga dan satu belokan. ya, sesimpel itu memang.

terakhir yang aku dengar, oknum itu sudah tidak lagi mengusik akson dan dendrit-dendrit yang ada. teoramaku berkata,
ketika yang mendekat bisa menghangatkan suasana, bukan berarti yang jauh tidak berhasil membelokkan alam pikiran.
entahlah, teoramaku terkesan ambigu-sulit dimengerti-tidak bisa cepat dipahami-dan masih banyak yang lain. tapi aku cukup tau. kamulah seorang analis yang memang bisa membaca bahasaku, tanpa sekalipun perlu aku jabarkan secara terperinci. aku pikir kamu begitu.

kabarku disini makin baik, makin dekat dengan mimpi-mimpiku yang dulu pernah aku ceritakan. tapi ada bagian yang tidak bisa aku lupakan.

awal mula kita bertemu dan serangkaian adaptif juga teoritis tentang dunia itu sempit 

hei, kapan bisa bertemu?
sepertinya harus disegerakan
tidak boleh tidak
kali ini harus dipertemukan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar